
Ceklek
"Sayang." Panggil Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah mendengar teriakan Ana.
Alex menghampiri Ana dan memeluk tubuh Ana yang sedang menunduk dan menangis ketakutan.
"Sayang ada apa?" Tanya Alex bingung.
"Hiks hiks hiks, sakit." Ucap Ana lirih.
"Apanya yang sakit.?" Tanya Alex khawatir, ia dengar dari Mery kalau Mery membuat istrinya ini hilang ingatan akan kejadian sebelumnya. Tapi mengapa malah ada yang sakit, apa terjadi sesuatu yang melukai Ana.
"Dada ku sakit." Ucap Ana menatap wajah Alex dengan bergelinang air mata.
Alex semakin khawatir dengan Ana dan berlari menuju pintu, Alex kemudian berteriak untuk segera di panggilkan tabib.
"Minum lah dulu." Ucap Alex memberikan Ana secangkir air putih.
"Apa yang terjadi sayang?" Tanya Alex.
"Aku bermimpi buruk." Ucap Ana memeluk tubuh Alex dengan erat.
"Itu hanya sebuah mimpi, jangan di bawa ke hati." Ucap Alex mengelus kepala Ana.
"Tapi itu terasa nyata hiks hiks." Ucap Ana menangis.
"Coba ceritakan." Ucap Alex merasa sakit ketika melihat Ana yang menangis pilu.
"Aku tak bisa, hiks hiks itu terlalu perih untuk di ceritakan." Ucap Ana.
"Baiklah tenang kan lah diri mu dulu sayang, sebentar lagi tabib akan datang. " Ucap Alex mencium pucuk kepala Ana.
******
Ana kini duduk di sebuah taman di dekat kamarnya dengan Alex, ia menyandarkan kepalanya di bahu Alex karena masih merasa tertekan dan sedih akan mimpi yang tak sanggup untuk ia bagikan pada orang lain.
"Alex peluk aku." Pinta Ana manja.
Alex tersenyum manis lalu memeluk Ana dengan erat, tak lupa pula Alex terus menghujani ciuman di pucuk kepala Ana.
"Sayang." Ucap Alex mengelus kepala Ana.
"Hmmm" Ucap Ana menikmati pelukan hangat tersebut.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Alex.
"Tidak." Jawab Ana cepat, dan memang ia sedang tak baik-baik saja.
"Ada yang kau ingin kan? Supaya kau merasa lebih baik." Tanya Alex.
"Ada." Jawab Ana manja.
"Apa?" Tanya Alex penasaran.
"Bawa aku jalan-jalan." Ucap Ana menatap lekat mata Alex yang berwarna hitam pekat.
"Kemana?" Tanya Alex.
"Hutan Viona." Ucap Ana penuh harap.
__ADS_1
Kening Alex berkerut dengan permintaan istrinya itu, mengapa para wanita banyak sekali yang meminta ke hutan itu. Apa bagusnya hutan itu, hanya ada bunga-bunga saja selebihnya hanya ada pepohonan.
"Untuk apa sayang? Lebih baik cari tempat yang bagus sana." Ucap Alex.
"Aku mohon bawa aku kesana." Ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.
Alex menjadi bingung melihat mata Ana yang sudah berair, sebenarnya Alex begitu malas pergi kehutan itu karena merasa hutan itu sangat aneh. Terlebih lagi dulu ia pernah kehilangan Cassia di sana.
"Emmmm baiklah." Ucap Alex pasrah, walaupun hatinya menolak pergi kesana tapi ketika melihat tampang istrinya yang menyedihkan itu ia menjadi tak tega.
"Terimakasih."Ucap Ana memeluk manja paa Alex.
********
Hari semakin siang, kini Alex dan Ana baru saja sampai di bibir hitam dengan beberapa pengawal.
Alex mengikuti kemana pun Ana berjalan menelusuri hingga ke dalam hutan begitu juga dengan pengawal lainnya. Tak lupa pula Alex juga membawa Mery agar Ana merasa nyaman karena ada teman wanita bersamanya.
Ana terus berjalan menelusuri hutan yang sejuk dengan pepohonan yang rapi, sampailah Ana pada sebuah ladang yang sangat luas dengan hamparan bunga yang indah dan langkah.
Ia melihat pada ayunan yang bergoyang karena tertiup angin, ayunan yang ia buat ketika ia masih berumur 12 tahun, karena kesepian tak punya teman Ana jadi sering kehutan ini dan membuat ayunan agar ia bisa menikmati indahnya pemandangan.
Tak terasa air mata Ana terjatuh karena sedari tadi ia tak bisa melihat orang yang ingin ia temukan.
Alex yang melihat Ana menangis menjadi khawatir, ia pun mendekat pada Ana dan memeluk hangat tubuh Ana. Entah mengapa? Sepertinya suasana hati Ana sedang tak bagus.
"Sayang apa apa?" Tanya Alex.
"Dia tidak ada hiks hiks." Ucap Ana tanpa sadar membuat Alex menjadi bingung.
Siapa yang tidak ada?
Apa Ana datang kemari untuk menemui seseorang?
Ana pun tersadar dengan apa yang baru saja ia ucap kan, bagaimana bisa ia kebablasan dalam berbicara.
"Itu emmmm"
"Jawab Ana! Siapa yang tidak ada? Apa kau kemari untuk menemui seseorang?" Tanya Alex tegas.
"Hmmm ya." Ucap Ana.
"Siapa?" Tanya Alex, sungguh ia tak suka dengan sebuah rahasia. Apa lagi kalau sampai yang ingin Ana temui itu laki-laki.
"Ibu ku." Ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca membuat jantung Alex seolah berhenti berdetak mendapatkan kenyataan bahwa wanita yang ia cintai ini tengah dalam keadaan yang amat terpuruk.
"Ibu mu, bukannya?"
"Aku tahu, tapi aku bisa melihat nya. Bukan hanya dia, tapi semua yang sudah mati aku bisa melihat nya." Ucap Ana jujur, meski harus di rahasiakan tapi lambat laun juga akan terbongkar.
"Apa? " Alex begitu terkejut dengan sebuah penyataan baru yang membuat Alex tak habis pikir.
"Jadi selama ini."
"Hmmm"
"Maaf kan aku karena sudah berburuk sangka." Ucap Alex memeluk Ana, ia sungguh kesal karena sempat berfikir kalau Ana ingin menemui seorang pria.
"Tidak apa-apa." Ucap Ana.
__ADS_1
"Apa sekarang kau sudah melihat ibu mu.?" Tanya Alex.
Ana hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Mengapa? Apa ibu mu tak ada di sini?"Tanya Alex ikut bersedih.
"Aku tidak tahu hiks hiks. Biasanya ia akan ada di sini hiks hiks tapi tapi sekarang aku tak pernah melihatnya bahkan di dalam mimpi sekali pun." Ucap Ana terisak-isak.
"Menangis lah Ana menangis lah, tumpah kan segalanya di sini bersama ku." Ucap Alex memeluk hangat tubuh Ana.
Semua orang mengerti akan keadaan itu pun memilih memantau dari jarak jauh agar tak mengganggu.
"Terimakasih."Ucap Ana mulai tenang.
"Apapun untuk mu sayang."
_
_
_
_
_
Author sudah up 2 eps yah.
Kenapa gak 3?
Karena Author masih sibuk dan juga harus nulis novel yang satu nya lagi 2 eps.
Nah walau 2 eps. ini kata-kata per bab nya lebih seribu loh.
author kasih tau sedikit tentang jadwal up nya yah.
Nah untuk jadwal up, itu selang-seling dengan novel author yang satu lagi.
Minsalnya hari update berarti besok tidak up, karena author harus up untuk novel sebelah.
Kecuali author punya waktu senggang biasanya author akan rutin up setiap hari.
Loh Thor kok gini sih ceritanya?
Emang kau mau kayak mana ha? Yang buat aku kok kau yang protes.
Aku sudah buatkan ceritanya sesuai dengan alur yang sudah Ku pikirkan sebelumnya yah. Nih cerita belum sampai ke konflik nya jadi harus sabar.
Author kenapa sekarang udah gak teratur up nya?
Karena udah malas aku oi. udah gak semangat aku Wak.
Kenapa bisa gak semangat?
Banyak kali silent reader 😂😂😂😂
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar.
tbc