
"Hahaha ibu geli." Tawa dua orang bocah kecil yang sedang di hujani ciuman dari wanita dewasa yang memeluk mereka. Bisa di bilang ia adalah ibunya.
"Hahaha sudah menyerah.?" Tanya wanita itu.
"Sudah." Ucap kedua anak kembar tidak identik itu dengan mengangkat sebelah tangan kanan nya tanda bahwa mereka menyerah.
"Yasudah ayo kita pulang." Ucap wanita itu.
"Baik ibu."
Sesampainya di rumah kedua anak itu duduk di depan teras rumah sederhana menunggu sang ibu membawa kan minum untuk mereka.
"Halo 2 D ." Sapa seorang pria dari atas kudanya.
"Paman." Ucap keduanya gembira.
"Hahaha kalian tampak senang, apa ada sesuatu yang menggembirakan.?" Tanya pria itu turun dari atas kudanya lalu mendekat pada Denise dan Delisa dengan kotak yang ada di tangan nya.
"Tentu." Jawab Delisa lucu.
"Apa itu.?" Tanya pria itu.
"Rahasia." Ucap Delisa tertawa lucu hingga membuat pria itu mencubit pipi gembul Delisa.
"Sakit paman." Ucap Delisa cemberut.
"Mana ibu kalian.?"
"Ibu ada di dalam, sedang mengambil air minum." Ucap Denise.
"Ada apa paman mencari ibu.?" Tanya Denise.
"Hmmm rahasia." Ucap pria itu terkekeh geli.
"Ck."
"Hai tuan Ars Ada perlu apa.?" Sapa Ibu Denise dan Delisa dengan dua cangkir air putih.
"Oh bagaimana kabar mu.?" Tanya pria itu.
"Baik, silahkan duduk. Mau aku ambilkan air.?"
"Tidak usah repot-repot nona, aku hanya singgah sebentar untuk memberikan kue buatan bibi ku." Ucap pria itu menyodorkan kotak kue pada Delisa.
"Wah kue." Sorak gen Ira Delisa.
"Apa kalian senang.?" Tanya pria itu.
"Senang." Ucap Delisa.
"Apa kau senang Denise.?" Tanya pria itu.
"Hmmm." Jawab Denise mengangguk kan kepalanya dengan seulas senyuman kecil.
"Terimakasih tuan."
__ADS_1
"Sama-sama nona Isti." Ucap pria itu.
Wanita yang bernama Isti itu pun tampak tersenyum manis membuat pria itu membalas dengan senyuman hangat pula.
"Baiklah karena kalian suka, paman pulang dulu yah." Ucap pria itu.
"Tu tunggu tuan." Ucap Isti.
"Sudah ku katakan jangan memanggilku tuan, panggil saja nama ku. Sungguh aku merasa tak nyaman." Ucap pria itu dengan penuh harap.
"Hmmm baiklah, tunggu sebentar ada yang ingin ku berikan kepada mu." Ucap Isti masuk kedalam kembali kedalam rumah.
Setelah beberapa detik, Isti pun keluar dengan sebuah sapu tangan dan pita yang berwarna abu-abu dan sapu tangan dengan corak bunga mawar putih.
"Ambil ini, aku membuatkan sapu tangan ini untuk mu dan pita ini dari Delisa. Ini memang bukan barang mahal untuk bisa ku berikan pada mu yang seorang raja, tapi aku membuatkan nya dengan penuh cinta eh,maksud ku dengan penuh hmmm." Belum sempat Isti melanjutkan ucapannya pria itu langsung mengambil sapu tangan dan pita tersebut.
"Terimakasih." Ucap pria itu sembari menyimpan sapu tangan di saku bajunya dan pita yang ia ikatkan di pedang nya.
"Sama-sama, terimakasih juga karena sudah mau menjaga kami." Ucap Isti.
"Baiklah aku akan pergi karena ada urusan penting, kalau nanti ada luang aku akan kembali lagi. Jaga diri kalian baik-baik." Ucap pria itu.
"Terimakasih Tuan Ars."
"Ekhem."
"Maaf maksudku terimakasih Arsley." Ucap Isti tersenyum.
"Ck, ck, Apa ibu menyukai paman.?" Tanya Denise dengan nada interogasi nya dan sorot mata menyelidiki.
Aku suka ibu dekat dengan paman, tapi entah mengapa aku tak rela kalau ibu bersama paman. Karena paman bukan ayah kami. Batin Denise.
**********
Hari ini Alex dan rombongan nya akan turun lapangan secara langsung untuk melihat kondisi di blok timur. Blok timur adalah wilayah yang sangat jauh letaknya dari posisi istana kerajaan, butuh beberapa hari untuk sampai ke sana, oleh karena itu persiapan pergi pun harus benar-benar sempurna agar tak ada kendala.
"Felix apa semuanya sudah selesai.?" Tanya Alex.
"Sudah yang mulia." Ucap Felix.
"Berapa jam perjalanan menuju gate.?" Tanya Alex.
"Apa yang mulia akan menggunakan Gate.?" Tanya Felix.
"Menurut mu aku punya waktu untuk berhari-hari pergi ke sana." Ucap Alex.
"Baiklah, dari istana menuju Gate sekitaran 2 jam." Ucap Felix.
"Baguslah dengan menggunakan Gate kita bisa pergi ke blok timur dan selatan dengan memakan beberapa jam saja." Ucap Alex santai.
"Benar yang mulia." Ucap Felix.
"Ayo kita pergi kalau semuanya sudah selesai." Ucap Alex.
"Baik yang mulia."
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju pintu gerbang atau portal yang di sebut Gate, Alex kembali merenung di dalam kereta nya. Entah mengapa bayangan Ana selalu melintas di pikirannya, bayangan ketika Ana tersenyum, menangis, cemberut semuanya terlukis indah dalam benak Alex.
"Yang mulia, saya sudah memberikan surat pada kerajaan Hunter kalau kita akan berkunjung ke wilayah selatan daerah mereka."Ucap Felix memecah keheningan.
"Hmmm,apa balasan nya.?" Tanya Alex
"Raja Arsley bilang ia akan menyambut kita nanti di depan Gerbang." Ucap Felix.
"Hmmm baguslah, aku juga sudah lama tak melihat wajah menyebalkan nya itu." Ucap Alex.
"Mungkin saja raja Ars juga merindukan yang mulia." Ucap Felix menahan tawa.
Seketika Felix langsung menetralkan raut wajahnya saat mendapat kan tatapan membunuh dari Alex.
"Maaf." Ucap Felix menciut.
Terjadi kembali, sebuah keheningan kembali menyerang. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Apa dia belum menikah juga.?" Tanya Alex.
"Siapa.?" Tanya Felix.
"Arsley."
"Hmmm menurut kabar sih belum, karena raja Arsley yang terkenal dingin itu tak suka dekat-dekat dengan wanita." Ucap Felix.
"Aku jadi curiga kalau dia itu pencinta sesama jenis." Ucap Alex membuat Felix merinding.
Sedangkan di bawah sebuah pohon rindang, Arsley tak berhenti-henti bersin. "Siapa keparat yang sedang membicarakan aku.?" Sembari mengucek hidung nya yang gatal Arsley memandangi sapu tangan yang di berikan Isti tadi padanya. Yah pria itu adalah Arsley yang sekarang sudah menjabat menjadi raja di kerajaan Hunter.
Arsley tersenyum manis melihat sulaman indah dari wanita beranak dua itu. Entah mengapa rasanya ia ingin segera memiliki wanita itu tanpa memandang status dan juga wanita itu sudah punya anak apa belum.
Namun senyuman Arsley seketika pudar mengingat bahwa yang ia lakukan tidak sepenuh nya benar, ada kesalahan besar yang sudah ia sembunyikan selama 5 tahun sampai sekarang.
Sebuah kebohongan yang bisa saja menguntungkan nya dan juga bisa saja merugikannya.
Rasa ingin jujur namun tak siap untuk kehilangan. Akan kah ini di sebut jahat?
Apa aku terlalu serakah?
_
_
_
_
_
Hmmm si Arsley bakalan jadi pebinor tingkat 2 nih kayaknya. Tapi siapa yah cewek nya? Tahu sendiri lah siapa kan😂
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar.
tbc
__ADS_1