Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 15


__ADS_3

Malam sudah berganti menjadi pagi. Orang-orang kembali melakukan aktivitasnya masing-masing.


Samuel pagi-pagi sekali sudah pergi dari istana Diamond dan menuju hutan belakang untuk menemui Ana.


Ia juga membawakan beberapa makanan dan pakaian untuk Ana nanti.


Entah mengapa rasa kepedulian Samuel pada Ana begitu besar ketika ia melihat gadis kecil itu sepertinya sangat menderita. Atau mungkin ada perasaan lain selain rasa peduli.


Samuel menelusuri hutan lebat itu menuju gua yang ia katakan semalam pada Ana.


Sesampainya di gua, Samuel mulai mencari-cari Ana tapi gua itu dalam keadaan kosong dan sepertinya belum ada seseorang pun yang datang ke gua itu.


Aneh!


Mengapa Ana tidak ada di sini?


Apa Ana semalam dalam keadaan bahaya, atau Ana?


Samuel mencoba menepis segala pikiran negatif di benaknya, ia kembali menelusuri sekitaran gua.


"Ana!!!"Teriak Samuel tapi tak ada suara sahutan dari siapa pun,hanya ada suara angin dan serangga-serangga di hutan.


"Kau mencari ku?" Ucap seseorang di belakang Samuel.


Samuel begitu terkejut dan kemudian berbalik. Ia tersenyum senang melihat orang yang ada di hadapannya.


"Ana!" Ucap Samuel senang.


"Kau baik-baik saja?" Ucap Samuel mendekat.


"Aku membawakan mu makanan dan pakaian, selepas ini aku akan mengantar mu kembali kerumah mu!" Ucap Samuel tersenyum tulus.


"Benarkah?" Tanya Ana gugup dengan wajah sendu


"Yah, aku kan sudah berjanji pada mu Ana! Ada apa Ana ? mengapa kau gugup?"


Ana hanya terdiam dan mencoba menyembunyikan wajah sendunya. Lalu tiba-tiba Ana tertawa terbahak-bahak membuat Samuel menjadi bingung.


"Hahahaha hahahaha"


"Ana apa yang terjadi? Ada apa dengan mu?" Tanya Samuel khawatir.


"Sudah ku bilang jangan mencampuri urusan ku!" Ucap Ana seketika berubah wujud menjadi seorang pria.


Samuel membulatkan matanya terkejut, bagaimana bisa?


"A Alex?" Ucap Samuel gugup.


"Aku sudah pernah mengatakan pada mu Sam, jangan pernah untuk menerobos masalah pribadi ku atau kau akan tahu akibatnya meski kau adalah sahabat ku." Ucap Alex dingin.

__ADS_1


Samuel yang semula gugup berusaha untuk tenang seperti kebiasaannya.


"Aku tahu kau tak suka kalau masalah pribadi mu ku terobos, tapi sebagai sahabat yang baik aku hanya menolong mu dari sebuah kejahatan keji yang akan kau lakukan pada gadis yang tak berdaya!" Ucap Samuel tenang.


"Aku sudah pernah mengatakan Sam, itu bukan urusanmu!!"


"Tapi sekarang menjadi urusan ku Alex! gadis itu meminta bantuan pada ku dan aku sudah berjanji untuk membantunya!"


"Kalau begitu langkahi dulu mayat ku baru kau bisa membantu gadis itu"


Samuel tertegun mendengar perkataan Alex. Ia sangat tak habis pikir dengan sahabat nya ini yang begitu terobsesi pada Ana si gadis malang.


"Dimana Ana, Alex?" Tanya Samuel.


"Gadis itu sudah ku sembunyikan jauh dan tak akan ada yang bisa menemukannya selain aku. Jadi kubur saja dalam-dalam niat baik mu itu Sam!"


"Kau keterlaluan Alex!" Ucap Samuel geram.


"Mengapa kau begitu memperdulikan nya Sam, Apa kau menyukainya?"


"Kalau iya mengapa? masalah untuk mu!" Ucap Samuel enteng.


Alex menjadi geram, tapi ia berusaha menahan emosinya karena ia tak mau melukai sahabatnya itu.


"Sebaiknya kubur dalam-dalam saja rasa suka mu itu Sam, karena kau tak akan bertemu dengannya.!" Ucap Alex tegas.


"Hahahaha baiklah aku akan pulang, berikan ini padanya dan sampaikan permintaan maaf ku padanya" Ucap Samuel memberi makanan dan pakaian tadi lalu beranjak pergi.


"Tak akan ku biarkan kau bertemu dengan gadis ku Sam, akan ku sembunyikan ia sejauh-jauhnya dan kalau perlu akan ku habisi langsung nyawamu kalau kau melampaui batas mu tak peduli kau sahabatku atau bukan!" Batin Alex lalu melenggang pergi.


Sedangkan Samuel melenggang pergi kembali ke istana dalam keadaan tenang di wajah namun berkecamuk di hati.


"Akan ku dapatkan apa yang aku inginkan meskipun dengan cara kotor. Tak peduli kau sahabat ku ataupun bukan, kalau aku tak bisa memiliki Ana berarti kau juga tak bisa Alex! tunggu saja nanti.!" Batin Samuel.


*********


Di sebuah ruangan gelap.


Ana sedang berbaring di atas ranjang dalam keadaan lemah. perlahan-lahan Ana mencoba membuka matanya. Ia merasakan sakit di kepalanya dan tubuhnya yang lemah karena belum makan.


Ana mengingat kejadian semalam Dimana ia bertemu kembali dengan Alex, pria yang sangat ia benci.


Ia mengingat ketika Alex membawanya pergi jauh tapi bukan ketempat yang dulu, tempat ini sangat jauh dan tak ada orang disini selain ia. Itu pikir Ana karena ia hanya sendiri di kamar itu, tapi ia tak tahu mungkin saja ada orang lain di luar sana.


Ana mencoba berdiri dan mencari pintu keluar dalam kegelapan, ia meraba-raba kesana-kemari mencoba untuk mencari letak pintu.


Ana terus meraba-raba dan ia memegang sesuatu yang aneh.


Ini seperti tubuh manusia!

__ADS_1


Badan yang kekar!


Ana terus meraba, ia mencoba mendekatkan diri pada tubuh yang ia pegang tadi. Siapa tahu tubuh itu adalah sebuah patung karena sedari tadi tubuh itu tidak melakukan pergerakan sama sekali.


Ana meraba-raba tubuh itu, dan mencoba mendengarkan detak jantung tubuh itu. Entah mengapa rasa penasarannya lebih besar dari pada rasa takutnya sekarang.


Ia mencoba menempelkan telinganya ke dada si tubuh itu. Dan kebetulan juga tinggi Ana hanya sampai pada dada tubuh itu.


Ana menempelkan telinganya dan mulai merasakan.


Deg


Deg


Deg


Jantungnya berdetak!


Ini berarti tubuh ini bukan patung melainkan tubuh manusia. Ana mencoba mundur kebelakang tapi pinggangnya sudah di tarik dan reflek ke pelukan si tubuh itu.


Tubuh Ana menegang ketika pelukan itu sangat erat dan elusan lembut pada kepalanya yang begitu nyaman.


Jantung Ana berdetak kencang, Ana mencoba melepaskan pelukan itu tapi semakin ia berusaha pelukan itu semakin erat, akhirnya Ana mencoba untuk diam saja karena merasa pelukan itu membuat dadanya menjadi sesak.


Entah mengapa pelukan itu terasa sangat nyaman membuat Ana reflek secara tiba-tiba membalas pelukan itu.


Hangat!


Sedangkan yang di peluk hanya bisa tersenyum geli melihat gadis kecil itu menutup matanya dan membalas pelukannya.


Entah mengapa pelukan itu terasa menenangkan daripada air mata di gadis kecil itu.


Sesuatu yang sangat rumit.


Sebuah ketenangan yang di cari sejak dulu, dan kini ia merasakannya.


Saat sedang meresapi pelukan itu, tiba-tiba lampu menyala dan menerangi seisi kamar itu, Namun Ana masih belum melepaskan pelukannya dan masih menutup matanya.


Alex melihat ke arah Ana yang menutup erat matanya, Alex bingung mengapa gadis ini belum juga membuka matanya.


Alex mencoba mengangkat kepala Ana, dan ternyata.


Tertidur!


Apa pelukannya senyaman ini?


********


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar ya


tbc


__ADS_2