
Alex meninggalkan kamar tempat Ana berada dan menuju kamarnya.
Sedangkan Ana masih menutup matanya dengan erat dan tengah bermimpi indah bersama dengan orang yang ia rindukan.
Meski hanya di mimpi, itu semua sudah cukup baginya, karena ia dapat mencurahkan isi hati dan cerita hari ini pada ibunya.
Aku mencintaimu Ibu!!
______________________________________________
Malam yang penuh air mata dan darah sudah berlalu berganti menjadi pagi yang indah dan semoga saja menjadi hari yang indah juga pada Ana.
Ana kini baru saja membuka matanya, sekujur tubuhnya terasa perih tapi bukan itu yang menjadi masalah. Ia masih mengingat kejadian semalam di mana ia di nodai oleh pria bejat itu.
Meskipun hanya bibir tapi bagi Ana itu adalah hal yang sangat berharga. Ana menyentuh bibirnya yang bengkak ia mengosok-gosok bibirnya keras agar sisa-sisa semalam terhapus kan.
Sedangkan di tempat lain.
Kini para keluarga kerajaan tengah berkumpul karena mereka hari ini kedatangan tamu dari keluarga kerajaan lain untuk jamuan bersama.
Alex kini tengah duduk santai menikmati hidangan yang tersedia.
Cia pun yang melihat keberadaan Alex langsung menghampirinya.
"Kakak!!" Panggil Cia.
"Yah."
"Kakak bagaimana keadaan Ana? Apa dia baik-baik saja? Kakak tak menyiksanya kan?"
"Dia baik-baik saja Cia, kakak sudah memindahkannya. Mungkin dengan perlakuan lembut dia akan menurut dari pada menyiksanya" Ucap Alex santai.
"Benarkah? Terimakasih kakak!" Ucap Cia memeluk Alex.
"Apapun untuk mu!" Ucap Alex dengan seringaian liciknya.
Cia pun yang mendengar itu sangat senang, ia kemudian pergi meninggalkan Alex untuk berkumpul dengan putri-putri kerajaan lainnya.
"Hai Alex!!" Sapa seorang pria tampan dengan senyum ramah nya.
"Hai Sam! Lama tak berjumpa" Balas Alex.
Samuel adalah putra mahkota dari kerajaan Angin anak dari ratu Meira dan suaminya yang kini sudah menjabat sebagai raja baru. Memiliki wajah yang tampan dan juga ramah membuat ia banyak di sukai oleh para wanita bahkan Cassia pun diam-diam menyukai Samuel.
"Hahaha apa kau merindukanku?" Tanya Samuel.
"Cih, menjijikan!" Ucap Alex sambil meminum minumannya.
"Hahaha kau tak berubah yah kawan!"
"Memangnya kau mengharapkan aku berubah menjadi apa hah?"
"Hahahah. Oh yah aku dengar kau sudah menemukan orang yang bisa membuat ramuan penawar itu, apa itu benar?" Tanya Samuel.
"Hmmm!"
"Lalu bagaimana? Apa dia sudah membuatkan mu obat itu?" Tanya Samuel penasaran.
"Belum!"
__ADS_1
"Mengapa?"
"Dia menolaknya!"
"Mengapa kau tak ancam saja dia?"
"Sudah kulakukan tapi dia tak takut mati!"
"Wah, ini semakin sulit! Lalu bagaimana selanjutnya?"
"Kau tenang saja Sam aku punya cara ku sendiri!" Ucap Alex tersenyum licik.
"Wah, aku yakin itu tak bagus hahahah!"
"Bolehkah aku melihatnya, aku penasaran bagaimana rupa orang yang berani menolak mu?" Ucap Samuel penasaran.
"Untuk sekarang tak boleh, tapi aku akan menceritakan sedikit ciri-ciri nya!"
"Ceritakan lah!" Ucap Samuel semangat.
"Wajahnya sebenarnya cantik dan imut hanya saja terlalu pucat, tubuhnya yang kecil dan kurus, rambut panjang sepunggung lurus berwarna hitam pekat, bola mata hitam, dan lain-lainnya!"
"Hei mengapa seperti itu? Kau sangat tanggung dalam bercerita! Huffftt tapi menurut dari ciri-ciri yang kau katakan sepertinya dia sangat cantik. Aku takut kau akan jatuh cinta padanya hahahaha!"
"Tak akan terjadi, dapat atau tidak obat itu aku akan tetap membunuhnya." Batin Alex.
"Hei mengapa kau melamun?" Tanya Samuel.
"Tak ada!"
Alex dan Samuel sama-sama menikmati hidangan itu hingga ada seorang putri cantik yang menghampiri mereka.
"Salam juga putri Tasya!" Balas Samuel.
Tasya putri pertama dari kerajaan Belian yang sudah di pimpin oleh kerajaan baru setelah tragedi berdarah dulu. Gadis yang berparas cantik dan anggun sehingga banyak dari keluarga kerajaan maupun masyarakat yang sangat menyukainya dan ingin menjadikannya sebagai menantu, alias menantu idaman.
Tasya sebenarnya sangat menyukai Samuel karena sikap dan wajahnya sangat lah sama tampan dan ramah, tapi dia juga menyukai Alex karena sikap dinginnya yang menurutnya sangat menantang dan juga tahta yang lebih tinggi.
"Ada gerangan apa putri yang cantik ini menghampiri kami?" Tanya Samuel ramah.
"Tak ada, aku hanya ingin menyapa saja!" Ucap Tasya tersenyum ramah.
"Wah wah begitu yah, aku sangat tersanjung hahahah!" Ucap Samuel meledek.
" Hahaha kau bisa saja Sam!" Ucap Tasya yang memang biasanya dia memanggil Samuel dengan sebutan uang santai karena mereka sudah lama berteman.
Tasya melirik ke arah Alex yang sedari tadi hanya cuek dan sibuk dengan minumannya.
"Putra mahkota apa anda keberatan bila saya bergabung?" Tanya Tasya memanggil hormat karena hubungan di antara mereka memanglah tak dekat seperti ia dan Samuel.
"Hmmm!" Ucap Alex.
Alex berdiri dan hendak pergi dari situ lalu di tahan oleh Samuel.
"Kau mau kemana Lex?" Tanya Samuel.
"Aku akan pergi sebentar karena ada urusan yang harus aku selesaikan!" Ucap Alex.
"Oh, baiklah. Setelah urusan mu selesai segeralah kemari karena kita sudah lama tak berjumpa dan aku masih merindukan mu hahaha"
__ADS_1
"Cih, yah aku tahu!"
Alex pun pergi meninggalkan Tasya dan Samuel berdua. Tasya sebenarnya kesal tapi ia mencoba untuk tetap tenang.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Samuel pada Tasya.
"Hah, apa maksud mu?"
"Hahaha tak ada apa-apa!"
"Ck, menyebalkan!"
*******
Alex berjalan menuju paviliun nya dengan langkah tenang, entah mengapa ia sangat bosan berada di jamuan.
Lebih baik ia ke paviliun saja karena di paviliun ada mainan yang sangat menarik dan di jamin tak akan membuatnya bosan.
Sedangkan di dalam kamar.
Ana mencoba mencari celah agar bisa keluar dari kamar itu, ia memang tak takut mati tapi ia takut dengan sebuah pelecehan itu lebih menyakitkan dari pada ratusan cambukan.
"Hah, mengapa tak ada celahnya hiks hiks?" Ucap Ana frustasi.
"Tak ada pilihan lain, ini lebih baik dari pada bersama dengan pria bejat itu!" Ucap Ana mengeledah seisi kamar mencari senjata tajam.
Kalian pasti tahu apa maksud Ana!
Ana ingin mengakhiri hidupnya dari pada harus mengalami pelecehan. Ia terus mengeledah dan aneh nya kamar itu bersih dari senjata tajam.
Apa ini sudah di rencanakan?
tak
tak
tak
Suara derap kaki melangkah membuat Ana menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah pintu.
Ia menelan ludahnya dengan susah payah dan mencoba untuk bersembunyi. Ia bersembunyi di balik tirai yang ada di jendela kamar itu.
Krieeet
Pintu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang di benci Ana, dia adalah Alex.
"Kau merindukanku sayang?"
******
**Penasaran
Simak terus yah, update setiap jam 07.00 setiap hari☺️
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak agar Author makin semangat untuk up nya.
Terima kasih**
tbc
__ADS_1