Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 47


__ADS_3

Semua sudah berkumpul, berkumpul dalam sebuah rumah sederhana milik Ana. Ana sedari tadi melihat Delisa yang terus saja bergelut manja dalam pelukan Alex. Ada rasa hangat dalam hatinya namun ada juga rasa sakit dan benci melihat adegan yang ada di hadapannya itu. Ana pun melirik Denise yang hanya diam dan cuek akan keadaan.


"Baiklah biar aku jelas kan." Ucap Arsley memulai pembicaraan.


Flashback on.


5 tahun yang lalu tepatnya di hari saat kejadian menimpa Ana dan Alex terjadi. Arsley yang mengetahui tentang perseteruan antar Alex dan Samuel pun penasaran dengan pertunjukan apa yang akan dia tonton hari ini.


Awalnya Ars Hanya ingin menonton di saat Alex mulai mengeluarkan jurus segala jurus nya, namun ketika melihat keadaan genting saat gedung akan di ledakan. Arsley pun mengharuskan dirinya untuk ikut campur.


Ars menyelinap masuk ke dalam gedung tepatnya kamar yang di gunakan untuk menyembunyikan Ana, di dalam kamar banyak sekali dayang-dayang yang berjaga dan mereka bukan lah dayang biasa.


Perlu membuat kegaduhan terlebih dahulu barulah para dayang itu tumbang. Setelah membereskan para dayang Ars pun beralih pada tubuh Ana uang terbaring tak berdaya.


Sebelum pergi, Ars sempat melihat cincin pernikahan Ana di atas meja, seketika selintas ide melintas di pikirannya. Ia mengambil cincin pernikahan itu lalu menyematkan ke jari salah satu dayang. Tak lupa pula dengan sihir nya Ars bisa membuat tubuh dayang itu menyerupai Ana.


Sejak saat itu, ketika ia membawa Ana pergi dari tempat itu. Ars mulai merawat Ana yang pingsan beberapa hari. Awalnya ia ingin memberitahu kan Alex, namun di hari ia ingin pergi memberitahu Alex di hari itu pula Ana pun sadar.


Ars sangat senang karena Ana sadar dari pingsannya, namun ada hal yang mengejutkan yang ia dapati dari kesadaran Ana. Ternyata Ana tak mengingat apapun itu, ia bahkan tak tahu namanya sendiri.


Ars yang bingung pun menunda kepergiannya dan memilih merawat Ana sejenak dan yang lebih mengejutkan Ars adalah ketika ia mengetahui Ana tengah hamil muda. Jantung Ars di buat berhenti sejenak karena ia bingung apa yang harus ia lakukan.


Hari demi hari Ars lewati bersama Ana yang sudah berganti menjadi Isti. Ars yang awalnya ingin mengantarkan Ana pulang pun di gelapkan matanya karena kebersamaan nya dengan Ana yang begitu hangat.


Terjadilah hingga 5 tahun Ars menyembunyikan Ana dengan berbagai macam kebohongan hanya karena gelap mata yang di atas namakan Cinta.


Flashback off


"Maaf kan aku." Lirih Arsley yang tertunduk merasakan luka yang dalam dan juga rasa bersalah yang terus menggerogoti tubuh nya.


Ana yang mendengar itu pun menjadi terpukul, orang yang selama ini ia percaya ternyata telah berbohong hanya karena CINTA.


Begitu juga dengan Alex yang sedang menahan emosinya agar tak meledak. Sekian tahun ia menderita karena kehilangan istrinya tapi ternyata ada laki-laki lain yang tengah menikmati hari-hari indah bersama istrinya.


Namun amarah Alex segera ia padamkan mengingat selama beberapa tahun ini Ars lah yang merawat Ana dan anak-anak nya di saat ia yang tak tahu menahu dan hanya menganggap bahwa istrinya sudah tiada.

__ADS_1


"Ars, aku memaafkan mu." Ucap Alex dengan nada tegas dengan sorot mata melunak. Hal itu membuat Ars tersenyum, ia melihat ke arah Ana yang masih memalingkan wajah tampak Ana begitu kecewa padanya namun jika ia tak mengatakan kejujurannya sekarang bisa saja masalah yang lebih besar dan menyakitkan melebihi ini akan terjadi di masa depan.


"Paman, aku memaafkan mu. Kau harus kuat, aku yakin paman akan mendapatkan yang lebih baik lagi." Bisik Denise membuat hati Arsley menghangat.


Tok tok tok.


Suara pintu yang di ketuk membuat fokus mereka teralih pada pintu, siapa yang bertamu disaat-saat seperti ini.


Ana pun pergi membuka pintu an di luar ada seorang wanita paruh bayah yang sedang menunggu.


"Ada apa.?" Tanya Arsley pada wanita paruh bayah itu, tentu Arsley kenal dengan wanita itu, wanita itu adalah wanita yang selalu menjada Delisa bila bermain di istananya.


"Maaf atas kelancangan saya yang mulia, diluar sana orang dari kerajaan Diamond sedang mencari Raja Alex." Ucap wanita itu.


"Alex ada seseorang yang mencari mu." Ucap Ars membuat Alex berdiri namun masih menggendong Delisa dengan posesif nya.


"Siapa.?"


"Yang mulia." Panggil Felix yang membulatkan matanya melihat rajanya sedang menggendong anak perempuan dan yang lebih mengejutkan nya ketika ia melihat sesosok wanita yang sangat ia kenal ada di belakang Alex.


"Hari sudah hampir malam yang mulia. Jika kita tak pulang sekarang kita akan sulit untuk kembali menggunakan Gate." Ucap Felix yang masih tak terlepas pandangan nya pada Ana.


"Ayah ingin pulang.?" Tanya Delisa merangkup kedua pipi Alex dan menatap mata Alex dengan mata bulatnya.


"Hmmmm iya, kalau tak pulang sekarang nanti nya akan susah untuk kembali ke tempat ayah." Ucap Alex menciumi pipi gembul Delisa.


Seketika wajah Delisa cemberut karena ayah nya akan pulang dan ia akan kesepian." Lisa ikut hiks hiks hiks." Ucap Delisa menangis sesenggukan memeluk Alex dengan erat.


Alex pun menoleh pada Ana yang masih diam dan tak memberi pendapat, ia tak mungkin meninggalkan istrinya di sini, ia harus membawa istrinya pulang bersama anak-anak nya, tapi apa mungkin Ana mau di ajak pulang.?


"Ibu, ayo ikut ayah." Ucap Delisa memberontak turun dari gendongan Alex lalu memeluk kaki Ana dan mengatupkan kedua telapak tangannya memohon dengan iba nya.


Ana menjadi bingung karena sebenarnya ia butuh waktu untuk berfikir, terlalu banyak sesuatu yang terjadi dalam sehari. Ana pun melirik pada Denise yang hanya diam dan tak berkutik.


"Denise.?"

__ADS_1


"Hmmm huaaaa ibu ayo kita ikut ayah juga hiks hiks hiks." Semua orang di buat terkejut bahkan tangis Delisa yang tadi nya keras pun menjadi berhenti karena tangisan itu. Anak laki-laki yang tak pernah menangis itu kini malah memohon sambil menangis dengan derai air mata nya.


"Denise.?"


"Ayo ikut ayah, aku ingin tinggal bersama ayah juga. Aku ingin di gendong ayah juga." Ucap Denise memohon pada Ana. Arsley yang melihat itu tak sanggup untuk tidak tertawa, ini adalah pertama kalinya ia melihat anak yang berotak batu itu menangis.


"Hehehe kakak menangis." Ledek Delisa.


"Huaaaa ayah gendong aku juga.!" Tangis Denise yang pecah meminta di gendong, sedari tadi Denise terus memperhatikan betapa asyiknya Delisa ketika di dalam gendongan ayah nya. Padahal tadi ia juga di tawari oleh Alex untuk di gendong, tapi dengan angkuh nya Denise malah menolak bersikap kalau ia sudah dewasa.


Alex terkekeh geli dan langsung merentang kan tangannya, dengan langkah cepatnya Denise berlari dan memeluk Alex dengan erat.


"Haaaaaaaa tidak boleh, itu ayah Lisa." Teriak Delisa yang berganti menangis.


"Tapi kau tadi sudah puas di gendong ayah." Ucap Denise tak mau mengalah, untuk yang satu ini Denise tak mau mengalah seperti biasanya.


"Hahahaha tenanglah, Lisa ayo kemari.!" Ucap Alex yang berjongkok.


"Apa ayah sanggup menggendong kami berdua.?" Tanya Denise meragukan Alex.


"Kau pikir ayah mu ini lemah hemm? Ayah bahkan sanggup menggendong kalian bertiga." Ucap Alex menggendong Delisa dan Denise lalu melirik pada Ana membuat pipi Ana tiba-tiba merona.


_


_


_


_


_


_


Tbc

__ADS_1


__ADS_2