
Wushhhh
wushhhh
"Dimana aku.?" Tanya Ana pada dirinya sendiri mendapati dia yang tiba-tiba saja berada di sebuah ladang bunga di tengah hutan. Ana melihat kesana-kemari mencari seseorang yang bisa di tanyai namun nihil di ladang bunga itu hanya ada dia dan juga serangga-serangga kecil.
"Ana." Panggil seseorang membuat Ana terkejut, Ana membalikkan tubuhnya menatap seorang wanita yang sudah ada di belakangnya.
Dingin.
"Siapa.?"Tanya Ana, tampak guratan sendu terukir dari ekspresi wanita itu.
"Kau tak mengingat ku.?" Tanya wanita itu.
"Memang nya siapa kau.?" Tanya Ana.
"Aku ibu mu." Ucap wanita itu yang ternyata adalah Viona.
"Ibu.?" Tanya Ana merasa bingung serta terkejut.
__ADS_1
"Yah."
Tak terasa air mata Ana jatuh dan berhamburan ke dalam pelukan Viona. Ia tak menyangka kalau ia masih memiliki ibu, tapi mengapa ia tak pernah melihat ibu nya ada di istana.
"Aku merindukanmu Ana." Ucap viona berlinang air mata memeluk hangat tubuh putrinya yang sangat ia rindukan. Bahkan ia tak bisa mendatangi putrinya ke istana karena ada hal yang tak boleh ia lakukan.
"Aku juga hiks hiks."
"Duduklah.!"ucap Viona menuntun Ana untuk duduk di kursi. "Apa kau bahagia.?" Tanya Viona membelai rambut Ana dengan lembut.
"Iya, aku bahagia karena aku memiliki keluarga yang menyayangi ku dan juga anak-anak ku yang sangat spesial." Ucap Ana tersenyum manis masih terharu dengan keadaan sekarang.
"Kalau kau bahagia, maka aku pun turut bahagia." Ucap Viona.
"Rupanya kau memang tak ingat yah." Ucap Viona tersenyum sendu. "Aku ini sudah mati dan kau sekarang berada di alam mimpi. Bertemu dengan ku yang hanya arwah gentayangan saja." Ucap Viona membuat Ana terkejut menatap tak percaya.
"Walau aku sudah mati, tapi kau bisa melihat ku baik di kehidupan nyata maupun tidak. Bahkan kau juga bisa melihat yang lainnya." Ucap Viona.
Ana pun kembali berfikir kalau ia memang bisa melihat arwah gentayangan dan ia mengacuhkan semua penampakan itu karena menganggap tak penting walau terkadang ada satu ataupun lebih arwah yang wujud nya mengerikan. Tak terasa air mata Ana kembali terjatuh membasahi pipinya. Baru saja ia senang karena masih mempunyai ibu, tapi hatinya sudah di gores akan kenyataan kalau ini hanya mimpi.
__ADS_1
"Jangan menangis.!" Ucap Viona menghapus air mata Ana dan memeluk Ana dengan hangat.
"Aku ingin bersama mu ibu hiks hiks hiks, aku ingin bersamamu walau sebentar. Jangan bangunkan aku." Ucap Ana terisak-isak.
"Kau ingin bersama ku?" Tanya Viona tak percaya.
"Iya, sebentar pun tidak mengapa. Aku ingin melihat mu setiap malam." Ucap Ana.
"Tapi tahukah kau kalau kau ingin berlama-lama dengan ku mereka semua akan menyangka kau sedang pingsan bukan tidur." Ucap Viona menjelaskan situasi. "Dan juga waktu di alam mimpi lebih cepat dari alam nyata. Bisa saja kau akan pingsan berhari-hari walau kau hanya beberapa jam di sini." Ucap Viona membuat Ana berfikir dengan keras.
Kalau ia pingsan hingga berhari-hari bagaimana dengan anaknya, tapi ia juga ingin bersama ibunya walau hanya sebentar. Bolehkah Ana egois, di sana ada orang-orang yang menjaga anaknya dengan baik dan menyayangi nya. Jadi Ana tak perlu khawatir.
"Dan, Ana. Ini adalah hari terakhir aku bisa datang." Ucap Viona semakin membuat Ana terisak.
"Mengapa.?" Tanya Ana tak rela.
"Kau sudah bahagia bersama keluarga baru mu, aku juga akan bahagia. Aku tak bisa terus bergentayang untuk mengawasi mu. Aku juga perlu istirahat seperti arwah pada umum nya." Ucap Viona.
Dengan penuh pertimbangan Ana pun memutuskan untuk bersama ibunya untuk terakhir kalinya. "Aku akan bersama ibu hiks hiks." Ucap Ana memeluk Viona dengan erat. Ini adalah waktu terakhir ia harus memanfaatkan dengan baik agar ia tak melupakan kenangan nya dengan ibu tercinta.
__ADS_1
"Aku menyayangimu ibu.:)"
tbc