Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 39


__ADS_3

"Coba saja." Tantang Marvin.


"Heh, kau yang meminta." Ucap Alex mulai merapal mantra, dengan bola mata yang semakin memerah pekat seperti darah membuat semua orang menjadi merinding tak terkecuali Marvin yang merasakan tekanan yang sangat kuat.


Kabut hitam mengelilingi Alex dengan hawa panas yang membara membuat Nathan sesegera memasang tameng, sedangkan yang lainnya mereka merasa tubuh mereka terbakar oleh api yang tak terlihat.


Begitu juga dengan Marvin yang merasakan panas yang begitu dahsyat membakar tubuhnya. " Ah panas panas." Teriak Marvin.


Nathan semakin memperkuat tamengnya di bantu oleh yang lainnya, kekuatan Alex yang begitu besar dan tak terkendali kan itu bisa saja membunuh mereka juga.


"Akkhhhhh panas pa pa pa nasssss." Teriak Marvin histeris di ikuti tubuhnya yang perlahan meleleh.


Alex tersenyum puas melihat cairan kental berwarna hitam alias Marvin yang sudah meleleh. Kenapa bisa? Karena Marvin bukanlah manusia melainkan mahluk ciptaan seseorang yang jika di tebas menggunakan pedang maka tubuhnya akan kembali menjadi semula dan semakin kuat.


"Sudah mati." Ucap Alex mengubah cairan kental itu menjadi debu.


"Apa apa pria itu bukan manusia.?" Tanya Darian.


"Hmmm dia bukan manusia melainkan sebuah benda yang di ciptakan oleh seseorang." Ucap Zania.


"Darimana Samuel mendapatkan mahluk itu.?" Tanya Nathan.


"Aku tidak tahu, aku bahkan belum pernah melihat mahluk mengerikan itu." Ucap Darian.


Duarrr


Disaat yang lainnya tengah membahas tentang dari mana Samuel mendapatkan Marvin, Alex malah sudah menghancurkan sebagian bangunan.


"Alex tahan emosi mu, di dalam masih ada istri mu. Apa kau ingin membunuh nya juga.?" Teriak Nathan.


"Keluar kau ********.!" Teriak Alex.


Wushhhh.


Prokk


Prokk


Prokk


"Wah wah wah, ternyata kalian para bedebah busuk yang sudah mengacau hari bahagia ku." Ucap Samuel yang baru saja muncul sambil bertepuk tangan ria.


"Dimana Ana.?" Tanya Alex dingin.


"Siapa kau ha? Siapa kau dalam hidup Ana hingga berhak menanyakan keberadaan nya.?" Tanya Samuel santai.


"Kau gila ha? Ana itu adalah istri Alex." Teriak Darian marah.


"Justru kau yang siapa hingga berani berbuat lancang seperti ini." Sambung Darian.


"Ha hahaha hahahahaha hahahaha" Tawa Samuel pecah dalam ketegangan yang menerpa di antara mereka.


"Ternyata kau pak tua. Hihihihi kau semakin tua saja yah dan semakin lupa mana darah daging mu dan mana orang asing." Ucap Samuel dengan nada sinis.

__ADS_1


"Meski kau darah daging ku, tapi kalau kau berbuat kesalahan yang tak bisa di maafkan maka kau berhak untuk mati." Ucap Darian.


"Ha hahahaha mati? Apa kau tega? Ayah."


Deg


"Apa kau tega pada ku, ayah? Kau tega melihat anak mu ini mati di tangan mereka. Padahal aku ini anak mu, anak yang menginginkan secuil kebahagiaan, tapi semua kebahagiaan ku di renggut oleh pria sialan itu." Ucap Samuel dengan nada marah menunjuk ke arah Nathan.


Nathan yang di tunjuk pun merasa bingung, apa kesalahannya hingga ia sampai merenggut kebahagiaan Samuel. Apa yang sudah ia renggut.?


"Eh, tepatnya karena dia." Ucap Samuel mengubah haluan jemari telunjuk nya ke arah Zania.


"Apa maksud mu ha? Jangan asal bicara, apa yang telah kami renggut dari mu." Teriak Alex.


"Ha hahahaha hahahaha apa yang kalian renggut yah.?"


"Hehehe kalian telah merenggut ibu ku, ibu kuuuu." Teriak Samuel dengan amarah yang memuncak, tapi bisa di lihat dari sorot mata nya yang sendu.


"Ibu mu? Maksudnya apa Sam.?" Tanya Nathan.


"Yah, seharusnya Alex juga mati, mati bersama adik kecilnya itu. Tapi perempuan yang ku cintai itu menyelamatkan Alex dari racun yang sudah susah payah aku ciptakan." Ucap Alex dengan nada sedih.


"Apa? Jadi kau yang sudah menaruh racun itu? Dan kau juga yang sudah membunuh putri ku." Ucap Zania dengan mata yang berkaca-kaca.


"Hehehe sedih? Sakit? Menderita? Apa kalian merasakan itu ketika melihat tubuh kecil yang lemah itu meregang nyawa.?" Ucap Samuel tertawa tak bersalah.


"Itu semua belum setara dengan apa yang aku rasakan." Ucap Samuel.


"********,bia*ap beraninya kau melukai keluarga ku." Teriak Nathan.


"Apa salah kami Samuel? Apa salah kami.?" Tanya Zania.


"Ha hahaha kau menanyakan salah? Baiklah akan ku jawab pertanyaan mu itu."


"Salah kalian adalah karena kalian ibu menjadi menderita, karena kau bibi, ibu harus menikahi laki-laki tak berguna itu." Ucap Samuel menunjuk ke arah Darian.


"Karena kau ibu ku harus menahan dan memendam rasa cintanya, karena kau sudah merebut laki-laki yang di cintai ibuku. Ibu sakit, ibuku menjadi gila saat dia tahu kalau kerajaan kalian tepatnya kau paman, kau menjodohkan ibuku dengan laki-laki sialan itu." Teriak Samuel.


"Andai ibu menikah dengan mu pasti dia akan bahagia, andai ibu tidak menikah dengan laki-laki tua itu pasti aku tak akan menderita. Aku iri, aku benci ketika melihat kalian yang tertawa lepas bahagia di atas penderitaan ku, penderitaan ku dimana aku menginginkan kasih sayang seorang ibu hiks hiks. Aku iri pada kalian." Teriak Samuel.


"Ibu ku selalu mengatakan pada ku kalau aku hanya lah kotoran yang menjijikkan dimatanya, sedangkan Alex dan adiknya itu adalah berlian. Sebelum ibu meninggalkan aku karena bunuh diri, dia mengatakan" Jadilah anak yang berguna, balas kan dendam ku ini pada mereka baru aku akan mengakui mu sebagai anak ku." Apa salah kalau aku seorang Anak menginginkan sebuah pengakuan?."


"Setelah ibu pergi aku pun mulai melangsung kan rencana ku. Rencana yang akan mendapatkan penghargaan yaitu sebuah pengakuan sebagai seorang anak. Aku menemukan mahluk mengerikan yang ku beri nama Marvin dan dia pun membantuku untuk melangsungkan rencana ku."


"Awalnya aku sudah bahagia melihat kalian yang menderita, tapi setelah peracik obat itu di temukan, aku menjadi marah karena ada orang yang akan mengacaukan rencanaku. Awalnya aku ingin sekali menghabisi orang itu, tapi ketika aku melihat mata yang penuh dengan penderitaan dan hampa itu aku malah menjadi tertarik.


"Awalnya aku ingin melupakan dendam itu dan menjalani hidup bahagia bersama Ana. Tapi tapi kalian datang kembali mengusik kebahagiaan ku, kalian merebut seseorang yang aku cintai untuk ke dua kalinya. Aku bertanya apa salah ku pada kalian hingga kalian merebut kedua wanita yang aku cintai." Ucap Samuel. Semua orang tercengang mendengar penjelasan Samuel yang penuh dengan amarah dan air mata itu.


"Itu tidak benar Sam." Ucap Nathan.


"Semua itu hanyalah kebohongan yang di tanam kan ibu pada mu Sam. Semua itu tidak benar." Ucap Darian meneteskan air mata karena mendengar perkataan Samuel yang jelas menyiratkan sebuah luka yang sangat dalam.


"Kalian ingin aku mati bukan.?" Tanya Samuel.

__ADS_1


"Belum terlambat, kemari lah ulurkan tangan mu kami akan memaafkan mu asal kau mengembalikan Ana dan mau berubah." Ucap Zania.


"He dari pada mengembalikan Ana dan melihat Alex bahagia, lebih baik aku mati saja." Ucap Samuel.


"Kalau kau mau mati yah mati saja, aku akan mengabulkannya." Ucap Alex.


"Sayang nya aku tak akan mati sendiri, karena aku akan mengajak seseorang untuk mati bersama ku." Ucap Samuel menutup matanya.


Tiba-tiba kabut pun menyelimuti paviliun dan seluruh tempat itu, Alex mengeluarkan sihir nya untuk mengusir kabut itu tapi tetap saja kabut itu malah semakin tebal.


Wushhh


Kabut menghilang memperlihatkan Samuel yang sedang tersenyum di depan pintu masuk paviliun.


"Aku akan pergi, pergi dari dunia ini untuk selamanya bersama orang yang aku cintai. Bersama Ana bidadari ku yang aku cintai. Selamat tinggal semuanya. Ku harap kalian bahagia." Ucap Samuel tersenyum manis.


"Keparat kau Sam, apa yang kau...


Duarrr


Deg


Deg


Deg


Dalam sekejap mata paviliun itu meledak hingga menyisakan puing-puing bangunan dan beberapa anggota tubuh manusia.


Air mata Alex berhasil lolos, detak jantung yang terasa berhenti. Oksigen yang terasa habis tubuh yang terasa tak bernyawa ketika melihat potongan-potongan tubuh yang terpampang jelas di depan matanya.


"Tidak mungkin, tidak mungkin hiks hiks hiks tidaaaaakkkkkk"


_


_


_


_


_


_


Gimana sama eps ini?


Apa perlu lanjut?


Author sudah lebihkan katanya yah, karena kemarin Author tidak up.


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

__ADS_1


tbc


__ADS_2