Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 26


__ADS_3

Hai READERS.


Jangan lupa untuk mampir ke novel terbaru Author.


Judulnya "Berpindah ke masa depan." Genre romantis, Action dan time travel akan up setiap hari.


Kali ini author buat novel time travel ke masa depan yah biar beda aja gitu..


Selebihnya silahkan klik profil author untuk membaca novelnya.


Jangan lupa tinggalin jejak kalian yah..


Author tunggu!!!


Happy reading


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


"Seseorang tolong aku." Ucap Ana lirih berbaring lemah di atas ranjang. Ia tak mampu bergerak karena tenaganya yang habis di serap Samuel agar ia tak bisa kabur.


"Lapar hiks hiks" Ucap Ana yang memang belum makan selama 2 hari.


Ceklek


Pintu terbuka dan ternyata itu adalah Samuel. Samuel membawa sebuah nampan berisi makanan dan menaruhnya di atas meja.


"Ana ayo makan.!" Ucap Samuel


Ana melihat tangan Samuel yang terluka dan ada juga yang di pipi Samuel.


"Mengapa kau terluka?" Tanya Ana.


"Emmmm hanya kecelakaan." Ucap Samuel menyendok makanan itu lalu mengarahkan pada Ana.


Ana masih ragu untuk membuka mulutnya tapi ia sangat lapar dan haus dan akhirnya Ana pun membuka mulutnya.


"Mau sampai kapan kau mengurungku di sini Sam?" Tanya Ana menatap lekat mata Samuel


Samuel nampak menghela nafas berat dan menatap mata Ana.


"Sampai kau mencintai ku Ana." Ucap Samuel.


"Tapi aku tidak bisa. Kalau kau terus memaksa nantinya hati mu yang akan terluka" Ucap Ana.


"Aku tak perduli Ana! Lagi pula kau tidak bisa menolak ku." Ucap Samuel.


"Ana. Apa kau mencintai Alex?" Tanya Samuel.


"Entahlah, tapi aku merasa nyaman di dekat nya." Ucap Ana


"Lalu kalau dengan ku, apa kau nyaman bersama ku? " Tanya Samuel penuh harap.


"Dulu aku sangat nyaman di dekat mu Sam. Tapi setelah perlakuan mu kemarin, aku sudah merasa kalau keberadaan mu itu mengancam kenyamanan ku." Ucap Ana


Samuel nampak tertegun, itulah yang sebenarnya. Tapi ia tak akan menyerah, ia pasti bisa memiliki Ana baik itu dengan cara baik ataupun cara kotor.

__ADS_1


"Sam aku mohon lepaskan aku." Ucap Ana penuh permohonan.


"Tidak bisa Ana! Kau tak ingat kalau besok kita akan menikah." Ucap Samuel tersenyum.


"Sam aku tidak mau menikah." Ucap Ana.


"Kita tetap akan menikah sayang baik itu atas keinginan mu atau pun bukan keinginan mu." Ucap Samuel berdiri.


Samuel pergi keluar kamar Meninggalkan Ana yang sedang terisak-isak.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Hari ini Alex tengah berada di kamar menikmati secangkir teh.


Tiba-tiba kabut hitam memasuki kamar Alex dan muncul seorang pria berjubah hitam.


"Salam hormat yang mulia." Ucap pria itu.


"Bagaimana?" Tanya Alex.


"Saya sudah menemukan lokasi tempat persembunyian tuan Samuel yang mulia." Ucap pria itu.


"Bagaimana keadaan Ana?" Tanya Alex.


"Nona Ana sepertinya mengalami penekanan sehingga terlihat dari tubuh nya yang lemah. Dan saya dengar kalau nona Ana dan tuan Samuel akan melangsungkan pernikahan besok." Ucap Pria itu berhasil membuat Alex mengepalkan tangannya.


"Lakukan rencana kita besok, aku ingin tahu apa yang akan di lakukan Samuel ketika aku tahu rencana nya ini." Ucap Alex geram.


"Baik yang mulia" Ucap pria itu menghilang.


"Kau ingin bermain-main dengan ku Sam. Maka terimalah akibatnya nanti." Ucap Alex


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Ana kini hanya bisa menurut di saat para perias itu merias wajahnya. Hari ini ia mau tak mau akan menikah dengan laki-laki yang tak ia cintai.


Ia mengharapkan ada orang yang akan menyelamatkannya dan ia berharap itu adalah Alex.


Tapi ia teringat dengan kata-kata Samuel semalam, Samuel mengatakan.


"Kalau ia benar-benar mencintai mu, mengapa ia tak mencari mu sampai sekarang Ana? Dia itu adalah pria hebat sangat mudah baginya untuk menemukan targetnya. Tapi mengapa sampai sekarang ia tak menunjukan batang hidung nya? Sepertinya kau telah salah dan mengartikan sikap nya Ana." Ucap Samuel


Perkataan itu memang ada benarnya, bodoh nya Ana yang mengharapkan seseorang yang dulu hampir membunuhnya bisa menyelamatkan nya dan peduli padanya.


Ana tersenyum kecut melihat penampilan nya di cermin,sungguh ini seperti bukan ia. Tapi Ana tak terlalu senang karena ia memang tak mau menikah dengan Samuel.


"Waktunya sudah tiba." Ucap salah seorang perias membantu Ana berjalan ke ruang pernikahan.


Tak banyak yang datang karena Samuel tak memberitahu siapapun tentang pernikahan ini. Ia akan memberitahu setelah Ana resmi menjadi milik nya.


Samuel melihat ke arah Ana yang baru saja turun. Senyuman manis terukir di wajahnya melihat betapa anggun dan cantiknya calon istrinya ini.


Setelah itu Samuel langsung menggandeng tangan Ana dan membawanya untuk langsung melakukan pernikahan.


"Tersenyumlah Ana. Kau tahu tak ada yang bisa kau harapkan dari pria itu. Kalau memang ia mencintaimu maka sedari dulu ia akan melakukan hal ini. Karena tak ada pembuktian dari cinta bagi wanita kalau bukan sebuah pernikahan." Ucap Samuel.

__ADS_1


"Baiklah mempelai pria dan wanita silahkan mengambil posisi."


Ketika Ana Samuel sudah di posisi tiba-tiba angin bertiup kencang dan beberapa anak panah melesat mengenai para prajurit dan pelayan.


Samuel menggertak kan giginya. Siapa yang berani menghancurkan hari pernikahannya.


"Cari siapa pelakunya." Teriak Samuel pada para prajurit yang tersisa.


"Ana ayo kita pergi!" Ucap Samuel menarik tangan Ana.


Namun seketika tubuh Ana tak bisa bergerak begitu juga dengan Samuel.


Prok


Prok


Prok


Suara tepuk tangan seseorang yang membuat Ana dan Samuel menoleh pada orang itu.


"Alex." Ucap Samuel geram.


"Hahahaha hebat, hebat. Kau sangat hebat Sam." Ucap Alex tertawa.


"Apa yang kau ingin kan hah? Mengapa kau merusak hari pernikahan ku.?" Tanya Samuel geram.


"Sebuah pernikahan tanpa restu mana bisa di biarkan, apa lagi kau sudah mencuri mempelai wanita orang lain." Ucap Alex.


Ana yang mendengar itu menjadi bingung. Memangnya dia ini mempelai wanita siapa?


"Cih, munafik. Kau dulu menyiksanya bahkan ingin membunuhnya namun sekarang kau malah mengakui kalau dia mempelai wanita mu." Ucap Samuel.


"Dulu yah dulu. Sekarang yah sekarang. Jangan pernah mengambil masa lalu ke masa depan." Ucap Alex menyeringai.


Alex menggerakkan tangganya menarik Ana dengan kekuatannya hingga Ana masuk ke pelukan Alex.


"Maaf karena telat" Ucap Alex menutup mata Ana dengan telapak tangannya dan seketika Ana pun tertidur.


Alex memerintahkan prajurit bayangan nya untuk membawa Ana.


"Kini giliran kita Sam. Bersiaplah"


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Dalam beberapa hari author update nya tidak teratur yah, karena lagi Konsul.


penasaran


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya


Dan jangan lupa untuk mampir ke novel baru Author. Berpindah ke masa depan.


Genre Action, Romantis Dan time travel.

__ADS_1


Di tunggu!!!


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar


__ADS_2