
Malam sudah berganti menjadi pagi yang cerah, tapi kedua insan yang baru saja menikmati malam pertama mereka masih terlelap.
Ana mencoba membuka matanya dan merasakan tubuhnya remuk seketika, badannya sakit apalagi di bagian bawah pinggang yang terasa perih.
Ana mencoba duduk dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal, dilihatnya pria yang ada di sebelahnya itu yang sedang tertidur pulas dengan wajah tampan nan tenang.
Ana tersenyum memikirkan kalau pria itu sekarang sudah menjadi suaminya yang sangat ia cintai.
Ana pun ingin berdiri pergi ke kamar mandi, tapi ************ nya sangat perih dan ia pun terduduk kembali.
"Auuww" Runtuh Ana.
Ana melirik pada Alex yang masih tidur pulas dan tak memikirkan istrinya yang sedang kesakitan.
"Alex bangun!" Ucap Ana menggedor-gedor badan Alex.
"Hemmm" Gumam Alex berbalik tapi matanya masih tertutup.
"Alex!!" Panggil Ana kesal.
"Sebentar lagi." Ucap Alex pelan.
"Hiks hiks hiks aku ingin buang air kecil tapi aku tak bisa berjalan. Ini semua salah mu" Ucap Ana menangis membuat Alex langsung terduduk dan menatap Ana dengan bingung.
"Mengapa kau menangis?" Tanya Alex.
"Aku mau ke kamar mandi!" Ucap Ana menghapus air matanya.
"Ya sudah pergi sana." Ucap Alex kembali berbaring.
Ana yang mendengar itu menjadi sangat kesal, bisa-bisanya ia mencintai dan menikah dengan suami yang kaku.
"************ ku sakit, aku tak bisa berjalan." Ucap Ana lirih.
Alex langsung tersadar akan kesalahannya dan memakai celananya lalu berdiri dan menggendong Ana.
"Maaf yah." Ucap Alex dengan rasa bersalahnya.
"Hmmm"
Setelah dari kamar mandi Ana dan Alex langsung memakai baju mereka untuk segera sarapan bersama.
Kebetulan sekali masih ada beberapa keluarga kerajaan yang tinggal setelah acara pernikahan dan pagi ini akan melaksanakan sarapan bersama.
Setelah memakai baju Alex mengandeng tangan Ana dengan lembut dan hangat membawa Ana berjalan pelan ke ruang makan.
"Sayang apa masih sakit?" Tanya Alex lembut ketika mereka sedang berjalan menuju ruang makan.
"Lumayan." Ucap Ana.
Banyak pasang mata yang melihat keserasian mereka dan merasa iri pada Ana yang bisa menikah dengan putra mahkota yang bisa di bilang terlalu sempurna.
"Kalau begitu apa nanti siang kita bisa melakukannya lagi?" Tanya Alex tersenyum penuh harap.
"Tapi masih sakit." Ucap Ana malu.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah tak sakit boleh kan?" Ucap Alex dengan penuh harap.
"Emmmm boleh." Ucap Ana malu dengan pipi merona merah.
"Terimakasih" Ucap Alex mencium kening Ana.
Tak terasa obrolan mereka sudah membawa mereka ke ruang makan, di sana semuanya sudah berkumpul dengan senyuman yang bahagia.
Alex dan Ana masuk dan menyapa lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Setelah sarapan Alex dan Ana pergi keruang keluarga bersama dengan yang lainnya untuk berbincang sebelum keluarga kerajaan lainnya pulang.
Di sana ada keluarga dari kerajaan Belian, Angin dan juga Hunter. Hanya mereka yang di undang oleh raja karena masih dalam sekutu terpercaya.
Kerajaan Belian sekarang sudah di pimpin oleh raja baru setelah Hiugo turun tahta dan sudah di ganti oleh raja yang bernama Sargon dan mempunyai 1 orang putri dari hasil pernikahannya yaitu Tasya.
Kerajaan Angin adalah kerajaan yang hebat alam obat-obatan di pimpin oleh raja yang bernama Darian Albert yang memilik seorang putra dari hasil pernikahan dengan Putri Meira yaitu Samuel Albert. Tapi nampaknya Samuel tak hadir hari ini dengan alasan ada urusan penting. Samuel sendiri adalah anak piatu karena Meira sudah tiada saat ia berumur 4 tahun dan membuat seorang Samuel menjadi pemurung kalau sendiri tapi selalu tersenyum di hadapan orang lain.
Sedangkan Kerajaan Hunter adalah kerajaan yang paling hebat dalam menciptakan bakat prajurit-prajurit, mengasah dan mempelajari taktik peperangan, itulah mengapa kerajaan ini sangat penting bagi diamond untuk bisa mendapatkan prajurit handal.
Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang ramah yang bernama Theodoric Huterius Dan mempunyai seorang anak laki-laki yang menjadi putra mahkota di kerajaan Hunter yang bernama Arsley Hunterius.
Seorang putra mahkota yang terkenal dingin dan tak pernah menampakkan diri karena sikap dingin nya yang tidak suka akan keramaian, tapi hari ini ia hadir dan agak terlambat datang.
"Selamat atas pernikahan kalian." Ucap Raja Theo ramah.
"Terimakasih paman." Ucap Alex santai karena kalau mereka sedang berkumpul mereka akan memanggil sesama seperti keluarga.
"Dimana Arsley?" Tanya Nathan.
"Hmmm anak itu katanya akan kemari, tapi lama sekali." Ucap Theo memegang jidatnya.
Tasya terus melihat menatap sinis pada Ana yang sedang tersenyum bahagia. Rasa iri dan benci semakin bergejolak melihat rona bahagia Ana.
Ceklek
"Salam semuanya, maaf terlambat. Ucap seorang pria menunduk hormat dengan nada dingin.
"Tidak apa-apa Ars. Cepat kemari!" Ucap Nathan senang karena ia sangat suka pada Arsley yang mempunyai sifat dingin dan kejam.
"Baiklah paman" Ucap Arsley bejalan mendekat. Saat berjalan mendekat Ana dan Arsley tanpa sengaja bertatap. Ana langsung membuang wajahnya dan merasa takut melihat tatapan tajam dari Arsley.
"Selamat Alex ternyata kau menikah juga." Ucap Arsley duduk dan menatap Alex dengan seringaian kecil.
Wajah Arsley memang tampan walau Alex lebih tampan darinya, tapi ia punya daya pikat sendiri untuk para wanita-wanita di luar yaitu tatapan tajam nya.
"Hmmm cepatlah menyusul." Ucap Alex tersenyum mengejek.
"Hah, ternyata kau ini sangat tampan." Ucap Arsley menatap ke arah Ana yang menunduk.
"Aku jadi penasaran apa yang membuat nona Deana bisa menikah dengan pria seperti Alex." Ucap Arsley yang membuat suasana menjadi tegang.
Theo yang menyadari suasana tegang yang di ciptakan anaknya itu tersenyum kecut dan berusaha untuk mencairkan suasana.
"Oh ayolah. jangan terlalu tegang hahaha mari kita minum teh." Ucap Theo mengkode pada Arsley.
__ADS_1
"Hahahaha siapa yang tegang Theo? aku malah sangat menikmati suasana seperti ini." Ucap Nathan yang me dapat tatapan horor dari Zania.
"Tapi alangkah baiknya kalau kita santai saja." Ucap Nathan tersenyum.
"Jadi Alex kapan kalian akan pergi berbulan madu.?" Tanya Ronald antusias. Semua menatap heran pada mantan raja yang terkenal kejam begitu antusias ketika membahas bulan madu.
"Mengapa begitu semangat Ayah?" Tanya Nathan.
"Aku ingin segera menggendong anak bayi dan kuharap itu adalah anak perempuan." Ucap Ronald.
"Apa ayah tak mau anak laki-laki. Anak laki-laki kan bisa jadi penerus tahta nanti." Ucap Vian.
"Hmmm aku hanya ingin anak perempuan, kalau laki-laki itu bisa anak kedua saja." Ucap Ronald.
"Ayolah kek ini terlalu cepat untuk membahas tentang bayi, kami bahkan baru kemarin menikah." Ucap Alex sambil melihat kearah Ana yang malu.
"Lebih cepat lebih baik bukan?" Ucap Arsley menyela.
"Hah, lebih baik kau cepat menikah saja dari pada mengurus urusan rumah tangga orang lain." Ucap Alex santai.
"Hmmm dimana Samuel?" Tanya Arsley.
"Dia sedang ada urusan penting katanya nanti lain kali ia akan datang kemari." Ucap Alex.
"Benarkah? Kalau begitu aku juga harus pergi karena ada urusan penting." Ucap Arsley berdiri
"Mengapa terburu-buru Ars?" Tanya Theo.
"ADA urusan yang harus aku selesaikan sekarang aku hanya datang kemari untuk mengucapkan selamat pada Alex dan Nona Deana." Ucap Arsley.
"Baiklah hati-hati." Ucap Nathan.
"Oh yah nona Deana berhati-hatilah dengan orang yang mudah tersenyum pada mu dan juga orang terdekat mu, bisa saja mereka merencanakan sesuatu yang buruk di belakang mu kalau bukan untuk mu pasti untuk hubungan kalian. Semoga kalian bahagia." Ucap Arsley berjalan pergi dan menatap sinis pada Tasya.
Tasya yang di tatap seperti itu menjadi takut dengan tatapan tajam Arsley.
Ana yang mendapatkan peringatan itu menjadi sedikit cemas dan gugup.
Sebenarnya siapa Arsley itu?
Mengapa begitu misterius.
_
_
_
_
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
agar author makin semangat untuk update setiap hari nya
Jangan lupa mampir ke karya author yang lainnya
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah.
tbc