Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 59


__ADS_3

Pesta sudah di mulai, para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang telah disediakan. Begitu juga dengan Ana yang sibuk melayani tingkah anaknya yang manja, sedangkan Alex duduk sambil berbincang dengan para bangsawan lainnya sembari memangku Delisa yang sedang menikmati kue.


"Yang mulia, putri anda sangat imut dan cantik." Puji salah satu di antara mereka. Bukannya senang Alex malah memasang wajah penuh perlawanan.


"Jaga matamu!" seketika semuanya menjadi takut dan menundukkan kepala mereka.


Alex berdiri meninggalkan para bangsawan itu pergi berjalan menuju Ana yang sedang menyuapi Denise. Di sana ada ibu, adik dan juga Ana. Ia pun memilih duduk di samping Ana melihat wanita pujaannya yang sangat cantik hati ini.


Di sisi lain Tasya yang sudah meminum ramuannya mengambil segelas minuman yang jelas akan menjadi bagian dari rencananya. Ia harus menatap mata dari target agar ramuan berjalan dengan lancar.


Tasya pun berjalan mendekat pada posisi Alex yang duduk di samping Ana. Dengan hormat Tasya menundukkan kepalanya dan menyapa Alex dan yang lainnya. Katanya niatnya mendekat pada mereka adalah ingin menyapa Ana dan Ana pun membalas dengan senyuman penuh tanda terima.


Tasya berjalan dan berpura-pura tersandung hingga gelas terjatuh dan membuat pakaian Alex basah. Semua orang melihat dengan penuh takut, bahkan raja Belian ayah nya Tasya hanya bisa mengharapkan sebuah keajaiban.


Karena pakaian nya yang basah dengan penuh amarah Alex menatap Tasya, namun ada yang aneh yang tadinya mata Alex menunjukkan tatapan iblis nya kini menjadi melunak. Apa yang terjadi?


Deg


Semuanya membisu, Alex tak henti-hentinya menatap Tasya, Tasya dengan senyuman penuh kemenangan pun merasa sangat senang.


Huaccihhhh


Suara bersin dari Delisa membuat Alex menatap mata Delisa yang ada di pangkuan nya, mata bulat yang tadinya berwarna coklat terang kini sudah berubah menjadi hijau bak permata.


Ada rasa mual yang menyerang perut Alex, kepalanya yang tiba-tiba pusing membuat ia menjadi goyah.

__ADS_1


"Alex, apa yang terjadi?" Nathan mendekat karena memang ada yang aneh. Tak biasanya Alex tak marah pada orang yang telah melakukan kesalahan.


Uuueeekkk


Seketika Alex memuntahkan darah hitam membuat orang-orang merinding. Tasya pun menjadi bingung mengapa jadi seperti ini, apa ini efek dari ramuan nya.


"Ayah." Panggil Delisa memeluk Alex dan entah mengapa Alex merasa nyaman dan rileks, Alex pun tersadar dengan apa yang terjadi. Seharusnya ia marah, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Namun setelah menatap mata hijau Delisa Alex merasakan kebebasan kembali pada hatinya yang terganjal.


"Tangkap dia!" ucap Alex pelan pada Nathan. Nathan yang mengerti pun memanggil para penjaga untuk menangkap Tasya, hal itu membuat membuat Tasya menjadi bingung. Apa yang terjadi?


"Yang mulia, maaf tapi apa salah hamba hingga anda ingin menangkap hamba?" tanya Tasya tak terima, harusnya ramuan itu berhasil dan ia menjadi pusat perhatian karena bisa merebut Alex namun mengapa ia malah menjadi pusat perhatian dengan cara seperti ini.


"Tangkap dia dan seret ke ruang tahanan, dia sudah berani membuat raja menjadi seperti ini. Pasti ada niat yang terselubung dari semua ini." Perintah Nathan.


Semuanya menyaksikan ketika Tasya di seret oleh beberapa prajurit, ini sungguh mengejutkan. Alex pun yang masih lemah sudah di bawa masuk ke alam kamar. Sedangkan pesta masih berlanjut atas permintaan Alex.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Ana membelai rambut Alex, Alex pun menatap mata Ana lalu tersenyum.


"Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja." Ucap Alex, tentu ia tak ingin Ana menjadi lebih khawatir.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Ana memeluk Alex, sungguh ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada keluarga nya. Baru saja ia merasa bahagia, ia tak ingin kebahagiaan ini terenggut dengan cepat.


Hari sudah berlalu, pesta sudah selesai dan keadaan Alex sudah membaik. Mereka sekarang baru tahu bahwa Alex hampir saja tersihir oleh ramuan cinta. Untungnya ada Delisa yang bisa menawar Alex hanya dengan bola mata hijau nya.


Nathan dan yang lainnya pun baru menyadari kalau Delisa mempunyai sihir pengobatan, hanya dengan melihat mata hijau Delisa semua penyakit akan menghilang. Hanya saja bola mata hijau itu jarang bisa di lihat karena hanya akan keluar pada saatnya saja.

__ADS_1


Sedangkan Tasya, sudah di umumkan sebagai penghianat kerajaan dan menjalani hukuman penggal kepala. Namun sebelum hukuman penyiksaan wajib di laksanakan.


Ayah Tasya hanya bisa menerima keputusan istana. Ia juga tak menuangkan anaknya akan melakukan hal kejahatan demi sebuah obsesi. Kini kerajaan Belian sudah di cap keluarga penghianat dari dulu hingga sekarang.


Pelaksanaan hukuman Tasya dilakukan secara tertutup karena Alex tidak mau istri dan anaknya akan terpengaruh dengan hukuman itu.


Hari ini adalah hari dimana hukuman di laksanakan, Tasya di seret keluar dengan kasar. Tasya melihat ayah nya yang sedang memasang wajah datar. Ia berharap ayahnya akan membantunya namun yang ia dapat adalah ayahnya memalingkan wajah darinya.


Tak ada lagi harapan, ia tak tahu ini akan terjadi. Yang ia tahu bukanlah ia yang akan di sini melainkan Ana yang nanti nya jika ia berhasil memiliki Alex.


Sring


sring


Suara pedang menandakan hukuman akan segera di laksanakan. Tasya hanya bisa diam penuh air mata, berharap untuk bebas tentu saja itu tidak mungkin.


"Lakukan!"


Sringg


Jlebb


Terjadi sudah, darah yang bercucuran kesana-kemari. Tampak raja Belian meneteskan air matanya menyaksikan putri satu-satunya mati di hadapan nya.


****

__ADS_1


Setelah kejadian itu semuanya kembali seperti semula. Kebahagiaan perlahan-lahan menghampiri. Alex yang begitu mencintai Ana dan begitu juga Ana yang sudah jatuh cinta pada suaminya itu.


__ADS_2