Love Korean Girl

Love Korean Girl
Forgive me..


__ADS_3

Di dalam Taxi.


"Ayah, Mommy bilang, jika kau ingin tinggal bersama Mommy, kau harus menikah dulu dengan Mommy"


Ryan dan Han-na terkejut ketika mendengar kata-kata Hans.


"Eohh si siapa bilang?"


Ucap Ryan gugup sembari melirik Han-na di sebelahnya.


"Mommyku tadi mengatakan itu, Mommy bilang kau harus memasang kan cincin pada Mommy dan Mommy juga akan memasang kan cincin pada mu"


"Be benarkah begitu?"


Ryan melirik Han-na kembali, namun Han-na melirik ke arah lain.


"Yas Ayah, iyakan Mom"


"I iya sayang"


Han-na pun merasa canggung ketika harus berada di dekat Ryan seperti itu.


Setelah turun dari taxi, Ryan menggendong Hans.


Lalu mereka menuju apartemen, di koridor apartemen, Hans dan Ryan terus saja berbicara sepanjang jalan.


"Kiddo, apa kau suka bernyanyi ?"


"Yas Ayah, aku suka, aku suka lagu Jhonny"


"Jhonny? bagaimana itu? apa kau bisa menyanyikan nya?"


"Jhonny, Jhonny, yes papa"


"No no, aku harus mengganti namanya, menjadi namamu kiddo"


"Hahaha, iya Ayah kau benar"


Kemudian Ryan mulai bernyanyi.


"Hey Hans hey Hans"


"Yes Papa"


"Eating sugar?"


"No, papa"


"Telling lies?"


"No, papa"


"Open your mouth"


"Ah, ah, ah!"


Setelah selesai bernyanyi, mereka pun tertawa.


Sementara Han-na yang melihat itu, sedikit cemburu, Hans sekarang akrab dengan Ryan yang dia benci, meskipun Ryan adalah Ayah Hans, tapi sepertinya luka Han-na tidak bisa di sembuhkan hanya dengan senyuman manis.


Setelah sampai di depan pintu, Ryan berhenti dan menunggu Han-na yang ada di belakang nya.


"Kenapa berhenti? masuk saja !!"


"I ini apartemen mu, aku ti tidak berhak untuk mendahului mu"


"Bukan kah dulu kau yang pernah menyelinap masuk ke dalam hotel ku?"


Ryan terkejut.


"Da darimana kau tau?"


"Kau tidak perlu tau"


Ucap Han-na sembari membuka pintu.


Lalu Ryan pun masuk dan menurunkan Hans yang ada di punggung nya.


Sementara Han-na langsung menuju dapur.


Kemudian..

__ADS_1


"Ayah, aku ingin kau tinggal di sini"


"Tidak kiddo, aku tidak bisa tinggal di sini, seperti yang kau bilang tadi, jika aku tinggal di sini, maka aku harus menikah lebih dulu dengan Mommy mu"


"Lalu kenapa Ayah tidak menikah saja sekarang dengan Mommy?"


"Tidak bisa kiddo, karena menikah itu tidak bisa di paksakan, jika Mommy mu tidak mau aku nikahi bagaimana?"


"Kalau begitu aku akan memaksa Mommy, agar dia mau kau nikahi"


"No.. biar Ayah saja yang membujuk Mommy mu, okay !!"


"Tapi kenapa Mommy tidak mau kau nikahi? apa dia tidak mencintai mu"


Ryan terkejut mendengar Hans karena perkataan nya itu.


"Huh? darimana kau tau tentang cinta?"


"Aku sering menonton film, yang Mommy tonton, dan mereka bilang harus saling mencintai jika akan menikah, benarkan Ayah?"


Ya ampun, kenapa anak ini sepintar itu, dia sudah tau cinta, hahaha, aku sempat ragu dan mengejek anak ini terbuat dari apa, ternyata dia terbuat dari bibit ku sendiri, seharusnya aku malu, karena aku pernah berbicara seperti itu.


"Hahaha, kau pintar sekali nak"


"Jadi benar, Mommy tidak mencintai mu?"


"Hmmm, aku tidak tau kiddo, kau bisa tanyakan pada Mommy mu nanti"


"Apa Ayah mencintai Mommy ku?"


"Tentu saja, aku mencintainya, aku selalu mengingat dia, aku juga ingin selalu bersama nya"


"Apa kau sering mencium Mommy?"


"Apa? ke kenapa kau berbicara se seperti itu, apa kau melihat di film juga?"


Ryan terkejut mendengar nya, sementara Han-na, terkekeh mendengar Hans berbicara seperti itu.


"Tidak Ayah, itu karena Mommy selalu mencium ku, dia selalu mencium ku setiap hari, dan Mommy bilang kenapa dia mencium ku setiap hari, itu karena dia mencintai ku"


"Aaah, aku pikir kau menonton film, syukurlah"


"Jadi Ayah sering mencium Mommy ku juga?"


Ucap Ryan yang sangat canggung..


Namun Han-na.


Apa maksudnya berkata seperti itu pada Hans.


Gerutu Han-na yang sedang menguping.


"Ayah, mana mainan ku? kau bilang akan membelikan mainan untuk ku, kau akan membelikan Woody dan teman-temannya"


"Iya, aku akan membelikan nya untuk mu nanti"


Tiba-tiba..


"Minumlah"


Ucap Han-na.


"Ah, baik terimakasih Han-na"


Ryan pun meminum nya dan mencoba tersenyum pada Han-na, namun Han-na tidak membalas nya.


"Setelah ini, sebaiknya kau pergi, dan ganti baju mu"


Ucap Han-na datar.


"Eemm, apa aku boleh menemui anakku setiap hari?"


"Sure"


"Baiklah, terimakasih, kau sudah mengizinkan ku"


"Hmmm"


Tiba-tiba.


Hans pun ke kamar, untuk mengambil mainan nya.

__ADS_1


"Ayah, aku ingin bermain dengan mu lagi, aku akan mengambil Buzz ku"


"Okay, ambil lah"


Setelah Hans meninggalkan mereka berdua.


Ryan mencoba memandang Han-na.


"Han-na !!"


Ucap Ryan kemudian berdiri.


"Yaa !!"


Jawab Han-na singkat.


Ryan mendekati Han-na.


"Stop, berhenti di situ"


Han-na mengangkat tangan nya.


Ryan pun berhenti.


"Han-na !! apa aku tidak pantas menerima sebuah maaf mu?"


Han-na hanya diam dan mengarahkan pandangannya ke arah lain.


"Han-na? ku mohon, bicara lah"


"Jika aku harus jujur, aku sudah tidak ingin melihat wajah mu lagi Ryan"


"Han-na, maafkan aku, aku akan memperbaiki semua nya, please forgive me, hidupku hancur Han-na, kau tau, bahkan selama 5 tahun pernikahan ku, aku tidak pernah bisa mencintai orang lain, aku selalu bermimpi tentang mu, aku selalu mengingat mu, rasa bersalah dan penyesalan ku selalu menghantuiku"


"Omong kosong !!"


"No, itu sebuah kenyataan, kau harus percaya padaku"


"Bagaimana bisa aku percaya lagi pada orang yang sudah membuat hidup ku hancur !!!"


"Okay, aku mengerti keadaan mu, a aku, aku pun merasakan apa yang kau rasakan"


"No, tidak ada yang bisa merasa kan itu, selain diri ku sendiri"


"Han-na, kumohooonn, aku ingin memperbaiki ini, aku ingin kau bisa menerima ku kembali"


"Tapi sayang nya, rela itu tidak semudah kata Ryan"


"Han-na !! kumohon"


Ryan memegang tangan Han-na, kemudian mencium nya, sembari memejamkan matanya, namun Han-na hanya diam saja.


No Ryan, aku tidak ingin terjerat lagi oleh semua kata-kata mu, kau sendiri yang membuat hancur kepercayaan ku, kau tidak tau seberapa sakit, luka yang kau berikan padaku, hidupku hancur, aku berjuang pulih selama ini, tapi kenapa kau harus kembali ada di hadapanku, rasa nya sakit itu kembali ku rasakan, saat aku melihat wajah mu lagi.


Tiba-tiba..


"Ayah ?"


Ryan dan Han-na pun terkejut yang tiba-tiba mendengar suara Hans.


Han-na pun langsung melepaskan tangannya dari genggaman Ryan.


"He hey kiddo"


"Ayah, kau mencium tangan Mommyku?"


"Aah ti tidak, tadi ada kotoran yang menempel di tangan Mommy mu, jadi Ayah membersihkan nya"


"Hahaha, saat itu kau juga memegang kotoran di kamar mandi kan Ayah"


"Hey, sssstt kiddo, jangan katakan itu, itu rahasia"


"Aku sudah menceritakan itu pada Aunty Jasmine"


"Apa? kau menceritakan nya pada Aunty mu? Oh Tuhaann, kau ini"


Hans pun tertawa.


Sementara Han-na yang melihat nya menahan tawa nya.


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2