
tak
tak
tak
Suara derap kaki melangkah membuat Ana menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah pintu.
Ia menelan ludahnya dengan susah payah dan mencoba untuk bersembunyi. Ia bersembunyi di balik tirai yang ada di jendela kamar itu.
Krieeet
Pintu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang di benci Ana, dia adalah Alex.
"Kau merindukanku sayang?"
_____________________________________________
Deg
deg
deg
Jantung Ana berdetak kencang melihat Alex yang membuka pintu, Alex memasuki kamar sambil melihat kesana kemari.
Ia mencari keberadaan Ana karena mendapati kamar itu kosong.
Senyuman licik terukir jelas di wajahnya, ia membiarkan pintunya tetap terbuka dan masih mencari Ana.
"Gadis kecil! Dimana kau? Apa kau ingin bermain-main dengan ku?" Ucap Alex masih terus mencari.
Ana melihat pintu terbuka lebar, Ini adalah kesempatan! Karena tirai itu dekat dengan pintu keluar.
Ana mencari waktu yang tepat saat Alex mencarinya dan membelakanginya.
Ana langsung berlari menuju pintu dan
Brak
Ana menabrak pintu yang tiba-tiba tertutup dan terkunci, ia mencoba membuka pintu itu tapi tetap tak bisa.
Alex hanya tersenyum menyeringai karena berhasil menjebak gadis kecil nya.
"Ingin kabur yah" Ucap Alex yang sudah ada tepat di belakang Ana. Ia menekan tubuh Ana di pintu dengan posisi tubuh Ana masih membelakanginya.
Ana merasakan tubuhnya sudah di kekang menjadi semakin panik, ia tak bisa bergerak sedikitpun. Ia merasakan hembusan nafas Alex di sekitaran lehernya.
"Darah mu sangat lezat! Jadi aku ingin menyicipinya lagi!Bolehkan?" Ucap Alex langsung mengigit leher Ana membuat Ana merasakan perih yang teramat sakit.
Setelah beberapa menit, Alex melepas gigitannya dan membalikkan tubuh Ana. Di tatapnya wajah Ana yang memucat, ia tersenyum puas melihat Ana yang kesakitan.
"Itu baru hukuman kecil gadis kecil ku! Kalau kau berani mencoba untuk kabur lagi akan ku pastikan kau akan mendapatkan yang lebih dari itu!" Ucap Alex menyentuh bibir Ana.
__ADS_1
Ana menangkis tangan Alex dengan kasar, Alex hanya tersenyum melihat tingkah Ana.
"Apa salahku padamu hah? Hanya karena aku tak mau membuat obat itu kau langsung menyiksa ku? Dasar tak berperikemanusiaan!!" Teriak Ana.
"Hahahaha dengarkan ini gadis kecil! Aku tak peduli dengan obat itu karena aku tak tertarik dengan sebuah kesembuhan. Tapi kau beraninya membuat adik ku menangis dan memohon pada mu dan aku benci itu!!" Ucap Alex mencengkeram wajah Ana.
"Tapi aku sudah menyelamatkan adik mu!" Ucap Ana
"Aku tak peduli! Mau kau berkorban nyawa pun aku tak peduli! Katena kau sudah membuat adik ku menangis maka kau harus membayarnya berkali-kali lipat!" Ucap Alex
"Seharusnya aku tak menolong adik mu dan membiarkannya mati" Ucap Ana
Plak
Alex menampar wajah Ana dengan keras, ia sangat marah sekarang.
"Beraninya kau!!!" Teriak Alex.
"Hahaha mengapa hah? Kau takut bukan kalau adik tersayang mu itu mati, tapi kau tak tahu caranya berterimakasih pada orang yang telah menyelamatkannya!" Ucap Ana berani.
"Masa lalu biarlah masa lalu, aku tak peduli akan hal itu. Yang terpenting adik ku sudah selamat dan aku tak perlu berterimakasih atau apapun itu!" Ucap Alex santai
"Dasar menjijikan!"Ucap Ana kesal
Alex menarik tangan Ana dengan paksa membuat Ana merasakan sakit di bagian pergelangan nya.
Ana memberontak saat Alex menariknya ke arah tempat tidur, Ana menendang perut Alex dengan kuat membuat Alex melepaskan genggaman nya.
Dengan cepat Ana ingin memukul Alex namun karena Alex menunduk untuk memegang perutnya ia malah menarik topeng Alex hingga terlepas dari wajahnya.
Ana menatap Alex yang juga menatapnya.
"Luka mu sangat parah!" Ucap Ana.
"Apa peduli mu? Dan aku juga tak peduli!"
"Aku akan mengobatinya tapi dengan satu syarat!" Ucap Ana.
Alex hanya diam dan tak merespon sama sekali.
"Aku akan mengobati mu dan setelah itu aku kan pergi dan jangan pernah menganggu kehidupan ku lagi!" Ucap Ana memberi penawaran
"Hahahaha menganggu hidup mu akan lebih menyenangkan dari pada mendapatkan sebuah kesembuhan!" Ucap Alex tertawa menampakan lesung pipi di kedua pipinya.
"Mengapa seperti itu?" Tanya Ana mulai kesal.
"Aku sudah mengklaim kau menjadi mainan ku dan itu berarti kau adalah mainan ku sampai kau benar-benar mati!" Ucap Alex tersenyum senang.
Ana hanya bisa meneteskan air matanya dalam diam.
Alex mendekat pada Ana membuat Ana memundurkan langkahnya, Alex menangkap pinggang Ana lalu menariknya agar lebih dekat.
"Aku akan bermain sampai aku puas dan membuat kau memilih untuk segera mati dari pada bersama ku!"
__ADS_1
"Jika kau menolak, akan ku pastikan penderitaan mu akan semakin bertambah dan kau tidak akan mati dengan mudah, jadi patuh lah!" Ucap Alex mengecup bibir Ana sekilas dan mengambil topengnya lalu pergi meninggalkan Ana.
Ana terduduk lemas, padahal ia berharap ia akan bebas kalau ia mau mengobati pria itu tapi nyatanya malah terbalik.
Ia menangis memeluk lututnya, sungguh hidup yang miris. Ia mengosok-gosok keras bibirnya sampai memerah dan tak peduli akan rasa perih karena hatinya lebih merasakan sakit yang mendalam.
Mengapa semua ini terjadi padanya?
Mengapa hanya ia yang merasakan penderitaan yang tak kunjung berhenti?
Apa salahnya?
Mengapa kebahagian tak kunjung tiba?
"Mengapa??????" Teriak Ana frustasi
*********************
Di sebuah ruangan remang-remang
"Yang mulia!" Ucap salah seorang pria memberi hormat pada orang yang sedari tadi menunggunya.
"Hmmm katakan!"
"Wanita itu ada di salah satu kamar di paviliun putra mahkota!" Ucap pria tersebut.
"Bagus! Cari celah untuk bisa menculik nya lalu bawa pada ku!"
"Baik yang mulia! Tapi apa yang akan anda lakukan pada wanita itu?"
"Aku hanya ingin melihatnya saja, jika aku tertarik mungkin aku bisa mentolerir untuk memeliharanya sebagai mainan ku namun jika aku tak tertarik langsung bunuh saja!"
"Baik yang mulia, saya akan mengabari anda bila terdapat celah untuk memasuki paviliun itu!"
"Hmmm pergilah!
Orang itu duduk di kursinya lalu meminum minumannya.
"Aku sangat menantikan kematian mu Pria busuk, tapi aku memiliki rencana yang lebih matang yang membuat kau lebih memilih untuk mati dari pada hidup. HAHAHAHA!" Ucap orang itu tertawa terbahak-bahak.
"Tunggu permainanku!!"
*****
Penasaran dengan kelanjutan nya?
Simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya..
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️
Agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya ☺️.
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar ☺️
__ADS_1
Terimakasih
tbc