Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 42


__ADS_3

Sedikit info yah.


Ada kawan aku yang nanyak. Oi si Ana gak punya kekuatan gitu kayak yang lainnya?.


Nah untuk jawabannya itu adalah tidak. Mengapa? Yah memang karakter si Ana author buat kayak gitu yah. Jangan protes.


Kan sering nya tu kalau di novel genre kayak gini, si MC cewek lemah di awal dan bakalan kuat di akhir karena nemu kekuatan sebenarnya yang tertanam di jiwanya..


Tapi MC cewek di novel Author beda yah, gak mau ngikut-ngikut.


Lah kenapa Ana tidak punya sihir? apa ada sesuatu yang aneh?


Tidak ada yang aneh yah teman-teman. Tidak semua orang di sana punya kekuatan sihir. Mereka yang punya minimal hanya satu elemen saja, sedangkan Ana termaksud golongan paling rendah yaitu biasa di sebut sampah masyarakat. Banyak dari mereka yang senasib seperti Ana memilih mati karena tak sanggup dengan caci maki dan ada juga yang di jadikan tumbal atau budak.


Sekian dulu yah penjelasan nya nanti kalian bakalan tahu bagaimana kisah ibu Ana dan mengapa wanita yang di sebut ibu itu bisa mengandung Ana.


Kesalahan Apa yang telah terjadi hingga Ana terlahir ke dunia menjadi salah satu dari ribuan orang yang malang.


#Happy Reading.


**********


"Hahahaha ayah." Tawa dua anak kembar yang berlarian di taman.


"Jangan lari." Teriak Alex mengejar kedua anak itu.


"Ayah ayo tangkap kami." Ucap anak perempuan yang cantik dan lucu dengan pipi gembul dan gingsul di sebelah kanan giginya.


"Baiklah ayah akan menangkap kalian." Ucap Alex mengejar kedua anak itu.


Lama Alex mengejar dan aneh nya ia tak.kunjung bisa mendapatkan kedua bocah itu. Langit yang tadinya cerah kini berganti menjadi mendung, semilir angin yang tadinya lembut kini terasa kencang seolah-olah ingin membawa tubuh Alex terbang.


Alex melihat ke segala arah namun tak menemui siapa-siapa. Mana anaknya tadi? Apa yang sudah terjadi?


"Ayah." Ucap seorang anak laki-laki di belakang Alex.


"Darimana kalian.?" Tanya Alex dari kejauhan dan aneh nya ekspresi yang di tampilkan kedua anak itu sangatlah sedih dan tersiksa.


"Kau sungguh lambat." Ucap anak laki-laki itu.


"Apa maksudnya?" Tanya Alex bingung, ingin rasanya kakinya melangkah dan memeluk buah hatinya itu namun tubuhnya rasanya seperti lengket di permukaan tanah, ia tak bisa menggerakkan tubuh nya semua terasa berat.


"Lambat dalam mengejar kami."


Deg


Jantung Alex seakan berhenti berdetak ketika melihat wanita yang ia cintai itu berdiri di hadapan nya, namun hati Alex terasa teriris ketika melihat sorot mata tersiksa dan sedih dari ketiga pasang mata itu.


"Apa maksudnya ini.? Ana apa maksudnya ini.?" Tanya Alex histeris dengan semua teka teki yang membingungkan.

__ADS_1


"Kau akan tau maksudnya sampai kau berhenti menangis dan meratapi dan mulai melangkah kan kaki mu untuk menuju kebahagiaan mu." Ucap Ana.


"Tapi kau lah kebahagiaan ku, kau pergi dari ku bagaimana bisa aku bahagia tanpa mu." Teriak Alex.


"Kau lemah ayah." Ucap anak laki-laki itu dengan sorot mata sedih.


"Aku kecewa pada ayah." Ucap anak perempuan itu dengan raut wajah sedih dan kecewa.


Wushhhh


"Tidak jangan pergi, jangan tinggalkan aku." Teriak Alex ketika menyaksikan tubuh ketiga orang yang ada di hadapannya mulai menghilang.


"Jika aku kebahagiaan mu, maka cari aku.!" Ucap Ana dan kemudian menghilang.


"Tidaakkk."


"Hah hah hah huffff."


"Hanya mimpi." Ucap Alex mengusap wajahnya. Alex melihat ke arah luar, ternyata mereka sudah sampai.


"Yang mulia." Ucap Felix dari luar kereta.


"Sudah berapa lama kita sampai.?" Tanya Alex.


"Sekitaran setengah jam, anda tertidur pulas tadi jadi saya tidak tega membangunkan Anda." Ucap Felix.


"Apa semuanya sudah istirahat dengan cukup.?" Tanya Alex.


"Baiklah ayo pergi." Ucap Alex menutup gorden di jendela. Alex masih terpikirkan dengan mimpi aneh nya tadi. Itu terasa nyata dan juga terasa menyakitkan.


"Apakah Ana masih hidup.?"


"Kalau iya, berarti mimpi tadi sebuah pertanda untuk ku kalau aku harus mencarinya."


"Tapi kemana.?"


"Ini membingungkan, haruskah aku mengatakan nya pada Felix. Tapi ia pasti akan menyimpulkan hal yang aneh."


"Setelah pulang dari sini aku akan memikirkan cara untuk membuktikan apakah Ana masih hidup atau tangan yang kemarin itu memang milik Ana"


"Kuharap ini semua nyata, ku harap kau masih ada bersama anak-anak kita seperti dalam mimpi ku. Ana aku mencintai mu sampai kapan pun akan tetap begitu."


*********


"Gate akan segera di buka." Ucap Felix.


Dalam sekejap mata ketika mereka memasuki portal itu rombongan Alex tiba di bagian blok timur, Alex dan yang lainnya pun melanjutkan perjalanan menuju sungai yang di maksud. Di perjalanan Alex melihat beberapa mayat yang berserakan karena wabah penyakit itu, dan juga rumah para warga yang tertutup rapat dan sangat sepi.


Setelah beberapa menit, barulah rombongan Alex sampai di sungai, dengan tenang Alex turun dari kereta melihat sekitaran sungai. Yah sungai itu memang berbeda dari sungai lainnya, warna air yang sudah membiru dan aroma menyengat dari dalam air.

__ADS_1


"Yang mulia, ini adalah makanan yang saya bawakan dari pasar di sekitaran sini." Ucap salah seorang perdana menteri memberikan sebuah bungkusan buah-buahan.


"Hmmm dari penampilan tidak ada yang aneh, ini sama saja seperti buah biasa, tapi kalau di teliti lagi buah ini memang aneh dengan aroma yang berbeda dari yang lainnya." Ucap Alex.


"Kabarnya buah-buahan dan makanan lainnya di ambil dari selatan yang mulia."


"Air sungai ini juga dari selatan, itu berarti kita harus segera ke selatan." Ucap Felix.


"Huffff baiklah ayo kita pergi ke sana dan temukan perakaran masalah dari wilayah selatan kerajaan Hunter. Sepertinya ada yang ingin main-main dengan ku." Ucap Alex kembali masuk kedalam kereta kuda.


Setelah semuanya naik ke kendaraan masing-masing Alex dan rombongan nya kembali menggunakan portal menuju bagian selatan kerajaan Hunter, dalam beberapa menit rombongan Alex pun sampai di depan pintu gerbang yang dimana ada rombongan Arsley yang siap menyambut mereka.


Alex pun segera turun dari keretanya, semua orang menunduk hormat kecuali Arsley. "Senang bertemu dengan anda yang mulia." Ucap Arsley.


"Hmmm aku tak punya waktu berlama-lama di sini, kau tahu tujuan aku kemari bukan?" Ucap Alex.


"Tentu yang mulia, dari cara anda datang kemari menggunakan portal saja saya sudah mengerti kalau anda sedang terburu-buru." Ucap Arsley.


"Cepat tunjukan di mana sumber mata air nya dan juga di mana bagian pemasok bahan makanan yang di kirim ke daerah blok timur." Ucap Alex.


"Baik yang mulia." Ucap Arsley pergi menaiki kudanya karena Arsley menggunakan kuda Alex pun juga menggunakan kuda. Ia tak mau dikatakan raja yang manja walau ia sendiri tak peduli akan perkataan orang lain.


Sebelum mereka pergi terjadi sebuah keributan dari pasukan Arsley.


"Ada apa.?" Tanya Arsley tak suka kalau ada yang merusak suasana kedatangan tamu nya.


"Yang mulia ada seorang anak kecil yang memaksa untuk bertemu dengan anda." Ucap salah seorang prajurit.


"Siapa.?" Tanya Arsley turun dari kereta kudanya.


"Paman."


"Denise"


Deg


_


_


_


_


_


_


Maaf yah kalau gak seru. Soalnya author sudah ketik 1 bab semalam, tapi tiba-tiba hilang jadi harus ketik lagi dengan ide yang kurang mirip dengan yang semalam.

__ADS_1


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc


__ADS_2