Love Korean Girl

Love Korean Girl
Cinta Rahasia


__ADS_3

"What do you mean?"


"Just say it Han-na, cause I won't avoid that again, I like you, I love you,".


(Katakan saja Han-na, karena aku tidak akan menghindari itu lagi, aku menyukaimu, aku mencintaimu)


Han-na tidak menjawab, tapi wajah Ryan tiba-tiba mendekat ke wajah Han-na, lalu Han-na memejamkan mata dan bibir mereka pun saling bersentuhan, tangan Han-na kini memeluk leher Ryan dan Ryan menarik pinggul Han-na agar semakin dekat, dengan erangan Han-na di sela ciumannya, membuat Ryan semakin agresif, setelah beberapa menit kemudian mereka melepaskan ciuman itu, karena kehabisan nafas, lalu Ryan berkata.


"Do you love me?"


(Apa kau mencintai ku?)


"Just say Han-na"


(Katakan saja Han-na)


Han-na pun menunduk,


"Why Han-na ? what's wrong ?"


(Kenapa Han-na? ada apa ?)


"Then what about your lover, don't you love her too?"


(Lalu bagaimana dengan kekasihmu, bukan kah kau juga mencintai nya)


"What do you mean?"


(Apa maksud mu?)


"Just say"


(Katakan saja)


Ryan pun gugup.


"Ye yeah, i love her, but i love you too"


(Ye yeah, aku mencintainya, tapi aku juga mencintaimu)


Han-na menarik nafas nya.


"Do you want to play with me again Ryan, enough, it's better if i stay with Albert, than continue to hope that you always play with me"


(Apa kau ingin mempermainkan ku lagi Ryan, cukup, lebih baik aku tetap bersama Albert, daripada terus berharap padamu yang selalu mempermainkan ku)


"Han-na, Han-na, please listen to me first, before Oliv comes, i already like you, so what's wrong, someday Oliv will definitely understand my feelings for you"


(Han-na, Han-na tolong dengarkan aku dulu, sebelum Oliv datang, aku sudah menyukaimu, jadi apa salahnya, suatu saat nanti Oliv pasti akan mengerti dengan perasaan ku padamu)


"Enough Ryan, Oliv is your lover, you know, how she feels when she knows that you love someone else".


(Cukup Ryan, Oliv adalah kekasihmu, kau tau, bagaimana perasaan dia, ketika dia tau bahwa kau mencintai orang lain)


"I know, i know, but what about my feelings that are currently in love with you?"


(Aku tau, aku tau, tapi bagaimana dengan perasaan ku yang saat ini sedang mencintaimu)


Han-na hanya diam.


"I love u Han-na, please say something, you are always on my mind Han-na, please tell me if you love me too"


(Aku mencintaimu Han-na, tolong katakan sesuatu, kau selalu ada di pikiran ku Han-na, tolong katakan jika kau juga mencintai ku )


Lagi-lagi Han-na hanya diam, Han-na tidak ingin membahas ini sebenarnya, dia hanya ingin pelukan hangat Ryan yang membuat dia nyaman, Han-na pikir Ryan akan membahas masalah ciuman itu lagi, dan mengelak, tapi sekarang dia malah menyatakan perasaannya pada Han-na, betapa senangnya Han-na mendengar kata-kata yang sekian lama dia tunggu, tapi ketika Han-na mengingat jika Ryan mencintai kekasihnya juga, entah kenapa dada Haynna merasa sesak.


Kemudian Han-na melihat ke arah wajah Ryan.


"I will treat your wound"


(Aku akan mengobati lukamu)


"No, just tell me if you love me"


(Tidak, katakan saja jika kau mencintai ku)


"Are you crazy, how will Albert react if he hears I love you, not only me being threatened, but you, Aldi or even your lover, please Ryan, Albert is a reckless person"


(Apa kau gila, bagaimana reaksi Albert jika dia mendengar aku mencintaimu, bukan hanya aku yang terancam, tapi kau, Aldi atau bahkan kekasihmu, please Ryan Albert adalah orang yang nekat)


"You won't be threatened if you don't tell Albert, let this be a secret for both of us Han-na"


(Kau tidak akan terancam jika kau tidak mengatakan nya pada Albert, biarkan ini jadi rahasia kita berdua Han-na)


"No Ryan, don't make me worse because of your behavior"


(Tidak Ryan, jangan membuat ku menjadi lebih buruk karena kelakuan mu)


"My behavior? i just want to hear what i want to hear from your mouth, what's wrong, you just have to say it"


(Kelakuan ku? aku hanya ingin mendengar apa yang ingin aku dengar dari mulut mu, apa itu salah, kau hanya tinggal mengatakannya)


Tapi tiba-tiba Han-na menangis.


Setelah Ryan menarik nafas nya lalu Ryan langsung memeluk Han-na.


"Tell Han-na, i'll be there for you, don't be afraid, we'll keep this a secret"


Katakan Han-na, aku akan ada untukmu, jangan takut, kita rahasiakan ini)


Tangisan Han-na semakin kencang, lalu Han-na mempererat pelukannya pada Ryan dan berkata sambil menangis.

__ADS_1


"Hiks..hiks..hiks..hiks i love you Ryan, i love you"


(Hiks..hiks..hiks..hiks aku mencintaimu Ryan, aku mencintaimu)


Lalu Ryan semakin mempererat pelukannya.


"Thank you Han-na, i'm very happy to hear that"


(Terimakasih Han-na, aku sangat senang mendengar nya)


"Don't cry, we'll keep this a secret until the right moment comes, we'll tell it, trust me"


(Jangan menangis,kita rahasiakan ini sampai saat yang tepat tiba, kita akan mengatakan nya, percayalah padaku)


Ryan melepaskan pelukannya,


mengusap air mata Han-na.


"Yes i trust you"


Ryan tersenyum.


"Smile"


Ucap Ryan sambil menyentuh pinggir bibir Han-na dengan dua jari nya.


"Saranghae Han-na"


"Nado saranghae"


Ucap Han-na malu-malu.


Wajah Ryan mendekat dan kembali mencium bibir Han-na.


***


Sementara itu di pinggir jalan.


Aku melihat-lihat jam, sudah hampir 1 jam aku menunggu, tentu nya aku menunggu seseorang yang sudah berjanji akan menjemput ku, aku mencoba menghubungi Ryan tapi tidak di angkat, aku mencoba mengirim pesan tapi tidak dia balas,


apa dia lupa pada janjinya, tapiii dia berjanji akan menjemput ku di sini,


entah sudah berapa kali aku menghubungi Ryan tapi tetap tidak ada jawaban, aku berniat mengirim pesan pada Aldi, dan dia membalas, dia bersedia menjemput ku, ah aku lega sekarang akhirnya Aldi akan menjemput ku, aku mencoba mencari tempat duduk sambil menunggu dan akhirnya aku menemukanya,


tapii setelah aku duduk ada seorang pria yang mendekati ku, aku rasa dia sedang mabuk.


"Hi, boleh aku duduk di sini?"


"Sure"


"Sedang apa kau di sini sendiri? wanita tidak boleh di sini jika hanya sendiri"


"Aku sedang menunggu seseorang yang menjemput ku"


"Tidak, aku akan tetap menunggu di sini sampai dia menjemput ku"


"Apa dia kekasih mu?"


"Hmm"


"Ayolah, kekasih mu itu tidak akan datang, dia mungkin sedang bersama wanita lain, hahaha"


Ucap pria itu semakin tidak karuan,


"Apa maksud mu, dia tidak akan pernah mengkhianati ku"


"Oh My God, kenapa kau begitu polos, sudah lah jangan menunggu nya, ayo ikut dengan ku"


Ucap pria itu mencoba memegang tangan Oliv,


Oliv pun terkejut dan berteriak.


"Hey apa-apaan ini, lepaskan tanganku"


Oliv mencoba menarik tangan nya sekuat tenaga tapi dia tidak berhasil karena genggaman tangan pria itu sangat kuat.


"Sssssttt cantik, jangan berontak jika kau tidak mau aku sakiti"


"Noo, lepaskan tanganku, toloooooongg, Ryan tolong aku"


Pria itu terkejut ketika mendengar nama Ryan lalu melepaskan genggaman tangannya.


"What, Ryan, apa Ryan kekasih mu ? Ryan CEO muda bastrad itu? apa kau mengenalnya?"


"Tentu saja aku mengenalnya, karena dia kekasih ku"


"Wwaaaaw, ini seperti pucuk di cinta ulam pun tiba hahahaha, kau tau, aku Albert, kekasih Han-na gadis Korea yang sedang Ryan dekati sekarang, kamar Han-na bersebelahan dengan kamar Ryan, bahkan Ryan selalu mengganggu hubungan ku dengan Han-na, dia memang bajingan, tadi sore dia memukuli ku sampai aku babak belur seperti ini, dan dia membawa Han-na entah kemana, yang pasti mereka mungkin sedang berduaan sekarang hahahaha, aaarrggghhh Ryan bastrad"


Oliv pun terkejut mendengar pengakuan Albert, apa yang di katakan Albert cukup membuat Oliv terpengaruh, tapi Oliv masih tidak percaya karena Ryan bilang Ryan hanya menyukai gadis itu bukan mencintai nya.


"Tidak, Ryan tidak mungkin melakukan itu, untuk apa, karena Ryan hanya mencintai ku"


"Hahahaha kau itu terlalu polos, kau tidak tau jika Ryan membohongi mu selama ini"


"Tidaak, Ryan hanya mencintai ku, jadi jangan pengaruhi aku untuk membenci Ryan"


"Luar biasa, cinta mu pada pria bajingan itu cukup kuat, kau patut untuk di jadikan contoh untuk kekasih ku hahahahaha"


"Jika kekasih mu mencintai orang lain, itu artinya kau tidak pernah membuat dia bahagia"


"Apa kau bilaang"

__ADS_1


Albert mencengkeram rahang Oliv dengan keras.


"Aaw"


Teriak Oliv.


"Jangan pernah bicara apapun tentangku, jika kau tidak tau apapun tentang diriku"


"Aku tau tentangmu, kau adalah laki-laki pengecut yang hanya berani pada wanita"


Ucap Oliv lalu meludah tepat ke wajah Albert.


"Berani nya kaaaauuu"


Albert langsung memukul wajah Oliv.


"Aaawww"


Tanpa berhenti lalu Albert mendorong Oliv dan mencekik leher Oliv.


Oliv yang merasa sesak, kemudian menendang kaki Albert.


"Ouuch"


Ucap Albert merasa kesakitan.


Kemudian Oliv lari.


"Toloooonngg"


Ucap Oliv yang mulai ketakutan.


Albert pun mengejar,


karena Oliv terjatuh Albert semakin dekat sekarang, tiba-tiba Albert mengeluarkan pistol.


Oliv pun terkejut.


"Kau sudah menghina ku, dan Ryan sudah membuat kekasih ku berpaling, jadi kau dan Ryan harus membayar nya"


"No no, tolong jangan lakukan itu, aku minta maaf, tolong jangan bunuh aku"


"Heuh terlambaaaat, kau dan Ryan sama saja"


Oliv kemudian berdiri dan ingin berlari namun tiba-tiba Albert menembak ke arah Oliv,


dan peluru itu tepat mengenai punggung Oliv.


Dooor...


"Aaaaa"


Oliv yang kesakitan tidak bisa menyeimbangkan tubuh nya yang semakin lama semakin turun ke bawah, dan akhirnya Oliv tergeletak di bawah.


Tiba-tiba.


"Heeeeyy, apa yang sedang kau lakukan"


Albert terkejut dan langsung lari, Albert lari ke arah mobil nya yang di parkir di depan club malam yang dia masuki tadi, Albert langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Aku sudah sampai tujuan, menjemput Oliv, tapi aku tidak melihat Oliv sama sekali, aku keluar mobil, namun tiba-tiba aku mendengar suara tembakan, dan aku berlari ke arah suara itu, setelah sampai aku melihat seorang pria sedang memegang pistol, dan yaa, mungkin dia yang membuat tembakan, tapi yang aku lihat dia menembak seorang wanita, aku langsung mendekat dan berteriak, dan pria itu langsung lari, aku ingin mengejar orang itu, tapii aku melihat wanita sedang tergeletak di bawah, aku pun langsung mengurungkan niatku untuk mengejar orang itu, aku melihat banyak darah di tubuh wanita ini, setelah aku membalikan tubuh wanita ini aku langsung terkejut.


"Oliiiiiivvvvv, Oliv, Oliv bangun, bangun aku mohon banguuun, apa yang terjadi padamu, ku mohon bertahanlah"


Aku mencoba menelepon Ryan beberapa kali tapi tidak dia angkat.


"Shiiit kemana anak itu"


"A A Al di "


"Haaah Oliv, kau harus bertahan, kau harus bertahan kumohon"


"Ka a takan pp pa da Ryan ji ka aku mm mencin tai nya"


"Iya tentu saja aku akan mengatakan nya, tapi kau harus bertahan okay please kau harus bertahan"


Aku terus saja memohon pada Oliv untuk bertahan,


kemudian aku langsung membawa Oliv ke rumah sakit, meskipun aku tidak tau daerah ini tapi aku harus segera menemukannya, aku tidak tau sama sekali rumah sakit terdekat di sini jadi aku cukup lama untuk menemukan rumah sakit,


setelah aku bertanya pada beberapa orang, akhirnya aku menemukanya, aku langsung membawa Oliv masuk, sampai tiba di ruang UGD, aku tidak boleh masuk ke dalam, aku menunggu selama beberapa menit dan akhirnya dokter pun keluar dengan terburu-buru, aku bertanya pada nya.


"Dokter, bagaimana keadaan temanku dok?"


"Maaf, pasien cukup banyak mengeluarkan darah, jadi kita berdo'a saja agar pasien bisa terselamatkan"


"Tolong dokter, selamat kan dia, aku mohon"


"Tentu saja, permisi"


Aku mencoba menelepon Ryan beberapa kali, tapi tidak dia angkat sama sekali.


"Kemana anak itu, tidak biasa nya dia seperti ini"


Dia selalu membawa ponselnya kemana pun, tapi sekarang dia tidak menjawab panggilan dari ku.


Sampai setelah beberapa lama, dokter pun keluar lagi dengan dua susternya.


"Bagaimana dokter?"


Dokter pun menghela nafas nya.

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2