
"Akkhhhhh uhuk uhuk uhuk." Teriakan pria tua itu sambil terbatuk-batuk.
"Ada apa pak tua?" Tanya Marvin.
"Dada saya sakit."Lirih pak tua itu.
"Akkhhhhh disaat seperti ini kau sakit ha. Cepat nikahkan aku sebelum kau menyesal." Bentak Samuel.
"Ba baik." Ucap pria tua itu dengan wajah yang sudah pucat.
"Mari kita.."
Duarrr
Suara ledakan dari luar terdengar lantang membuat gedung menjadi berguncang.
"Ck, sial." Decak Samuel.
"Marvin halangi mereka." Ucap Samuel.
"Baik tuan." Ucap Marvin menghilang dan di ikuti para pria lainnya.
"Dan kau, cepat nikah kan aku.!"Bentak Samuel.
"Ba baik akkhhhhh uhuk uhuk uekkk." Teriak pria tua itu sambil terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah.
Brukk
Tubuh pria tua itu tumbang dengan mata yang hampir keluar. Samuel berdecak kesal karena rencana nya menjadi kacau.
"Jaga dia " Perintah Samuel pada para dayang untuk menjaga Ana dengan baik. Lalu Samuel pun menghilang keluar untuk melihat siapa pengacau pesta nya itu.
Di luar sana.
"Dinding sihir nya sangat kuat." Ucap Felix berusaha memecah sihir pembatas menuju ke kediaman tersembunyi Samuel.
Yah jika di lihat dari luar, paviliun Samuel tidak kelihatan. Hanya ada hutan belantara saja, tapi sebenarnya ada dinding sihir ilusi yang melindungi paviliun Samuel agar musuh tak bisa masuk.
"Minggir." Ucap Alex maju lalu membaca jampi-jampi dengan sekali serang.
Duarr
Dinding sihir itu pecah dan memperlihatkan sebuah paviliun mewah. Para penjaga paviliun itu mulai berkumpul karena suara ledakan yang dahsyat itu.
Melihat para penjaga bayangan Samuel maju, Alex mengeluarkan pedangnya dan mengibaskan pedangnya pada segerombolan pria-pria itu membuat para penjaga itu terhempas jauh dan membuat dinding retak.
"Alex tahan emosi mu, ingat ada Ana di dalam." Cegah Zania. Yah Zania yang mendengar kalau anaknya ingin berperang dengan sahabatnya itu memaksa ikut, ia tak mau anaknya ini akan hilang kendali nanti.
"Keluar kau ********.!!" Teriak Alex.
Wushhhh.
Roaarrrrr
Roaarrrrr
Sekelompok harimau besar berwarna putih muncul menghadang gerombolan Alex. Alex semakin di buat marah karena Samuel yang begitu pengecut dan mengandalkan sihir ilusi nya itu.
Sringgg.
__ADS_1
Suara dua pedang yang ada di tangan Alex ketika Alex menggunakan pedang ganda nya. Mata Alex di penuhi dengan kobaran amarah yang membuat bola matanya menjadi merah.
Zania yang melihat bola mata Alex yang sudah berubah langsung bergerak memasang dinding pelindung agar paviliun tidak terkena serangan Alex yang tengah marah.
"Minggir semuanya.!!" Perintah Nathan agar memberi ruang, bagaimana pun Nathan sangat tahu kalau anak nya itu sedang marah hingga bola matanya berubah menjadi merah lebih baik untuk menyingkir dari samping Alex.
Roaarrrrr
Para harimau jadi-jadian itu berlari secara serentak menyerang Alex, Alex yang melihat itu tersenyum miring lalu mengibaskan kedua pedangnya itu secara menyilang.
Angin dari pedang Alex membuat para hewan jadi-jadian itu terhempas membentur dinding sihir, seketika kabut hitam mengelilingi para hewan itu membuat hewan itu kembali membaik dan malah semakin membesar.
"Ck, dasar pengecut." Umpat Alex.
Alex menajamkan matanya yang berwarna merah darah pekat itu menatap mata para hewan itu secara bersamaan, menghipnotis para hewan itu dan langsung berubah menjadi hewan yang kecil dan imut.
"Mau sampai kapan kau bersembunyi ha? Keluarlah kau ********.!" Teriak Alex.
Prokk
Prokk
Prokk
Sebuah tepukan tangan dari arah depan tepatnya dari pria yang menggunakan jubah hitam dan bola mata yang hitam juga.
"Siapa kau.?" Tanya Alex.
"Marvin." Ucap Marvin tersenyum licik.
"Dimana tuan mu.?" Tanya Alex dengan tegas.
Hal itu sukses membuat amarah Alex semakin tersulut, Tanpa pikir panjang Alex langsung maju. Alex menyimpan pedang nya dengan sihir kini hanya Alex maju dengan tangan kosong saja.
Marvin yang melihat Alex yang berjalan dengan tangan kosong pun semakin berani.
"Minggir.!!" Bentak Alex menjentikkan jari nya dan secara otomatis para penjaga dan Marvin sekaligus terhempas jauh membentur dinding paviliun.
Alex terus berjalan menuju pintu depan dengan amarah yang memang sudah memuncak.
"Kau tak bisa masuk Alex. " Ucap Marvin namun tak membuat langkah kaki Alex berhenti.
"Pintu itu sudah di beri sihir pelindung dari darah istrimu, jika kau menerobosnya maka bersiaplah untuk melihat tubuh istri mu yang akan meledak."Ucap Marvin berdiri sembari memegangi dadanya yang sakit.
Alex menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Marvin. "Kau tahu bukan sihir semacam itu hmmmm?" Tanya Marvin tersenyum mengejek. Tentu Alex tahu tentang sihir itu dan itu membuat Alex mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.
"Dimana Samuel.?" Tanya Darian yang sedari tadi diam.
"Oh ada tuan Albert ternyata hahaha salam hormat tuan." Ucap Marvin.
"Jangan basa-basi panggil Samuel untuk keluar.!" Ucap Darian.
"Hehehe Putra anda sedang melangsungkan pernikahan jadi dia agak sedikit sibuk." Ucap Marvin.
"Kebodohan apa yang sudah kau tanamkan pada pikiran putra ku ha?" Teriak Darian marah.
"Hahahaha seharusnya kau tersenyum tuan bukan nya marah. Ini adalah keinginan anak mu sendiri, dia sangat mencintai nona Ana dan saya hanya membantunya saja." Ucap Marvin dengan nada santai.
"Dasar iblis." Teriak Darian.
__ADS_1
"Ya ya ya hahahaha Meski aku iblis tapi aku berguna untuk Samuel tidak seperti mu yang merupakan ayah kandung nya tapi kau sama sekali tidak berguna." Ucap Marvin tertawa mengejek.
""Sebaiknya kau berpindah pihak pak tua. Kau harus memihak anak mu yang malang itu, bukan malah memihak pada orang yang akan membunuh anak mu." Ucap Marvin.
"Hehehe entah apa yang kau katakan pada Samuel hingga ia menjadi seorang monster, tapi jika hari ini dia mati terbunuh aku tidak akan menyesal. Meski ia harus mati di tangan ku sekalipun. Karena itu lebih baik." Ucap Darian dengan sorot mata yang sendu.
"Hehehe kau memang tak berguna pak tua. Bagi mu tahta lah yang penting, anak? Mereka hanyalah pelengkap saja." Ucap Marvin.
"Aku akan membunuh mu."Ucap Alex sudah sangat marah.
"Bunuh saja." Tantang Marvin.
Sring.
Slashhh
Jleb.
"Maaf master, saya sudah tidak tahan lagi." Ucap Felix yang mengayunkan pedangnya membuat tubuh Marvin terpotong.
"Tidak apa-apa." Ucap Alex.
"Apa dia mati.?" Tanya Zania.
"Ha hahahahaha hahahahaha"
Kreeett
Dengan lentur tubuh Marvin yang tadi terpotong tersambung kembali menjadi utuh. Marvin tertawa lepas karena berhasil menipu lawannya.
"Bukan manusia." Ucap Zania.
"Hahahaha hahahaha kalian tertipu. Bagaimana pun kalian tak akan bisa membunuh ku, palingan aku akan merasa sakit saja." Ucap Marvin.
"Heh, jika kau tak bisa mati dengan seperti itu maka akan ku buat kau tersiksa hingga mengharapkan sebuah kematian." Ucap Alex.
"Coba saja.!"
_
_
_
_
_
_
Woi numpang nanya, seru kagak.?😂
Kalau seru bilang biar ku lanjutkan yang lebih seru besok nya.
Kalau kagak seru langsung di tamatin aja alias sad ending.
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar.
tbc
__ADS_1