
"Emm" Gumam Ana yang masih tertidur di atas ranjang.
Ana membuka matanya dan langsung terduduk, ia melibat sekitaran kamar yang sudah terang dan.
Indah!
Kamar itu indah sekali!
Ana mencoba berdiri dan melihat sekeliling kamar itu. Ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Tak di kunci!
Pintunya tak terkunci, ia menoleh kesana-kemari melihat keadaan sedang sepi.
Ini adalah kesempatan untuk kabur! Pikir Ana.
Ana berjalan hati-hati alias mengendap-endap. Ia melihat ruangan itu memang tak berpenghuni.
Ia pun berjalan turun menggunakan tangga.
Bangunan ini sungguh indah!
Berbeda dengan paviliun kemarin yang sempat ia tinggali. paviliun itu memang terlihat megah dan berkelas tapi bangunan ini sangat indah karena banyaknya bunga-bunga hidup yang menempel di dinding dan bunga-bunga itu sedang bermekaran cantik.
Ana terus berjalan dan akhirnya menemukan pintu keluar yang memang terbuka lebar. Ana pun melangkahkan kakinya keluar dan matanya terbelalak kaget melihat pemandangan luar biasa di hadapannya.
Sebuah taman bunga!
Sebuah taman bunga yang luas dan indah. Ana seperti sedang bermimpi saja bisa ke tempat indah seperti ini.
Tapi keindahan ini akan segera berakhir karena Ana akan melarikan diri dari sini.
Ana terus berjalan ke arah hutan yang menurutnya adalah arah yang benar.
Tapi ketika ia satu langkah lagi menuju hutan itu, tubuhnya tersengat dan reflek iapun mundur.
Apa ini?
Sebuah dinding pembatas!
"Ingin kabur yah!" Ucap Alex yang sudah ada di belakang Ana.
Ana langsung memutar tubuhnya dan menatap Alex dengan rasa khawatir.
"Kembalilah ke dalam dan segera bersihkan dirimu lalu makan!" Ucap Alex melenggang pergi.
Eh. Apa ia tak salah dengar? Alex berbicara lembut padanya.
Tak ingin mencari masalah Ana mengikuti langkah Alex.
Alex yang merasa di ikuti memutar badannya dan menatap Ana bingung.
Ana yang di tatap seperti itu menjadi gemetar.
"Aku menyuruh mu masuk! bukan mengikuti ku!" Ucap Alex tegas.
Ana baru sadar kalau ia berjalan bukan menuju paviliun itu. Ana langsung berlari menuju paviliun dan meninggalkan Alex yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
πππ
Sesampainya di kamar, Ana langsung membersihkan diri di kamar mandi. Jantungnya berdetak kencang karena ia sangat malu dan di tambah lagi ia tadi berlari dengan kencang ya.
Setelah membersihkan diri, Ana memakai pakaian yang sudah disiapkan di atas ranjang.
Siapa yang menaruh nya yah? Perasaan Ana tidak ada siapa-siapa di sini.
__ADS_1
Seketika Ana bergidik ngeri. Apa kah di tempat indah ini ada hantunya juga.?
Setelah memakai pakaian, Ana kemudian turun dan sudah mendapatkan makanan tertata rapi di meja.
Ia melihat kesana-kemari, tapi tak ada satupun mahluk hidup di sana. Bahkan ia yang bisa melihat mahluk tak kasat mata saja tak bisa melihat satu orang pun disini selain dia!
Apa Alex yang memasak nya?
Ah itu tidak mungkin.
"Apa kau akan kenyang dengan hanya menatap makanan itu?" Tanya Alex mengejutkan Ana yang sedang termenung.
Ana menjaga jaraknya dari Alex yang sudah tampak duduk di meja makan.
"Duduklah!"
Ana hanya bisa patuh karena ia tak mau mengakibatkan masalah semakin besar.
Ia harus menjadi gadis patuh agar bisa membuat Alex lengah dan ia akan kabur setelah ini.
Ana masih menatap makanan yang ada di depannya, makanannya terlihat sangat lezat. Tapi Ana harus bisa menjaga sopan santun nya agar ia tak mendapatkan masalah yang besar.
Alex yang melihat Ana hanya diam, terkekeh geli dalam hatinya.
"Makanlah! Apa kau perlu aku suapi hah?" Tanya Alex mengambil makanannya.
Ana terkejut dan langsung mengambil makanannya secukupnya, karena Ana memang sudah terbiasa makan sedikit sedari kecil.
Bukan karena ingin diet, tapi ia tak bisa membelinya jadi ia hanya makan seadanya saja. Itulah mengapa tubuhnya sangat kurus.
Alex yang melihat porsi makan Ana hanya bisa menghela nafas berat. Ia kemudian menaruh makan lainnya ke dalam piring Ana.
"Tunggu! Aku tak bisa makan banyak!" Ucap Ana.
"Aku tak peduli! Kau harus habiskan semua ini, tanpa sisa!" Ucap Alex tegas.
"Ta tapi...!"
"Baiklah!" Ucap Ana memelas.
Alex tersenyum kecil ketika Ana berusaha menghabiskan makanannya.
ππππ
Ana kini sedang ada di taman. Duduk-duduk sambil menikmati pemandangan yang indah.
Taman itu sangat luas dan terdapat air terjun cantik, Ana hanya menatap air terjun itu tanpa berniat kesana. Karena Ana malas terkena air sekarang.
Alex yang telah selesai membersihkan diri berjalan mendekat pada Ana. Entah mengapa mereka seperti sepasang suami-istri yang sedang berbulan madu.
Tapi aneh nya Alex sangat nyaman dan ia tak mau menghilangkan kenyamanan yang hakiki ini.
Dan dari dalam lubuk hati yang paling dalam Alex tak ingin melukai gadis kecil itu, ia lebih nyaman melihat gadis itu tersenyum dari pada menangis.
Namun sisi gelapnya kadang menentang yang mengatakan ia juga merindukan tangisan gadis itu.
Alex duduk di samping Ana tanpa ba bi bu be bo.
Ana pun terkejut dan nyaris saja berteriak. Ia melihat ada yang beda dari laki-laki yang ada di hadapannya.
Yah Alex melepas topeng nya karena memang mereka hanya berdua jadi Alex tak perlu menyembunyikan luka itu. Lagi pula Ana sudah pernah melihatnya sebelumnya.
Lalu yang tadi menyiapkan makanan dan baju siapa?
Hahaha kalian tahu, semua itu Alex yang lakukan. Mudah saja bagi orang yang memiliki kekuatan sihir yang tinggi pasti bisa melakukannya dengan mudah.
Ana melihat luka Alex yang semakin parah, namun tak bisa di sangkal. Alex begitu tampan dan manis. hehehe
__ADS_1
Bibir tipis yang seksi, hidung mancung sempurna dan pokoknya sempurna sekali meski luka itu jadi penghalang.
"Luka mu sangat parah!" Ucap Ana memecah keheningan.
Alex hanya diam dan menatap lurus ke depan.
"Aku akan membuatkan obat itu kalau kau mau!" Ucap Ana. Siapa tahu dengan itu ia akan bisa pergi dari kehidupan laki-laki itu.
"Aku tak membutuhkan obat itu!" Ucap Alex menatap Ana lekat.
Deg
Deg
Deg
Detak jantung Ana tak karuan ketika melihat mata tajam Alex yang menatapnya intens.
"Bukankah kau menahan ku karena kau menginginkan obat itu?" Tanya Ana.
"Aku tak membutuhkan obat itu!" Ucap Alex mengulang kata-kata nya kembali.
"Lalu apa hang kau butuh kan?"
Alex tak menjawabnya dan memilih untuk diam sejenak.
"Kau!"
Eh, apa maksudnya?
"Kau yang ku butuhkan.!"
Deg
Deg
Deg
**Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya!
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar**
tbc
πππ
π¨: Banyakan narasi Lo Thor, geram gw deh!
πΉ: Gw dah buat cerita wak. Kalau lu gak suka karena banyak narasinya gak papa kok, gw gak maksain lu kok buat baca cerita we.π
π¨: Et dah, langsung ngambek nih orang!
πΉ:π
π¨: Btw si Ana kok bisa nyaman sama si Alex kutu kupret tuh?
πΉ: SukaΒ² gue
π¨ Et dah Thor emang ku kagak kasian sama Ana yang pernah di siksa sama Alex.
πΉ Kagak!
π¨ Et dah kayaknya lu memang pshycophat dehπ±
πΉ Hahah kalau iya macam mana?
__ADS_1
π¨ Pantesan di Novel lu rada-rada pshycophat semua. Ternyata yang nulis pshycophat jugaπ±
πΉπͺπͺπͺπͺ