
Duka meliputi semua keluarga kerajaan, kini mereka kini tengah berkumpul melakukan acara berkabum.
"Hiks hiks Ciaaaa!" Teriak frustasi Lucy.
"Sayang maafkan aku!" Ucap Vian memeluk Lucy.
"Ya yang mulia!"Panggil salah satu prajurit.
Nathan menjadi marah, bisa-bisanya ada orang yang menggangu disaat seperti ini.
"Ada apa" Tanya Nathan geram.
"I itu yang mulia, Putri Cassia ada di depan" Ucap prajurit itu membuat semua orang terkejut!
Cassia sudah pulang?
______________________________________________
Mendengar itu semua orang langsung berlari menuju pintu depan, mereka ingin memastikan apakah itu benar atau hanya bohongan.
Ketika mereka sampai di depan alangkah terkejutnya mereka melihat sesosok gadis manis yang tengah tersenyum dan menentang kan tangannya tak terasa air mata Lucy mengalir dengan senyuman bahagia.
"Cassia!!!" Panggil Lucy berlari memeluk tubuh putri nya itu.
"Ibu!!"
"Kau baik-baik saja kan? Apa ada yang terluka? Hiks hiks hiks katakan!" Ucap Lucy
"Tenang lah ibu! Aku baik-baik saja"
"Cia!"
"Ayah!!" Peluk Cia pada Vian.
"Darimana saja kau hah? Kau tahu kami semua mencari mu kemana-mana kami semua sangat khawatir!" Ucap Vian menangis bahagia.
"Hahaha ternyata ayah ku ini sangat cengeng!
"Kakak! Apa kau tak mau memeluk ku?" Ucap Cia menatap Alex.
Alex mendekat dan memeluk Cia dengan erat.
"Maafkan aku yang tak bisa menjaga mu!" Ucap Alex.
"Tidak apa-apa kakak! Aku baik-baik saja, lagi pula kakak tidak salah! Asal kakak tahu Cia sangat bersyukur karena Cia sempat hilang" Ucap Cia bahagia.
"Mengapa seperti itu?"
"Sebaiknya kita masuk dahulu,nanti akan ku ceritakan!" Ucap Cia.
Setelah itu mereka pun mulai masuk dan duduk di kursi masing-masing menunggu penjelasan dari Cia.
"Jadi Cia sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Lucy.
"Hmmm jadi seperti ini. Waktu itu aku pingsan di hutan dan ada seorang gadis yang menemukan ku dan membawaku ke gubuknya. Setelah itu ia mengobati ku dan aku sekarang sudah sembuh!" Ucap Cia bahagia.
"Benarkah?"
"Iya ibu coba saja ibu panggil tabib dan memeriksa ku!"
Nathan segera memanggil tabib untuk membuktikan perkataan Cassia.
Setelah di periksa oleh tabib mereka mulai mendengarkan penjelasan dari tabib.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah Cassia benar-benar telah sembuh?" Tanya Alex penasaran.
"Benar yang mulia, putri Cassia sudah bersih dari racun itu dan sudah sembuh total!" Ucap tabib itu bahagia.
"Cia kakak turut bahagia!" Ucap Alex memeluk Cassia.
"Siapa gadis itu Cia? Mungkin dia juga bisa mengobati Alex!" Ucap Vian.
"Hmmm Cia sudah menawarkan itu bahkan mengancamnya, tapi ia tak mau. Dia bilang kalau Cia adalah orang terakhir yang akan ia obati. Bahkan Cia mengancam kalau ia bisa terkena hukuman mati dan dia berkata kalau ia tak takut mati, kalau bisa bunuh saja ia sekarang!" Jelas Cia sedih.
Alex hanya tersenyum mendengar penjelasan Cassia.
"Tak apa Cia! Kakak tak mengharapkan sebuah kesembuhan. Cukup dengan kesembuhan mu itu sudah cukup!" Ucap Alex tersenyum tulus.
Cassia melihat luka yang ada di wajah kakak nya dan semakin lama semakin parah.
"Dimana tempat tinggal gadis itu Cia?" Tanya Nathan.
"Hmmm Cia kurang tahu. Tapi yang Cia ingat tempat tinggalnya itu di sebuah desa di dekat hutan Viona dan namanya adalah Ana!" Ucap Cassia.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Ronald.
"Aku akan memaksanya dengan cara apapun, tak ada yang bisa membantah ku!" Ucap Nathan tegas.
"Tapi paman! Paman tak bisa memaksanya, karena dia bisa saja akan membuat racun untuk kakak! Ia juga tak tertarik dengan uang!"
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi ku Cia!" Jelas Nathan.
"Terserah paman saja!"
Sedangkan Alex hanya diam menanggapi perdebatan mereka. Ia tak terlalu mengharapkan sebuah kesembuhan.
******
Ana kini tengah duduk menikmati hamparan bunga yang indah. Bunga-bunga langkah yang hanya terdapat di hutan itu dan jarang ada orang yang selamat setelah memetik satu tangkai bunga itu.
Tapi ia bingung mengapa jika ia memetik bunga itu tak terjadi apa-apa padanya?
Ia memperhatikan bunga-bunga itu yang indah bergoyang di terpa angin sepoi-sepoi.
Ia menoleh melihat wanita yang selalu saja mengikutinya.
Ia bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita itu?
Ia terus menatap wanita itu, wajah pucat dan tatapan kosong.
"Sebenarnya siapa kau?" Tanya Ana dan berharap akan mendapat balasan.
Wanita itu hanya tersenyum dan mendekat pada Ana, Ana menjadi merinding merasakan hawa yang berbeda tapi ia tak menjauh ataupun pergi.
Wanita itu duduk di samping Ana dan secara tiba-tiba wanita itu merubah wujudnya seperti seorang manusia yang membuat Ana terkejut.
Wanita itu tersenyum dengan wajah cantiknya.
"Nama ku Viona!" Ucap wanita itu lemah.
Viona? Apa mungkin?
"Apa kau pemilik hutan ini?" Tanya Ana mencoba untuk tenang.
"Hmmm"
"Mengapa kau selalu mengikuti ku!" Ucap Ana.
__ADS_1
"Karena kau mirip dengan seseorang!"
"Siapa?"
"Itu rahasia!"
"Apa kau sudah meninggal?"
"Yah."
"Tapi mengapa kau bisa seperti ini? Apa kau sama seperti mereka, arwah-arwah penasaran?"
"Entahlah!" Ucap Viona.
Ana menghela nafas berat.
"Mengapa kau selalu merubah wujud mu menjadi mengerikan saat aku keluar dari rumah dan menjadi normal ketika aku ada di rumah?" Tanya Ana pemasaran.
"Aku tau apa yang kau pikirkan Ana! Setiap kau keluar dari rumah kau pasti berniat membunuh diri mu sendiri, dan aku tak mau itu terjadi. Aku tak mau kau mati dengan cara yang sama seperti ku!" Ucap Viona sendu.
"Mengapa kau peduli dengan ku. Aku hanya ingin mengakhiri penderitaan ku ini saja, aku sudah lelah!" Ucap Ana sedih.
"Setiap kehidupan ada pahit dan ada juga manisnya, kau hanya perlu mensyukurinya dan saat semua kepahitan berakhir pasti rasa manis akan menghampiri mu!" Ucap Viona.
"Tapi hidup ku pahit semua!!" Ucap Ana kesal.
"Kau hanya perlu bersabar Ana!" Ucap Viona terkekeh geli.
"Tapi mengapa kau mengakhiri hidup mu kalau kau punya prinsip seperti itu?"
"Sebuah penyesalan akan hadir di akhir, tidak di awal maupun di tengah. Seperti itu juga aku yang menyesal mengakhiri hidup ku dan akhirnya aku tak bisa melakukan apapun untuk orang yang ku sayang, hanya bisa melihat dan mengikutinya saja.!" Ucap Viona sendu.
"Itu berarti kau menyayangiku?"
"Hehehe yah, aku sangat menyayangimu. Jadi kau tak sendiri lagi, ada aku yang akan mendengar semua kisah mu dan menemani mu Ana!" Ucap Viona tersenyum.
Tak terasa air mata Ana jatuh, ia belum pernah merasakan sebuah kasih sayang dan sekarang ia mendapatkannya.
"Apa aku boleh memeluk mu ?" Tanya Ana.
"Tentu!"
Ana langsung memeluk Viona dan merasakan hawa dingin dari tubuh Viona.
"Bolehkah aku meminta sesuatu pada mu?" tanya Ana masih tak melepaskan pelukannya.
"Apapun itu Ana!"
"Bolehkah setiap malam kau memelukku ketika aku akan tidur itu terasa nyaman!" Ucap Ana melepas pelukannya dan tersenyum penuh harap.
"Tentu Ana, apapun itu!"
"Dan, bolehkah aku memanggil mu ibu!" Tanya Ana hati-hati.
Viona sempat terkejut lalu tersenyum dan mengangguk.
Ana kembali memeluk Viona dan menangis dalam pelukan Viona. Ia sangat mengharapkan kehadiran seorang ibu sedari dulu dan sekarang ia mendapatkannya walau ibunya sudah menjadi ruh
Viona mengelus rambut Ana dengan pelan, tak terasa air matanya pun jatuh.
"Ibu!!!"
tbc
__ADS_1