Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 14


__ADS_3

Malam masih terus berlanjut, begitu juga Ana yang masih terus berlari dalam kegelapan.


Ana sesekali melihat kesana-kemari ketika mendengar suara-suara aneh.


Karena lelah Ana memilih istirahat sejenak di bawah pohon yang rindang. Angin malam yang sejuk menerpa kulit Ana.


Ana memandangi bintang-bintang di langit tak terasa air matanya pun jatuh.


Karena merasa sudah tak lelah Ana pun berdiri dan memutuskan untuk berjalan lagi, kali ini ia akan berjalan tidak seperti tadi ia berlari hingga tenaganya terkuras habis.


Ketika Ana menelusuri hutan itu suara kresek kresek semak terdengar membuat Ana menjadi waspada. Ia mengeluarkan belati yang di beri Samuel tadi untuk berjaga-jaga.


Ana terus melihat ke arah semak yang terus bergoyang. Ana membulatkan matanya ketika melihat mahluk yang keluar dari semak itu.


Hah, mahluk itu begitu besar dan Ana belum pernah melihat mahluk itu. Tampangnya seperti seekor serigala tapi yang ini lebih mengerikan dan ukurannya sangat besar.


Bagaimana bisa belati kecil ini dapat mengalahkan mahluk itu. Ana pun memilih berlari sekencang-kencangnya, tapi sekuat apapun ia berlari tetap saja mahluk itu lebih cepat.


Karena panik Ana pun tak memperhatikan jalan dengan benar dan akhirnya Ana tersandung lalu terjatuh.


Mahluk itu mulai mendekati Ana.


"Pergi!! Aku mohon pergilah!! Aku tak punya salah pada mu." Ucap Ana ketakutan.


Mahluk itu semakin dekat membuat Ana semakin ketakutan.


Hgarkkk hgarkkk


Mahluk itu membuka mulut nya menampakan taring yang sangat tajam.


Ana hanya bisa menangis karena ia juga tak dapat berdiri karena kakinya yang sakit.


Untuk pertama kalinya aku tak ingin mati! Aku masih ingin membalas kebaikan orang yang sudah menolong ku. Aku mohon selamatkan aku! Hiks hiks hiks


"Seseorang tolong aku!"Ucap Ana lirih dan menutup matanya.


Wushhhh


Suara angin kencang menerpa hutan itu menampakkan sesosok berjubah hitam dengan topeng di wajah.


Ana masih menutup matanya tanpa menyadari kehadiran orang itu.


Sesosok itu mulai menghadang mahluk mengerikan itu, ia hanya berdiri lalu menatap mata mahluk itu dan tiba-tiba mahluk itu menjadi kecil dan lucu serta menjadi jinak, pria itu hanya tersenyum menyeringai melihat perubahan mahluk itu.


Setelah itu pria itu mendekat pada Ana yang masih terduduk dan menutup matanya.


Ia memegang pucuk kepala Ana membuat Ana menjadi terkejut dan membuka matanya.


Ana membuka matanya dan melihat pria yang ada di hadapannya, ia membulatkan matanya saat melihat pria itu.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


********


Sebelum kejadian di hutan pada Ana.


Alex sedari tadi tak bisa tidur karena ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya, ia merasakan ada yang kurang, tapi apa?


Entah mengapa ia begitu merindukan gadis kecilnya, ini sudah gila itulah pikirnya.


Alex membuka jendela kamar yang pernah di tempati Ana, ia memandangi bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit.


"Ck ck kau ini sungguh kejam, tak pernah kah kau berfikir kalau ia sudah lebih menderita sebelum kau bertemu dengannya di tambah lagi kau ingin menambah penderitaannya. Apa itu tidak berlebihan."


Perkataan Samuel terlintas kembali dalam benaknya entah mengapa itu terasa sangat menggangu pikirannya.


Apa ia terlalu kejam?


Tapi entah mengapa ia sangat menyukai tangisan gadis itu. Tangisnya membuat hati Alex menjadi tenang.


"Hah gadis kecil kau sukses membuat ku menjadi gila sekarang! Tak akan ku biarkan kau lari kemana pun!"


"Tak ada cara lain!"


Alex menutup matanya dan mulai memfokuskan pikirannya.


Setelah itu ia membuka matanya yang berwarna merah.


Inilah salah satu kekuatan Alex yang tak pernah di ketahui oleh siapapun, kecuali keluarganya yaitu ayah, ibu,paman dan kakeknya saja tidak untuk Cia dan yang lainnya.


Kekuatan ini berasal dari ibunya dan kalian pasti tahu dari mana ibunya mendapatkan kekuatan itu.


Alex bisa melihat target nya hanya dengan memusatkan pikirannya pada satu objek, ia bisa melihat kearah depan belakang samping kiri-kanan dalam jarak 100 km.


Alex menutup kembali matanya dan mulai menormalkan kembali warna matanya.


"Hahaha berlari lah gadis kecil! Berlari lah sampai kau lelah dan sejauh mungkin!"


Alex menggunakan sihirnya menciptakan sebuah mahluk yang mengerikan berbentuk serigala.


"Pergi dan kejar dia jangan sampai kau melukainya!" Perintah Alex.


Mahluk itupun pergi mematuhi perintah tuannya.


Alex segera memakai pakaian nya dengan serba hitam, ia kemudian pergi menuju hutan dimana gadis kecilnya sedang berlari.


Sesampainya di hutan Alex melihat Ana yang tengah duduk sambil menatap bintang, ia juga melihat Ana tengah menangis.


Entah mengapa air mata Ana sangat membuat hati Alex menjadi tenang.


Ia melihat Ana mulai berdiri dan berjalan, ia hanya mengikuti Ana dari balik pohon melihat Ana yang sedang berhadapan dengan mahluk yang di ciptakan nya.


Alex tersenyum puas melihat Ana ketakutan dan berlari, ia melihat Ana terjatuh dan menangis.


"Pergi!! Aku mohon pergilah!! Aku tak punya salah pada mu." Ucap Ana ketakutan.


Sedangkan Alex yang mendengar itu terkekeh geli.

__ADS_1


Tidak punya salah yah! kau bersalah padaku gadis kecil karena kau sudah lari dan membuatku menjadi tidak bisa tenang, jadi tunggu hukuman mu.


Karena melihat mahluk itu semakin mendekat, Alex pun memilih mengakhiri pertunjukan itu.


Alex menghampiri mahluk itu dan memberi perintah melalui sorot matanya.


Seketika mahluk itu langsung berubah menjadi lucu.


Alex mendekat pada Ana yang tengah terduduk. Ia memegang kepala Ana dan membuat Ana membuka matanya.


Ketika Ana membuka matanya ia sungguh terkejut melihat pria yang ada di hadapannya itu.


Deg


Deg


Deg


"Merindukanku gadis kecil" Ucap Alex terkekeh geli.


"Kau!! bagaimana bisa?" Ucap Ana ketakutan dan berusaha untuk kabur namun Alex lebih dulu menggendong Ana ala bridal style, Ana terus berusaha memberontak dalam gendongan Alex.


"Lepaskan aku!!" Teriak Ana.


"Hahaha melepaskan mu? Aku sudah membiarkan kau pergi tadi tapi sekarang tidak, kau akan mendapatkan hukuman mu gadis kecil ku. Bersiaplah!"


*******


Hai readers.


👨: Thor kok ceritanya banyakan narasi sih dari pada dialog?


🌹: Ini masih awal yah Wak ! kalau mau banyak dialog nya tunggu di tengah nanti sama akhir dari ceritanya.


👨: Lah kok gitu sih? keburu bosan tahu!


🌹: Hai Budiman sabar nape si lo. ini cerita memang banyak narasi dari pada dialognya.😔


👨: Yah gak seru dong


🌹: Dengar yah pembaca Budiman! ceritanya itu kalau lagi part nya banyak dialog yah gw banyakin tapi kalau lagi masanya narasi yah mau macam mana lagi.


👨: Terserah Lo deh Thor, tapi jangan salahkan gw kalau gw pergi dari cerita Lo


🌹: Gak papa kok, gw cuma buat cerita untuk pembaca yang minat saja untuk yang tidak berminat silahkan tinggalkan tanpa jejak yah. Biar mood gw gak ke ganggu.


******


Penasaran dengan kelanjutan nya


Simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya

__ADS_1


typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah.


tbc


__ADS_2