Love Korean Girl

Love Korean Girl
Bertemu Ryan


__ADS_3

Di perjalanan menuju kantor Ryan.


Setelah beberapa hari, Han-na menyetujui apa yang telah Jasmine katakan. Jasmine mengantar Han-na menemui Ryan namun tiba-tiba.


kriing...kriing..


*Dalam telepon*


"Hallo"


"Hallo Dokter Jasmine, mohon maaf Dokter, mengganggu waktu anda, ada kecelakaan beruntun dan banyak korban yang terluka cukup parah Dok, kami membutuhkan anda segera, karena Dokter yang lain juga sedang menangani pasien lainnya"


"Apa!!! Ya Tuhan, baik, aku akan berusaha untuk kesana sesegera mungkin"


"Baik Dokter terimakasih"


Jasmine pun bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang.


"What's wrong Jasmine?"


(Ada apa Jasmine?)


Ucap Han-na yang penasaran.


"Mmm there was a series of accidents, and a lot of casualties, I have to get there as soon as possible, but what about you"


(Mmm ada kecelakaan beruntun, dan banyak korban, aku harus kesana sesegera mungkin, tapi bagaimana dengan mu)


"Oh My God, then go quickly, about me, let me alone to meet Ryan, don't worry, I will definitely meet Ryan"


(Ya Tuhan, kalau begitu cepat pergi, tentang aku, biarkan aku sendiri untuk menemui Ryan, jangan khawatir, aku pasti akan menemui Ryan)


"Tapiii"


"Don't worry, your patients need you more"


(Jangan khawatir, pasien mu lebih membutuhkanmu)


Ucap Han-na tersenyum.


Beberapa saat Jasmine diam lalu menarik nafas panjang.


"Okay, I'll take you first, remember, you have to meet with Ryan, understand"


(Baiklah, aku akan mengantar mu dulu, ingat, kau harus bertemu dengan Ryan, mengerti)


"Sure"


***


Setelah sampai di kantor Ryan.


"Aku akan kembali setelah aku selesai, so just wait for me here"


(Jadi tunggu aku di sini)


"Okay"


Han-na tersenyum.


Selama di Jakarta, Jasmine selalu mengajak Han-na keluar rumah berjalan-jalan mengelilingi kota, dan memberi tau di mana keberadaan kantor Ryan, jadi Han-na tidak terkejut ketika melihat kantor Ryan yang sangat besar.


Jasmine pun langsung pergi menuju Rumah sakit, dan membiarkan Han-na sendiri, untuk menemui Ryan.


Han-na pun segera masuk menghampiri security, dan receptionis.


"Excuse me, can I meet Ryan?"


(Permisi, bisakah aku bertemu dengan Ryan?)


"Maaf nona anda siapa? apa anda sudah membuat janji dengan Tuan Muda?"


Karena Han-na memang sedikit mengerti dengan apa yang di katakan, Han-na pun menjawab sebisa mungkin.


"Belum"


"Maaf nona, anda tidak bisa sembarangan masuk tanpa ada perjanjian terlebih dahulu dengan Tuan Muda"


"Please, I want to meet Ryan, this is a private matter"


(Aku mohon, aku ingin bertemu dengan Ryan, ini adalah masalah pribadi)


Ucap Han-na memohon.


Seperti nya Nona ini bukan orang Indonesia, dari wajahnya dia terlihat seperti orang Korea, bagaimana ini, aku tidak terlalu mengerti bahasa Inggris, ah , mungkin receptionis bisa membantu.


"Mmm, sebaiknya kita masuk dulu"

__ADS_1


Security membawa Han-na ke receptionis.


"Nona, tolong bicara dengan wanita ini, dia berbicara bahasa Inggris, dan aku tidak terlalu mengerti"


"Oh, baiklah"


"Good morning Miss, is there anything we can help you with?"


(Selamat pagi Nona, ada yang bisa kami bantu?)


"Ahhm, I want to meet Ryan, I want to talk to Ryan, this is a personal matter"


(Ahhm, aku ingin bertemu dengan Ryan, aku ingin berbicara dengan Ryan, ini masalah pribadi)


"Have you made an appointment with the Young Master?"


(Apa anda sudah membuat janji dengan Tuan Muda?)


"Not yet"


(Belum)


"Sorry Miss, you can't just meet the Young Master, and you have to make an appointment first"


(Maaf Nona, anda tidak bisa begitu saja bertemu dengan Tuan Muda, dan anda harus membuat janji terlebih dahulu)


"Please, this is very important"


(Kumohon, ini sangat penting)


"Okay, wait a minute"


(Baiklah, tunggu sebentar)


*Dalam telepon*


"Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan Tuan Muda"


"Siapa?"


"Aku tidak tau, seperti nya dia orang asing, dia terlihat seperti orang Korea Tuan"


"Baik, tunggu, aku akan kesana"


"Baik Tuan"


"Sorry, who are you?"


(Maaf, siapa kau?)


"I'm Han-na, I, I'm Ryan's lover when in Bali"


(Aku Han-na, a aku, aku kekasih Ryan saat di Bali)


"Whaaaat!!! so what do you want now? ah you better not talk here, come with me"


(Apaaaa!!! jadi apa yang kau mau sekarang? ah sebaiknya jangan bicara di sini, ayo ikut aku)


Han-na mengangguk saat Ayah Ryan mengajak nya untuk bicara.


Tuan Syakip sebenarnya tidak terkejut dengan kedatangan perempuan ini dan mengaku adalah kekasih Ryan, karena saat Ryan tidak ada, ada beberapa wanita yang datang ke kantornya untuk bertemu dengan Ryan, entah karena apa, tapi Tuan Syakip langsung menyuruhnya pergi, dan ini adalah keberuntungan Han-na yang tidak langsung di usir dari kantor.


"Come on, tell me what you want?"


(Ayo, katakan apa yang kau mau?)


"I want to meet Ryan."


(Aku ingin bertemu dengan Ryan)


"Ryan is busy, he can't be bothered"


(Ryan sedang sibuk, dia tidak bisa di ganggu)


"But it's important"


(Tapi ini penting)


"About what, about personal matters?"


(Tentang apa, tentang masalah pribadi?)


"Yeaah"


"Listen Miss, currently Ryan is focused on work, so Ryan can't be disturbed, you can tell me, I'll tell Ryan later."


(Dengar Nona, saat ini Ryan sedang fokus bekerja, jadi Ryan tidak bisa di ganggu, kau bisa menyampaikan nya padaku, nanti aku akan menyampaikan nya pada Ryan)

__ADS_1


"Alright, I just wanted to leave this letter"


(Baiklah, aku hanya ingin menitipkan surat ini)


"What, so, you want to meet Ryan just want to leave this letter"


(Apa, jadi, kau ingin bertemu Ryan hanya ingin menitipkan surat ini)


"yes"


"Turns out you're just wasting my time, you better get out of here,Ryan is getting married, and I hope you don't ruin Ryan's marriage"


(Ternyata kau hanya membuang waktu ku, lebih baik kau pergi dari sini, Ryan akan menikah, dan aku harap kau tidak akan merusak pernikahan Ryan)


Han-na terkejut mendengar kabar tersebut.


What, Ryan is married, no way, Ryan can't marry someone else, then what about me.


(What, Ryan sudah menikah, tidak mungkin, Ryan tidak mungkin menikah dengan orang lain, lalu bagaimana dengan ku)


Bisik Han-na dalam hati, dengan mata berkaca-kaca.


"Go miss, before I call security"


(Pergilah nona, sebelum aku memanggil security)


Tidak banyak bicara, Han-na pun kemudian pergi.


Setelah Han-na pergi, Tuan Syakip menarik nafas panjang, kemudian perlahan membuka surat yang Han-na berikan tadi.


*Dalam Surat*


Hi Ryan, I don't know where to start, I just wanted to let you know, if I'm currently pregnant with your child, from the results of that night, you forced me to do it, you are being rude to me.


i am writing this letter just want you to know, and be responsible for what you have done, actually i hate you, because you have just left me, But I realized that this child needs a father.


(Hi Ryan, aku tidak tau harus mulai darimana, aku hanya ingin memberi tau mu, jika aku sekarang sedang mengandung anak mu, dari hasil malam itu, kau memaksa ku untuk melakukannya, kau berlaku kasar padaku.


Aku menulis surat ini hanya ingin kau tau, dan bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan, sebenarnya aku membencimu, karena kau telah meninggal kan ku begitu saja, Tapi aku menyadari jika anak ini membutuhkan seorang Ayah)


Setelah membacanya, Tuan Syakip melipat kembali surat itu lalu menyimpan nya di saku baju nya.


Tuan Syakip benar-benar sangat marah mendengar hal itu.


"Aaarrgghh bedebah, anak yang tidak tau diri, kenapa bisa melakukan hal yang bodoh seperti itu, sebentar lagi Ryan akan menikah, jika sampai mereka tau tentang ini, mereka pasti akan membatalkan pernikahan ini, dan kesempatan ku akan hilang, untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan yang besar itu"


Tuan Syakip pun kembali masuk kedalam kantor.


Security.


"Hey, apa kau tau, apa yang mereka bicarakan?"


Receptionis.


"Tidak, kenapa kau ingin tau sekali"


"Hey, aku hanya heran, dari banyak nya perempuan yang datang kesini dan mengaku kekasih Tuan Muda, hanya dia orang yang tidak di usir oleh Tuan Syakip"


"Ya, kau benar sekali, menurut mu, Tuan Muda akan benar-benar menikah dengan anak dari pengusaha besar itu atau tidak?"


"Mmm, menurutku, Tuan Muda tidak mencintai gadis itu, aku rasa Tuan Muda, mencintai gadis lain"


"Benarkah, darimana kau tau itu?"


"Hehe aku hanya menebak saja"


"hmm, aku kira Tuan Muda bercerita padamu haha"


"Hey, tidak mungkin Tuan Muda menceritakan kisah nya padaku, aku hanya security, bukan sahabat nya"


Tiba-tiba.


"Jadi begini kinerja kalian setiap hari, menggunjing atasan kalian sendiri"


Mereka terkejut lalu.


"Tu tuan, tolong maafkan kami, kami hanya..."


Terpotong.


"Kembali ke tempat semula"


Ucap Ryan dingin.


"Ba baik Tuan"


****

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2