
Hari ini adalah hari perjamuan. Banyak sekali tamu yang datang untuk menyaksikan kedatangan ratu mereka yang sebelumnya di kabarkan menghilang. Ana dan Alex pun masih ada di dalam kamar, bergelut manja di atas ranjang tanpa busana. Mereka tak memikirkan bahwa di luar sana sudah ada banyak orang yang berdatangan.
Lalu di mana Denise dan Delisa? Demi kelancaran gelutan nya, Alex memindahkan Denise dan Delisa tidur di kamar Nathan dan Zania. Sungguh ayah yang kejam.
Alex kini tengah memeluk Ana membelai wajah Ana yang memerah bak kepiting rebus. Ini adalah hari yang hangat.
"Sayang." Alex menurunkan posisi nya hingga kepalanya sejajar dengan dada Ana, lalu dengan lembut Alex menanamkan wajahnya di kedua gunung kembar Ana.
"Hmmm."
Alex mulai melakukan aktivitas yang semalam ia lakukan, Alex menghisap salah satu payu**ra Ana dan meremas meremas yang satunya lagi. Ana pun di buat menggeliat karena merasakan kembali sensasi panas.
"Sayang, aku mau lagi." Pinta Alex sembari menj**at pu**ng Ana.
"Hmmm.
__ADS_1
Skip.
(Udah jangan banyak-banyak, nanti dosa.)
Setelah pergelutan panas, Alex dan Ana pun membersihkan diri dan tak bisa di pungkiri lagi ketika di kamar mandi Alex pun melakukan hal yang sama lagi.
Setelah selsai barulah Alex dan Ana memakai pakaian formal mereka.
Di luar sana sudah banyak tamu yang berdatangan dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Ini adalah perjamuan terbesar dan termewah sepanjang abad di karenakan kerjaan membolehkan para rakyat untuk ikut perjamuan. Masyarakat pun senang berbondong-bondong memakai pakaian terbaik mereka. Meski ruangan antara bangsawan dan rakyat biasa di bedakan tetap saja hal ini membuat mereka bahagia karena bisa hadir di perjamuan yang makanan nya sangat mewah dan juga enak.
"Sebentar lagi ayah dan ibu kalian akan datang." Jawab Natha menenangkan cucunya yang sedang cemburu, karena ia juga pernah merasakan ketika Alex cemburu padanya saat dekat dengan Zania.
Nathan memperhatikan cucu-cucu nya dengan penuh kewaspadaan, bagaimana pun cucunya itu masih kecil dan suka berkeliaran. Ia tak mau kejadian dulu terjadi lagi pada cucunya juga.
Nathan memperhatikan dengan teliti gerak-gerik Delisa yang sedang menjajah makanan di atas meja. Hari ini adalah pesta jamuan terbesar dan tentu saja banyak makanan lezat terpampang di atas meja yang membuat orang tergoda untuk menyicipinya.
__ADS_1
Nathan tersenyum manis ketika Delisa berjalan menuju ke arah nya dengan pipi gembul yang bergoyang dan sepotong kue yang ada di tangan nya.
Dengan balutan gaun yang cantik dan hiasan rambut yang elegan membuat Delisa seperti putri dalam dongeng. Nathan merentangkan tangannya memeluk cucu perempuan nya yang sangat menggemaskan.
"Kakek, ini hadiah dari Lisa. Ayo dimakan!" Nathan memperhatikan sepotong kue yang ada di tangan Delisa, tampak kue itu sudah lumayan hancur karena di genggam kuat oleh Delisa. Tanpa banyak bicara Nathan pun memakan kue dari tangan Delisa membuat Delisa tersenyum lucu.
Sebuah pengumuman mengatakan bahwa Raja dan Ratu sudah tiba, suasana yang tadinya penuh dengan obrolan seketika hening.
Alex dan Ana memasuki ruang pesta dengan bergandengan tangan membuat para tamu terkesima dan ada juga sebagian yang iri.
Di sudut sana seorang wanita tersenyum licik dengan sebuah botol yang ada di tangannya. Ia meminum ramuan yang ada di botol itu lalu memandang Alex dari kejauhan.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milik ku dan posisi Ratu ada di tangan ku."
tbc
__ADS_1