Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 36


__ADS_3

2 Bulan Kemudian


Sudah dua bulan umur pernikahan Ana dan Alex yang di hiasi suka dan duka. Ana begitu bahagia karena bisa mendapatkan suami yang perhatian dan lemah lembut.


Alex kini sedang berada di ruangan kerjanya memeriksakan berkas-berkas yang di berikan padanya.


"Salam master." Ucap Felix yang tiba-tiba muncul di hadapan Alex.


"Ada apa?" Tanya Alex.


"Seperti yang saya lihat, ternyata Samuel belum melakukan pergerakan apapun." Ucap Felix.


"Aneh, bukannya ini sudah begitu lama. Mengapa ia tak melakukan pergerakan? Apa ia sudah ikhlas?" Tanya Alex bingung.


"Saya kurang tahu master, berdasarkan yang saya amati. Samuel hanya duduk diam di bangunan itu dan sesekali pulang ke istana." Ucap Felix.


"Hmmm mencurigakan, tetap awasi gerak-gerik nya. Siapa tahu itu hanya untuk mengelabui kita dan sebenarnya ia sudah merencanakan sesuatu dengan matang." Ucap Alex.


"Baik master"


Wushhhh


Felix pun menghilang meninggalkan Alex yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Apa yang sedang kau rencanakan Sam.?"


********


1


2


3 hari berlalu dengan tenang tanpa ada kejadian janggal atau pun hal yang mencurigakan. Hal itu membuat Alex semakin penasaran, apakah Samuel memang sudah melupakan masalah itu?.


Hari ini Ana berada di kamar sendiri, karena sekarang memang masih tergolong pagi. Sedangkan Alex sudah pergi ke ruangan nya karena ada berkas yang harus ia selesai kan.


Entah mengapa belakangan ini Ana merasa cepat letih dan kepalanya pusing, perutnya juga terasa mual. Ana kini sedang berbaring di atas ranjang tertidur dengan pulas.


Wushhhh


"Bawa dia!" Ucap seorang pria berjubah hitam yang muncul beserta kabut di dalam kamar Ana.


Para anak buah pria itu yang merupakan 2 orang wanita langsung membekap mulut Ana dengan kain lalu mengangkat tubuh Ana.


"Hehehe permainan di mulai." Ucap pria itu menghilang begitu juga dengan kedua wanita tersebut dan juga Ana.


********


Alex merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya, ia merasa tak nyaman saat bekerja.


Nathan yang melihat Alex seperti orang kepanasan menjadi bingung. " Ada apa Alex?" Tanya Nathan.


"Entahlah, seperti ada yang salah." Ucap Alex.


Wushhhh


"Master." Ucap Mery yang tiba-tiba hadir diantara para petinggi istana.

__ADS_1


"Tidak sopan." Ucap Nathan geram.


"Maaf kan saya yang mulia, tapi saya punya kabar buruk." Ucap Mery berlutut dengan rasa khawatir.


"Baiklah hari ini kita sudahi pembicaraannya, silahkan kembali ketempat kalian masing-masing." Ucap Nathan dan di angguki oleh para petinggi kerajaan.


Setelah ruangan kosong dan hanya terdapat Nathan dan Alex barulah Mery mengangkat kepalanya.


"Katakan.!" Ucap Alex tegas.


"Maaf master, yang mulia permaisuri menghilang." Ucap Mery dengan nada takut.


Deg


Seperti petir menyambar di siang bolong, perkataan Mery sukses membuat Alex terkejut dan bangkit dari tempat duduknya dengan keadaan amarah yang memuncak.


"Bodoh. Mengapa kalian tak menjaganya ha? " Teriak Alex marah.


"Tenanglah Alex, semua ini tak bisa di selesaikan hanya dengan berteriak. Lebih baik kita cari dulu kebenaran nya." Ucap Nathan menenangkan Alex.


"Ayo kita periksa kamarnya terlebih dahulu." Ucap Nathan.


Dalam sekejap Nathan dan yang lainnya sampai di kamar Ana dengan cara menghilang. Di dalam kamar yang sunyi itu mereka mencoba mencari jejak.


"Bagaimana ini bisa terjadi.?" Tanya Alex.


"Apa Ana keluar kamar tadi.?"


"Sepertinya tidak master, itu karena Pitu masih terkunci dari luar. Ketika saya menyelusup masuk untuk memeriksa keadaan permaisuri sudah tidak ada." Ucap Mery.


"Sial.!" Umpat Alex.


Wushhhh


"Ada apa?" Tanya Alex.


**********


"Tuan kami sudah melaksanakan perintah." Ucap Marvin menundukkan kepalanya di ikuti dua orang wanita tadi.


"Hahahaha bagus, sangat bagus. Apa dia terluka.?" Tanya pria itu.


"Tidak tuan, dia dalam keadaan baik-baik saja hanya pingsan karena kami memberi obat bius." Jelas Marvin.


"Bawa aku kesana." Ucap Pria itu.


"Baik tuan." Ucap Marvin.


Seketika Marvin dan pria itu menghilang ditelan kabut hitam. Sampainya di sebuah kamar bernuansa putih itu, pria itu tersenyum puas ketika melihat seorang wanita terbaring pucat di atas ranjang.


"Hmmm mengapa ia sangat pucat.?" Tanya pria itu mendekat dan membelai pipi Ana.


"Saya kurang tahu tuan, tapi ketika kami datang ke sana wanita itu memang sudah pucat mungkin saja dia sedang sakit." Ucap Marvin.


"Kasihan sekali, apa Alex tak memberi wanitaku makanan bergizi.?" Ucap pria itu.


"Baiklah kalau begitu, siapkan semuanya. Kita akan pergi jauh sejauh nya. Mari kita saksikan drama percintaan antara Aku, Ana dan Alex hahahahaha siapa kah yang akan mati? Siapakah yang akan kalah? Siapakah pemenangnya? Hahahaha tentu saja aku yang menang." Ucap Pria itu tertawa puas.

__ADS_1


"Marvin, laksanakan rencana B." Ucap pria itu.


"Baik tuan Albert."


********


Kembali di istana tepatnya di kamar Ana, Alex dan yang lainnya masih menunggu kabar dari Felix.


"Ada apa?" Tanya Alex.


"Maaf master tapi Samuel sudah menghilang." Ucap Felix.


deg


Jadi ini sikap tenang Samuel selama beberapa bulan belakang, ternyata Samuel memang sudah merencanakan nya dengan matang, dan tak mungkin pula Samuel akan lupa dengan dendamnya. Alex terlalu lalai, terlalu lengah.


"Apa?"


"Ya master, Samuel sudah pergi seperti nya dia baru saja pergi." Ucap Felix.


"Bodoh bukan nya aku sudah mengatakan untuk mengawasi pergerakan nya, tapi mengapa sampai terjadi seperti ini. Sekarang istri ku sudah menghilang, apa ini Samuel juga yang melakukannya?" Tanya Alex geram.


"Bisa jadi yang mulia, sepertinya samuel menggunakan sihir ilusi untuk mengelabui kita, maaf atas kelalaian saya." Ucap Felix.


"Tunggu tunggu, apa hubungannya dengan Sam Alex?" Tanya Nathan.


"Samuel menyukai Ana dan pernah menculik Ana lalu ingin menikahi Ana secara paksa, tapi Alex menggagalkan nya. Dia sudah ber hianat ayah,dia ingin merebut Ana dari Alex." Ucap Alex dengan geram.


Nathan tampak menepuk jidatnya, ternyata ini adalah Maslah percintaan para anak muda yang rumit, lebih jelasnya cinta segitiga.


"Baiklah dari pada gegabah lebih baik kita merancang rencana yang mantap agar bisa menyelamatkan istri mu." Ucap Nathan.


"Tapi ayah, kalau nanti Samuel membawa Ana terlalu jauh bagaimana? Dan bagaimana kalau Samuel juga memaksa Ana untuk menikah." Ucap Alex dengan nada gusar.


"Itu berarti kalian harus berbagi istri."Ucap Nathan dengan nada serius.


"Apa? Aku tak akan membiarkan itu terjadi." Ucap Alex marah.


"Kalau kau tak ingin itu terjadi berhentilah berkoar-koar, dan ayo kita susun rencana. Kecuali kau memang ingin berbagi istri maka teruskan koar-koar mu itu." Ucap Nathan pergi.


"Baiklah." Ucap Alex pasrah dan mengikuti Nathan begitu juga dengan Mery dan Felix.


"Ana, kuharap kau baik-baik saja sayang."


_


_


_


_


_


_


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2