Love Korean Girl

Love Korean Girl
Hans Alexander


__ADS_3

5 tahun kemudian,


5 tahun sudah Han-na melewati hari-hari tanpa seorang pendamping hidup, membesarkan buah hati nya sendirian.


Permintaan Han-na telah Jasmine turuti saat itu, kini Han-na pun menjadi seorang model di salah satu perusahaan yang menerima nya, meskipun Han-na mengakui bahwa dirinya bukan seorang gadis dan memiliki anak, pihak agensi tersebut tetap menerima Han-na, Han-na banting tulang setiap hari siang dan malam untuk mencukupi hidup nya dan anaknya selama ini, meskipun penghasilan nya tidak terlalu besar, tapi setidak nya cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan anak nya yang kini sudah menginjak usia 4 tahun.


Han-na sudah pasih dalam berbahasa Indonesia sekarang, jadi dia tidak ragu lagi untuk berbicara pada semua orang.


Sedangkan Jasmine, dia masih terus memantau Han-na, dan sesekali selalu mengunjungi Han-na setiap selesai bekerja, Jasmine sangat dekat dengan anak Han-na, dia sudah menganggapnya sebagai keponakan hingga anak nya sendiri.


Sedangkan Ryan, masih saja seperti itu, tetap pada tujuan nya, meskipun belum membuahkan hasil, tapi setidak nya Ryan sudah menguasai setengah harta kekuasaan Ayahnya dan Ayah Cleo, kini Ryan berkembang pesat dan memiliki beberapa cabang perusahaan di beberapa kota, bahkan berencana untuk menambah cabang di luar negeri, dan untuk pernikahan nya dengan Cleo, masih sama juga dengan prinsip nya, Ryan tidak mau menyentuh Cleo, karena kini Ryan yakin sekarang jika dia mencintai Han-na, meskipun Ayahnya dan Ayah Cleo sering menyinggung tentang anak, namun Ryan tidak perduli tentang itu.


Sedangkan Cleo, masih dengan kesepakatan awal sama seperti Ryan, meskipun Ryan banyak di gadrungi oleh banyak wanita, tapi, Cleo sama sekali tidak mencintai Ryan sedikitpun, terlebih sikap Ryan pada Cleo sangat lah dingin, jadi, ya mungkin itu salah satu alasan Cleo tidak mencintai Ryan.


Sedangkan Albert, sebenarnya Albert sudah tertangkap saat itu oleh polisi, namun Albert bebas karena keluarga nya membayar jaminan di luar batas yang di tentukan, Ryan sempat marah atas itu pada polisi, tapi setelah polisi menjelaskan bahwa Albert adalah anak dari seorang konglomerat terkenal di Korea, dan mereka terlalu kuat untuk di lawan hingga polisi tidak bisa melakukan apapun, polisi hanya takut, jika nanti orang terdekat dengan Ryan akan menjadi sasaran mereka.


Albert sudah menikah dengan wanita yang telah di jodohkan dengan nya, Albert memilih untuk memiliki keturunan, berbeda dengan Ryan yang tidak ingin sama sekali.


Sedangkan Aldi, sejak saat dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan Ryan, kini Aldi mendirikan sebuah restoran kecil, lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan nya, namun Aldi selalu terbayang saat dia bersama Ryan, saat kejadian saat itu, saat Olivia meninggal, saat dia berkelahi dengan Ryan, dan saat dia memaki Han-na, seperti nya Aldi merasa sangat bersalah karena sudah keterlaluan pada mereka.


***


Di sekolah (playgroup)


"Momyyy!!!"


Ucap anak kecil yang berlari menghampiri ibunya sambil menangis.


"Hi, my boy, ada apa huh? kenapa kau menangis?"


"Mommyyy, kenapa aku tidak punya Ayah?"


Rengek anak kecil tersebut sambil menangis.


Betapa terkejutnya mendengar kata-kata itu, Han-na pun mencoba menenangkan anaknya itu.


"Sssst, hey, siapa bilang kau tidak memiliki Ayah, Mommy sudah sering mengatakannya kan, kau memiliki Ayah sayang, dan your Daddy sedang bekerja sangaaaat jauh, Ayahmu sedang bekerja mencari uang yang sangat banyaaak untuk mu, kau mengerti?"


Jawab Han-na sambil menahan tangis.


"Tapi, kenapa Ayahku tidak pernah pulang Mom"


"Ssst, Ayahmu akan pulang jika dia sudah mendapatkan uang yang banyak untuk mu okay"


"Teman-teman ku mengejek ku Mom"


Masih menangis.


"Dengar sayang, katakan pada teman mu jika Ayah mu sedang bekerja di tempat yang sangat jauh, dan mencari banyak uang untuk membelikan banyak mainan untuk mu okay"


"Kenapa aku tidak tau Wajah Ayah ku, teman ku bilang Ayah mereka sangat tampan dan keren, tapi aku tidak tau Ayahku seperti apa"


Rengek anak tersebut.


"Ssst sudah, Mommy akan memberi tau mu nanti, sekarang apa kau ingin ice cream?"

__ADS_1


"Yes, aku mau, aku mau"


Jawab anak itu seketika tangisan nya langsung reda mendengar kata ice cream.


"Good boy, let's go"


"let's go"


Sebenarnya sudah sering sekali Han-na mendengar anaknya merengek ingin bertemu Ayah nya, tapi Han-na selalu mengalihkan pembicaraan dia, terkadang Han-na merasa sangat sedih, tapi mau bagaimana lagi, Han-na tidak akan mungkin mempertemukan Ryan dengan anaknya, karena Ryan sudah menikah, dan Ryan juga tidak berusaha untuk mencarinya, jadi untuk apa berharap pada orang yang tidak mengharapkan nya.


Anak Han-na sangat tampan, lucu dan menggemaskan, ketampanannya mungkin itu sebuah keturunan dari Ayah nya Ryan, Han-na memberi nama pada anaknya itu adalah


Hans Alexander .



Perkataan nya sudah seperti orang tua, dia juga mudah bergaul, tapi sedikit pemarah seperti Ayahnya, namun mudah luluh juga, dia juga pintar, namun sayang nya dia sangat nakal sekali, sehingga terkadang Han-na selalu kelelahan jika sedang menjaga nya.


Setelah beberapa menit, di mobil.


Han-na sudah kembali menuju rumah, dan melihat Hans tertidur di samping nya.


"Oh My God, kenapa kau menggemaskan sekali saat sedang tidur baby"


Ucap Han-na tersenyum gemas melihat anaknya sedang tidur.


Setelah menggendong Hans, Han-na berjalan menuju pintu rumah, namun betapa terkejutnya Han-na saat pintu terbuka dengan sendirinya dan melihat Jasmine yang sedang mengagetkan nya.


"Doooorrr"


"Kkamjjagya!!! Ya Tuhan Jasmine, kenapa kau mengagetkan ku, bagaimana jika aku terkena serangan jantung"


"Hehe, i'm sorry, uuuuh aku merindukan mu my boy, lama sekali tidak melihat mu"


Ucap Jasmine sambil mencubit-cubit pipi Hans, dan menciumnya.


"Auntyy, kau nakal"


"Hey aku merindukan mu, apa kau tidak merindukan ku handsome"


"Noo"


Jawab Hans yang langsung masuk rumah dan ke kamarnya.


"Oh My God, kenapa respon nya seperti itu, itu menyakitkan sekali"


Jasmine pura-pura menangis.


"Aku kira kau akan datang saat hari libur"


Potong Han-na.


"Ah, aku sebenarnya masih ada jadwal, tapi aku kan sudah lama tidak bertemu dengan anak lucu ku, aku tidak tahan jika harus berlama-lama berjauhan dengan kalian, apalagi dengan Hans"


"Haha, kau bisa saja"

__ADS_1


"Oh ya, ada apa dengan Hans? kenapa dia tidak bersemangat seperti biasanya, dia juga tidak memeluk ku, saat tau aku datang, biasanya dia selalu memelukku dan banyak bertanya pada ku, tapi sekarang tidak, aku sangat sedih"


"Entahlah, mungkin karena dia baru saja bangun tidur, atau masalah tadi di sekolah"


"Hah, masalah apa ?"


Han-na pun menceritakan semua kejadian itu.


Mendengar itu, Jasmine menarik nafas panjang.


"Sampai kapan kau akan terus keras kepala seperti ini Han-na, kau tau jika Hans membutuhkan seorang Ayah, dia juga harus tau jika Ryan adalah Ayah nya. jangan egois Han-na, setidaknya ini untuk kebahagiaan Hans"


"Cukup Jasmine!!! sudah aku bilang jangan pernah menyebut nama itu lagi di depan ku, kau sendiri yang menyaksikan apa yang terjadi pada ku, kerja keras ku, dan pengorbanan ku, tapii, haah, setidaknya mengerti lah aku sedikit saja Jasmine, kau tau, rasa sakit itu tidak bisa di hapus hanya oleh hitungan bulan atau tahun, luka itu harus di obati, bukan hanya di biarkan, meskipun membekas, jika di obati, setidaknya luka itu tidak akan membesar seperti sekarang"


"Okay, tenanglah, aku hanya ingin yang terbaik untuk Hans"


Jawab Jasmine mencoba menghindari perdebatan.


"Aku akan membawa Hans ke Korea"


Ucap Han-na tiba-tiba.


"Apaaa!! no no no, tidak, itu tidak boleh, please Han-na jangan lakukan itu, jangan jauhkan aku dengan Hans, aku sudah sangat menyayangi nya, aku tidak ingin jauh dari nya"


Jasmine memohon.


"Jasmine kumohon, aku tidak mau Hans terus menerus di ejek oleh teman-temannya dan orang-orang, itu sangat berpengaruh pada kesehatan mental nya, seharusnya kau lebih tau karena kau seorang dokter"


"Tidak, kali ini aku tidak akan setuju"


Jawab Jasmine kemudian pergi mengarah ke kamar Hans.


"Jasmine!!!"


Teriak Han-na yang melihat Jasmine pergi.


***


Di kantor.


Ryan yang kini sedang berada di kantor, duduk sambil menikmati secangkir kopi hangat, memandangi setiap juru ruangan, Ryan berniat untuk mengubah dekorasi kantor tersebut,


Ruangan itu adalah ruangan Tuan Syakip sang Ayahanda, saat ini Ryan sedang menggantikan posisi Ayahnya, karena saat ini Tuan Syakip sedang sakit dan sudah beberapa hari di rawat.


Ryan berdiri menyusuri ruangan itu, Ryan mencoba mengambil sebuah lukisan, namun terjatuh dan kaca nya pun pecah, Ryan terkejut dan mencoba membereskan pecahan-pecahan kaca itu, tapi tangan Ryan tergores oleh pecahan kaca itu.


"Aawww!!"


Ryan pun segera mencari tisu.


Mencari di atas meja namun tidak ada, akhirnya Ryan mencoba membuka laci, namun laci itu terkunci, beruntung nya Ryan saat ini sedang memegang kunci itu.


Ryan mencoba membuka laci tersebut, mencari tisu di dalam nya, namun Ryan hanya menemukan beberapa tumpukan kertas, satu persatu Ryan baca, namun ada yang menarik perhatian Ryan, yaitu kertas kecil yang sudah usang namun terlipat rapih di situ.


Ryan mencoba membuka nya, lalu membacanya.......

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG....


__ADS_2