Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 56


__ADS_3

Semua orang terbelalak kaget melihat orang yang seharusnya sudah mati bertahun-tahun kini tengah menatap tajam pada mereka sambil merayap di dinding. Tak lupa pula bau busuk yang menyengat memaksakan Alex menggunakan sihir nya untuk membuat anak-anak nya tertidur dan langsung memasang kan sihir pelindung.


"Akhhhhh huaaarghhhh hahahahaha hahahaha," tawa Nesya yang menggelegar di ikuti darah hitam yang keluar dari mulutnya menjadikan ruangan semakin bau dan juga menjijikan.


"Apa yang kau ingin kan?" tanya Nathan waspada karena lawan mereka kali ini adalah mahluk yang sudah mati.


"Aku ingin kalian semua mati!" teriak Nesya menggelegar di ruangan.


"Sudah mati, tapi tak tahu diri. Sepertinya aku harus membuat kau merasakan apa sebenarnya kematian itu!" tegas Zania mulai membaca mantra nya sembari menutup mata. Tak lama kemudian muncullah kabut yang sangat panas sehingga orang yang berada di kamar itu harus menggunakan sihir mereka untuk berlindung dari kabut yang di ciptakan Zania.


"Kalau kau membunuh ku, maka kau tak akan tahu me-mengaoa wanita itu tidak sadarkan diri, akhhhhh." Teriak Nesya merasa kesakitan.


"Cepat katakan!" Zania yang tak terkecoh kini semakin memperkuat sihirnya meninggikan suhu yang membuat Nesya menjerit kesakitan dengan tubuh yang perlahan-lahan mencair.


"Akhhhhhhhhhhhhhhhh, to-tolong!"


"Cepat katakan!" teriak Zania.

__ADS_1


"Wanita itu tak bisa bangun ka-karena akhhhh, ka-karena ia sendiri yang tak mau bangun hahahaha akhhhhh."


"Sialan! omong kosong apa yang sedang kau bicarakan ha?" kini Alex yang angkat bicara.


"Itulah kenyataannya, dia tidak ingin bangun karena ia sedang bersama ibunya. Apa kalian tahu siapa ibu nya?"


Zania mencoba menurunkan suhu dari kabut nya namun masih memasang dinding yang mengepung Nesya agar tak bisa kabur atau menghilang.


"Kalian pasti akan terkejut hahahaha. Setelah ini wanita itu pasti akan membenci kalian hahaha," tawa Nesya kembali menggelegar meski ia masih merasakan sakit.


"Katakan dengan jelas!" teriak Zania.


Deg


"Ini tidak mungkin," sangkal Zania.


"Apanya yang tidak mungkin, kalian bahkan tidak tahu apa kah ayah ku dan Reina masih hidup hahahaha."

__ADS_1


Yah memang mereka tidak tahu, lebih tepatnya tidak peduli.


"Enyahlah kau!!"


"Akhhhhh ahrgggg!!!" teriak Nesya yang perlahan-lahan menghilang berganti menjadi debu. Sesaat terjadi keheningan sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Ibu?" Zania menoleh pada Alex.


"Ibu tidak tahu."


Semuanya kembali diam, sungguh kehadiran Nesya membuat mereka menjadi bertanya-tanya. Zania merasa tak enak hati dengan keadaan Ana. Apa benar Reina sudah mati? Ia bahkan tak tahu dimana tempat pengasingan Reina dan ayah nya.


Ini sungguh di luar dugaan.


Alex menatap istrinya dan anak nya yang tertidur, ia tak ingin membangun kan anaknya karena tak sanggup melihat air mata mereka.


Ana bangunlah, banyak yang ingin aku katakan padamu. Aku mencintaimu, aku mohon bangun lah, jangan terlalu nyaman di sana sayang. Pikir kan kami yang merindukanmu. Aku mohon bangun sayang, aku mohon.

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


kata nya memang sedikit yah,karena author sedang sibuk.banyak tugas, jadi seadanya saja:)


__ADS_2