
Acara jamuan kerajaan tengah di laksanakan, semua orang begitu menikmati makanan dan obrolan mereka, tapi tidak untuk Alex yang sedari tadi menunggu para suruhannya untuk melapor dimana gadis kecilnya bersembunyi.
"Alex!!"Panggil Samuel.
"Hmmm!!"
"Hahaha kau ini dingin sekali!!"
"Ada apa?"
"Tidak ada! Aku hanya ingin berbincang dengan mu saja, kulihat kau seperti nya sedang dalam keadaan hati yang buruk!"
"Kalau tahu hati ku sedang buruk mengapa kau malah bertanya lagi!" Ucap Alex sinis.
"Hahaha tenang kawan aku hanya berbasa-basi saja!" Ucap Samuel tertawa renyah.
"Coba ceritakan apa masalah mu Lex? Biasanya kau tak akan seperti ini meski kau sedang di ambang maut!" Ucap Samuel menggoda Alex.
"Cih, kau ini sangat cerewet sekali!"
"Hahaha cerewet-cerewet gini aku adalah sahabat mu tahu!"
"Terserah kau saja!"
"Ayolah kawan ceritakan saja!" Pujuk Samuel
"Hah gadis itu kabur!" Ucap Alex geram.
"Apa!! maksudmu gadis yang bisa mengobati mu itu kan? Bagaimana bisa?" Bisik Samuel agar tak ada yang mendengar.
"Hmmm aku tidak tahu bagaimana ia bisa kabur tapi, sejauh apapun ia pergi aku pasti akan menemukannya!" Ucap Alex tegas.
"Hmmm mengapa kau begitu berambisi untuk mendapatkannya? Bukankah kau tak memerlukan obat itu?" Tanya Samuel
Alex menatap tajam pada Samuel yang tersenyum manis ke arah nya.
"Aku memang tak membutuhkan obat itu, tapi aku masih belum puas untuk membuatnya menderita!"
"Ck ck kau ini sungguh kejam, tak pernah kah kau berfikir kalau ia sudah lebih menderita sebelum kau bertemu dengannya di tambah lagi kau ingin menambah penderitaannya. Apa itu tidak berlebihan."
"Aku tak peduli!"
"Coba kau bayangkan kalau gadis itu adalah adikmu, apa yang akan kau lakukan bila adikmu mendapatkan hal yang serupa!" Ucap Samuel tetap tenang.
"Jangan pernah bandingkan adik ku dengan gadis hina itu, dan satu lagi ini semua bukan urusanmu. Meski kita bersahabat cukup pada batas nya saja tanpa menerobos hal pribadi orang lain, camkan itu!!!"Ucap Alex marah dan hendak pergi.
"Hahaha hati-hati Alex kau bisa jatuh cinta dengan gadis itu nanti!" Ucap Samuel santai.
"Ku pastikan itu tak akan terjadi!" Ucap Alex pergi dari acara itu dan menuju paviliun nya.
__ADS_1
Samuel hanya tersenyum menyeringai melihat sahabatnya pergi.
"Kali ini aku akan menerobos kehidupan pribadi mu Alex, aku akan menghianati mu sebagai sahabat. Aku akan membawa gadis itu pergi meski resiko terberat akan ku tanggung!"
**********
Alex berjalan menuju paviliun nya tepatnya kamar Ana sebelumnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang belum terganti sama sekali.
Wangi khas dari tubuh Ana masih tercium di selimut yang ada di atas ranjang itu dan seolah-olah wangi itu bisa menenangkan hatinya yang sedang kacau.
Ia membuka topengnya dan pakaian nya di ganti dengan pakaian yang lebih santai. Ia merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Alex mengingat perkataan Samuel tadi.
"Hahaha hati-hati Alex kau bisa jatuh cinta dengan gadis itu nanti!"
Ia menghela nafas berat, mana mungkin ia akan jatuh cinta dengan gadis hantu seperti Ana, ia bahkan tak tahu apa itu arti cinta. Tapi jujur saja kalau sekarang ia ingin sekali memeluk gadis itu dan membuat gadis itu menangis.
Perlahan Alex menutup matanya dan mulai terbawa alam mimpi yang indah.
********
Malam terus berlalu membuat semua orang tertidur pulas dan hanyut dalam mimpinya.
Krieeet
Suara pintu terbuka mengejutkan Ana yang sedang tertidur, Ana melihat sesosok yang ada di hadapannya menutup pintu.
Ana menghela nafas lega.
"Samuel!" Ucap Ana senang.
"Apa kau sudah siap untuk pergi?" Tanya Samuel.
"Iya!"
"Sebelum itu makan dan minumlah terlebih dahulu, kau harus punya energi yang cukup untuk bisa berlari dari tempat ini" Ucap Samuel memberikan makanan yang ia ambil diam-diam di dapur istana.
Ana meneteskan air matanya melihat kebaikan Samuel, belum pernah ia mendapatkan perhatian seperti ini terlebih lagi mereka baru saja mengenal.
"Mengapa kau menangis Ana? Apa makannya tak enak?" Ucap Samuel.
"Terimakasih! Terimakasih sudah mau menolong ku!" Ucap Ana tulus.
"Hehehe sudah kubilang jangan berterimakasih sekarang, berterimakasih lah ketika kau sudah bebas dari sini!"
"Tapi apa kau tak akan terkena masalah nanti?" Tanya Ana khawatir.
"Kau tak perlu memikirkan itu okeh, makanlah kita harus pergi dari sini sebelum matahari terbit!" Ucap Samuel mengelus kepala Ana.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Samuel dan Ana memulai pergerakan mereka.
Samuel terlebih dahulu keluar dari ruangan itu untuk melihat apakah ada penjaga yang sedang berjaga.
"Ayo Ana!" Ajak Samuel menggenggam tangan Ana dan mulai mengendap-endap. Samuel membawa ana kearah gerbang belakang.
Sesampainya di gerbang belakang Samuel mulai melihat situasi di sekitaran situ. Banya penjaga yang sedang berjaga-jaga dan itu akan menjadi sedikit sulit.
Samuel menyuruh Ana untuk tetap bersembunyi dan Samuel pergi menghadap pengawal itu.
"Salam yang mulia, apa yang anda lakukan malam-malam di sini!" Ucap salah seorang penjaga.
"Oh hahaha aku hanya tidak bisa tidur, rasanya aku ingin sekali berbincang-bincang sambil minum. Maukah kalian menemaniku untuk minum!" Ucap Samuel ramah.
Semua orang tahu bahwa Samuel adalah orang yang sangat ramah dan sopan itulah para penjaga sangat senang mendapatkan ajakan itu.
"Mungkin beberapa penjaga bisa menemani Anda yang mulia, dan sisanya akan tetap di sini berjaga-jaga."
"Haha tidak asik bila yang ikut hanya separuh, lagi pula ini sedang dalam situasi aman. Kitakan hanya minum di situ tidak terlalu jauh dari gerbang."
Para penjaga saling pandang, dan akhirnya setuju. Mereka pun pergi untuk menikmati hidangan yang di tawarkan Samuel.
"Baiklah kalian tunggu saja di sini, aku akan mengganti baju ku dulu, kalian nikmati saja makanan nya yah."
"Baik yang mulia terimakasih!"
Dasar orang-orang bodoh!!
Samuel langsung pergi meninggalkan para penjaga itu yang sedang menikmati hidangan tersebut tanpa menaruh curiga sedikit pun.
"Ana ini kesempatan yang baik, cepatlah." Ucap Samuel menarik tangan Ana.
Ketika mereka sudah sampai di luar gerbang, Samuel menatap Ana.
"Ana berlari lah sampai di ujung hutan sana, kau akan menemukan sebuah gua. Tunggu aku di sana, besok pagi aku akan datang menjemputmu maaf kalau aku hanya bisa menghantar mu sampai di sini!"
"Terimakasih hiks hiks" Ana memeluk Samuel dalam tangisnya dan dibalas hangat oleh Samuel.
"Berhati-hatilah Ana, pegang ini! gunakan ini jika ada hewan-hewan yang berbahaya, dan tetaplah hidup" Ucap Samuel memberikan sebuah belati dan juga beberapa makanan
"Pergilah! dan jangan pernah menoleh kebelakang apapun yang terjadi"
"Baiklah!"
"Sampai jumpa di sana Ana!"
"Sampai jumpa lagi Samuel dan terimakasih!"
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
tbc