
Ini Sudah ke sebelas hari aku mengecek keadaan Ryan, dan Ryan masih tidak sadarkan diri,
aku duduk di kursi sebelah ranjang pasien, lalu aku terus menatap Ryan.
Saat aku sedang fokus tiba-tiba terdengar berita yang menyatakan, jika polisi telah mengusut kejadian ini, menurut pernyataan polisi, ternyata di balik kecelakaan Ryan, ada sebuah unsur kesengajaan, ada sebuah konspirasi, yang menandakan jika kecelakaan Ryan bukan murni kecelakaan, dan ada beberapa bukti kuat dari cctv kantor Ryan sebelum Ryan menuju tempat kejadian tersebut, dari situ polisi melihat ada seseorang yang mencoba mendekati mobil Ryan lalu berjongkok, dari cctv tersebut, terlihat orang itu tengah mengotak-atik mobil Ryan, di duga orang tersebut mengaku sebagai montir dan mencoba meminta izin pada security untuk masuk ke dalam parkiran mobil dan polisi saat ini sedang mencari keberadaan tersangka.
Entahlah siapa dia, aku berharap jika pelaku nya akan di hukum seadil-adilnya, dan Ryan secepatnya akan segera sembuh.
Aku kembali menatap ke arah Ryan, dan tiba-tiba aku tersenyum melihat jari jemari Ryan yang sudah mulai ada pergerakan, aku sangat senang, akhirnya Ryan ada kemajuan.
Setelah tangan Ryan yang bergerak, kemudian, perlahan mata Ryan terbuka, dan mulut nya seakan ingin bicara tapi mungkin masih lemas.
Aku segera memberikan air minum pada Ryan dan Ryan meneguk nya sampai habis.
Aku hanya tersenyum melihat perkembangan Ryan.
"Akhirnya kau siuman Ryan"
"Ja jas mine"
Ucap Ryan terpatah-patah.
"Jangan bicara dulu okay, kau harus banyak istirahat Ryan"
"Aaa ka ka kiku, ke napa ?"
"Ryan, sudah ku bilang jangan banyak bicara dulu, istirahat lah dulu, aku akan memberi mu makanan, kau pasti lapar kan ?"
Ryan hanya mengangguk tanpa berkata apapun.
***
2 minggu kemudian.
Jasmine selalu merawat Ryan, bahkan sekarang Ryan sudah bisa berjalan meski harus memakai kruk, (tongkat pembantu).
Meski belum pulih, tapi Ryan lebih baik dari sebelumnya sekarang, dia pun sering bercakap pada Jasmine.
Tok...tok...tok..
"Come in"
"Kau terlihat semakin membaik Ryan"
"Ternyata kau, kenapa kau harus mengetuk pintu dulu saat masuk, seharusnya kau tidak melakukan itu karena kau Dokter di sini"
"Bukan kah kau paling tidak suka dengan orang yang sembarangan masuk ?"
"Hah ? kau masih mengingat itu?"
"Tentu saja Ryan"
"Syukurlah, kau bukan orang pelupa hehe"
"Kau sedang bercanda?"
"Hey kenapa kau terlalu serius"
"Sudah, kemari, aku akan menyuntik mu"
"A apa, kenapa kau harus selalu menyuntikku Jasmine, tidak, aku tidak mau"
"Memalukan sekali, apa kau tidak malu dengan otot mu yang kekar, dan jabatan mu sebagai CEO di kantor ? jangan seperti anak kecil Ryan, anak mu saja tidak seperti ini saat ku suntik"
Ucap Jasmine tanpa sadar.
"Apa? anakku?"
Ya ampuuun, kenapa aku bisa salah bicara seperti ini...
"Ma maksud ku, iya, jika kau memiliki anak, mungkin dia tidak akan seperti mu"
Namun Ryan memicingkan mata nya.
__ADS_1
"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"
"Ti tidak, menyembunyikan apa ?"
"Jasmine ?"
"Mmmm aku sibuk, aku akan kembali lagi nanti okay"
"Jasmine !!"
Ryan mencoba berdiri tapi Ryan terjatuh dari ranjang.
"Aaaahh"
"Ryaaann !! kenapa kau keras kepala sekali, jangan memaksakan diri, mengerti?"
Jasmine mencoba membantu Ryan berdiri.
"Maka kau harus menceritakan semua yang kau sembunyikan"
Jasmine hanya diam.
"Jasmine ku mohon !!! apa anak ku di lahirkan di sini ?"
Jasmine tetap diam.
"Jasmine !!! apa kau tau tentang anakku?"
"Kau harus istirahat, aku masih punya banyak pasien, dan aku harus pergi"
Jasmine pergi begitu saja.
"Jasmine !!! aarrgghh"
Tuhaaaann !! kumohooonn !!! aku ingin bertemu dengan Han-na, aku mencintai nyaaa !! ku mohooonnn Tuhaaaan !!!.
Ryan berteriak kencang, dan ternyata Jasmine belum benar-benar pergi, dan dia mendengar teriakan Ryan.
Ucap Jasmine lalu pergi.
****
Di Korea..
"Hahahaha, Hahahaha, hahahaha, Moomm stoooop, hahaha itu membuat ku geli"
"Aku akan menangkap mu, roaaar"
Begitu candaan Ibu dan anak lelaki nya. mereka bercanda hingga mengobrol...
"Mommyyy ?"
"Yes my boy"
"Kau bilang, kau akan menunjukkan Daddy ku !"
Han-na terkejut.
"Okay, come here baby"
Han-na mencoba mendekat kan Hans pada nya, lalu Han-na membuka handphonenya dan membuka galeri, Han-na mencari beberapa poto dan setelah menemukan nya..
"Lihat,, apa dia tampan ?"
"Yes Mom dia sangat tampan, apa dia Ayah ku ?"
"No, bukan, dia hanya mirip dengan Ayah mu, jika kau ingin mencari Ayah mu, maka lihat lah wajah nya, Ayah mu mirip sekali seperti yang ada di poto ini"
"Woaaahh, Ayah ku sangat tampan, Mommy, apa aku mirip dengan nya?"
"Haha iya sayang, kau sangat mirip dengan nya"
"Aku ingin bertemu dengan nya Mommy"
__ADS_1
"Ne, kau akan bertemu dengan Ayah mu nanti"
"Apa Ayah ku seperti Superman Mom?"
"Mmm, Ayah mu, ya dia seperti Superman, dia juga menyelamatkan Mommy saat itu, dia sangat keren dan baik, tapi kadang dia seperti Hulk dan seperti monkey"
Dan bodoh seperti keledai.
Ucap Han-na menyelesaikan kalimatnya di dalam hati.
"Horeee, Ayah ku adalah Superman, tapi kenapa Mommy berkata Ayah seperti monkey ? apa Ayah memiliki bulu seperti monkey?"
"Hahaha tidak sayang Ayah mu tidak memiliki bulu seperti monkey, tapi dia tidak bisa diam seperti monkey"
"Oh begitu, Mommy apa kau tau? kenapa aku menyukai Superman?"
"Why baby?"
"Karena dia adalah seorang SuperHero, dia suka membantu orang lain, dan menyelamatkan orang-orang banyak Mom, dia juga menyelamatkan anak-anak sekolah, iyakan Mom? apa Ayahku juga seperti itu Mom?"
"Yes baby, let's sleep, sudah malam, kau harus segera tidur okay"
"Aku belum ingin tidur Mom, aku ingin terus bercerita tentang Ayah ku"
"Hey no, besok kita masih bisa menceritakan tentang Ayah mu ya"
"Mommyyy"
Rengek bayi itu.
"Okay, Mommy akan menceritakan tentang Ayah mu, setelah itu kau tidur okay"
"Okaaay Mommy heheh"
"Haha kenapa kau harus tertawa sepeti itu nak"
"Hehehe"
Begitulah percakapan mereka menjelang tidur
****
2 bulan kemudian..
Ryan sudah bisa berjalan tanpa tongkat sekarang, kondisi Ryan berangsur membaik, meskipun Jasmine bilang jika Ryan harus melakukan check kontrol.
Selama 2 bulan, Jasmine menghindari Ryan, karena pertanyaan Ryan tentang anak nya saat itu, tidak tau kenapa Jasmine tidak mau memberi tau kan tentang Han-na pada Ryan? apa Jasmine akan mengatakan nya pada Ryan atau tidak ? apa Jasmine masih mencari waktu yang tepat? entahlah !!.
Hingga pada akhirnya Ryan kembali ke rumah sakit dan menanyakan hal yang selalu sering Ryan tanyakan pada Jasmine.
Tok...tok...tok...
"Masuklah"
Jasmine pun terkejut.
"Ryaaann!! ke kenapa kau tidak memberi tau ku dulu akan kesini?"
"Jasmine !!! kau pasti akan tau, apa alasan ku datang ke sini"
"Ku mohon Ryan, aku tidak tau apa-apa, kenapa kau terus menekan ku"
"Aku tidak menekan mu, aku hanya ingin kau mengakui nya, apa yang kau tau tentang anakku? "
"Sudah ku bilang aku tidak tau apa-apa"
"Ku Mohon Jasmine !!!"
Apa ini saat nya, aku memberi tau Ryan ? Lagi pula Ryan sudah sembuh, kondisi nya juga membaik sekarang, baiklaah...
......................
BERSAMBUNG....
__ADS_1