Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 46


__ADS_3

"Ayah.!"


Deg.


Alex tertegun melihat anak perempuan itu berlari lalu memeluk kakinya dengan manja. Alex pun berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan anak kecil itu lalu memperhatikan wajah anak perempuan itu yang sangat mirip dengan pujaan hatinya. Alex melirik pada Arsley pertanda bahwa ia sangat bingung dengan situasi seperti ini.


"Anak mu. Dia anak mu." Ucap Arsley seperti ada sesuatu yang menahan tenggorokan nya.


Deg.


"Aku tak suka lelucon Ars, aku tahu wajah nya memang mirip dengan Ana tapi bagaimana bisa...?"


"Ayah, apa ayah membenci Lisa.?" Tanya Delisa dengan mata yang berkaca-kaca membuat Alex gelagapan.


"Bu-bukan begitu."


"Delisa jangan nangis yah, ayah Delisa hanya bercanda saja. Ayah sangat menyayangi Delisa." Ucap Arsley menenangkan Delisa yang akhirnya kembali tersenyum.


"Benarkah.? Berarti ayah menyayangi Lisa yah." Ucap Delisa memeluk Alex dengan tubuh mungilnya dan di balas pelukan hangat dari Alex.


"Ars.?"


"Dia anak mu dan Ana." Ucap Arsley.


"Bagaimana bisa.?" Tanya Alex pelan.


"Itu. karena Ana masih hidup." Jawab Arsley membuat tangan Alex terkepal kuat namun ia masih mengontrol karena ada malaikat kecil yang tengah berada di pelukannya.


"Kita harus bicara." Ucap Alex dengan mata tajam nya.


"Sayang, paman dan ayah mu ingin berbicara sebentar. Bolehkan.?" Tanya Arsley pada Delisa yang masih belum melepas pelukannya. Sungguh selama ini Delisa sangat menginginkan sosok seorang ayah dalam hidupnya.


"Tapi nanti ayah akan pergi lagi kalau Lisa melepaskan pelukan Lisa." Ucap Delisa tak rela.


"A-ayah tak akan pergi kecuali bersama Lisa. Ayah janji." Ucap Alex merasa canggung dengan sebutan itu tapi merasa senang dan juga hangat.


"Baiklah, karena ayah sudah berjanji Lisa percaya." Ucap Lisa dengan bola mata yang imut membuat Alex menjadi gemas ingin mencubit pipi gembul nya yang sengaja ia gembung kan.


"Baiklah kalau begitu, pergi bersama bibi ini untuk makan makanan lezat." Ucap Arsley menunjuk seorang wanita paruh bayah yang tiba-tiba saja muncul. Dengan imutnya Delisa berlari menuju gendongan wanita itu dan kemudian menghilang.


Tinggallah Alex dan Arsley saja." Sekarang jelaskan.!" Ucap Alex dingin menatap Arsley dengan penuh intimidasi.


"Ana masih hidup dan aku mengetahui nya." Ucap Arsley tegas dan alhasil mendapatkan satu kepalan tangan lagi di wajahnya hingga sudut bibir Arsley berdarah namun Arsley tak marah apalagi ingin membalas pukulan Alex.

__ADS_1


"Aku menyelamatkan nya dari ledakan itu dan menjaganya selama 5 tahun ini." Ucap Arsley masih melanjutkan ucapannya.


"Lalu mengapa kau tak memberitahu ku.?" Teriak Alex dengan lantang.


"Karena kau tak bertanya." Ucap Arsley dengan santai dan berhasil mendapatkan satu kepalan tangan lagi di bagian perut nya.


"Haruskah aku bertanya.? Sedangkan aku dalam keadaan terpuruk waktu itu, aku menyaksikan sendiri bagaimanapun gedung itu meledak dan melihat sendiri potongan-potongan tubuh berterbangan di hadapan ku" Ucap Alex dengan mata yang sudah memerah bila mengingat kejadian 5 tahun yang lalu.


"Tapi seharusnya kau mencari tahu terlebih dahulu, benarkah itu tubuh istri mu atau bukan." Ucap Arsley yang masih tenang walau dalam hatinya terdapat luka sayatan yang sedikit demi sedikit mulai terbuka dan mengeluarkan darah.


"Lalu dimana Ana.?" Tanya Alex melunak. " Ada di sebuah desa." Jawab Arsley mengusap darah di sudut bibirnya.


"Bawa aku kesana.!" Ucap Alex.


"Kau tak ingin bertanya mengapa Ana tak menemui mu.?" Tanya Arsley yang membuat Alex sadar kalau ada hal yang aneh, mengapa Ana tak meminta pada Arsley untuk bertemu dengannya.?


"Mengapa.?" Tanya Alex langsung.


"Karena Ana tak mengingat apapun." Ucap Arsley membuat Alex merasakan hantaman batu yang keras di tubuh nya. Cintanya yang sangat ia rindukan tak mengingat masa lalu nya berarti ia juga sudah melupakan kenangan bersama Alex.


"Mengapa bisa.?" Tanya Alex.


"Entahlah, tapi ketika aku masuk ke gedung itu Ana memang sudah pingsan. Aku melihat cincin pernikahan kalian terletak di atas meja jadi aku membunuh salah satu dayang yang berjaga dan mengganti kan posisi Ana." Jelas Arsley." Kemungkinan besar Ana sudah mengalami pencucian otak." Ucap Arsley membuat Alex kembali terkejut.


"Hmmm baiklah." Ucap Ars dengan berat hati. " Ayo kita pergi."


"Lalu bagaimana dengan Delisa.?" Tanya Alex mengingat anak perempuannya itu sedang pergi mengambil makanan.


"Wanita tadi itu adalah orang kepercayaan ku, jika Delisa kemari dan sudah tidak mendapati kita berada di sini maka wanita itu akan membawa Delisa pulang kerumah." Ucap Arsley menyakinkan Alex.


"Baiklah."


*************


Sesampainya di depan sebuah rumah sederhana mata Alex terasa panas dan berair ketika melihat seorang wanita yang tengah duduk di teras rumah bersama seorang anak laki-laki dan yang paling menyakitkan hati Alex adalah tak ada senyuman dari bibir wanita itu ketika mata mereka bertemu. Yang terjadi adalah wanita itu malah tersenyum pada Arsley.


"Ana." Lirih Alex.


"Tuan Arsley, dimana Delisa.?" Tanya Isti tak sabar.


"Delisa berada di istana." Ucap Ars.


"Mengapa kau meninggalkan nya di sana.?" Tanya Isti setengah meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Tenanglah Isti, maksud ku Ana. Delisa baik-baik saja." Ucap Ars.


"Ana.? Siapa.?" Tanya Isti bingung.


"Kau." Jawab atas membuat Isti menjadi bingung.


"Apa maksud nya.?" Tanya Isti bingung.


"Nama mu adalah Deana Sistina. Itu nama mu yang sebenar nya." Jelas ars membuat Isti terkejut.


"Aku bingung." Ucap Isti.


"Dan dia adalah--"


"Ayah.!" Panggil anak perempuan berlari menuju Alex, dengan wajah cemberut nya dia memeluk kaki Alex dengan pipi gembul yang bergoyang-goyang.


"Ayah.?" Tanya Isti yang merasakan detak jantungnya seolah berhenti ketika melihat anak perempuan menyebut lelaki asing sebagai ayah.


"Lisa jangan panggil orang asing sebagai ayah mu nak." Ucap Isti tak suka dan berhasil menyayat hati Alex.


"Ana, laki-laki itu adalah suami mu dan ayah dari Denise dan Delisa." Jelas Arsley membuat Ana semakin syok.


"Tidak mungkin." Sangkal Ana keras.


"Apa yang tidak mungkin.? Apa kau mengingat siapa suami mu.?" Tanya Ars terus menyakinkan.


"Ibu, Lisa ingin bersama ayah." Ucap Delisa yang terus memeluk Alex.


"Tidak boleh, dia bukan ayah mu." Ucap Ana setengah berteriak. Ia tak mau anak nya yang ia besarkan bertahun-tahun dengan susah payah kini beralih pada orang yang bahkan tak mau mencarinya.


"Huaaaaa ibu jahat hiks hiks hiks, ibu berteriak pada Lisa huaaaaa." Tangis Delisa pecah ketika mendengar suara Ana yang setengah berteriak itu, Ana di buat kalang kabut karena ini pertama kalinya ia meneriaki anak nya.


Bagaimana ini.? Apa yang harus ia lakukan.?


_


_


_


_


_

__ADS_1


tbc


__ADS_2