Love Korean Girl

Love Korean Girl
Dokter Jasmine


__ADS_3

5 bulan kemudian.


Sejak saat Ryan meninggalkan Han-na, hidup Ryan berubah, menjadi semakin dingin, juga pendiam, terlebih kematian Olivia membuat Ryan masih menyimpan rasa dendam pada Albert, namun rasa bersalah nya pada Han-na sangat lah besar, sejak saat itu, Ryan sering memimpikan Han-na, berkali-kali, bahkan sering, seperti selalu menghantui kehidupan Ryan.


Ryan selalu menyendiri, bahkan terkadang keramaian pun terasa sepi baginya.


Mengingat kejadian saat itu, saat Aldi memutuskan hubungan persahabatan nya dengan Ryan, membuat Ryan mengepalkan tangannya lalu memukul tembok namun tidak terlalu keras.


Ryan menghela nafas berat dan panjang.


Sahabat macam apa kau Aldi, yang begitu saja pergi menjauh, tanpa mengerti perasaan ku, kau tidak tau seberapa terpuruk nya aku saat itu, dan bahkan saat ini, aku seperti tidak hidup, dan kau malah menyalahkan ku atas semua yang terjadi, yang padahal kau tau jika aku pun tersiksa.


Ucap Ryan dalam hati nya.


Tiba-tiba.


Tok...tok...tok.


"Come in"


(Masuk)


"Siapkan file yang sudah aku kirim, karena 1 jam lagi kita akan meeting dengan pengusaha penting"


Ucap Ayah Ryan.


Ryan hanya mengangguk.


Tanpa banyak bicara, Ryan mempersiapkan semua yang di butuhkan untuk meeting.


Seperti itu yang Ryan lakukan setiap hari, meskipun terkadang bosan, kesal, dan marah pada Ayah nya, tapi Ryan mencoba untuk tetap bertahan karena kesepakatan yang telah di buat dan demi tujuan awal yang telah Ryan rencanakan.


Dengan menyetujui kesepakatan yang Ryan sepakati saat itu, ternyata salah satu kesepakatan itu adalah perjodohan Ryan dengan anak dari pengusaha yang telah bekerjasama dengan perusahaan Tuan Syakip Ayah Ryan.


Mereka sudah menentukan tanggal pernikahannya, undangan pun sudah di cetak, semua kebutuhan untuk pernikahan pun sudah terpenuhi, hanya tinggal menghitung minggu untuk menuju pernikahan Ryan dan anak dari pengusaha itu.


Ryan terpaksa melakukan pernikahan itu hanya karena ingin menguasai kekuasaan dari kedua pengusaha itu, bahkan Ayah nya sendiri pun jadi sasaran Ryan sendiri.


***


Di rumah sakit.


"Toloooonngg toloong, hey tolong nona ini, dia pingsan"


Ucap salah satu orang yang melihat Han-na.


Ada beberapa orang yang menghampiri dan membantu Han-na, setelah itu Han-na di bawa ke ruang UGD, setelah di periksa lalu Han-na di pindahkan ke ruang rawat.


Setelah beberapa menit, Han-na sadarkan diri.


"Where am i?"


(Dimana aku?)


"Hi, How are you?"


(Hai, bagaimana keadaan mu?)


"Oh, Doctor, it was you who brought me here"


(Oh dokter, ternyata kau yang membawa ku ke sini)

__ADS_1


Ucap Han-na yang mengenali Dokter itu karena Han-na sering memeriksa kan kandungan nya pada Dokter itu.


"Yes, you fainted while walking in the hospital hallway, many people shouted and helped you, then I brought you here"


(Iya kau pingsan saat berjalan di lorong rumah sakit, banyak orang berteriak dan menolong mu, lalu aku membawa mu ke sini)


"Ah thank you Doctor"


"You are welcome, oh ya, why are you always alone when checking your womb, where is your husband, there must be someone to accompany you when you walk outside, moreover your pregnancy is already 5 months So you have to be more careful."


(Sama sama, oh ya, kenapa kau selalu sendirian saat memeriksa kan kandungan mu, dimana suamimu, harus ada yang mendampingi ketika kau berjalan diluar, terlebih lagi kandungan mu sudah menginjak 5 bulan jadi kau harus lebih berhati-hati)


Han-na tidak menjawab, Han-na hanya menundukan kepala nya.


"Hey, what's wrong, why are you sad, did your husband leave you, you can tell me, believe me I can be counted on to keep a secret"


(Hey, ada apa, kenapa kau sedih, apa suamimu meninggalkan mu, kau bisa bercerita padaku, percayalah aku bisa di andalkan untuk menjaga rahasia)


Ucap Dokter dengan lembut.


Han-na menangis.


"Oh my god, why are you crying"


(Ya Tuhan, kenapa kau malah menangis)


Dokter itu pun menghampiri Han-na lebih dekat, lalu mencoba menenangkan nya dengan mengusa- usap punggung Han-na.


"Ssstt, calm down"


(Ssstt, tenanglah)


Han-na secara detail menceritakan semua yang terjadi padanya, namun tidak menyebutkan nama dari laki-laki yang sudah menghamilinya.


"Insolent man, if he were in front of me I would beat him up"


(Pria kurang ajar, jika dia ada di hadapanku, aku akan menghajarnya)


Han-na tersenyum kecil saat melihat reaksi Dokter itu.


"Tell me who is the man who did that to you?"


(Katakan padaku siapa pria yang sudah melakukan itu padamu)


"I admit, He is handsome, and I love him too, he is always with his assistant, Aldi, and Olivia his lover who died at that time"


(Aku akui, Dia memang tampan, dan aku pun mencintai nya, dia selalu bersama asistennya Aldi, dan Olivia kekasihnya yang meninggal waktu itu)


Ucap Han-na sambil membayangkan wajah Ryan.


"What, Aldi, Olivia"


Ucap Dokter yang sedikit terkejut.


Han-na pun mengangguk.


Aldi, bukankah Aldi adalah asisten Ryan, dan Olivia adalah mantan kekasih Ryan yang sangat Ryan cintai itu meninggal beberapa bulan yang lalu, aku mendengar kabar itu, apa yang dia maksud adalah Ryan.


"Ah i'm sorry Doctor, do you know them?"


(Ah maaf Dokter, apa kau mengenal mereka?)

__ADS_1


"Ah sorry, what do you mean it's Ryan, I know Ryan's assistant, and Ryan's lover who Ryan loved so much back then was Olivia, but if I'm wrong, sorry, maybe it's just my guess"


(Ah maaf, apa yang kau maksud itu adalah Ryan, aku tau asisten Ryan, dan kekasih Ryan yang sangat Ryan cintai dulu itu adalah Olivia, tapi jika salah, maaf, mungkin hanya dugaan ku saja)


Ucap Dokter itu dengan sedikit menduga nya, dan barang kali salah.


"Ho how did you know it was a Doctor?"


(Ba bagaimana kau bisa tau itu Dokter)


Han-na tidak menduga jika Dokter itu akan tau pada Ryan.


"So it was Ryan who did that"


(Jadi benar Ryan yang melakukan itu)


Han-na hanya mengangguk.


Dokter itu tidak menyangka jika Ryan adalah pria yang sudah menghamili Han-na.


Ya Tuhan, kenapa rasanya sakit, setelah mendengar kabar ini, itu artinya aku belum bisa melupakan Ryan, dan kenapa Ryan harus menghamili perempuan ini, aku tidak pernah menyangka jika Ryan akan melakukan hal yang kejam seperti ini, dia menghamili perempuan ini lalu pergi begitu saja, oh noo, tolong jangan menangis, di hadapan perempuan ini.


Dokter itu pun mengambil nafas dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.


"Ahm, Doctor, what's wrong? are you crying"


(Ahm, Dokter, ada apa? apa kau menangis)


"Ah noo, I'm not crying, are you sure the man who impregnated you is Ryan I mean?"


(Ah tidaak, aku tidak menangis, apa kau yakin pria yang menghamili mu adalah Ryan yang aku maksud?)


"I don't know, but he was always with Aldi"


(Aku tidak tau, tapi dia selalu bersama Aldi)


"That means right, Ryan you mean Ryan I mean too, can I tell you a little bit?"


(Itu artinya benar, Ryan kau maksud adalah Ryan yang ku maksud juga, bolehkah aku bercerita sedikit padamu)


"Of course"


(Tentu)


Dokter itu pun bercerita tentang nya dan bagaimana dia mengenal Ryan.


Jadi, sebelum Ryan pergi ke Bali, Ryan pernah menjalin hubungan dengan Dokter ini, dan nama Dokter ini adalah JASMINE.



Dan, Jasmine adalah salah satu korban Ryan yang telah Ryan permainkan dulu.


Ryan meninggalkan Jasmine saat Jasmine benar-benar sangat mencintai Ryan, bahkan sampai saat ini Jasmine masih belum bisa melupakan Ryan.


Ketika mendengar Olivia meninggal, dalam hati kecil Jasmine berpikir bahwa mungkin Jasmine memiliki satu kesempatan lagi untuk mendekati Ryan kembali, meskipun Ryan pernah melukai hati Jasmine, tapi dalam hati Jasmine, Jasmine masih berharap Ryan akan menjadi miliknya, tapi ternyata harapan itu pupus seketika, setelah mendengar cerita dari perempuan berdarah Korea itu.


Sakit dan hancur, saat mendengar Han-na mengandung anak dari orang yang dia cintai, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah terjadi dan mau tidak mau Jasmine harus bisa menerima nya, sebenarnya Jasmine tidak terlalu terkejut atas apa yang Ryan lakukan, mengingat jika Ryan memang terkenal sering mempermainkan perempuan, hanya saja Jasmine tidak menduga jika Ryan akan sampai bisa menghamili Han-na.


****


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2