Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 52


__ADS_3

Di sebuah ruangan tepatnya di kerajaan Belian. Tasya sedang memperhatikan sebuah botol racikan yang ia dapatkan dari seseorang dengan senyuman puas. Ia bahkan sudah mencoba racikan tersebut, racikan yang membuat orang jatuh cinta pada yang ia kehendaki.


"Dengan ramuan ini, mau secinta apapun Alex pada gadis kampungan itu ia akan tetap berpaling," dengan senyuman puas Tasya terus memandang ramuan keberuntungan nya itu.


"Kapan kiranya tuan putri melaksanakan rencana?" tanya Dayang Tasya.


"Dua hari lagi akan ada pesta jamuan kerajaan, di hari itu aku akan membuat semua orang terkejut dengan apa yang akan terjadi. Akhirnya Alex akan menjadi milik ku," Tasya membayangkan bagaimana nanti ia akan di perhatikan oleh pria yang selalu ia idamkan dan ia pikirkan. Bagaimana nanti setelah Alex menjadi miliknya ia akan menikmati kekuasaan yang besar dan juga pria tertampan itu sendiri.


"Semoga berhasil tuan putri."


"Tentu saja aku yakin ini akan berhasil."


*******


"Ana!" Alex memegang tangan Ana membuat Ana menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa?"


"Cobalah berbicara sebentar dengan ku, aku ingin hubungan kita seperti dulu lagi," ajak Alex sembari menatap penuh harap.

__ADS_1


"Hmmm memangnya apa yang ingin kau bicarakan?" Ana pun melunak dan memilih duduk di kursi taman.


"Tak bisakah kita memperbaiki hubungan kita, sayang?" menatap bola mata coklat terang Ana.


"Tidak tahu."


"Tidak tahu?"


"Aku tidak tahu harus mulai dari mana? Seharusnya kau yang masih mengingat masa lalu memulai nya terlebih dahulu," menatap bunga-bunga di taman.


Seulas senyuman cerah terukir di wajah Alex. " Apa ini berarti kau memberikan aku kesempatan?"


"Dari awal aku memang memberikan kesempatan untuk mu, tapi kau tidak peka dan malah memilih diam dan berharap aku yang memulai duluan."


Ana yang di perlakukan seperti itu tidak merasa terganggu jadi membiarkan nya saja, entah mengapa hatinya menjadi geli melihat tingkah suaminya yang manja.


"Ayahhhh!!!!!!!" teriak Denise dari arah belakang Alex dan Ana membuat kedua insan itu menoleh memperhatikan anak laki-laki yang sudah memasang wajah marah dan juga tatapan tajam nya. Tak lupa pula aura hitam yang mengelilingi nya.


"Lepaskan ibu ku!" tegas Denise mendekat.

__ADS_1


"Tidak mau," terus memeluk Ana tanpa rasa bersalah.


"Jika ayah tidak mau, jangan salahkan aku kalau melakukan kekerasan!" tegas Denise dengan mata yang sudah memancarkan api kemarahan.


"Benarkah? Coba saja kalau bisa!" tantang Alex memanasi anak nya yang sedang cemburu. Ini adalah balasan yang tadi, batin Alex tertawa senang.


"Ibu," rengek Denise manja, ini adalah senjata paling ampuh untuk mengalahkan monster paling mengerikan sekali pun.


Melihat Denise yang merengek, Ana pun membawa Denise keatas pangkuannya dan membelai rambut Denise dengan pelan. Jarang sekali anaknya ini merengek.


Sedangkan Alex menggerutu kesal karena anaknya pintar juga dalam mengendalikan suasana.


"Sayang, tidak boleh berbicara seperti itu yah pada ayah." Tegur Ana mengecup pipi Denise.


"Tapi ayah mau merebut ibu," Ucap Denise cemberut.


"Kan ibu juga milik ayah," ikut memeluk Ana.


"Aaahhh huaaaa huaaaa ayah jahat." Tangis Denise menggelegar membuat keduanya panik.

__ADS_1


"Cup cup cup. Anak ayah tidak boleh menangis oke. Ayah bercanda." Alex mengambil alih memangku Denise lalu memeluk Denise dengan hangat.


Denise yang di peluk oleh Alex langsung menghentikan tangisannya dan ikut juga memeluk Alex menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Alex. Tingkah laku kedua pria itu membuat Ana tersenyum manis melihat anak dan ayah yang saling menyayangi walau punya sisi menyebalkan.


__ADS_2