LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 38


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


2 Jam kemudian Kelas Nia dan Nicho pun telah usai...


NICHO : "Kak Nia...Maaf tadi aku sudah keterlaluan"


Nia hanya terdiam sambil merapikan beberapa buku miliknya...


NICHO : "Bagaimana sebagai gantinya aku traktir kak Nia makan Gelato?"


Seketika pergerakan Nia terhenti mendengar kata Gelato dari ucapan Nicho kepadanya...


NICHO : "Kalau kak Nia tidak suka Gelato...kita bisa mesan yang lainnya"


NIA : "Aku suka Gelato..." (Berdiri dari duduknya dan menatap Nicho)


NICHO : "Okeh kita sepakat" (Tersenyum)


Nicho pun mengajak Nia kesebuah Caffe Gelato yang berada didekat Rumah keluarga Meizar...sesampainya di Caffe tersebut...Nia pun duduk tepat disamping jendela pada Caffe tersebut...


NICHO : "Kak Nia mau pesan rasa apa?"


NIA : "Vanila...aku sangat suka rasa Vanila"


NICHO : "Hanya Vanila saja kah?...atau dengan rasa lain juga?"


NIA : "Tidak!...aku hanya ingin rasa Vanila...Aah iya kalau bisa ditambahkan Kacang Almond yaa"


NICHO : "[Tidak mungkin!!!...kenapa bisa sama persis!!]" (Dalam hati Nicho sambil menatap salah satu pelayan Caffe tersebut)


Nicho pun menganggukkan kepalanya sambil menatap salah satu pelayan Caffe tersebut...terlihat pelayan Caffe tersebut juga menganggukkan kepalanya sambil menatap Nicho...


NIA : "Nicho!...kenapa kita makan Gelato disini?...bukankah didekat kampus ada?"


NICHO : "Caffe ini tempat favoritku kalau mau makan Gelato...sekarang kak Nia boleh juga kok makan Gelato disini...karna di Caffe ini satu-satunya Caffe yang bernuansa Italia yang sangat kental...bukankah kak Nia sebelumnya tinggal di Roma?...pasti kak Nia kangen dengan suasana Italia...naah Caffe ini suasananya sama persis dengan Italia...cocok buat kak Nia"


NIA : "Heem iya...terkadang aku suka kangen suasana Italia...terutama Trevi Fountain" (Tersenyum sambil menatap luar jendela)


NICHO : "[Waktu pertama kali aku bertemu dengan kak Nia...akulah yang meminta kak Nia naik keatas panggung untuk menemani kak Raka memainkan pianonya...dan saat diatas panggung aku juga yang berada didekat kak Nia...aku mendengar semua ucapan kak Nia tentang Roma Trevi dan kak Elfatah...Ekspresi kak Nia saat itu sangat meyakinkan...dia menatap kak Raka sangat dalam seperti orang yang sangat tenggelam akan kerinduannya...mungkinkah Kak Nia dan kak Raka pernah bertemu di Roma?...tapi bukankah kak Raka tidak pernah ke Roma karna sejarah ibunya?...tapi yang ku tahu 2 tahun yang lalu kak Raka mengalami kecelakaan...dan saat itu juga kak Raka mengidap Amnesia Disosiatif...Kak Raka kehilangan ingatannya di 2 bulan yang lalunya sebelum kecelakaan itu terjadi...jadi...itu artinya...bisa saja diantara 2 bulan itu ada kenangan tentang kak Nia yang kak Raka lupakan...lalu sekarang...apa yang harus aku lakukan?...aku semakin penasaran dengan mereka!!]" (Dalam hati Nicho sambil menatap Nia)


Beberapa saat kemudian pelayan Caffe membawakan Gelato pesanan mereka dengan beberapa Cemilan yang sudah dipesan Nicho terlebih dahulu...


NICHO : "Okeeh...kak Nia kita harus mengabisi semuanya" (Tersenyum sambil menyusun beberapa Cemilan yang ada dimeja mereka)


NIA : "Nicho...ini terlalu banyak..."


NICHO : "Pokoknya harus habis yaa...hahaha"


NIA : "Sepertinya aku tidak bisa...hahaha"


NICHO : "Naah!! Gitu dong...baru hari ini aku bisa melihat kak Nia ketawa lagi...Hehehe" (Tersenyum menatap Nia)


NIA : "Heem memangnya kemarin-kemarin aku tidak tertawa yaa?"


NICHO : "Iya...wajah kak Nia kaku kaya adonan Pizza yang udah Basi...hahaha"


NIA : "Sumpah yaa kurang ajar banget siih kamu tuh...Hahaha...pantesan banyak yang tidak suka denganmu...Resek banget si kamu orangnya!!" (Tertawa sambil melemparkan Beberapa Cemilan kepada Nicho)

__ADS_1


NICHO : "Ampuuun kak!!..." (Menghindar dari lemparan Cemilan Nia kepadanya)


Terdengar kini suara tawa Nia dan Nicho berada di Caffe tersebut...beberapa saat kemudian terdengar suara Lonceng dari pintu Caffe tersebut yang terlihat seseorang yang menggunakan Sweater hitam dengan kacamata hitam yang menutupi matanya masuk kedalam Caffe tersebut...seketika Tawa Nia terhenti karna melihat orang tersebut yang tampak tidak asing...dan ternyata orang tersebut adalah Raka...


Terlihat para pelayan dan pegawai Caffe tersebut berbaris disamping Raka sambil menundukkan kepala mereka...


"Buon Gioro!!" Ucap para pelayan dan pegawai tersebut kepada Raka dengan artian "Selamat Siang!!"


NIA : "Ra...Raka...!!" (Berbisik Nia sambil Berdiri dari duduknya dan menatap Raka)


NICHO : "[Sumpah yaa...Bahkan Tuhan mempertemukan mereka disini...benar dugaanku kalau kak Raka masih sering ke Caffe ini...hahaha...semoga hari ini aku dapet hal yang baru dari mereka]"


RAKA : "Siapkan seperti biasanya!"


Terlihat para pelayan menyiapkan beberapa Makanan yang ada di Caffe tersebut dengan 1 Gelato yang ternyata Gelato tersebut sama persis dengan apa yang Nia pesan sebelumnya...


PELAYAN 1 : "Silahkan Tuan...tuan maaf sebelumnya...wanita yang berada disana juga memesan Gelato yang sama persis dengan Gelato yang selama ini tuan pesan...apakah Tuan mengenalnya?" (Sambil menatap Nia dari kejauhan)


Raka pun menoleh ke arah Nia...saat melihat wanita yang dimaksud adalah Nia...Raka pun terkejut dan seketika membuka kacamatanya...


NICHO : "[Sumpah aku gemes banget ngeliat mereka...Udah kaya Drama woyy...tinggal dikasih sountrack romantis ini!!]" (Dalam hati Nicho sambil menahan tawa dan senyumnya dengan menutup mulutnya)


PELAYAN 1 : "Saya permisi Tuan..." (Menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Raka)


NICHO : "Waah ada kak Raka juga yaa disini??...kebetulan banget yaa?...kok bisa sihh?" (Pura-pura terkejut dan berdiri dari duduknya menatap Raka)


RAKA : "[Kalau ada Nicho...itu artinya bukan kebetulan...karna Nayla bilang padaku sudah 5 hari ini Nicho selalu menanyakanku...anak ini selalu penasaran denganku]" (Dalam hati Raka sambil menghelakan nafasnya menatap


Nicho)


Beberapa saat kemudian tanpa mengucapkan kata apapun Nicho membawa makanan miliknya dan Nia kemeja Raka...lalu menarik Nia untuk duduk tepat disamping Raka...


Terlihat Canggung diantara Nia dan Raka...mereka berdua mencoba untuk berjauhan namun lagi-lagi Nicho meminta Nia untuk bergeser kearah Raka...dengan alasan sempit baginya untuk duduk berdekatan dengan Nia...


NICHO : "Naah kalau kaya gini kan enak..." (Tersenyum bangga melihat kini Nia dan Raka duduk sangat berdekatan)


RAKA : "Kalau kau merasa sempit...sebaiknya kau pindah saja...lagi pula untuk apa kau disini?...bukankah kau tidak suka Gelato!!" (Menatap dingin kearah Nicho)


NICHO : "Si...siapa bilang aku tidak suka Gelato...aku suka semua makanan dan minuman...apa lagi kalau bareng sama Kak Nia...hehehe"


NIA : "Nicho...tapi kenapa kita makan dimeja ini?...di Caffe ini masih banyak meja lainnya"


NICHO : "kan kita saling kenal...lebih bagus yang saling kenal itu makan disatu meja yang sama...apa lagi kalau kenalnya sudah lama dan udah lama tidak bertemu" (Sambil merapikan makanan miliknya dan juga Raka dengan sibuk)


NIA : "ma...maksudmu?"


NICHO : "Kan Kak Nia bilang kangen sama kak Raka!!" (Dengan datar mengucapkannya sambil merapikan Gelato mereka)


NIA : "NICHO!!!" (Teriak Nia sambil menginjak kaki Nicho dibawah meja)


NICHO : "Aaaww!!...sa..sakit kak!!!..." (Menatap Nia sambil menahan rasa sakit di injak untuk kedua kalinya)


RAKA : "Kalian bisa tidak....tidak rusuh kaya gini??" (Menatap Nicho)


NICHO : "Ma...maaf...lagi pula aku belum selesai bicara kak Nia sudah marah denganku...tadi aku mau bilang kalau bukan kak Nia saja yang rindu dengan kak Raka...tapi aku juga Rindu sama kak Raka...eeeh Kak Nia nya malah udah tengsin duluan dibilang kangen sama kak Raka" (Dengan datar mengucapkannya sambil menjilati Gelato miliknya)


Seketika Nia menginjak kaki Nicho kembali namun sayangnya kini nyatanya kaki yang di injak Nia adalah kakinya Raka...karena Nicho telah menggeserkan kakinya untuk menjauh dari jangkauan kaki Nia setelah di injak oleh Nia untuk kedua kalinya...

__ADS_1


RAKA : "Aaa...aawww!!!...aaaaaww!...sshhh!!!" (Berteriak kesakitan sambil *** tangan Nia)


NIA : "Ti...tidak...bukan ini maksudku...ma...Maaf!!...maafkan aku...Apakah sangat sakit???...pelayan!!!...tolong bawakan Es batu!!...pelayan!!" (Berdiri dari duduknya dan berteriak kepada pelayan Caffe tersebut dengan panik)


Beberapa saat kemudian pelayan pun datang membawakan Es Batu kepada Nia...seketika Nia pun menarik kaki Raka dan membukakan Sepatu yang kini sedang dipakai oleh Raka...


RAKA : "A...apa yang kau lakukan???...lepaskan!!!"


NIA : "Maaf...aku tidak sengaja...kakimu pasti memar karna ku injak...aku akan mengompresnya dengan es batu ini...agar tidak memar"


NICHO : "Perasaan tadi yang di injak bukan kak Raka saja...huuh!!!" (Menatap sinis kearah Nia sambil menjilati Gelato miliknya)


Kini terlihat Nia sedang mengompres kaki Raka dengan es batu...


RAKA : "Sudah cukup!!...aku bisa melakukannya sendiri..." (Sambil memberontakkan kakinya karna merasa geli dengan sentuhan tangan Nia kepadanya)


Nia tidak menghiraukan sama sekali ucapan Raka kepadanya...yang kini terlihat Raka sangat tidak tahan menahan rasa gelinya...Raka pun tertawa karna merasa geli dengan sentuhan tangan Nia yang sedang mengompres kaki Raka...


RAKA : "Hahaha...cukup!!...aku mohon hentikan...aku tidak tahan...ini sangat geli!!!...hahaha!!!" (Tertawa sambil memberontakan kakinya karna merasa geli)


Seketika Nia menghentikan pergerakkannya dan menatap Raka dengan terkejut...


Ingatan Nia akan 2 tahun yang lalu saat Nia menuliskan Nomor telephonenya pada tangan Elfatah kembali hadir...saat itu Elfatah juga merasa geli oleh sentuhan Pulpen yang dia goreskan ditelapak tangannya...suara Tawa Elfatah dulu dan suara tawa Raka saat ini sangat persis seperti tidak pernah ada yang berubah...


NIA : "[Suara tawa ini...suara yang sama di 2 tahun yang lalu...suara ini seperti tidak pernah berubah...seperti inikah ekspresinya saat itu?...wajahnya memiliki sejuta aura kebahagiaan...matanya memiliki sejuta warna...dan tawanya memiliki sejuta irama senandung yang menenangkan]" (Dalam hati Nia sambil menatap Raka yang tertawa)


Beberapa saat kemudian tiba-tiba tawa Raka terhenti dengan wajahnya yang pucat dan berkeringat Raka menahan rasa sakit pada bagian dadanya...


NIA : "Ra...raka!!!..a...ada apa???" (Dengan panik mengatakannya)


NICHO : "Kak Raka!!!...ada apa kak???" (Berdiri dari duduknya)


Raka terjatuh dari duduknya dan menahan rasa sakitnya dengan wajahnya yang kini terlihat pucat dan berkeringat...seketika Nia memeluk Raka dengan ketakutan...sambil merabakan wajah Raka...


NIA : "[Wajah ini...wajah yang sama seperti saat itu!!...alisnya berkerut karna merasakan sakit...wajahnya berkeringat dan dingin!!]" (Dalam hati Nia sambil memeluk Raka dan merabakan Wajah Raka)


NICHO : "Tolong!!!...pelayan tolong panggilkan Ambulance!!!"


NIA : "Jam!!!...dimana jam tanganmu Raka???...kita harus beri tahu Pak Firman!!!...dia akan datang untuk menolongmu Raka!!!" (Berteriak Panik sambil mencari Jam tangan pada pergelangan tangan Raka)


RAKA : "[Jam tangan???...pak Firman???...siapakah wanita ini sebenarnya???..kenapa dia tahu banyak tentangku???]" (Dalam hati Raka sambil *** bajuanya karna merasakan sakit pada dadanya)


NIA : "Tolong!!...Nicho aku mohon carikan jam tangan Raka!!!...hanya jam tangan itu yang bisa memanggilkan Pa Firman!!!"


NICHO : "Kak Nia kenal pak Firman???...da...dari mana kak Nia kenal pak Firman???" (Terkejut menatap Nia)


NIA : "Raka tidak memakai jam tanganya...Nicho cepatlah hubungi Ambulance!!..aku mohon cepatlah!!!"


NICHO : "Baiklah kak...kaka tenang saja...aku akan menelphone Ambulance sekarang!!"


Nicho pun menelphone Ambulance dengan panik...beberapa saat kemudian Nia merebahkan Raka dipangkuannya...


RAKA : "Si...siapa..ka..kamu sebenarnya???" (Sambil menatap Nia yang terlihat menangis menatap dirinya)


NIA : "El...ini aku...ini aku Nia el...!!!" (Menangis sambil mencium tangan Raka)


Beberapa saat kemudian Ambulance pun datang dan membawa Raka...terlihat Nia terus menerus menangis duduk disambil Raka sambil menggenggam tangan Raka yang kini juga menggenggam tangannya karna menahan rasa sakitnya...

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2