LOVE HEART

LOVE HEART
EPISODE 7


__ADS_3

♡LOVE HEART♡


PIAZZA NAVONA...


Terdengar suara tawa riang dan musik Khas Italia disepanjang Piazza Navona...


Raka dan Nia jalan mengelilingi Piazza Navona tersebut sambil bercanda ria...suara tawa riang mereka terdengar jelas disepanjang langkah kaki mereka...


Tiba-tiba langkah kaki Nia terhenti mendengar Lagu Ámame dinyanyikan oleh beberapa penyanyi jalanan yang berada di Piazza Navona tersebut...


Seketika Nia pun melepas genggaman tangan Raka darinya dan berlari menuju suara Nyanyian tersebut...


RAKA : "Ni..Nia...kau mau kemana..???" (Lari mengejar Nia)


Langkah Nia seperti tak ada kendala dengan keyakinan dia berlari dan berhenti tepat dihadapan Suara nyayian tersebut...


RAKA : "Nia...ada apa?...Ke..kenapa kau berlari??...Haaa...haaa...haaaa!!" (Dengan nafas terengah-engah)


Tanpa diduga Nia pun langsung menarik Raka dan menuntun Raka untuk menari mengikuti alunan musik dan nyanyian para penyanyi jalanan tersebut...


Terlihat wajah Nia yang sangat bahagia dan tertawa lepas sambil menuntun tangan Raka untuk menari dengannya...


Angin berhembus menghembuskan Rambut Nia dan menghempaskan Bannie yang Nia pakai...Rambut Nia pun tertiup angin dan mengenai wajah Raka...tarian Nia semakin Cepat dan tertawa riang bersama orang-orang yang kini ikut menari bersama Nia sambil ikut menyanyikan lagu tersebut...


Raka pun memundurkan langkahnya dan menatap Nia dengan senyuman sambil menepuk tangannya...tanpa disadari tubuhnya juga mengikuti alunan musik tersebut...


Tiba-tiba seseorang menarik Raka dan memberikan Tangan Nia kepadanya...


Seluruh orang yang berada diPiazza Navona menatap mereka berdua dan bersorak bahagia...


NIA : "Apa yang kau lakukan??...ayolah ikuti alunan musiknya...kemarikan tanganmu!!!.." (Tersenyum)


Nia menarik tangan Raka dan menari...


Raka pun ikut menari mengikuti alunan musik terlihat juga tawa riang dari keduanya...

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Nyanyian tersebut pun selesai...


Tarian mereka berdua pun diakhiri dengan Tepuk tangan dan siulan ramai dari para pengunjung tempat tersebut...


RAKA : "Hahaha...!!" (Tertawa sambil menatap Nia)


NIA : "Hahaha...pasti mereka fikir kita sudah tidak waras...kita...kita menari seperti orang yang tidak waras...hahaha!!" (Tertawa sambil menutupi wajahnya karna Malu)


RAKA : "Kita sudah melakukannya tapi kau baru merasakan malunya setelah semuanya sudah dilakukan?...hahaha...kau ini...lihatlah sampai-sampai Bannie mu terlepas...sini biarku pakaikan..."


Raka pun menghelaikan dan merapikan Rambut Nia lalu memakaikan Bannie dikepala Nia...


RAKA : "Rambut yang hitam pekat dengan sepasang bola mata yang hitam pekat...sepekat langit malam tanpa Bulan dan juga Bintang...yang terbaluti oleh kelembutan angin malam"


NIA : "Benarkah sepekat itu?...anehnya aku sendiri lupa dengan wajahku sendiri...apakah wajar jika aku bisa melupakan wajahku sendiri?...apakah wajar jika aku lupa bagaimana caranya untuk melihat?...pertanyaan itu yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri selama 5 tahun ini...tapi....."


RAKA : "Tapi...tapi kenapa??"


NIA : "Raka...aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu...3 hari lagi...aku...aku akan menjalankan Operasi transplantasi donor Mata...!!" (Tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca)


NIA : "Aku ingin...dihari dimana aku bisa melihat nanti...kamu adalah orang pertama yang aku lihat..." (Tersenyum)


RAKA : "Apakah aku layak untuk menjadi orang pertama yang kau lihat??..."


NIA : "El...aku sadar akan satu hal dihari ini...bahwa tawaku dihari ini...adalah tawa kebahagiaan pertamaku sejak aku mengalami kebutaan...dan kamu adalah alasan tawa itu bisa hadir...jadi...aku ingin...kamulah orang pertama yang aku lihat...saat aku bisa melihat lagi...apakah kau mau menjadi orang pertama yang kulihat saat aku bisa melihat lagi nanti??" (Tersenyum)


RAKA : "Aku berjanji kepadamu Nia...aku akan menjadi orang pertama yang akan kau lihat nanti...Aku janji!!!"


NIA : "Baiklah aku pegang Janjimu...Oiya bukankah kau Bisa melukis...?"


RAKA : "Iya tentu saja...apakah kau mau kulukiskan..?"


NIA : "Tentu saja...aku ingin sekali kau melukiskan diriku...saat aku bisa melihat nanti...aku ingin melihat lukisanku ada dihadapanku..."


RAKA : "Baiklah...aku akan melukismu nanti malam saat aku pulang nanti...dan akan ku bawa saat operasi matamu telah selesai..." (Tersenyum sambil menggandeng tangan Nia)

__ADS_1


Tiba-tiba Pak Firman hadir diantara keduanya yang membuat Nia dan Raka terkejut...


PAK FIRMAN : "Tuan!!"


Seketika Raka dan Nia melepaskan tangan mereka yang saling bergandengan...


RAKA : "A..ada apa..?"


PAK FIRMAN : "Saya baru saja kembali dari Restaurant yang sudah kita pesan semalam...dan pelayannya bilang kita sudah bisa kesana"


RAKA : "Baiklah...Kita akan kesana sekarang"


Raka dan Nia pun pergi kesebuah Restaurant mewah yang dekat dengan Piazza Navona tersebut...


Saat mereka memasuki Restaurant tersebut...beberapa pelayan pun menyambut mereka dan memainkan sebuah piano...


NIA : "Aku sangat menyukai suara dentingan Piano lembut seperti ini..." (Tersenyum sambil duduk dan menatap kearah suara Piano tersebut)


RAKA : "Apakah kau bisa memainkan Piano?"


NIA : "Tidak...Aku tidak bisa memainkan Piano...tapi sejak kecil aku selalu ingin bisa memainkannya..."


RAKA : "Kalau begitu aku akan memainkan Piano itu untukmu...Bagaimana apakah aku boleh?...mempersembahkan sebuah Alunan Piano untuk mu?"


NIA : "Ka..kau bisa memainkan Piano??..."


RAKA : "Tentu saja...bahkan memainkan Piano menjadi salah satu kebiasaan ku sejak kecil...sekarang aku akan memainkannya untukmu..." (Berdiri dari duduknya)


Raka pun melangkah kearah Piano tersebut dan mulai memainkan sebuah Dentingan Piano yang terdengar Lembut dan Romantis namun juga secara bersamaan suara dentingan Piano tersebut juga terdengar suara Kesedihan...


NIA : "Moonlight Sonata?...Dentingan Piano ini memiliki makna yang dalam bagi seorang Beethoven sang pencipta dentingan Piano ini...Dia menciptakan Dentingan Piano ini saat dirinya merasakan kesedihan yang mendalam baginya...yaitu kehilangan seseorang yang sangat dia Cintai...ke..kenapa El membawakan Dentingan Piano ini?...aku tidak suka dengan Dentingan Piano ini...Kesedihan dan Keterpurukkan yang ada didalam Dentingan Piano ini adalah hal yang aku takuti..."


Dentingan Piano yang dibawakan Raka pun selesai...terdengar suara ramai tepuk tangan dari para pendatang di Restaurant tersebut yang menikmati Permainan Raka yang sangat memukai...


BERSAMBUNG》》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2