
Awalnya Ryan terkejut, tapi Ryan hanya diam dan hanya memandang wajah Han-na, ketika Han-na tidak mendengar jawaban, Han-na mendongkak lalu pandangan itu bertemu lagi, semakin dalam, semakin mereka melihat sorot mata masing-masing yang mengandung arti, tiba-tiba pandangan Ryan beralih ke bibir Han-na yang mungil itu, perlahan wajah Ryan mendekat, terus mendekat hingga akhirnya bibir Ryan menyentuh bibir Han-na dan ciuman itu tak terelakkan lagi, entah apa yang Ryan pikirkan saat itu.
aku tergoda oleh bibir mungil nya ini, aku lancang, tapi Han-na juga tidak menolaknya, dia bahkan membalas ciumanku, Oh Tuhan, perasaan macam apa ini, getaran ini sungguh aku rasakan, bahkan dia bisa membuat ku lupa pada masalah yang sedang ku hadapi saat ini, lupa pada Olivia? apa ini salah, dan bagaimana dengan perasaan ku kepada Olivia ? aku tersadar dan langsung melepaskan ciuman ini, dan memalingkan wajah ku, aku gugup dan sulit untuk mengatakan apapun.
Begitu yang ada di dalam hati Ryan saat ini .
Ryan kissed me, I was very surprised, I didn't expect Ryan to kiss me, but why did I reply, why didn't I refuse, I could have slapped him because he was presumptuous of kissing me, but why do I feel happy, I even closed my eyes, even my heart feels like it's about to explode right now, oh my God, what should I do.
(Ryan mencium ku, aku sangat terkejut, aku tidak menyangka jika Ryan akan mencium ku, tapi kenapa aku membalas nya, kenapa aku tidak menolak, aku bisa saja menamparnya karena dia telah lancang mencium ku, tapi kenapa aku merasa senang, aku malah memejamkan mataku, bahkan jantung ku seperti mau meledak saat ini, Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan )
Ryan suddenly let go of the kiss violently I'm getting nervous, we're feeling awkward now.
(Tiba-tiba Ryan melepaskan ciumannya dengan kasar, aku jadi gugup, kita merasa canggung sekarang )
"Ah so sorry, i i i'm just being presumptuous, ummm, ahh yo you better go back to the hotel and rest "
( Ah so sorry, aa aku sudah lancang, eeummm, eeuuhh lebih baik kau kembali ke hotel dan beristirahat )
Ucap Ryan gugup namun tak menatap Hanna .
"Ne, i i i will"
Han-na pun pergi berjalan cepat.
Sementara Ryan yang masih duduk memikirkan yang baru saja terjadi.
"Apa ini, kenapa aku harus mencium Han-na, apa kau gila Ryan, aaaaarrrghh, masalah ku bertambah lagi sekarang"
Ucap Ryan sambil memukul-mukul kepala nya.
Sementara itu, Han-na yang berjalan dengan cepat, dia masih belum percaya jika dia sudah berciuman dengan Ryan.
"Oh My God, Oh My God, please help my heart not beat too fast"
(Ya Tuhan, Ya Tuhan, tolong bantu jantungku agar tidak terlalu cepat berdetak )
Ucap Han-na sambil mengatur nafas nya yang tak beraturan.
Setelah sampai di kamar hotel. Han-na langsung mengunci pintu dia langsung pergi ke kamar mandi lalu berdiri di hadapan cermin,
dia menatap wajah nya tak percaya, lalu Han-na menyentuh bibir nya, Han-na memejamkan matanya lalu membayangkan kejadian tadi, lalu Han-na kembali membuka mata, terlihat senyuman kecil di bibir nya yang berarti dia sangat senang dengan apa yang baru saja terjadi, terlebih lagi Han-na memang mengagumi Ryan sejak awal.
"Ryan do you know ? even when Albert suddenly kissed me at that time, I didn't feel this, my heart didn't beat so fast like now"
( Ryan apa kau tau ? bahkan saat Albert tiba-tiba mencium ku saat itu, aku tidak merasa kan ini, jantungku tidak berdetak begitu cepat seperti sekarang )
****
Di tempat lain.
Aku membuka pintu kamar hotel, terlihat Olivia sedang duduk di sopa, sedangkan Aldi sedang berdiri bersandar di tembok dekat pintu, sepertinya mereka sedang menungguku, mereka melihat ke arah ku, dan tiba-tiba Olivia berlari ke arah ku dan langsung memelukku erat, dia menangis lagi, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, luka itu masih membekas di hatiku, meskipun Oliv sudah menceritakan yang sebenarnya padaku, tapi tetap saja hati ku sudah terlanjur sakit, aku bingung tentang perasaan ku saat ini, Han-na atau Oliv yang sebenarnya aku cintai, tapiii... aku sungguh memang merindukan Olivia, aaaaarrrghh pikiran itu lagi.
"Ryan, tolong maafkan aku, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, tolong jangan tinggalkan aku"
"Sssttt...Sudahlah jangan menangis lagi"
Ucap Ryan sambil mengusap air mata di wajah Oliv.
"Aku tidak mau wajah mu terlihat jelek"
__ADS_1
"Jadii..kau memaafkan ku ? "
"Heemm"
"Sungguh ?"
Lalu Oliv kembali memeluk Ryan.
"Yaa...apa kau lapar ?"
"Sedikit"
"Oke jika begitu kita akan makan bersama, aku ingin mandi terlebih dahulu sebentar, setelah itu kita makan"
" baiklah "
" Aldi siaapkan makanan spesial untuk hari ini "
"Euh, baik aku akan segera menyiapkan nya"
Apa Ryan sudah tidak marah lagi pada Oliv ?, apa karena setelah Oliv menceritakan semua nya Ryan jadi luluh padanya, sedangkan dulu dia sangat tidak ingin mendengar nama Olivia, apalagi melihat nya seperti ini, aku rasa sekarang Ryan mulai kembali membuka hati nya, syukurlah, aku senang melihat nya.
Aldi pun pergi.
****
Beberapa jam kemudian.
Ryan dan Olivia, sementara Aldi berjalan di belakang mengikuti mereka.
Terlihat Olivia berjalan bergandeng pada lengan Ryan.
Ryan mencoba untuk melepaskan nya dengan cara lembut.
Ryan terkejut .
Siaaall...kenapa aku tidak berpikir tentang Han-na.
Ucap Ryan dalam hati.
"H h hii Han-na, Where are you from ?"
(Ha ha hai Han-na, kau darimana? )
"I'm from outside, buying food"
(aku dari luar, membeli makanan)
"Oh, Han-na, introduce her is ...."
(Oh, Han-na, perkenalkan dia adalah....)
Terpotong.
"I'm Ryan's girlfriend"
(Aku adalah pacar Ryan)
Ucap Olivia tersenyum sambil menyodorkan tangan nya kepada Han-na,
__ADS_1
Han-na terkejut dengan perkataan Olivia, Han-na pun terdiam.
Oh My God, why does my heart hurt when I hear that sentence, Ryan's girlfriend, so what did Ryan mean by kissing me earlier
(Ya Tuhan, kenapa hatiku sakit, ketika aku mendengar kalimat itu, pacar dari Ryan, jadi apa maksud Ryan dengan menciumku tadi )
"Hellooooooo, are u okay Mrs ?"
(hellooooooo , kau tidak apa-apa nona ? )
Ucap Olivia masih menyodorkan tangan nya.
ooo no, Han-na pasti mengira jika aku sedang mempermainkan nya.
Ucap Ryan gugup dalam hati.
Han-na menerima jabatan tangan Olivia.
"Ah, ya i'm oke, i'm Han-na, Ryan's friend"
(Ah, ya aku baik, aku Han-na, teman Ryan )
Ucap Han-na tersenyum palsu.
"Sorry i have to go into the room now"
(Maaf aku harus masuk kedalam kamar sekarang)
Ucap Han-na terburu-buru lalu membanting pintunya dengan keras.
Ryan, Olivia dan Aldi pun terkejut.
"Hey ada apa dengan nya, dia aneh sekali, apa dia berteman dengan mu sudah lama di sini ?"
Ucap Olivia.
Ya Tuhaaaaaannn bagaimana ini aku tidak mau membuat Han-na berharap seperti itu, kau sangat bodoh Ryan, kenapa kau harus mencium nya tadi.
Ucap Ryan dalam hati.
" Ryaaann, kenapa kau melamun, apa kau tidak mendengar ku ? "
"Aah ti tidak dia baru saja aku kenal "
Ucap Ryan gugup.
"Benarkah dia hanya teman mu, tapi kenapa sikap nya aneh seperti itu"
"Sudahlah itu mungkin hanya perasaan mu saja, ayo kita berjalan lagi"
" Baiklah "
Mereka pun kembali menuju tempat tujuan.
Tiba-tiba Aldi berbisik pada Ryan.....
****
BERSAMBUNG
__ADS_1