Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 49


__ADS_3

Happy reading


Pranggg.....


"Apa.?" Teriak Tasya dengan keras setelah mendapat berita dari para dayang nya. "Apa maksud mu istri Raja sudah kembali ha.? Bukankah dia sudah mati.?" Tanya Tasya tak suka.


"Kami tidak tahu yang mulia, tapi menurut berita yang tersebar kalau permaisuri sudah kembali bersama anak-anak dari Raja Alex." Ucap dayang itu dan berhasil mendapatkan amukan amarah darai Tasya.


"Ini tak bisa di biarkan, aku sudah bersusah payah untuk mendekati Alex dan sekarang wanita sialan itu datang dan menghancurkan rencana ku. Aku harus menyingkirkan nya." Ucap Tasya dengan amarah yang meluap-luap.


********


Di istana Diamond.


Semua orang bersorak ria gembira karena telah kembalinya permaisuri yang bisa mengubah sifat dari raja mereka. Apa lagi ditambah dengan kehadiran anak-anak yang imut dan menggemaskan.


Bahkan Nathan tak melepaskan cucu perempuan nya itu dari gendongan nya. Delisa sendirian merasa nyaman karena Nathan memperlakukan nya dengan hangat, sedangkan Alex memasang wajah cemberut karena ayah nya itu tak mau melepas anak perempuan nya.


Denise sudah tidur, anak itu terlalu lelah karena suka berpetualang jadi Alex menganggur tak melakukan apa-apa. Sebenarnya ada tugas kerajaan yang harus ia selesaikan, tapi ketika melihat wajah anak-anak nya ia jadi malas. Apa lagi melihat wajah ibu dari anak-anaknya ia semakin malas bergerak kesana-kemari.


"Ayah, ini sudah berlebihan. Sekarang giliran ku." Ucap Alex ingin membawa Delisa yang tengah memakan sepotong kue.


"Siapa kau.?" Tanya Nathan pada Alex membuat Alex semakin kesal karena ayah nya ini sekarang pura-pura tak mengingat nya.


"Ayah." Ucap Alex kesal berusaha merebut Delisa namun dengan sigap Nathan menyembunyikan Delisa di dalam jubahnya. Terdengar kekehan lucu dari dalam jubah Nathan dan itu berasal dari Delisa.


"Anak mu saja tak mengatakan kalau ia ingin bersama mu, mengapa kau malah memaksa.?" Ucap Nathan masih tak ikhlas memberikan Delisa pada Alex.


"Ck ck kalian ini. Sayang anak kecilnya biar ku ambil yah." Sela Zania yang juga ingin menggendong Delisa.


"Tidak boleh." Ucap Nathan, baru kali ini Nathan menolak permintaan istrinya hanya demi cucu imutnya itu.


"Oh jadi kau menolak kemauan ku.?" Tanya Zania dengan sinis.


"Aku baru saja menggendong nya tadi." Ucap Nathan masih tak mau kalah.


"Ayah, ibu tolong lah. Delisa juga membutuhkan istirahat. Dia kan juga pasti lelah karena perjalanan jauh, apa lagi Delisa masih kecil." Ucap Alex membujuk ayah dan ibunya yang sedang memperebutkan anaknya seperti memperebutkan harta Karun.


"Baiklah." Ucap Nathan mengeluarkan Delisa dari jubah nya dan menciumi pipi gembul Delisa lalu menyerahkan Delisa pada Alex.


"Ets, tapi bohong." Ucap Alex menggendong Delisa lalu berlari pergi meninggalkan Nathan yang tercengang.


"Ternyata semakin tua kau semakin mudah di tipu oleh anak mu sendiri." Ucap Zania meledek Nathan yang cemberut, padahal ia masih ingin memeluk cucu perempuan nya itu. Delisa mengingat kan ia pada anak perempuan nya yang telah pergi.


*******


"Ayah kita akan kemana.?" Tanya Delisa di dalam pelukan Alex.

__ADS_1


"Tidur." Ucap Alex menciumi pipi Delisa.


"Tidak mau."


"Mengapa tidak mau.?" Tanya Alex.


"Lisa tidak mau tidur, Lisa mau bermain." Ucap Delisa cemberut.


"Tidak boleh, anak kecil harus banyak tidur supaya cepat besar."


"Tapi Delisa tidak mau cepat besar."


"Mengapa.?"


"Kalau Lisa nanti besar, ayah tidak akan mau menggendong Lisa lagi." Ucap Delisa cemberut.


"Hahahaha. pokonya tidur yah, tidak boleh kalau tidak tidur. kak Denise saja sudah tidur." Ucap Alex terus berjalan menuju kamarnya.


"Itu karena kakak penurut."


"Jadi Delisa bukan anak penurut.?"


"Bukan." Alex di buat terkekeh dengan tingkah lucu anaknya itu, semakin gemas rasanya ingin ia memakan pipi gembul itu.


Sesampainya di kamar, Alex menurunkan Delisa di atas ranjang dan membantu anaknya itu untuk cepat tidur. Bukan Delisa namanya kalau ia mudah tidur. Delisa yang sudah terbiasa tidak tidur siang sangat susah bagi Alex untuk membuat mata bulat anaknya itu terpejam. Sedangkan Ana dan Denise sudah terbiasa tidur siang jadi mereka begitu mudah untuk tertidur.


"Tidur lah sayang." Ucap Alex berbisik melihat mata anaknya itu yang masih saja belum terpejam.


"Kalau tidak mau, nanti akan ada monster yang datang kemari." Ucap Alex namun tidak ada respon terkejut maupun takut dari Delisa.


"Lisa tidak takut monster." Ucap Delisa membuat Alex terkekeh.


"Benarkah.?"


"Iya, karena Lisa pernah melihat monster." Ucap Delisa membuat Alex terkejut.


"Monster? Benarkah.? Dimana.?" Tanya Alex.


"Itu di samping Lisa." Ucap Delisa melirik Denise yang masih tertidur pulas.


"Maksudnya.?" Tanya Alex yang masih bingung. Delisa pun mengkode agar Alex mendekat dan dia akan membisikkan sesuatu.


"Kakak itu monster, dia sangat mengerikan kalau sedang marah." Bisik Delisa membuat Alex sontak terkejut dan menatap wajah Denise dengan penuh tanda tanya.


"Benarkah.?" Tanya Alex uang masih tak percaya.


"Iya, Lisa pernah melihatnya sendiri. kakak berubah jadi monster yang mengerikan."

__ADS_1


Deg


"Yasudah cepatlah tidur." Ucap Alex.


"Tidak mau."


"Lalu Lisa maunya apa.?" Tanya Alex menggendong anak perempuan nya itu yang sangat keras kepala.


"Main." Ucap Delisa bersorak ria karena ia tidak akan di suruh tidur lagi.


"Baiklah ayo kita bermain." Ucap Alex membawa Delisa keluar dari kamar.


Alex membawa Delisa ke sebuah taman tidak jauh dari kamar, di sana Alex memerintahkan para pelayan untuk menyediakan makanan untuk anak kecil. Alex yang duduk di kursi taman tersenyum senang melihat Delisa yang sibuk bermain mengejar kupu-kupu yang hinggap di bebungaan.


Kupu-kupu yang sengaja Alex hadirkan agar suasana hati anaknya itu tambah ceria. "Ah kupu-kupu ayo kemari.!" Kejar Delisa menangkap kupu-kupu cantiknya hingga lepas dari pandangan Alex yang sedang merenung.


"Alex." Panggil Nathan membuat Alex tersadar dari lamunannya. " Ayah."


"Apa yang kau lakukan di sini.?" Tanya Nathan.


"Mengajak Delisa bermain." Ucap Alex melihat ke arah dimana tadi Delisa berada namun ia tak menemukan siapa-siapa di sana. Kemana Delisa.?


"Delisa? Dimana.?" Tanya Nathan.


"Tadi dia ada di sini." Ucap Alex mulai panik dan berdiri berjalan mencari Delisa.


Sedangkan di sisi lain Delisa terus saja mengejar kupu-kupu cantik berwarna putih itu hingga tak sadar dengan apa yang ada di hadapannya.


Brukkk


"Auuww." Rintih Delisa yang terjatuh karena menyenggol batu.


"Apa kau baik-baik saja.?" Mendengar sebuah pertanyaan Delisa pun mengangkat kepala nya dan melihat seorang anak laki-laki mengulurkan tangan nya dengan wajah datar.


Tampan


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


_


tbc


__ADS_2