
"Karena suami mu tak mengharapkan kalian." Ucap Ars yang membuat hati Isti terasa di timpa sebuah batu.
"Apa.?" Tanya Isti dengan mata yang sudah memerah karena merasa terpukul.
"Apa itu benar.?" Tanya Isti sekali lagi memastikan.
"Kalau itu tidak benar, mengapa.ia tak mencari kalian dan malah mengklaim kalau kalian sudah meninggal." Ucap Arsley.
Duarr
Seperti petir yang menyambar di siang hari, Isti kembali terpukul dengan perkataan Ars begitu juga dengan Denise yang tadi nya memiliki perasaan bahagia karena akhirnya tahu siapa ayah nya kini menjadi begitu terpukul.
"Maafkan paman Denise." Ucap Ars memeluk Denise menyalurkan kehangatan pada anak kecil yang terlihat pucat karena mendengar kebohongan yang Ars ciptakan semakin dalam.
"Siapa ayah Denise paman.?" Tanya Denise bersikukuh ingin tahu siapa sebenarnya pria yang telah mencampakkan dia dan keluarganya.
"Paman tidak akan memberitahu mu." Ucap Arsley.
"Beritahu aku." Bentak Denise dengan aura hitam yang sudah mengelilingi nya membuat Isti dan Ars merasa tekanan yang sangat kuat di tubuh mereka.
"Denise sudahlah." Ucap Isti menenangkan Denias.
"Beritahu Denise siapa ayah kami, boar Denise sendiri yang memastikan benar atau tidaknya perkataan paman."
Deg
"Denise, pria itu orang yang berbahaya." Ucap Arsley.
"Denise jangan! Dengarkan paman Ars nak. Paman bilang kalau ayah kalian itu orang yang berbahaya." Ucap Isti khawatir.
"Sayangnya Denise tidak akan mudah untuk percaya. Sekali di hianati maka jangan harap kepercayaan ku akan tetap sama seperti dulu."
deg
"Katakan paman.! Teriak Denise.
"Baiklah-baiklah." Ucap Arsley..
"Ayah kalian itu seorang raja." Ucap Arsley pasrah.
"Raja.?"
"Yah, kau tahu orang yang kau sebut paman tadi dan memohon untuk mengizinkan paman untuk pergi bersama mu. Itulah ayah mu." Ucap Ars tegas, ada rasa sakit yang menghantam di bagian lubuk hatinya.
"Aku akan menemuinya." Ucap Denise keluar rumah.
"Tidak! Jangan Denise, jangan.!" Teriak Isti khawatir.
"Biarkan Isti, biarkan dia mencarinya." Ucap Ars.
"Tapi Denise bisa saja terluka." Ucap Isti.
"Aku akan mengawasi nya." Ucap Ars yang juga pergi meninggalkan Isti dan Delisa.
**********
Di dalam kereta di perjalanan menuju tempat pemasokan barang. Alex masih terus termenung memikirkan hal aneh yang berterbangan di dalam benak nya. Ketika ia pertama kali menatap bola mata hitam dari anak kecil yang bersama Ars, entah mengapa ada rasa bahagia dan juga rasa sedih.
"Siapa anak itu.?"
__ADS_1
"Mengapa anak itu dekat sekali dengan Arsley? Mengapa rasanya sangat sakit melihat kedekatan mereka.?"Pikir Alex.
"Yang mulia.!" Panggil Felix berulangkali menyadarkan Alex dari lamunannya.
"Ada apa.?" Tanya Alex.
"Maaf kalau saya lancang, tapi apa yang mulia tak menyadari sesuatu.?" Tanya Felix membuat Alex menjadi bingung.
"Apa itu.?" Tanya Alex.
"Tentang anak yang bersama dengan tuan Arsley." Ucap Felix.
"Ada apa dengan anak itu.?" Tanya Alex.
"Saya rasa anak itu sangat mirip dengan anda." Ucap Felix membuat jantung Alex berhenti sejenak.
"Mungkin hanya perasaan mu saja. Siapa tahu ayah nya mirip dengan ku." Ucap Alex menyangkal, ia tak boleh mengambil sebuah kesimpulan yang akan melukai hatinya.
"Yah itu mungkin karena tak mungkin anda mempunyai seorang anak sedangkan permaisuri sudah tidak ada lagi." Ucap Felix penuh arti.
"Felix, apa Ana masih hidup.?" Tanya Alex membuat Felix berfikir sejenak.
"Hmmm apa anda memiliki keraguan tentang kematian permaisuri.?" Tanya Felix dan di angguki Alex dengan pasti.
"Kalau begitu baiknya kita harus mencoba untuk mencari tapi sebelum itu anda tidak boleh menaruh harapan besar pada hasilnya nanti." Ucap Felix.
"Baiklah setelah pulang dari sini kita harus menggali informasi lebih dalam." Ucap Alex mantap.
"Kalau permaisuri masih hidup bisa jadi anda sudah mempunyai anak."
Deg
*********
Di pusat pemasaran, Alex dan rombongannya sedang mengontrol bahan-bahan makanan yang akan di kirim ke bagian blok timur. Setelah mengetahui penyebab air yang membiru karena sebuah limbah beracun dari sebuah pabrik tanpa izin di bagian hutan kini Alex mulai memeriksa bahan makanan yang akan di kirim ke blok timur.
"Dari mana bahan makanan ini di ambil.?" Tanya Alex pada pria yang bertugas untuk mengirimkan bahan-bahan makanan itu.
"Semua ini berasal dari kebun masyarakat yang mulia. Mereka menjual hasil panen yang melimpah pada kami dan kami pun mengirim hasil panen itu ke blok timur dengan harga yang lumayan tinggi." Ucap pria itu.
"Dimana kebun masyarakat itu.?" Tanya Alex.
"Di wilayah perbatasan yang mulia, di dekat sungai. Di sana terdapat lahan warga yang sangat luas karena dekat dengan sungai." Ucap pria itu.
"Hmmm sudah jelas. bahan-bahan ini terkena cairan limbah berbahaya dari sungai itu." Ucap Alex.
"Felix, perintah kan para prajurit untuk menangkap pemilik pabrik dan bawa mereka ke istana Hunter untuk di adili, dan juga panggilkan para tabib istana dengan skala besar untuk datang ke wilayah blok timur." Ucap Alex tegas.
"Baik yang mulia." Ucap Felix.
"Jangan ada yang sampai tersisa satupun. Aku ingin melihat tampang-tampang para pembuat onar itu." Ucap Alex.
"Dan kau untuk beberapa hari jangan kirimkan pasokan makanan ke wilayah blok timur sampai semuanya membaik." Ucap Alex dan di angguki oleh para pedagang.
Di sebuah pohon seseorang tengah memperhatikan Alex dari jauh dengan rasa penasaran nya. " Kau tahu anak kecil tak boleh memanjat pohon yang tinggi karena itu sangat berbahaya." Bisik seseorang di telinganya membuat si empunya merinding.
"Paman." Ucap Denise pelan.
"Apa yang kau lakukan di pohon seperti ini.?" Tanya Arsley.
__ADS_1
"Paman jangan berisik, nanti pria itu mengetahui kalau kita ada di sini." Ucap Denise.
"Tanpa kau berisik pun pria itu tetap tahu kalau kau ada di sini." Ucap Arsley.
"Benarkah.? Hebat sekali." Ucap Denise kagum dan Arsley dapat melihat raut wajah kagum itu.
"Yang mana ayah ku.?" Tanya Denise.
"Yang itu." Dengan berat hati Arsley menunjuk pada posisi Alex yang tengah berbicara pada para pedagang.
"Dia sangat tampan." Ucap Denise.
"Sama seperti mu." Sambung Arsley.
"Siapa namanya.?" Tanya Denise penuh harap membuat hati Arsley berdesir melihat bola mata pria kecil itu.
"Alex, Alexander raja dari kerajaan Diamond." Ucap Arsley.
"Raja Diamond ayah ku."
Deg
Srettt
"Paman apa yang paman lakukan.?" Tanya Denise ketika Arsley memasang dinding transparan saat Alex menoleh pada posisi mereka.
"Dia akan mengetahui kalau kita ada di sini." Ucap Arsley.
"Tapi aku memang ingin bertemu dengan ayah." Ucap Denise membuat hati Arsley semakin tersayat.
"Kau tak bisa menemuinya di saat ia bersama orang lain. Kau akan mati terbunuh karena di sangka pembohong." Ucap Ars.
"Lalu bagaimana aku bisa bertemu dengan ayah.?" Tanya Denise.
"Paman akan mengaturnya nanti." Ucap Ars.
"Tidak bisa paman, ayah akan pergi dari sini secepatnya." Ucap Denise.
"Paman akan menahannya." Ucap Arsley, tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menurut pada takdir. Biarlah waktu yang menyembuhkan luka sayatan di lubuk hatinya, melihat orang yang ia cintai bahagia adalah sebuah kebahagiaan terbesar di hidup Ars Walau nanti ia akan menanggung luka yang mungkin butuh bertahun tahun untuk mengobatinya.
_
_
_
_
_
_
_
_
Kan udah di bilang jangan cintai istri orang😂
tbc
__ADS_1