
Beberapa waktu telah di lewati dengan tidur yang pulas. Ana mulai menggeliat merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.
Ana mulai membuka matanya dan memegangi kepalanya yang pusing.
Ia menoleh ke arah sampingnya dan terkejut ketika mendapati Alex tengah memeluknya.
"Akkhhhhh apa yang kau lakukan?" Teriak Ana yang membuat Alex reflek terbangun dan duduk menatap Ana dengan khawatir.
"Ada apa?" Tanya Alex menatap Ana bingung.
"Emmmm mengapa kau tidur di sini?" Tanya Ana.
Alex menghela nafas berat, ia kira hantu itu muncul lagi ternyata hanya permasalahan kecil saja.
"Memangnya kenapa? Ini kan kamar ku juga!" Ucap Alex menyeringai tipis.
"Tapi tapi mengapa harus tidur di samping ku?" Tanya Ana cemberut.
Alex terkekeh geli melihat Ana yang cemberut.
"Bukannya kau yang meminta?" Tanya Alex tersenyum licik.
"Eh apa aku yang meminta? Itu tidak mungkin!" Sangkal Ana.
"Yah mana ada maling mau ngaku!" Ucap Alex membaringkan tubuhnya.
Apa mungkin aku memintanya. Tapi seingat ku!
Ana memegangi kepalanya yang pusing entah mengapa ia tak ingat apa-apa setelah bertemu wanita mengerikan itu.
"Hmmm bahkan kau memintaku untuk menikahi mu!" Ucap Alex melihat Ana memegang kepalnya.
Ana begitu terkejut bagaimana bisa.
Tidak mungkin ia minta di nikahi oleh pria itu?
Apa jangan-jangan!
"Itu tidak benar!" Sangkal Ana.
"Sudah ku bilang mana ada maling yang mau mengakui perbuatannya. Seperti dirimu yang pura-pura lupa." Ucap Alex tersenyum jahil.
" Bagaimana jadi tidak kita menikah nya?" Tanya Alex menahan tawanya.
"Hah tidak mau!" Tolak Ana.
"Cih, jual mahal sekali. Padahal tadi dia mencium ku!" Ucap Alex.
Apa aku mencium nya.?
Tidakkkkk, ini tidak mungkin.
"Kau lihat ini!" Tunjuk Alex pada bibirnya yang luka.
Glek
Ana menelan ludah kasar melihat bibir Alex yang begitu menggoda.
"Mengapa dengan itu?"
"Kau mengigit nya!"Ucap Alex penuh penekanan.
Ana semakin frustasi bagaimana ia bisa bertingkah sebodoh itu.
"Kau memang bodoh!" Ucap Alex santai.
"Apa?"
"Kau memang bodoh persis seperti yang ada di dalam pikiran mu!" Ucap Alex. " Kau harus bertanggung jawab!" Ucap Alex seolah-olah ia adalah korban.
"Bertanggung-jawab apanya, memangnya aku menghamili mu?" Tanya Ana polos.
Ptak.
__ADS_1
Alex menjitak kepala Ana.
"Kau memang tak menghamili ku tapi kau sudah menodai ku tahu! " Ucap Alex.
"Menodai apanya?" Tanya Ana masih bingung.
"Dasar gadis bodoh! Kau sudah menodai tubuh suci ku ini, kau memelukku, mencium ku bahkan mengajak ku tidur dan memeluk mu!" Ucap Alex yang semakin lama semakin lihai dalam berbohong.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Ana polos.
"Kua harus menikahi ku!" Ucap Alex.
Hahaha lihatlah wajahnya yang bodoh itu. Begitu mudah untuk membohonginya. Dan lihatlah betapa aku juga sudah ikutan bodoh karena meminta pertanggungjawaban nya hahaha
"Tapi tapi itu tidak mungkin." Ucap Ana.
"Terserah kau, aku tidak mau tahu kau harus menikahi ku. Aku sungguh malu dengan tubuh ku yang sudah ternodai ini!" Ucap Alex berdiri dan memakai topengnya.
"Bagaimana caranya? Aku tak punya apa-apa untuk mempersiapkan nya!" Ucap Ana pasrah.
"Itu urusan mu!" Ucap Alex hendak pergi.
"Kau mau kemana?" Tanya Ana.
"Kenapa bertanya? Apa kau tak rela kalau aku pergi sebentar hmmm.?" Ucap Alex terkekeh geli.
"Bu bukan begitu. Baiklah pergi sana!!!" Usir Ana.
"Sudah berani mengusirku dari paviliun ku, memangnya siapa kau?"
"Eh suka-suka mu saja lah!" Ucap Ana pasrah.
"Sampai jumpa nanti malam gadis bodoh!" Ucap Alex menghilang. Alex sampai di pintu gerbang paviliun dan memanggil beberapa pria berjubah hitam.
"Awasi dia jangan sampai dia kenapa-kenapa. Kalau terjadi sesuatu segera laporkan!" Perintah Alex.
"Baik yang mulia!" Ucap mereka serentak.
Ana yang melihat Alex menghilang menjadi kagum. Seandainya ia juga punya kekuatan seperti itu pasti ia tak akan terjebak di sini dan sekarang ia harus menikahi pria yang membuatnya terjebak.
Ana menjadi bingung apa yang harus ia lakukan sekarang? Mengapa otak nya semakin bodoh sekarang selama tinggal di sini.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhh apa yang harus aku lakukan?"
💞💞💞💞
Hari ini Samuel pergi berkunjung ke istana Diamond untuk melihat Alex.
"Hai paman!" Sapa Samuel pada Nathan yang tengah berjalan sendirian.
Nathan tersenyum ramah melihat Samuel yang selalu ceria.
"Ada apa Sam?" Tanya Nathan.
"Dimana Alex paman?" Tanya Samuel.
"Sebentar lagi dia akan kemari." Ucap Nathan.
"Ada apa mencari ku?" Tanya Alex yang ternyata baru sampai di dekat mereka.
"Hahaha baru saja kami menyebut nama mu kau sudah muncul!" Ucap Samuel tertawa renyah.
Alex memutar bola matanya malas melihat Samuel yang selalu tertawa dan tersenyum.
"Katakan saja mau mu tak perlu basa basi!" Ucap Alex dingin.
Nathan yang melihat sepasang sahabat ini hanya diam dan memilih menonton saja.
"Dingin sekali rasanya hihihi!"Ucap Samuel menggoda Alex.
"Ada apa Sam?" Tanya Alex kesal.
"Emmmm sebenarnya aku kemari ingin mengajak mu berburu !" Ucap Samuel.
__ADS_1
"Aku tidak mau!" Ucap Alex ketus.
"Hah, ayolah Lex sudah lama aku tak memakan daging rusa!" Ucap Samuel memohon
"Kau itu putra mahkota, kau bisa menyuruh para prajurit mu untuk mencarikan rusa tak perlu susah-susah berburu." Ucap Alex tegas.
Samuel hanya menghela nafas berat.
"Tapi aku ingin makan rusa hasil dari tangkapan ku sendiri!" Ucap Samuel.
"Pergi saja sendiri!" Ucap Alex cuek.
"Ayolah Alex sekali ini saja aku mohon!"
"Baiklah-baiklah Besok kita akan pergi!" Ucap Alex pasrah.
"Horeeee!!!" Seru Samuel riang.
"Dasar kekanak-kanakan" Gerutu Alex.
💞💞💞💞
Alex pergi menemui Zania karena penasaran dengan masalah wanita hantu itu.
"Ibu!!" Panggil Alex ketika Alex melihat Zania tengah duduk di kursi taman.
Zania tersenyum melihat anak nya mendekat.
"Iya ada apa?" Tanya Zania lembut memeluk Alex.
"Cih, tak perlu memeluknya sayang!" Ucap Nathan kesal yang baru saja datang.
"Kenapa dia kan anak ku!" Ucap Zania yang tahu kalau Nathan tengah cemburu.
"Aku tahu itu! Tapi dia sudah besar tak perlu memeluknya cukup aku saja!" Ucap Nathan menatap tajam Alex.
Alex terkekeh geli dan semakin mengeratkan pelukannya dan sesekali menciumi pipi Zania dan alhasil Nathan semakin di buat emosi.
"Menyingkir lah dari sana sebelum ayah menendang mu!" Ucap Nathan kesal.
"Ibu ayah ingin menendang ku" Rengek Alex.
"Tenang saja sayang! Kalau ayah menendang mu ibu akan pisah ranjang dengan nya!" Ucap Zania.
"Nia mengapa kau membelanya?" Tanya Nathan kesal.
"Karena dia anak ku!" Ucap Zania
"Lalu aku ini?" Ucap Nathan cemberut.
"Hahaha kau adalah suami ku, sudah-sudah jangan cemberut lagi nanti cepat tua!" Ucap Zania memeluk Nathan.
"Ayah kan memang sudah tua!" Ucap Alex ketus.
"Dasar anak kurang ajar!!"
"Hahahaha"
*Jadi Alex apa ada sesuatu?" Tanya Zania.
"Hmmm ibu aku ingin bertanya?"
"Apa itu?"
"Itu apa ibu.......
**Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah**.
tbc
__ADS_1