Love In The Darkness

Love In The Darkness
Episode 31


__ADS_3

Hari ini Alex mengajak Ana pergi ke suatu tempat, Kini mereka tengah ada di dalam kereta menuju tempat yang di maksud Alex dan yang tak di ketahui Ana.


Di dalam kereta Ana terus memikirkan perkataan Arsley yang menusuk di hatinya seperti ada maksud lain dari kata-kata tersebut.


Alex yang melihat Ana terdiam menjadi bingung karena sedari tadi Ana tidak berbicara dan memilih melamun.


"Sudah ku bilang dari dulu kau itu memang bodoh." Ucap Alex menyentil kening Ana.


Ana terkejut dan memegangi keningnya dengan wajah cemberut.


"Kau selalu mengatakan aku bodoh, kalau dulu aku terima, tapi sekarang kan aku sudah menjadi istri mu." Ucap Ana cemberut.


"Lalu apa bedanya, mau kau jadi istri ku atau tidak kan tetap saja kau itu bodoh." Ucap Alex tak ingin mengalah.


"Hmmm" Dehem Ana memalingkan wajahnya kesal.


"Kau itu bodoh Ana. Kau sudah besar dan sudah menikah tapi pikiran mu tidak kau gunakan." Ucap Alex santai.


"Maksudnya?" Tanya Ana.


"Maksudku kau selalu saja melamun dan tak waspada baik itu kau di dekat orang yang kau kenal maupun di dekat musuh mu. Bukankah itu bodoh.?" Ucap Alex.


Ana mulai menyadari perkataan Alex dan itu memang benar ia selalu saja melamun baik itu di dekat orang terdekat maupun di dekat musuh.


"Ana apa yang kau lamunkan?" Tanya Alex lembut.


"Alex siapa pria tadi?" Tanya Ana penasaran.


"Maksud mu Arsley?" Tanya Alex dengan wajah kesal, entah mengapa kalau sudah membahas tentang laki-laki ia menjadi kesal.


"Iya " Ucap Ana.


"Untuk apa kau bertanya tentang by." Ucap Alex kesal.


"Kalau tak mau menjawab yah sudah." Ucap Ana juga kesal.


"Hei mengapa kau menjadi kesal." Ucap Alex.


"Karena kau menyebalkan." Ucap Ana tak mau kalah.


"Tapi kau tak boleh kesal, hanya aku yang berhak kesal di sini." Ucap Alex kukuh.


"Memangnya siapa kau?" Ucap Ana melotot, sudah jelas kalau mereka sedang mengadakan acara debat dan tak menghiraukan kusir yang sedari tadi gemetaran karena ada yang berani berbicara lantang pada putra mahkota walau itu istrinya.


"Aku ini suami mu, masa depan mu." Tegas Alex.


"Belum tentu kau itu masa depan ku." Ucap Ana tak mau kalah.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Siapa tahu aku nanti menikah lagi " Ucap Ana tersenyum jahil.


Kali ini Alex terdiam an tak mau bicara, kalau sudah bicara tentang pernikahan kedua Alex menjadi kesal dan memilih untuk diam. Ana yang melihat keterdiaman alex tersenyum puas karena kali ini ia berhasil menjahili pria kepala batu itu.


Ana mendekat dan memeluk Alex lalu mengecup bibir Alex, Alex pun langsung tersenyum dengan tingkah Ana entah mengapa ia sangat luluh dengan sikap Ana yang seperti itu.


"Hehehe itu saja langsung marah." Ucap Ana.


"Kau keterlaluan." Ucap Alex mengelus kepala Ana.


"Hehehe ngomong-ngomong kita mau kemana?" Tanya Ana.


"Rahasia." Ucap Alex tersenyum hingga menampakkan lesung pipinya. Ana langsung menggerakkan jarinya mencongkel lubang yang terdapat di pipi Alex itu.


"Aku juga mau." Ucap Ana.


"Mau apa?" Tanya Alex.


"Mau ini" Ucap Ana manja menusuk-nusuk lesung pipi Alex.


"Hehehe nanti kita beli." Ucap Alex terkekeh.


"Memangnya ada yang jual.?" Tanya Ana bingung.


"Tidak ada." Ucap Alex dan langsung tertawa melihat Ana yang cemberut.


*******


Mata Ana berbinar melihat keindahan tersebut, sungguh suaminya sangat tahu kalau istrinya ini sangat menyukai yang namanya bunga.


"Kau suka?" Tanya Alex duduk di ayunan itu.


"Iya" Ucap Ana girang.


Alex menarik tangan Ana untuk duduk di pangkuannya lalu mengayunkan ayunannya pelan menikmati semilir Anging yang sejuk nan menenangkan.


"Dari mana kau tahu ada tempat seperti ini?" Tanya Ana antusias.


"Aku membuatkannya sendiri untuk mu Ana." Ucap Alex membuat Ana semakin senang.


"Benarkah?" Tanya Ana


"Iya sayang." Ucap Alex mengecup bibir Ana dan di balas oleh Ana walau masih kaku.


"Apapun untuk mu sayang" Ucap Alex mengecup leher Ana membuat Ana menjadi geli.


"Alex aku ingin belajar bela diri!" Pinta Ana.


"Untuk apa?" Tanya Alex masih mengecup leher Ana dan kini tangan nya pun mulai berkeliaran.

__ADS_1


"Kalau nanti kau sedang berpergian dan tak bersama ku, aku bisa melindungi diri ku sendiri." Ucap Ana


"Tapi tubuh mu ini lemah Ana. Belajar bela diri butuh tubuh yang kuat." Ucap Alex menatap mata Ana.


"Kau tenang saja aku akan mengirimkan untuk mu penjaga bayangan." Ucap Alex.


"Tapi aku ingin belajar bela diri Alex." Ucap Ana kukuh.


"Apa kau yakin?" Tanya Alex yang sebenarnya tak setuju kalau Ana belajar bela diri.


"Yah aku sangat yakin, aku pernah melompat dari tebing dan jatuh kelaut tapi aku tak mati dan tak terluka. Jadi aku pasti bisa belajar bela diri dengan baik." Ucap Ana


"Apa meloncat dari tebing?" Tanya Alex tak habis pikir.


"Iya." Ucap Ana


"Kau gila." Ucap Alex.


"Hmmm dulu bagi ku mengakhiri hidup dengan seperti itu lebih baik dari pada menjalani hidup yang kejam ini." Ucap Ana dengan tatapan sendunya.


" Ana, berjanjilah kalau kau tak akan melakukan hal itu lagi." Ucap Alex.


"Yah aku berjanji, kalau dulu aku ingin segera pergi dari dunia ini berbeda dengan sekarang. Sekarang aku sudah memiliki mu jadi aku ingin hidup menikmati masa-masa bahagia bersama mu." Ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau sudah berjanji Ana jadi kau harus tepati itu. Aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dengan segenap jiwa ku. Sebisa ku, asal kau baik-baik saja dan selalu di sampingku." Ucap Alex memeluk tubuh Ana.


Ana membenamkan wajahnya di dada bidang Alex merasa bahagia karena bisa memiliki cinta dari Alex. Ana membuka matanya dan sedikit melihat kesamping, betapa terkejutnya ia ketika melihat sepasang mata yang berdarah tengah menatap nya dari jauh.


Deg


Deg


Deg


Ana tahu siapa itu, wanita itu telah lama menghilang dari sisinya tapi sekarang secara tiba-tiba hadir dengan cara mengejutkan seperti itu.


Ana memilih menutup matanya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Alex. Ia tak mau melihat wanita itu karena masih sakit hati ketika ia sedang bersedih wanita yang di harapkan kehadirannya tak muncul dan sekarang saat dia sudah mulai melupakan keberadaan wanita itu, ia malah muncul dengan tampang mengenaskan.


_


_


_


_


_


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah


tbc


__ADS_2