LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 36


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


Nayla pun masuk kedalam Kamar Raka...terlihat kamar yang sangat Rapih dengan tema berwarna Hitam Putih membaluti kamar tersebut...dan harum Vanila bertaburan dikamar tersebut yang berasal dari Lilin aroma terapi yang ada disebuah meja kecil...


NAYLA : "Raka tidak pernah merubah warna kesukaannya...bahkan Kamar ini masih sama seperti dulu...suatu hari nanti akulah yang akan ada disisi Raka saat Raka tidur dikamar ini" (Sambil melihat-lihat sekeliling)


Beberapa saat kemudian Nayla pun merebahkan tubuhnya di atas kasur tersebut...


NAYLA : "Pagi Sayang!!...itu yang akanku ucapkan setiap paginya" (Tersenyum sambil merebahkan dirinya dikasur tersebut)


Disisi lain...Diruang kerja Wilson...terlihat Wilson sedang menelphone Lanzo yang kini sedang ada di Rumah sakit Averus...


AYAH WILSON : "Lanzo...bagaimana kedaan Raka saat ini?...apakah dia baik-baik saja???"


Dr. LANZO : "Wilson kau tenang saja keadaanya sudah membaik besok dia sudah bisa keluar dari rumah sakit ini" (Sambil menyuntikkan Raka sebuah obat)


AYAH WILSON : "Apakah Raka sedang didekatmu?"


Dr. LANZO : "Iya saat ini Raka ada disampingku...aku memasangkan Speaker pada ponselku...dia sedang mendengarkan pembicaraan kita"


AYAH WILSON : "Raka...maafkan Ayah...Ayah belum sempat kerumah sakit...karna kondisi perusahaan sangat membutuhkan kehadiran Ayah"


RAKA : "Ayah tidak perlu khawatir...Paman sudah bisa mewakili Ayah disini...dan aku paham saat ini ayah juga sebenarnya ingin menemuiku"


AYAH WILSON : "Ayah harap kita akan berkumpul lagi secepatnya...kau tau Raka...saat ini Ayah sedang membuatkan Panti asuhan besar atas namamu...agar semakin banyak yang mendoakan kesembuhanmu...jangan takut Putraku...Ayah akan selalu bersamamu...bagaimanapun caranya secepatnya ayah akan mendapatkan pendonor...agar kamu bisa hidup normal seperti lainnya" (Sambil menandatangani sebuah surat)


RAKA : "Bagiku...apa yang saat ini kujalani adalah sebuah anugrah besar...bisa memiliki Ayah Bunda dan Paman seperti kalian adalah sebuah anugrah terindah yang tuhan berikan padaku...itu semua sudah cukup untukku"


AYAH WILSON : "Tidak nak...Jangan pernah puas dengan apa yang kini kamu miliki...kebahagian pada dasarnya sangatlah luas...gapailah semua kebahagiaan yang belum pernah kamu gapai...Ayah akan mendukung apapun yang ingin kau gapai...apapun itu...akan ayah berikan kepadamu Raka...bahkan jika kau meminta Jantung ayah...ayah akan memberikannya saat ini nak"


RAKA : "Jika ayah melakukan itu...maka saat itu juga aku mengakhiri hidupku!!!"


AYAH WILSON : "Raka!!!!"


Dr. LANZO : "Raka jangan mengatakan hal seperti itu!!" (Menatap Raka)


RAKA : "Karna itulah...Raka tidak ingin banyak orang tau tentang kondisiku saat ini...aku tidak ingin menjadi beban pada seseorang...aku hanya ingin menjadi angin untuk mereka...yang datang menyejukkan mereka...lalu pergi tanpa meninggalkan bekas"


AYAH WILSON : "Cukup Raka!!"


RAKA : "Ayah...ayah tenang saja Raka akan memperjuangkan Hidup Raka untuk kalian...akan Raka pastikan umur Raka lebih panjang dari pada kalian" (Tersenyum menatap Lanzo)


Disisi lain...Roma Italia...


IBU ALETA : "Bagaimana keadaan Nia saat ini?...apakah anak itu tidadk merindukan ibunya?...dia bahkan belum memberi kabar kepada ibunya ini huuuh" (Sambil menjahit sebuah Syal)


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu...Aleta pun membuka pintu tersebut...

__ADS_1


IBU ALETA : "Nak Vino..!!"


VINO : "Selamat malam Tante..." (Tersenyum)


IBU ALETA : "malam...ayo nak masuklah..." (Tersenyum)


Vino pun masuk kedalam rumah Nia tersebut...


IBU ALETA : "Sudah lama kamu tidak main kesini nak Vino" (Sambil membuatkan sebuah Cofffee untuk Vino)


VINO : "Iya tante...beberapa minggu ini aku sedang disibukkan dengan kuliahku..."


IBU ALETA : "Kamu pasti kangen yaa sama Nia" (Sambil menaruh gelas yang berisikan Coffee dimeja hadapan Vino)


VINO : "Terima kasih tante Coffee nya..." (Tersenyum)


IBU ALETA : "Iyaa minumlah..." (Tersenyum)


Vino pun meminum Coffee tersebut...


VINO : "Maaf tante tadi tante bilang a...apa..?"


IBU ALETA : "Tante bilang...pasti kamu kangen yaa sama Nia..." (Tersenyum)


VINO : "Kangen sih udah pasti tante...karna aku dan Nia sudah berteman 2 tahun...aku seperti kehilangan teman terbaik"


VINO : "Untuk saat ini sepertinya belum bisa tante karna aku masih memiliki tugas kuliah yang banyak...tapi ku usahakan setiap harinya aku akan tetap berkomunikasi dengan Nia" (Tersenyum)


IBU ALETA : "Ouuh kalian masih suka berkomunikasi?...baguslah...tante harap kalian masih tetap berkomunikasi...karna tante senang sekali Nia memiliki teman sepertimu...bahkan Tante berharap kalian bisa lebih dari teman..." (Tersenyum)


VINO : "Aaah heemm...i..iya tante..." (Tersenyum)


Vino pun meminum Coffee nya terus menerus hingga baru beberapa saat kemudian Coffee miliknya pun habis...


IBU ALETA : "Apakah kau mau menambah Coffee mu ?"


VINO : "Eeehhmm tidak tante...tidak apa-apa...sa...saya.."


IBU ALETA : "Ayooo ceritakan pada tante...sebenarnya kamu mau mengatakan apa pada tante?...sampai-sampai kamu main kesini..." (Tersenyum)


VINO : "Tante...A..apakah Nia memiliki Teman pria?"


IBU ALETA : "Nia tidak mungkin mempunyai teman Pria selain kamu nak Vino..."


VINO : "La...lalu bagaimana dengan Elfatah?...apa...apakah Nia sudah bertemu dengan Elfatah lagi di Jakarta?"


Seketika Aleta menatap Vino...seperti ada hal yang baru dia sadari...hal besar yang sangat dia takuti...yaitu Nia bertemu lagi dengan Elfatah...

__ADS_1


VINO : "Karna...beberapa hari ini aku mengirimkan Nia sebuah Email tapi sampai saat ini...Nia belum membalasnya"


IBU ALETA : "[Mungkinkah Nia bertemu lagi dengan Elfatah disana?...tapi seharusnya itu tidak mungkin...karna Nia sendiri belum pernah melihat wajah Elfatah saat itu]" (Dalam hati Aleta sambil menatap Foto Nia)


VINO : "Apakah Tante sudah mendapatkan kabar tentang Nia disana tante?...apakah Nia baik-baik saja?"


IBU ALETA : "[Beberapa hari ini Nia dan Zeyna belum memberi kabar tentang Nia disana...mu...mungkinkah Nia...!!!]" (Dalam hati Aleta)


VINO : "Ta..tante...!"


IBU ALETA : "Aah iya...maaf tante sedang kepikiran teman tante yang sakit...oiya kamu tenang saja...kemarin Nia baru saja menelphone tante...saat ini keadaan Nia baik-baik saja kok Nak Vino...kamu tenang saja...mungkin sama seperti dirimu saat ini...Nia sedang disibukkan dengan tugas kuliahnya...makanya dia tidak sempat membalas Email darimu" (Tersenyum)


VINO : "Syukurlah...sekarang aku bisa tenang..." (Tersenyum)


Disisi lain...Indonesia...Dirumah Zeyna...


Terlihat Nia sedang bercermin sambil menyisirkan rambutnya...namun tiba-tiba Nia terkejut melihat dilehernya tidak ada kalung pemberian Raka kepadanya...


NIA : "Ka..kalungku!!!" (Sambil memeriksa lehernya)


Nia pun membangunkan dirinya dari duduk...dan mencari kalung tersebut hingga kesudut kamarnya...namun tak juga Nia menemukan kalung tersebut...


NIA : "Ti...tidak...kalung itu tidak boleh hilang!!!" (Sambil melihat sekeliling)


Suarah gaduh dari kamar Nia pun membuat Zeyna terbangun dari tidurnya dan mengetuk pintu kamar Nia...


ZEYNA : "Nia!!!...ini udah malam...kamu ngapain siih!!" (Mengetuk pintu kamar Nia dengan mata yang sayup)


NIA : "Ma...maaf Zey!!..."


Beberapa saat kemudian Zeyna pun pergi kekamarnya kembali...


NIA : "Aku pasti menjatuhkannya disuatu tempat...ta...tapi dimana?...apakah dikampus?...ataukah diTaman kampus??"


Disisi lain...Dirumah keluarga Forza...


Terlihat Nicho sedang berada diBalkon rumahnya...tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya...yang tidak lain kalung tersebut adalah milik Nia...


NICHO : "Sampai saat ini banyak pertanyaan yang terlintas dipikiranku...Kak Nia..Kak Raka..dan Kak Nayla...apakah kisah mereka...sebuah kisah segitiga?...tidak!!...aku lupa...ada kak Rafa juga...berarti kisah mereka adalah kisah Segiempat dong yaa???...tapi dari mana kak Nia bisa mengenal Kak Raka hanya dalam 1 hari?...setahuku Kak Raka adalah tipe orang tidak pernah akrab dengan siapapun...apa lagi dengan orang yang baru dia kenal...lalu kenapa kak Nia bisa mengenal kak Raka??...dan dengan kebetulan juga...wajah kak Nia sangat mirip dengan kak Calisa...kalung ini juga sangat mirip dengan kalungnya kak Nayla dari kak Raka"


Beberapa saat kemudian Nicho pun duduk disebuah bangku dibalkon tersebut...


NICHO : "kepada siapakah aku bisa bertanya?...Kak Raka..Kak Nia..kak Nayla..atau kak Rafa?...siapa yang harus kutanyakan tentang ini semua?..aku sangat penasaran dengan kisah mereka...aah benar...sebaiknya aku tanyakan semuanya kepada Kak Raka...karna kalung ini sangat mirip dengan kalung milik kak Nayla yang diberikan dari kak Raka...siapa tahu kalau ternyata sebenarnya diam-diam kak Raka selingkuh dengan Kak Nia...hahaha...Nicho-Nicho kau sangat pintar...tapi sayangnya tidak ada yang menyadari kepintaranmu ini...lihatlah semuanya...aku akan membongkar semuanya...perselingkuhan kak Raka dengan kak Nia akan terungkap...siapa tau...sehabis semuanya terungkap...nanti aku bisa dianggap pintar oleh kak Zeyna...hahaha"


Nicho tertawa dengan penuh ambisi...namun tiba-tiba seseorang menepuk pundak Nicho...yang membuat Nicho terkejut...


NICHO : "Yaaa!!!" (Berteriak)

__ADS_1


BERSAMBUNG》》》》》》》


__ADS_2