
Prang
Suara pecahan kaca terdengar jelas karena pukulan tangan yang begitu kuat membuat kaca itu menjadi serpihan dengan sedikit noda darah.
"Tuan." Panggil Marvin.
"Diam!!" Bentak pria itu menatap tajam pada Marvin.
"Maafkan saya tuan." Ucap Marvin tertunduk.
Pria itu nampak menghela nafas panjang lalu mendekat pada Marvin.
"Kau tahu Marvin suasana hati ku sekarang sedang buruk jadi jangan banyak tanya dan bicara kalau kau masih ingin hidup." Ucap pria itu dingin.
"Aku sangat muak melihat senyuman kebahagiaan laki-laki yang seharusnya menderita itu." Ucap pria itu
"Kau tahu Marvin, rencana kita sudah berhasil meski aku benci dengan kebahagiaan nya sekarang. Biarkan mereka saling mencintai dan menikmati masa-masa bahagia mereka dan pada waktunya nanti akan ku buat Alex merasakan bagaimana di tinggal oleh orang yang sangat ia cintai. Dulu aku sudah merenggut adik tercintanya dan membuat ia terpuruk kemudian aku akan merenggut kembali wanita yang ia cintai yaitu ISTRINYA"
"Tunggu permainanku Alex!! hahahahahaha hahahaha"
Wah kira-kira siapa yah?
Apa si Samuel?
Author kasih inisial panggilan khusus dia yah Bukan nama panjang.
"A"
🥀🥀🥀
Malam ini adalah malam pertama bagi Alex dan Ana untuk memadu cinta mereka.
Alex sedang duduk di atas ranjang dengan sebuah lembaran yaitu laporan yang baru saja ia terima dari prajurit bayangan nya.
Sedangkan Ana masih berada di kamar mandi untuk membersihkan diri.
Alex membaca surat itu dengan seringai licik ketika melihat informasi apa yang di berikan oleh prajurit nya itu.
Ceklek
Alex langsung melenyapkan kertas itu dan menoleh pada Ana yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Emmmm Alex dimana pakaian ku?" Tanya Ana polos.
"Pakaian? Untuk apa?" Tanya Alex
"Untuk di pakai lah tidak mungkin untuk di makan." Ucap Ana
"Tidak ada pakaian." Ucap Alex tersenyum jahil.
"Mengapa? Bukankah kau seorang putra mahkota? Seharusnya satu pakaian saja bisa kau beli." Tanya Ana bingung.
"Kemari!" Ucap Alex menjentikkan jarinya.
Ana mendekat pada Alex dengan ragu-ragu karena ia masih memakai handuk dan ini adalah pertama kalinya ia memakai handuk di depan seorang pria.
"Duduk!" Ucap Alex menepuk sisi ranjang di sebelahnya.
__ADS_1
Ana pun menurut dan langsung duduk menatap Alex yang juga sedang menatap Ana.
"Terlalu jauh." Ucap Alex mendekat dan merapat membuat Ana menjadi salah tingkah.
"Tadi kau mau bilang apa?" Tanya Alex.
"Bilang apa nya? Perasaan tidak ada." Ucap Ana polos.
"Kau bilang aku tak bisa membeli pakaian untuk mu kah.?" Tanya Alex dan kemudian dengan ragu Ana menganggukan kepalanya.
"Kalau aku memang tak sanggup membelinya bagaimana?" Tanya Alex tersenyum jahil.
"Emmmm mungkin aku akan memakai baju mu saja dari pada tidak ada pakaian." Ucap Ana polos.
"Kalau aku tak mengizinkan kau untuk memakai baju ku bagaimana?" Tanya Alex.
"Akan kucari suami baru yang kaya raya hahahaha" Ucap Ana tertawa geli.
Alex menatap tajam pada Ana dan menggenggam kuat tangan Ana membuat Ana terdiam.
"Maaf." Ucap Ana.
"Hmmm" Alex memalingkan wajahnya dan dan mengabaikan Ana yang sedari tadi memegang nya dan bertanya mengapa Alex menjadi diam.
"Alex maaf.". Ucap Ana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku hanya bercanda, kalau kau tak mau memberiku pakaian maka aku tidak akan memakai pakaian selamanya hehehe" Ucap Ana yang tiba-tiba terkekeh geli membayangkan bagaimana kalau ia tak memakai pakaian selamanya. Tanpa di sadari Alex pun terkekeh dan melihat pada wajah lucu istrinya yang sedang memohon.
"Jadi kau tak akan memakai pakaian?" Tanya Alex membelai rambut Ana.
"Emmmm"Ucap Ana menganggukan kepalanya.
"Tapi kau sendiri yang tak memberiku pakaian." Ucap Ana mengerucut kan bibirnya.
"Aku tak akan memberi mu pakaian kalau kau sedang berada di kamar bersama ku, menikmati malam yang hangat." Ucap Alex berbisik dan menggigit telinga Ana.
Ana langsung terlonjak dan sedikit mendorong dada bidang Alex yang telanjang.
"Mengapa di gigit?" Tanya Ana polos memegang belas gigitan Alex.
"Karena aku lapar."Ucap Alex menatap intens tubuh Ana.
"Jangan di lihat.!" Ucap Ama menutupi dadanya.
"Mengapa?" Tanya Alex menarik tangan Ana dari depan dada Ana.
"Malu." Ucap Ana tertunduk.
"Mengapa harus malu sayang? Bukankah kita sudah menjadi suami istri?" Tanya Alex berhasil melepas dengan lembut tangan Ana.
Alex mendekat dan menciumi leher Ana dengan sedikit gigitan kecil membuat bekas kemerahan tertinggal di leher jenjang Ana.
Ana menjadi merinding dan geli atas perlakuan Alex dan reflek memegang rambut Alex.
Alex mendongak kan kepalanya menatap mata Ana yang sedang melotot padanya. Alex tersenyum dan mendekatkan bibirnya lalu mencium bibir Ana dengan lembut. Karena bibir Ana terkatup rapat, Alex menggigit kecil bibir Ana membuat Ana membuka sedikit bibirnya dan tak di sia-siakan oleh Alex yang langsung menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Ana mengabsen gigi-gigi Ana dan bergelut dengan lidah Ana.
Ana yang belum terbiasa menjadi sesak tak bisa bernafas. Alex melepas pangutannya ketika merasa Ana sudah kehabisan oksigen.
__ADS_1
"Sayang aku mau." Ucap Alex dengan nada sensual.
"Mau apa?" Tanya Ana polos.
"Mau kamu." Ucap Alex memegang paha mulus Ana.
Ana melotot pada Alex ketika merasakan tangan Alex yang sudah naik ke atas. Ana menahan tangan Alex yang sudah semena-mena.
"Jangan!" Ucap Ana.
"Mengapa?" Tanya Alex cemberut.
"Kita masih kecil." Ucap Ana polos membuat Alex tak sanggup menhan tawanya.
"Hahaha masih kecil yah? Lalu mengapa kita menikah?" Tanya Alex.
"Kan kau sendiri yang mengajak ku menikah." Ucap Ana tak mau kalah.
"Oh jadi kau beranggapan kalau kita ini masih kecil?" Tanya Alex tersenyum jahil.
"I iya." Ucap Ana
"Berarti kau juga menganggap kalau aku ini masih kecil." Ucap Alex.
Ana melihat ke arah Alex dan mengamati tubuh Alex yang tinggi dan gagah berbeda dengannya yang memiliki tubuh kecil, pendek dan memang seperti anak kecil.
"aku tidak tahu." Ucap Ana salah tingkah.
"Kalau begitu akan ku buktikan kalau aku ini sudah besar sama seperti mu juga akan ku buktikan kalau kau itu sudah dewasa walau tubuh mu itu seperti kurcaci." Ucap Alex mendekat dan menggendong Ana ala bridal style.
"A apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Ana gugup.
"Aku ingin membuktikan kalau kita sudah dewasa sayang." Ucap Alex membaringkan tubuh Ana dengan lembut.
"Caranya?" Tanya Ana heran.
"Kau akan tahu sebentar lagi."
Akan ku buat kau tak akan melupakan malam ini sayang. Hahahah.
_
_
_
_
_
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah
Jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya.
__ADS_1
tbc