Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 50


__ADS_3

"Delisa.!" Panggil Alex berlari menuju anaknya yang sedang duduk di atas rumput. "Ayah." Ucap Delisa senang.


"Lisa kenapa jauh-jauh dari ayah.?" Tanya Alex menggendong anaknya dengan perasaan lega.


"Tadi Lisa mengejar kupu-kupu cantik, lalu Lisa jatuh dan ada kakak tampan yang menolong Lisa." Ucap Delisa tersenyum manis.


"Kakak tampan? Siapa itu.?" Tanya Alex, setahunya tidak ada anak laki-laki yang berada di istana selain Denise dan juga Dia.


"Iya, dia sangat tampan." Ucap Delisa menggebu-gebu membuat raut wajah Alex berubah menjadi tak suka.


"Apa dia lebih tampan dari ayah.?" Tanya Alex cemberut. "Iya, dia lebih tampan." Ucap Delisa berseri-seri.


Kalau begitu aku harus menjauhkan Delisa dari anak tampan itu. Tak ada yang lebih tampan dari ku, harus aku yang paling tampan di mata anak ku. Batin Alex.


"Yasudah ayo kita kembali ke kamar." Ucap Alex melangkah kakinya menuju kamar untuk segera membersihkan diri.


"Kapan yah Lisa bisa bertemu dengan kakak tampan lagi.?" Tanya Delisa menoel-noel pipi Alex.


"Tidak tahu." Ucap Alex cuek.


Setelah sampai di kamar, Alex melihat Ana dan Denise yang baru saja siap membersihkan diri tatapan sengit terarah padanya dari mata cantik Ana.


"Delisa, sudah waktunya mandi." Ucap Ana mendekat membuat jantung Alex berdetak dengan cepat, namun bukan senyuman yang biasanya ia dapat melainkan sebuah raut wajah datar dan dingin.


"Lisa mau mandi sama ayah." Ucap Delisa tak mau mandi dan beralasan kalau ia ingin mandi bersama Alex.


"Lisa, hari ini Lisa tak tidur kan.? Dan sekarang juga Lisa tak mau mandi hmmm.?" Tanya Ana berkacak pinggang.


"Hmmm ayah ayo mandi." Ucap Delisa mensejajarkan bola matanya tepat di bola mata hitam Alex. Alex tersenyum melihat tingkah anaknya yang keras kepala ini rasanya ingin ia mengigit pipi gembul yang menggoda itu.


"Ayah masih ada pekerjaan sayang, nanti sebentar lagi ayah baru mandi. Lisa mandi saja bersama ibu dulu. Setelah itu pergi bermain bersama kakak." Ucap Alex menoel hidung Delisa gemas.


"Ayo kemari.!" Ucap Ana merebut Delisa dari gendongan Alex.


"Ayah tolong Lisa.!" Teriak Delisa ketika ia sudah ada dalam gendongan Ana dan sudah melangkah menuju kamar mandi.


"Mandi yang bersih yah." Ucap Alex melambaikan tangannya. Setelah Delisa masuk kamar mandi Alex berjalan mendekat paa anak laki-laki nya yang sedari tadi cuek akan keadaan.


"Ingin keluar.?" Tanya Alex berjongkok memperhatikan bola mata yang sama hitamnya dengan milik nya.

__ADS_1


"Boleh." Ucap Denise mengangguk. " Mau di gendong.?" Tanya Alex meledek.


"Tidak, aku bukan Delisa yang harus di gendong seperti anak kecil." Ucap Denise yang berjalan duluan membuat Alex terkekeh geli.


Sedangkan di kamar mandi kegaduhan terjadi akibat ulah Delisa yang tak ingin tersentuh air. " Ibu jangan siram! Nanti Lisa basah." Ucap Delisa masih tak mau mandi.


"Yang namanya mandi memang basah sayang." Ucap Ana tersenyum melihat tingkah anaknya yang tak mau mandi.


Kembali pada Alex.


Alex dan Denise bejalan menelusuri lorong menuju halaman belakang yang sudah terdapat lapangan kosong dengan sebuah danau saja. Denise tampak bingung mengapa ia di bawa ketempat seperti ini.


"Hai cucu kakek yang tampan." Ucap Nathan menyapa Denise dan mendapat balasan senyuman kecil saja membuat Nathan cemberut.


Alex versi kecil. Gerutu Nathan.


"Sini peluk." Ucap Zania merentangkan tangannya dan tanpa ragu Denise pun masuk ke dalam pelukan Zania. Denise memang dingin terhadap pria lain halnya kalau dengan wanita yang lebih tua dari nya.


"Mengapa ayah membawa Denise kemari.?" Tanya Denise sembari duduk di pangkuan Zania.


"Tidak ada, ayah hanya ingin melihat kemampuan mu saja." Ucap Alex menatap bola mata bak kelereng kecil hitam itu.


"Iya, kata Delisa kalau Denise punya kekuatan. Boleh tunjukan pada ayah." Ucap Alex mendapatkan tatapan dingin dari Denise.


"Hmmm tidak boleh." Ucap Denise datar membuat Nathan dan Alex saling melirik.


"Mengapa sayang.?" Tanya Zania.


"Aku tak punya kekuatan, Delisa hanya membual saja." Ucap Denise santai.


"Benarkah.?" Tanya Alex manantang.


"Iya."


"Baiklah kalau begitu, lain kali kita akan latihan untuk melihat kemampuan mu. Okeh." Ucap Alex mengelus kepala Denise dengan senyum manis nya membuat Denise membalas dengan senyuman manis pula.


"Ayah.!" Teriak Delisa sembari berkacak pinggang dengan wajah yang sudah tak bersahabat lagi.


"Ahhh cucu kakek yang imut." Ucap Nathan ingin memeluk Delisa namun Alex sudah menghalangi dengan langsung berjongkok di depan Delisa.

__ADS_1


"Ck."


"Ada apa.? Mengapa anak ayah marah-marah.?" Tanya Alex menatap lucu wajah Delisa yang semakin gembul.


"Ayah jahat." Ucap Delisa membuat orang yang berada di situ terkekeh geli tak terkecuali Ana.


"Apa salah ayah.?" Tanya Alex.


.


"Ayah menyuruh Lisa mandi dan ketika Lisa sudah mandi ayah sudah pergi membawa kakak." Ucap Delisa garang.


"Ck ck dasar ayah yang jahat." Ucap Nathan semakin mengkompiri suasana.


"Hehehe maafkan ayah yah." Ucap Alex menari kedua tangan nya di telinga nya yang pertanda kalau ia menyesal.


"Hmmm karena Lisa anak yang baik, Lisa akan memaafkan ayah." Ucap Delisa memeluk Alex dan langsung menciumi pipi Alex.


"Ck, kenapa tidak lama-lama saja marah nya.?" Gerutu Nathan.


Setelah perdebatan kecil semuanya sudah duduk sambil menikmati minuman dan makanan ringan, Alex yang tak melepaskan tatapan nya dari Ana membuat Denise menjadi risih.


Denise yang tadi nya duduk di pangkuan Zania pun meminta turun dan berjalan menuju pangkuan ibunya. Dengan senyuman licik Denise menatap Alex dengan tatapan sengit karena berani menatap ibunya lebih dari semenit.


Kemarin Denise pernah merengek minta di gendong tapi sekarang Denise sudah terbiasa dan tak rela kalau ada orang lain yang menatap ibunya lebih dari semenit.


Alex yang mendapatkan tatapan sengit itu merasa jengkel dan semakin tertantang untuk menatap mata Ana yang mulai tidak nyaman.


Ana sendiri merasa bingung apa yang terjadi pada dua orang ini, Di satu sisi ada Alex yang menatap nya tanpa henti dan sisi satunya lagi ada anak nya yang tadinya tidak manja jadi bergelut manja di pangkuannya.


Ciuman demi ciuman di daratkan Denise di pipi Ana membuat Alex menjadi semakin cemburu. Yang satu cemburu pada ayah nya dan satu lagi cemburu pada anaknya.


Sedangkan Nathan Dan Zania hanya bisa saling menatap melihat tatapan sengit Alex dan Denise. Jangan bilang Ayah dan anak itu sekarang bermusuhan memperebutkan satu wanita.


Melihat Ana yang tersenyum karena geli saat Denise menciumi nya Alex menggerutu kesal karena bukan dia yang ada di sana.


Ibaratnya.


Harusnya aku yang disana. Aseeeeekkk Tarek mang jangan sampai kendor 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


tbc


__ADS_2