Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 40


__ADS_3

Maaf yah baru up, padahal author sudah ketik loh satu bab, tapi tiba-tiba hilang gitu jadi harus ketik lagi dengan ide yang berbeda pula karena ide yang kemarin udah hilang😶


Happy reading


*********


Tik


Tik


Tik


Suara rintikan hujan terdengar merdu ketika tetesan air dari langit jatuh mengenai permukaan tanah. Alex kini tengah duduk di balkon kamar menikmati semilir angin dan suara rintikan hujan dengan secangkir teh hijau kesukaan istrinya.


Setelah kepergian Ana lima tahu yang lalu, Alex lebih sering berada di kamar dan menatap langit berharap awan akan melukiskan wajah cantik wanita yang sangat ia rindukan itu.


Rasa sesal, pecundang, lemah sering kali menyelimuti lubuk hatinya tak kala mengingat kejadian lima tahu lalu dimana ia melihat sendiri potongan-potongan tubuh istrinya.


Awalnya Alex tak percaya kalau itu milik Ana, tapi setelah melihat cincin yang ada di jari puntungan tangan itu Alex menjadi yakin kalau itu potongan tubuh Ana meski hanya tangan yang terlihat.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu di ketuk membuat Alex menghapus air matanya, ia tak mau ada orang yang melihat sisi rapuh nya tanpa belahan jiwanya.


"Masuk.!" Ucap Alex tegas.


"Yang mulia rapat akan di mulai, semua anggota kerajaan dari kerajaan luar sudah datang." Ucap Felix.


"Baiklah aku akan bersiap."Ucap Alex.


2 tahun yang lalu Alex sudah di angkat menjadi raja kerajaan diamond menggantikan Nathan yang ingin pensiun, terlebih lagi mantan raja Ronald dan istrinya juga sudah meninggal membuat Nathan ingin menghabiskan masa tuanya dengan istri dan keluarga nya.


Setelah berpakaian formal Alex pun langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang rapat bersama Felix. Hari ini mereka akan membahas tentang wabah penyakit di bagian blok timur.


Di perjalanan menuju ruangan langkah kaki Alex di berhentikan oleh Tasya yang menghadang jalan Alex dan memberi salam.


"Salam yang mulia, semoga anda di berkati." Ucap Tasya menunduk hormat dengan gaun yang anggun dan rambut yang di tata secantik rupa.


"Hmmm." Alex melanjutkan perjalanan dengan mengubah sedikit posisinya karena Tasya berada tepat di jalannya. Tasya yang di abaikan pun berdecak kesal, sudah bertahun-tahun ia mencoba menarik perhatian Alex namun hasilnya hanyalah sebuah respon yang tak memuaskan.


"Kau mengabaikan ku sekarang Alex, tapi kita lihat nanti kau akan berlutut memohon cinta ku." Ucap Tasya dengan percaya diri.


Di perjalanan menuju ruang rapat, Alex membuka suaranya bertanya pada Felix tentang Tasya.


"Felix, siapa wanita tadi.?" Tanya Alex.

__ADS_1


Sudah di duga kalau Alex memang melupakan semua tentang wanita yang mencoba mendekatinya karena masih terpukul akan kehilangan istrinya.


"Dia adalah putri Tasya dari Belian." Ucap Felix.


"Aku tak suka padanya, jadi jangan biarkan dia masuk istana dengan bebas. " Ucap Alex dingin.


"Baik yang mulia."


"Dan juga batasi setiap putri kerajaan lain untuk masuk ke istana kecuali ada hal yang begitu penting." Sambung Alex.


"Baik yang mulia."


"Raja Alexander memasuki ruangan." Teriak penjaga pintu sembari membuka pintu.


Semua orang yang tadinya asyik mengobrol dan bercanda ria langsung. berdiri dan menunduk hormat.


"Salam yang mulia." Ucap mereka serentak.


Alex hanya diam tanpa tersenyum maupun membalas, ia hanya cuek dan memilih duduk di kursinya lalu bersiap memulai rapat.


"Silahkan duduk kembali dan rapat di mulai." Ucap Felix yang kemudian duduk di samping Alex.


"Jadi silahkan laporkan tentang kodisi blok timur." Ucap Felix. Semua sudah terbiasa di kala rapat Felix lah yang berbicara sedangkan Alex hanya diam dan mengamati lalu memberi keputusan di akhir.


"Izin menyampaikan laporan yang mulia." Ucap salah seorang perdana menteri dari kerajaan Hunter.


"Silahkan.!" Ucap Felix.


"Yang lain.?" Tanya Felix memastikan apakah ada opini lain yang ingin di sampaikan.


"Saya perdana menteri dari kerajaan Belian yang mulia, menurut informasi yang kami dapatkan selain makanan yang berasal dari selatan, air sungai nya juga bermasalah."


"Bermasalah.?" Tepatnya?" Tanya Felix.


"Yah dulu air sungai di blok timur itu adalah sumber air minum para warga desa, sungai itu sudah bertahun-tahun di gunakan dan tak pernah memakan korban satu orang pun kalau meminum air dari sungai itu, Tapi beberapa Minggu lalu para warga mengatakan kalau rasa air sungai tersebut menjadi berbeda dan air sungai nya berubah menjadi kebiru-biruan. Mungkin saja itu salah satu penyebab nya juga."


"Hmmm kalau di pikir-pikir mata air sungai itu berasal dari daerah selatan dan juga makanan yang kalian katakan juga berasal dari selatan, sepertinya ada sebuah konspirasi yang ingin mengacaukan wilayah tersebut dan besar kemungkinan itu dari daerah selatan." Ucap Felix menyimpulkan inti dari pembicaraan mereka.


"Lalu apa tindakan kita yang mulia.?"


"Aku akan turun langsung untuk melihat keadaan di blok timur dan juga selatan." Ucap Alex membuka suaranya.


"Yang mulia, maaf bila saya lancang. Akan lebih baik kalau kami saja yang pergi."


"Sayang nya aku menginginkan untuk pergi kesana dan tak berharap pada siapapun karena bisa saja musuh berada di antara kita yang tengah tersenyum dan terlihat peduli." Ucap Alex dengan nada dingin.


Semua orang yang ada di ruangan menelan ludah kasar mendengar perkataan Alex dengan aura tekanan yang kuat.


"Baiklah rapat kita sudahi, silahkan kembali ke tempat masing-masing." Ucap Felix yang mengikuti Alex berjalan keluar ruangan.

__ADS_1


"Master apa anda benar-benar akan turun.?" Tanya Felix, karena tak biasanya Alex akan turun langsung ke lapangan.


"Yah, aku sangat bosan di sini. Sepertinya ada yang sedang bermain-main dengan ku dan tangan ku sangat gatal untuk menebas kepala seseorang." Ucap Alex dingin.


Felix hanya bisa terdiam mendengar nada bicara masternya itu yang semakin hari semakin dingin.


Saya berharap anda menemukan kebahagiaan anda master.


*******


"Hahahaha ibu tangkap kami hahahaha" Teriak dua anak kecil sambil berlari dan tertawa ria.


"Denise , Delisa jangan lari nanti kalian jatuh." Teriak seorang wanita dewasa dengan berkacak pinggang.


"Ibu lambat, ayo kejar kami."


"Baiklah kalau kalian berhasil ibu tangkap, kalian akan kena hukum."


"Coba saja."


"Hahahaha hahahaha dapat." Ucap wanita itu memeluk kedua anak kecil tersebut.


"Jadi apa hukumannya ibu.?"


"Hehehe hujan ciuman."


cup


cup


cup


cup


"Ibu geli hihihi."


"Hahahahaha"


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc


__ADS_2