Love Korean Girl

Love Korean Girl
Beri waktu..


__ADS_3

Sejak saat itu, Ryan menyewa apartemen di dekat Han-na.


Saat Ryan berjalan menuju apartemen Han-na tiba-tiba..


"Hey broo, kenapa kau harus menyewa apartemen lagi, kau bisa tinggal di apartemen ku"


"Tidak, terimakasih"


Singkat Ryan.


"Ayolah, aku ingin hubungan kita membaik, aku menyesal karena melakukan itu padamu dulu"


"Aku tidak ingin membahas soal ini"


"Ryan ku mohooonnn, seperti kau ingin memperbaiki hubungan mu dengan Han-na, aku juga ingin memperbaiki hubungan ku dengan mu"


"Ya aku tau itu semua tidak mudah, kau harus pahami itu, Han-na juga tidak mudah menerima ku, jadi, tolong beri waktu"


"Kau ingat kata-kata ku ? saat itu ?


no matter how bad you are, no matter how wrong you are, what you should know, if your best friend will come back with him affection"


"Ya aku ingat, tapi sepertinya luka itu tidak akan pernah aku lupakan"


"Aku tau, tapi kumohon, meski tidak akan seperti dulu lagi, setidaknya kau memaafkan ku dan mau tinggal di apartemen ku"


"Iya, akan ku pikirkan lagi nanti"


"Baiklah, jika kau ingin pindah, kau bisa langsung mengetuk pintu"


"Hmmm"


Kemudian Ryan menuju apartemen Han-na, dan mengajak Hans untuk berjalan-jalan.


Semakin hari Hans semakin dekat dengan Ryan, bermain bersama, bahkan Hans sering menginap di apartemen Ryan, sesekali Ryan selalu mengajak Hans bermain di luar.


Sementara Han-na, Yaaa, Han-na selalu ikut jika Ryan mengajak Hans untuk bermain dan berjalan-jalan di luar, dan kali ini Han-na tidak banyak berseteru dan hanya menyetujui apa yang Hans inginkan.


**


Di sebuah lapangan kecil.


"Ayo kiddo tendang bolanya !!"


"Iya Ayah !!"


Han-na tersentuh melihat itu dan menunjukkan senyum kecil nya, tapi tiba-tiba..


Bola yang Hans tendang mengenai celana Ryan tepat pada titik letak junior Ryan.


"Aaaawww !!"


Meski tidak terlalu kencang, tapi Ryan berteriak, sembari menungkup celana nya oleh kedua tangannya, dengan ekpresi berpura-pura sakit.


"Hahaha... hahaha...hahaha"


Han-na tertawa terbahak melihat itu.


Ryan terkejut melihat Han-na tertawa terbahak seperti itu.


Hans pun ikut tertawa melihat Ibunya tertawa.


Ya Tuhan, akhirnya, aku bisa melihat tawa nya kembali, ini membuat ku bahagia Han-na, aku berjanji akan membuat mu bahagia, dan aku tidak akan mengecewakan mu lagi.


Ucap Ryan dalam hati, sembari memandang Han-na.


Han-na yang menyadari Ryan yang memandang nya, langsung menghentikan tawa nya.


"Ah so sorry"


Ryan memberikan senyum lebar nya.


Setelah selesai, Ryan dan Han-na pulang, seperti biasa Ryan menggendong Hans di punggung nya.


"Apa tadi kau tertawa?"


"I iya maaf"


"Aku senang, kau bisa tertawa karena aku"


"Tidak karena kau saja, tingkah Hans juga membuat ku tertawa"


"Aah iya, aku lupa jika Hans bersama kita sekarang"


Ucap Ryan dan Han-na pun tersenyum.


"Aldi bicara padaku, kenapa kau tidak tinggal bersama Aldi saja?"

__ADS_1


Ucap Han-na tiba-tiba..


"Ah ituuu, kapan dia bicara padamu?"


"Sejak kau ingin pindah, dia sudah membicarakan ini padaku"


"Iya, aku sedang memikirkannya"


Jawab Ryan santai.


"Aldi sudah meminta maaf padaku, dia mengakui kesalahannya, jadi aku harap hubungan kita semua akan membaik"


Ucap Han-na sembari tersenyum.


"Ya, dia juga sudah meminta maaf padaku, tapii aku hanya perlu waktu"


"Iya, memang tidak mudah untuk menghilangkan kekecewaan, tapi jika dengan sabar kita membujuk nya, semua pasti akan kembali seperti biasa"


Sindir Han-na pada Ryan.


"Itu artinya, aku harus lebih sabar lagi, untuk mendapatkan hati mu kembali Han-na?"


"Huh?"


Ucap Han-na terkejut mendengar itu.


"Hahaha, kenapa kau harus terkejut seperti itu?"


"Ti tidak"


Han-na gugup.


Setelah sampai di dalam apartemen.


"Hey ternyata Hans tertidur sejak tadi"


Ucap Han-na sembari meilirik Hans.


"Ah benar kah?"


Ryan pun penasaran melirik ke belakang.


"Iya, ayo biar aku yang menidurkan nya"


Han-na pun menggendong nya dan menidurkan Hans.


"Aku akan membuatkan minuman untuk mu"


Ucap Han-na yang masih berdiri.


"Tidak perlu, duduklah di sini, aku ingin berbicara banyak dengan mu"


"Aah aku harus menemani Hans untuk tidur"


Han-na menghindar.


Ryan pun berdiri, kemudian memegang tangan Han-na.


"Han-na!!"


Han-na pun berbalik.


"Iya ke kenapa Ryan"


Han-na gugup.


"Bahasa Indonesia mu sekarang semakin bagus, apa Jasmine mengajarkan mu dengan baik?"


"Iya tentu, bicara lah sebelum Hans terbangun"


Ucap Han-na sembari melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ryan.


"Kau masih marah padaku?"


"Tidak, aku tidak marah, aku hanya kecewa"


"Tapi apa kau sudah memaafkan ku?"


"Ya"


"Han-na, aku senang kau membesarkan janin mu dan merawatnya dengan baik, hingga terlahir lah anak laki-laki yang tampan dan pintar seperti Hans, aku sangat bahagia karena kau memilih membesarkan janin itu dan tidak menggugurkan nya, dan aku senang, sampai saat ini kau tidak berhubungan dengan pria lain, yaa, jika pun iya, aku tidak akan terima, jika Hans memiliki Ayah pengganti, karena Ayah Hans itu hanya aku, bukan orang lain"


"Aku tidak ingin melakukan dosa untuk yang kedua kalinya, jadi itu tidak mungkin ku lakukan, dan untuk pria, aku sudah tidak percaya pada mereka"


"Huuuffft apa ada alasan lain selain itu?"


"Nothing !"

__ADS_1


Singkat Han-na.


Tiba-tiba Han-na terkejut, ketika melihat Ryan berlutut di hadapannya, sembari mendongkak dan berkata..


"Han-na !! aku tau, aku telah melakukan kesalahan padamu, aku tau, aku telah menyakiti mu, pantas atau tidak untuk menjadi pendamping mu, aku akan berusaha untuk memantaskan diri untuk mu, yang harus kau tau adalah aku mencintaimu, sungguh-sungguh mencintai mu Han-na"


Han-na ingin menangis namun di tahan, sementara Ryan mengambil sesuatu dari saku celana nya, kotak kecil berwarna merah, lalu Ryan membuka nya sembari berkata..


"Will you marry me Han-na?"


Ucap Ryan berkaca-kaca, berharap Han-na menerima nya..


Ryan menatap Han-na dalam, akhirnya Han-na meniti kan air mata nya.


"Maaf Ryan, aku tidak bisa menjawab nya sekarang"


"Tapi Han-na, kau masih mencintai ku kan?"


"Aku tidak ingin membahas nya maaf, sebaiknya kau beristirahat, aku akan menemani Hans tidur"


Han-na menuju kamar untuk menemani Hans tidur..


"Han-na !!! kumohooonn !!! Aaarrhhh !!"


Teriak Ryan sembari mencengkram rambut nya.


****


Di koridor apartemen.


"Jasmine?"


"Ya?"


"Aku salut padamu"


"Kenapa?"


"Kau berani berbuat baik pada orang yang baru saja kau kenal, seperti Han-na"


"Ya, memang itu sangat beresiko, tapi aku tidak pernah takut jika orang itu berbuat jahat padaku"


"Kenapa? kau bisa berpikir seperti itu? padahal kau bisa saja di rugikan"


"Kerugian ku hanya sementara Aldi, sementara penyesalan mereka, akan mereka rasakan seumur hidup nya, Tuhan pasti akan menjaga hambanya dengan sebaik-baiknya, sesuai takdir yang sudah di tuliskan"


"Ternyata, kau bijaksana sekali"


"Hahaha kau ini"


Tiba-tiba, Jasmine melihat Ryan keluar dari ruangan Han-na.


"Ryaannn !!!"


Jasmine melambaikan tangan, dan Ryan pun diam menunggu Jasmine berjalan menghampiri nya.


"Kenapa dengan wajahmu?"


"Tidak apa-apa, kenapa memang nya?"


"Tidak perlu berbohong, wajah mu terlihat seperti sedang sedih, kecewa, dan tidak ada mood"


"Ya begitulah !!"


"Ini soal Han-na?"


"Yaa"


"Huuuffft, Han-na memang masih perlu waktu Ryan, aku seringkali mengingat kan nya, memberi tau nya, tapii, dia tetap pada pendiriannya"


"Ya sudahlah, aku akan ke ruangan ku"


"Heeey, tunggu, aku punya ide untuk membuat Han-na tidak ingin kehilanganmu"


"Apa maksudmu?"


"Sudah, ayo kita harus membahas nya di dalam"


"Baiklah !!"


Mereka pun pergi menuju ruangan Jasmine.


...****************...


......................


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2