Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 23


__ADS_3

Hai READERS.


Jangan lupa untuk mampir ke novel terbaru Author.


Judulnya "Berpindah ke masa depan." Genre romantis, Action dan time travel yah baru 4 episode dan akan up setiap hari.


Kali ini author buat novel time travel ke masa depan yah biar beda aja gitu..


Selebihnya silahkan klik profil author untuk membaca novelnya.


Jangan lupa tinggalin jejak kalian yah..


Author tunggu!!!


Happy reading


______________________________________________


Ana mencoba membuka matanya dan menelusuri ruang gelap itu dengan tatapan sayu nya. Kepalanya sangat pusing, ingin sekali ia memegangi kepalanya tapi betapa terkejutnya dia mendapati tangannya terikat.


Ceklek


Pintu terbuka dan menampilkan sesosok yang Ana kenali.


"Samuel!" Ucap Ana lirih.


"Kau sudah sadar Ana?" Tanya Samuel mendekat dengan sebuah nampan berisi makanan.


"Sam lepaskan tanganku." Ucap Ana.


"Lalau apa yang akan kau lakukan setelah aku melepaskan tangan mu?" Tanya Samuel mengaduk-aduk bubur dalam mangkuk itu.


"Aku ingin pulang Sam." Ucap Ana yang tak mengerti jalan pikir Samuel.


"Pulang kemana Ana?" Tanya Samuel.


"Apa kau ingin pulang ke tempat Alex?" Tanya Samuel tersenyum.


Ana hanya diam karena sejujurnya Ana ingin menemui pria itu untuk memberikan langsung dan memastikan kalau Alex meminum obat itu.


"Dari sikap diam mu saja aku tahu kau ingin pergi ketempat pria itu." Ucap Samuel sinis.


"Apa kau mencintai nya hmmm?" Tanya Samuel mengelus pipi Ana.


"Apa yang kau katakan Sam?" Tanya Ana bingung.


"Sepertinya kalian sudah saling jatuh cinta." Ucap Samuel memegang rambut Ana.


"Apa maksud mu?" Ucap Ana.


Samuel mendekat dan berbisik pada telinga Ana.


"Kau tak boleh mencintainya, kalau pun kau sudah mencintai ******** itu maka kau harus kubur semua rasa cinta mu. Kau mau tahu mengapa aku melarang mu" Ucap Samuel berbisik lembut di telinga Ana.


"Karena kau hanya boleh mencintaiku seorang, hanya Samuel saja. Kau paham!" Ucap Samuel tersenyum sinis.


"Mengapa kau melakukan ini? Apa salah ku pada mu?" Tanya Ana lirih.


"Salah mu adalah kau berhasil membuat ku gila Ana, kau sudah membuat aku jatuh dalam kepolosan mu."Ucap Alex tersenyum.


"Jadi kau mencintai ku?" Tanya Ana memastikan.


"Tentu Ana dan kau juga harus belajar untuk mencintai ku." Ucap Samuel.

__ADS_1


"Kalau aku tidak mau."


"Hahahaha aku tak perlu meminta persetujuan mu sayang, karena aku akan melakukannya sendiri." Ucap Samuel tertawa sinis.


"A apa yang akan kau lakukan.?" Tanya Ana gugup.


"Baiklah biar ku jelaskan."


"Pertama, aku akan menikahi mu dengan restu maupun tanpa restu siapapun.


Lalu aku akan mengikat mu dengan menanamkan benih cinta ku di rahim mu agar kau tak pergi dan tak akan diambil orang lain"


Tubuh Ana menegang mendengar perkataan Samuel, ternyata di balik sikap ramah nya Samuel menyimpan sifat seorang ********.


"Lepaskan aku Sam, aku mohon!" Ucap Ana lirih.


"Mengapa kau keras kepala sekali Ana? Aku sudah mengatakan kalau aku tak akan melepaskan mu sampai aku mengikat mu dengan benih ku. Kecuali kau mau aku melakukannya sekarang dan kita tak perlu menunggu hari pernikahan itu." Ucap Samuel.


"Tidak, aku tidak mau." Ucap Ana.


"Mengapa kau tak mau Ana? Apa kurangnya aku ini ?" Ucap Samuel geram.


"Karena kau seorang baj*ngan." Ucap Ana.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Ana.


"Meski aku mencintai mu tapi tak akan ku biarkan kau berkata kasar pada ku sayang, akan ku ajari kau cara berbicara dengan baik."


"Lepaskan aku Sam!!" Teriak Ana.


"Tidak akan sayang ku. besok adalah hari pernikahan kita jadi bersiaplah untuk menempuh hidup yang baru bersama ku." Ucap Samuel berlalu pergi keluar kamar.


Bagaimana ini?


Untuk pertama kalinya aku berharap kau datang Alex, aku berharap tolong selamatkan aku hiks hiks hiks


*******


Hari sudah menjelang sore, kini Alex sudah pulang dari istana dan menuju paviliun. Ia mempercepat langkahnya masuk ke paviliun karena perasaannya tidak enak.


Alex memasuki kamar dan mendapati kamar dalam keadaan kosong. Alex mencari keberadaan Ana namun tak ada tanda-tanda kehidupan di paviliun itu.


Alex berlari menuju taman, ia menelusuri taman dan sekali lagi ia masih tak bisa menemui Ana.


Apa Ana kabur?


Tapi tidak mungkin, karena Alex memasang dinding pembatas dan Alex yakin Ana tak bisa menembusnya karena Ana tak memiliki kekuatan.


Kecuali Ana pergi dengan seseorang.


Alex bergegas memasuki kamar untuk melihat apakah ada tanda yang bisa menjelaskan kepergian Ana.


Alex menelusuri kamar dan mendapatkan satu botol dengan sebuah kertas.


Alex membuka kertas itu dan ternyata dari Ana.


"Tuan terimakasih sudah berbaik hati padaku sudah memberi makan dan tempat tinggal yang nyaman. Aku tak tahu bagaimana cara membalasnya tapi aku sudah membuatkan mu sesuatu. Tolong hargai perbuatan ku, minum ramuan yang ada di dalam botol itu. Maaf bila aku menyusahkan mu. Sekali lagi terimakasih"


(Deana Sistina)


Seperti petir yang menyambar, entah mengapa hati Alex terasa terluka ketika membaca surat itu.

__ADS_1


"Apa dia sudah pergi meninggalkan ku, tapi mengapa? Padahal Aku sudah berusaha baik agar ia nyaman di dekat ku." Ucap Alex lirih.


Alex melirik botol itu dan membuka tutupnya ia penasaran apa isi botol itu.


Cairan.


Alex tanpa ragu langsung meneguk cairan itu dan menghabisinya, ia tak peduli jika itu racun atau apapun.


Yang jelas sekarang hatinya tengah terluka.


Setelah meminum ramuan itu kepala Alex rasanya sangat berat, Alex melepas topengnya dan memijit-mijit keningnya. Perut nya terasa mual sekali dan


Huak...


Alex memuntahkan gumpalan darah hitam dari mulutnya secara terus menerus, ia merasa tubuh nya seperti tersedot akan sesuatu.


Apa ini racun?


Alex tersenyum kecut, mungkin ini pantas baginya yang telah membuat gadis itu menderita.


Tapi ada yang aneh, Alex merasa tubuhnya lebih ringan dan rileks. Ia tak merasakan pusing lagi dan perutnya sudah membaik.


Ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, disaat Alex sudah sedang berkumur-kumur Alex menatap pantulan wajahnya di permukaan air.


Luka itu.


Luka itu sudah hilang.


Alex memegangi wajahnya yang tadinya tempat luka itu, sekarang wajah Alex sudah bersih.


Jadi yang tadi itu adalah obat penawar.


Apa ia sengaja membuatkannya untuk ku.


Alex kembali ke kamar dan memakai topengnya, ia bertekad sebelum gadis nya kembali ia tak akan membuka topeng itu.


"Ingin lari dari ku hah?"


"Maka bersiaplah untuk tertangkap lagi kucing kecil."


"Sekali aku mengatakan kau milik ku maka kau adalah milik ku."


"Jika ada yang berani mendekatimu atau berniat memiliki mu, maka orang itu harus siap untuk menutup matanya selamanya."


"Aku Alexander Steven Gerrard, aku mengakui kalau aku mencintai mu Deana Sistina."


"Tunggu aku!"


*******


penasaran


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya


Dan jangan lupa untuk mampir ke novel baru Author. Berpindah ke masa depan.


Gentar Action, Romantis Dan time travel.


Di tunggu!!!


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar

__ADS_1


tbc


__ADS_2