
Setelah berbincang sejenak dengan suasana yang tegang, akhirnya Ana memutuskan untuk ikut bersama Alex. Untuk apa juga ia tinggal di sini tanpa ada anak-anak nya. Namun bukan berarti Ana sudah memaafkan Alex bahkan di dalam kereta saja Ana tak mau membuka suaranya walau sebentar kecuali ketika anak-anak nya bertanya.
Ana melihat pemandangan yang hangat itu, pemandangan di mana anak-anak nya yang terus bergelut manja pada Alex. Bahkan Denise yang terbilang bukan anak manja itu terlihat sangat manja pada Alex.
"Ayah bagaimana bentuk rumah kita.?" Tanya Delisa dengan nada imut serta bola mata yang terus saja berbinar.
"Kalian maunya seperti apa.?" Tanya Alex memeluk hangat kedua anak nya itu, sungguh sebuah kerinduan yang di pendam bertahun-tahun sedikit demi sedikit telah terbayar. Hanya tinggal berusaha lebih keras lagi agar ia bisa membuat istrinya mau menerimanya.
"Lisa ingin rumah yang banyak di tumbuhi bunga yang cantik dan juga kolam ikan yang bagus." Ucap Delisa dengan mata berbinar.
"Kalau Denise ingin rumah yang tenang." Ucap Denise yang juga ingin menyerukan rumah impiannya.
"Permintaan anak-anak ayah akan ayah kabulkan." Ucap Alex. Sangat mudah bagi Alex untuk mewujudkan apa yang di inginkan anaknya, dengan sihir yang hebat Alex bahkan bisa membangun ribuan rumah dalam sehari.
"Kalau ibu? Ibu mau rumah seperti apa.?" Tanya Delisa membuat Ana terbangun dari lamunannya dan tersenyum manis pada Delisa.
"Apa yang di suka anak-anak ibu, ibu juga menyukainya." Ucap Ana membuat Delisa dan Denise bersorak ria.
"Ayah apa kita sudah sampai.?" Tanya Denise ketika merasakan kereta kuda nya berhenti.
"Tidak secepat itu. Kita akan melintasi portal agar bisa sampai dengan cepat ke istana." Ucap Alex memeluk hangat putra-putri nya yang menggemaskan itu andai saja ia juga bisa memeluk ibu dari anak-anaknya ini pasti akan lebih menyenangkan.
"Tidurlah.!" Ucap Alex mengelus pipi Delisa dan Denise dengan menggunakan sihir kedua anaknya itu pun tertidur.
"Apa yang kau lakukan.?" Tanya Ana dengan wajah khawatir.
"Kemari lah.!" Ucap Alex menepuk sisi kosong di samping nya.
"Aku tidak mau." Ucap Ana menolak dengan wajah sangar.
"Kemari lah.!" Ucap Alex.
Dengan ragu Ana pun berpindah tempat duduk dan duduk di samping Alex, Ana melirik kedua anaknya yang tertidur dalam pelukan Alex dengan jubah yang hangat menutupi tubuh mereka.
Alex mengusapkan tangannya ke pipi Ana membuat Ana yang tadi nya terkejut akhirnya mengantuk dan tertidur sambil bersandar di bahu Alex.
"Ini akan menjadi perjalanan yang membuat kalian mual, makanya aku membuat kalian tertidur. Semoga mimpi indah." Ucap Alex mengecup pucuk kepala Ana.
__ADS_1
********
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan, barulah rombongan Alex sampai di depan gerbang istana. Ratusan pelayan dan prajurit berbaris rapi menyambut kedatangan Alex yang turun secara langsung ke lapangan untuk melihat masalah.
Di depan sana sudah ada Nathan dan Zania beserta Cassia dan yang lainnya berdiri menyambut Alex dengan senyuman. Alex melirik pada Ana dan kedua anaknya yang masih tertidur, ia kembali tersenyum melihat keluarga kecilnya telah kembali. Ia penasaran bagaimana reaksi orang rumah ketika melihat kepulangan nya membawa istri yang sudah dinyatakan meninggal dan anak kembar yang lucu.
Dengan sihirnya Alex membangun kan ketiga insan itu, Ana tampak mengucek matanya begitu juga dengan Denise dan Delisa. Sungguh mereka adalah ciptaan yang memiliki sifat yang mirip.
"Ayah apa kita sudah sampai.?" Tanya Delisa dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Hmmm iya, ayo kita turun.!" Ucap Alex menatap kedua bola mata anak-anak nya itu lalu melirik pada Ana yang hanya diam tanpa berekspresi.
"Raja Diamond Alexander Steven Gerrard telah tiba." Ucap Felix membuat semua orang menunduk hormat.
Tap
Tap
Tap
DEG
Mereka kenal wajah wanita itu, tapi tidak mungkin itu adalah permaisuri. Bukannya permaisuri sudah meninggal.?
"Alex." Panggil Zania yang bingung dengan situasi itu, Zania bahkan melihat betapa hangatnya Alex menggendong kedua anak kembar itu.
Dengan senyuman yang manis Alex pun mendekat paa Zania dan memberitahu kan pada mereka siapa yang ada di gendongan nya dan yang ada di sampingnya.
"Ibu, ayah ini adalah Ana dan kedua anak ini adalah anak ku namanya Denise dan Delisa." Ucap Alex makin membuat semuanya terkejut.
"Alex, bukannya-"
"Aku tahu ibu, kalian jangan berfikir kalau aku hanya menduga saja. Banyak bukti dan saksi yang membuktikan kalau wanita ini adalah istri ku." Ucap Alex menjelaskan supaya tidak ada kesalahpahaman.
"Ana." Panggil Zania dengan mata yang berkaca-kaca, sungguh ia juga sangat merindukan sosok wanita itu yang merubah sifat anak nya yang bengis menjadi penuh kasih.
"Ibu Ana tak mengingat apapun." Ucap Alex pelan tak ingin orang lain mendengarnya.
__ADS_1
"Mengapa.?" Tanya mereka penasaran.
"Ayo kita masuk dulu.!" Ucap Alex menuntun Ana untuk masuk ke dalam istana. Sebelum masuk Nathan yang penasaran dengan yang ada dalam pelukan Alex pun mengkode kalau ia penasaran. Alex tersenyum dan memperlihatkan dalam jubahnya itu ada.
Nathan membulatkan matanya melihat Alex versi kecil dan juga monster kecil imut yang mempunyai pipi gembung bagaikan balon.
"Izin kan ayah menggendong satu." Ucap Nathan yang langsung mengambil Delisa bahkan sebelum Nathan mengizinkan nya. Nathan kini ingin mengambil yang satunya lagi namun dengan sigap Alex langsung menutup Denise dengan jubah nya membuat Nathan cemberut.
Zania yang melihat tingkah kedua pria dingin itu tersenyum manis, akhirnya kebahagiaan kembali datang pada mereka.
*******
Di kerajaan Hunter suasana istana sangatlah senyap, dingin dan menyakitkan. Itu yang dirasakan penghuni istana merasakan tekanan dalam jiwa yang entah dari mana, tapi bisa di pastikan ada seseorang yang hebat yang tengah bersedih.
Di dalam sebuah kamar Arsley tengah duduk di samping ranjang meminum berbotol-botol minuman yang memabukkan. Ia berharap minuman itu bisa membuat ia melupakan kesakitan yang ia dapatkan hari ini.
"Hiks hiks akkhhhhh." Teriak Arsley dengan derai air mata, sungguh ini tak pernah terjadi padanya sebelumnya.
"Mengapa kau harus menjadi milik nya.? Mengapa???" Teriak Arsley yang terus saja mengeluarkan tekanan kesedihan dan amarah nya. Ia tak sadar kalau tekanan kesedihan nya itu dapat membuat orang yang di sekitarnya tidak bisa bernafas.
"Aku mencintaimu hiks hiks tapi kau milik orang lain. Ini jahat, ini terlalu jahat untuk ku hiks hiks."Kan udah ku bilang jangan mencintai perempuan yang sudah bersuami. Kan sakit, baik kau cintai Author uang jomblo nih aja. hahahaha)
_
_
_
_
_
Yah cuma 6 bab deh😂 Author Ternyata cuma bisa up 6 bab karena sekarang sudah masuk waktu kuliah online. Jdi di sibukkan dengan pembuatan grup dan pembagian grup.. Capekkk.
Nyari grup di masa sekarang kayak udah macam nyari durian di musim mangga. Di tanya sama kawan katanya dia juga belom Nemu grup yang sama🤣 Kan lelah hayati nih, udah hari ini mulai kuliah tapi grup kagak ada🤣🤣 Kuliah lewat batin aja lah.🤮
Akan up setiap hari Senin yah.. Beri dukungan dong..
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc