Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 57


__ADS_3

Di dalam mimpi, Ana dan ibunya bercerita menuangkan rasa rindu dan juga kasih sayang. Tak terasa sudah begitu lama, meski Ana merindukan dan tak ingin pergi dari ibunya, namun ada mereka yang di sana sedang menunggu Ana untuk bangun dan memberikan senyuman.


"Ana, sebaiknya kau pulang."


"Aku hiks hiks, aku pasti akan merindukan mu ibu," tangis Ana pecah. Ini adalah terakhir kalinya Ana bisa bertemu dengan ibu nya.


"Sayang, jangan menangis! Kau tahu, aku tak akan pergi jika kau belum bahagia, tapi sekarang kau sudah bahagia jadi aku juga akan bahagia di tempat ku nanti."


Perkataan Viona membuat Ana semakin terisak,sungguh ia begitu tak rela. Angin bertiup dengan kencang membuat Ana terkejut, di depannya wajah sang ibu menampakan raut bahagia serta sendu. Ada senyuman manis yang perlahan-lahan hilang terbawa angin.


"Ibu."


Ana panik, tubuh ibunya perlahan-lahan melebur seiring angin bertiup. Ana mencoba memegang tangan Viona namun yang ia dapat hanyalah segenggam angin yang tak dapat di pegang.


"Ibu hiks hiks ibu!!"


Ana berteriak ketika Viona sudah menghilang dari hadapannya dan hanya menyisakan hamparan bunga yang bergoyang-goyang terkena hembusan angin.

__ADS_1


"Mengapa? Mengapa begitu cepat?"


"Ibuuuuuuuuu"


Seketika Ana terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang berkeringat, air mata Ana terjatuh karena ia baru sadar sekarang sudah waktunya ia bangun dan melupakan semua kejadian pahit dalam hidupnya.


"Ana." Alex yang terkejut karena Ana berteriak bangun dari tidurnya dan melihat kalau istrinya sudah sadarkan diri. Alex pun mendekat dan memeluk tubuh Ana yang masih bergetar hebat. Sungguh Alex tak tahan, ini pasti sangat menyakitkan bagi istrinya.


Hiks hiks hiks.


"Menangis lah sayang, menangis lah! Keluarkan semua kesedihan mu,ada aku di sini yang akan mendengarkan mu." Sejenak menjadi suasana yang hening dan pilu, hanya ada tangisan Ana yang menyiratkan kesakitan dan juga penderitaan.


Maafkan aku karena pernah menjadi salah satu orang yang membuat mu menderita, maafkan aku.


Setelah beberapa jam menangis hingga mata Ana membengkak, Ana pun sudah bisa mengontrol emosi nya. Ana kini sedang berada di kamar mandi membasuh wajah nya yang sembab. Ana malu karena ia begitu lama menangis hingga baju Alex basah penuh air mata dan juga ingus nya.


Setelah selesai Ana pun keluar dari kamar mandi mendapati Alex yang sedang duduk di atas ranjang sembari mengelus rambut Denise dan Delisa. Seulas senyuman hangat terukir di bibir Ana, hatinya menjadi hangat dan damai setelah melihat kehangatan Alex. Mungkin ini saatnya Ana membuka hatinya untuk Alex, menerima semua yang telah terjadi dan mulai berjalan menuju masa depan yang bahagia.

__ADS_1


Ana pun berjalan mendekat, dengan inisiatif sendiri Ana memeluk Alex dari belakang. Sontak Alex terkejut dan mendongak kan kepalanya menatap wajah Ana yang tersenyum sambil memeluk Alex. Alex tersenyum senang dan memutar tubuhnya, ia memeluk Ana menyandarkan kepalanya di dada Ana dikarenakan Alex yang duduk di atas ranjang dan Ana yang berdiri membuat Alex lebih leluasa menguasai tubuh Ana.


"Terimakasih sayang," Alex mengecup bibir Ana singkat membuat pipi Ana merona merah.


"Terimakasih untuk apa?" tanyanya mengelus rambut Alex.


"Karena sudah mau memeluk ku," jawab Alex tersenyum manis.


"Hehehe." Kekeh Ana geli ketika Alex meraba punggung nya.


"Ayo kita mulai dari awal." Ajak Alex menatap Ana serius.


"Ayo."


"Terimakasih."


tbc

__ADS_1


__ADS_2