Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 18


__ADS_3

Istana Diamond


Semua anggota keluarga sedang menikmati hidangan dengan suasana hening. Tak ada satupun yang membuka suara hingga Ronald lah yang memulai.


"Alex bagaimana perkembangannya?" Tanya Ronald memecah keheningan.


"Perkembangan apa kek?" Tanya Alex balik pada Ronald.


"Hah, gadis itu! apa ia sudah berkeinginan membuatkan mu obat penawar itu?" Tanya Ronald. Semua orang menanti jawaban Alex dengan menoleh pada Alex.


"Belum!" Ucap Alex cuek dan terus makan.


"Mengapa kau tak memaksanya nak?" Ucap Nathan tegas.


"Aku sudah melakukannya ayah!" Ucap Alex yang masih cuek dan mereka cukup memaklumi sikap Alex yang sudah ada sedari kecil.


"Haiz kalau ia tak mau bunuh saja dia. Menyusahkan!" Ucap Nathan geram.


"Paman! Mengapa paman berkata seperti itu?" Ucap Cia tak senang.


"Tak bisakah kau mengesampingkan dahulu kepentingan pribadi mu dan mengutamakan hati nurani mu?" Ucap Zania yang sedari diam. Semua orang merasakan itu.


Hawa dingin dan menyeramkan, bahkan Alex sampai menghentikan makannya dan menoleh pada ibunya.


"Tapi ini untuk kebaikan anak kita Nia!" Ucap Nathan lembut.


"Kau begitu memikirkan anak mu tapi tak memikirkan orang lain." Ucap Zania tegas.


"Alex itu anak mu Nia, dia anak kita jadi dialah prioritas utama kita bukan orang lain" Ucap Nathan masih dengan nada lembut.


Zania menatap tajam pada Nathan dan yang lainnya. Semua tahu kalau ia sedang marah jadi tak ada yang berani mencampuri urusannya dengan suaminya.


"Alex memang anak ku! Siapa bilang dia bukan anak ku? Hanya saja cobalah untuk merubah sifat egois mu terhadap kehidupan orang lain karena ingin anak mu bahagia!" Ucap Zania dingin.


Nathan menelan ludah kasar, oh istrinya sekarang sedang marah. Ini berarti tak ada jatah malam ini.


"Mengapa kau diam Hem?" Nathan tak mau memperpanjang masalah dengan istrinya karena ia tahu apa akibatnya nanti. Ia tak mau kalau istrinya akan pergi lagi. Cukup sekali dan tak ada yang kedua kakinya.


"Alex dimana gadis itu?" Tanya Zania tegas.


"Dia ada di suatu tempat ibu dan aku tak akan memberitahu ibu!" Ucap Alex santai.


" Ibu harap kau tak menyakitinya Alex! Karena kalau sampai itu terjadi akan ibu pastikan kalian tak akan melihat ku lagi!" Ucap Zania meninggalkan meja makan dengan wajah sendu.


Alex tertegun mendengar perkataan ibunya. Ia pun meninggalkan meja makan dan menyusul Zania begitu juga dengan Nathan. sedangkan yang lain hanya bisa tercengang melihat konflik keluarga itu.


🔥🔥🔥


"Ibu! Ibu tunggu!!" Panggil Alex mengejar Zania. Alex kemudian menggunakan kekuatannya agar ia bisa menandingi kecepatan ibunya. Zania memasuki kamarnya dan di ikuti Alex dan Nathan.


"Ibu !!"


Zania duduk di atas ranjang dan melihat kedua pria itu menatap khawatir padanya.


Alex duduk di bawah kaki Zania dan memeluk Zania lalu menyandarkan kepalanya ke pangkuan Zania. Sedangkan Nathan duduk di samping Zania dan memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Ibu jangan tinggalkan aku!" Ucap Alex lirih.

__ADS_1


Zania mengangkat kepala anaknya itu lalu membuka topeng Alex. Ia menatap wajah anaknya yang terdapat luka yang semakin lama semakin parah.


Tak terasa air matanya jatuh melihat kondisi anaknya.


"Hiks hiks hiks" Tangis Zania pecah membuat kedua pria itu khawatir.


"Nia ada apa dengan mu?" Tanya Nathan khawatir.


"Ibu!"


"Ibu begitu mengharapkan kesembuhan mu Alex, tapi dengan cara yang baik bukan dengan cara seperti ini!"


"Tak bisakah kalian memikirkan bagaimana kalau gadis itu adalah anak dan adik kalian. Gadis kecil yang bahkan tubuhnya sangat rapuh. Kalian malah ingin menyiksanya bahkan membunuhnya hanya karena kemauan kalian tak di turuti."


"Apa salah gadis itu hah?" Tanya Zania di sela tangisnya.


"Ibu aku berjanji tak akan menyakiti nya ibu! Aku berjanji!" Ucap Alex memeluk Zania sedangkan Nathan hanya bisa menghela nafas berat.


"Kau sudah berjanji Alex maka tepati lah, kalau kau sampai mengingkarinya ibu jamin kau tak akan melihat ibu lagi untuk selamanya!" Ucap Zania.


"Baik ibu aku berjanji!"


🔥🔥🔥🔥


Tik


Satu tetes cairan jatuh di kening Ana ketika Ana menutup matanya. Ana memegangi cairan itu dan melihat cairan apa itu?


Seketika mata Ana terbelalak


Darah!


Ana kemudian melihat ke arah langit-langit dengan pelan dan


"Akhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!"


Ana berteriak karena kaget ketika melihat ke arah langit-langit kamarnya. Di sana ada seorang wanita yang tengah bergelantungan dengan darah sekujur tubuh dan mata yang sudah keluar menggelantung.


Ana langsung berdiri dan menjauh. Ia mencoba membuka pintu kamar namun pintunya sudah terkunci.


Ia belum pernah melihat wanita itu sebelumnya. Aura yang di pancarkan wanita itu seperti aura marah padanya.


Wanita itu turun dengan merayap di dinding ia terus memandangi Ana dengan lekat.


"Siapa? Siapa kau?" Teriak Ana ketakutan.


"Hahahaha hahahah" Tawa Wanita itu menggelegar di penjuru kamar, tawa yang sangat mengerikan.


Ia pun mendekat pada Ana dengan cara merangkak dengan sisa-sisa darah yang menempel pada lantai.


Ana mengambil barang-barang yang dapat di jangkau nya dan melemparnya ke arah wanita itu. Namun barang-barang itu tak satupun mengenai wanita itu.


Wanita itu sudah mendekat pada Ana sedangkan Ana tak bisa apa-apa. Ia hanyalah wanita lemah yang tak bisa mengelak dari segala marabahaya.


"TATAP MATAKU!!" Suara wanita itu menggelegar. Ana menutup matanya karena meski ia bisa melihat arwah-arwah itu bukan berarti fisiknya kuat bisa saja ia kerasukan salah satu dari mereka dan ia tak mau itu sampai terjadi.


"Tatap!"

__ADS_1


"Tatap!!!!!!" Teriak lantang wanita itu yang mengejutkan Ana dan seketika membuka matanya.


Ketika Ana membuka matanya ia melihat seorang wanita cantik yang sekarang hadapannya.


Sepertinya ia pernah melihatnya!


Tapi dimana?


Ana baru mengingat kalau ia pernah melihat wanita itu. Yah wanita itu adalah wanita yang menolongnya untuk kabur dari paviliun dan meloncat dari jendela.


Dia adalah


NESYA!!


Seketika Ana terpaku dan terus menatap sampai ia merasakan ada sesuatu yang menarik ia dari kesadarannya.


Mata Ana tiba-tiba terasa berat, kepala nya pusing. Dan tiba-tiba kesadarannya perlahan menghilang.


Buk...


Ana terjatuh pingsan di sertai menghilangnya wanita itu.


Dalam beberapa detik Ana masih pingsan sampai.


_


_


Satu


_


_


Dua


_


_


Tiga


Mata Ana terbuka lebar dan menampilkan senyuman seringaian licik.


"AKU TELAH KEMBALI HAHAHAHA"


🔥🔥🔥


Pemasaran dengan kelanjutan nya


Simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah

__ADS_1


tbc


__ADS_2