Love Korean Girl

Love Korean Girl
I love you more...


__ADS_3

Han-na melihat Jasmine memegang tangan Ryan.


Han-na hanya memperhatikan nya dengan tajam.


Aku ingin sekali mencengkram rambut Jasmine, karena dia sudah mengkhianati ku, dan aku ingin mengguyur kan air ke wajah Ryan, karena dia sudah mempermainkan perasaan ku.


Terlihat tangan Han-na mengepal.


Aldi yang memperhatikan Han-na, terkekeh.


"Han-na, ada apa dengan mu? apa yang mereka lakukan"


"Jasmine memegang tangan Ryan"


Tiba-tiba..


"Ayaaahh !! Mommy itu Ayah"


"Dimana sayang?"


Han-na pura-pura tidak tau.


Sementara Aldi.


Aaarh, aku lupa jika Hans sudah pintar dan bisa saja berulah, aku takut rencana ini akan gagal, maafkan aku Ryan.


Hans pun turun dari kursi, lalu berlari kecil menghampiri Ryan.


"Ayaaaaaahhh!!!"


Ryan dan Jasmine menengok.


"Heeey, kau di sini my boy"


Ucap Ryan sembari memeluk Hans dan melirik ke sekeliling.


"Ayah sedang apa di sini dengan Aunty? seharusnya kau bersama Mommy kan? dan Aunty bersama Uncle yang tidak sopan itu"


Jasmine menahan tawa nya mendengar Hans, memanggil Aldi uncle yang tidak sopan.


Kemudian Han-na dan Aldi menghampiri mereka.


"Hans, sebaiknya kita pulang saja, jangan menganggu acara kencan mereka okay"


Sindir Han-na.


"Kencan itu apa Mom?"


"Kau akan tau setelah kau dewasa nanti"


"Kenapa tidak sekarang Mom"


"Tidak boleh, ayo cepat kita pulang saja"


"Tapi Mommy, aku ingin bersama Ayah"


"Iya, tapi tidak sekarang Hans"


Kemudian Ryan berdiri.


"Seperti nya kau salah paham Han-na"


Han-na hanya menatap dingin Ryan.


"Aku dan Jasmine tidak sedang berkencan"


"Aku tidak peduli itu, ayo Hans kita pulang"


Terlihat jelas ada kekecewaan di mata Han-na.


"Apa kau yakin kau tidak peduli pada perasaan mu sendiri?"


Sahut Ryan kemudian Han-na berbalik.


"Perasaan apa huh? aku hanya membenci mu, kau ingat Ryan, aku hanya membenci mu !!"


Ucap Han-na penuh penekanan, sedikit melirik ke arah Jasmine dengan sinis, lalu pergi dengan sedikit menarik tangan Hans.


Jasmine dan Aldi pun bingung dengan rencana mereka yang mungkin tidak berkembang dengan baik.


"Apa aku bilang, Han-na akan marah padamu kan"


Ucap Aldi.


"Hey, santai saja, aku senang Han-na marah padaku, itu artinya, Han-na cemburu padaku, dan Han-na masih mencintai ku kan?"


Ucap Ryan percaya diri.


"Huugh, kau terlalu percaya diri, bagaimana jika Han-na memang membenci mu?"


Ledek Aldi.


"Tidak masalah, aku akan tetap mengejar nya"


Jawab Ryan.

__ADS_1


"Sudah-sudah, Ryan, sebaiknya kau susul Han-na, apa kau tidak khawatir dia pulang sendirian?"


Sahut Jasmine.


"Iya kau benar, aku harus segera menyusul nya"


Ryan pun berlari kecil mengejar Han-na.


"Han-na tungguuu!!"


Setelah di luar..


"Han-naaa!!!"


Teriak Ryan, namun Han-na tetap saja berjalan dan tidak menoleh sama sekali.


"Ayaaahh !!!"


Hans berhenti dan memanggilku, namun di tarik oleh Han-na, tapi Hans tetap melihat ke arah ku.


"Hans tunggu Ayah nak !!"


"Ayaaahh !! Mommy aku ingin bersama Ayah Mom"


Hans mencoba melepaskan genggaman tangannya dari Han-na, Han-na terkejut ketika Hans terlepas dari genggaman tangannya lalu berlari ke arah Ryan, Han-na pun ikut berlari mengejar Hans.


"Ayaaahh !!! aku ingin bersamamu !!"


Ucap Hans sambil berlari.


Ryan pun berlari melihat Hans yang berlari ke arah nya sembari merentangkan kedua tangannya.


Setelah akhirnya mereka berpelukan.


"Aku ingin kau pulang bersama ku dan bersama Mommy ku, Ayah"


"Tentu, Ayah akan pulang bersama mu my boy"


"Yeaaaayy, benarkah?"


Hans begitu gembira.


"Yeah, tapi, kau harus membujuk Mommy mu terlebih dahulu, karena Mommy mu sedang marah pada Ayah"


Bujuk Ryan.


"Memang nya Mommy marah kenapa?"


Tanya Hans lucu.


"Hhmm, Mommy mu sedang cemburu, dia tidak mau Ayah dekat dengan perempuan lain selain dia"


"Iya, seharusnya Ayah tidak dekat dengan Aunty Jasmine, seharusnya Ayah selalu bersama Mommy"


"Iya, tapi Ayah dan Aunty mu itu, hanya sedang menyusun rencana agar Mommy mu luluh pada Ayah"


"Rencana apa Ayah?"


Han-na sudah dekat dan Ryan tidak menjawab Hans.


"Ssst, Mommy mu akan mendengar nya nanti"


Ucap Ryan masih berbisik.


Hans hanya mengangguk sembari tersenyum.


Ryan pun berdiri, menghampiri Han-na sembari menggenggam tangan Hans.


"Ayo kita pulang"


Han-na hanya menatap dingin Ryan.


Ryan mencoba untuk memegang tangan Han-na, tapi di tepis oleh Han-na.


Ryan menarik nafas panjang.


"Aku akan mencari taxi"


Lagi-lagi Han-na hanya diam.


Ryan pun sudah mendapatkan taxi, lalu membuka kan pintu untuk masuk Han-na, tapi Han-na hanya diam.


"Ayo My boy, kau masuk lah lebih dulu"


"Baik Ayah !!"


Hans pun masuk.


"Kenapa kau diam saja, apa kau tidak ingin masuk?"


"Kau tidak perlu membuka kan pintu, aku bisa sendiri"


"Ssst"


Ucap Ryan sembari meletakkan telunjuknya ke bibir Han-na.

__ADS_1


Han-na terpaku.


"Apa kau ingin aku tinggalkan di sini, kenapa kau jadi banyak diam sekarang"


Han-na yang tersadar kemudian langsung masuk ke dalam mobil.


Tidak ada perbincangan di dalam mobil, meskipun sesekali mereka saling mencuri pandang.


Berbeda dengan Hans, yang terus saja mengoceh.


****


Setelah sampai di depan apartemen.


Ryan menggendong Hans yang tertidur, sementara Han-na berjalan lebih dulu.


Di dalam Apartemen, Ryan meletakkan Hans di dalam kamar dengan sangat pelan, kemudian Ryan membuka sepatu Hans, mengelus rambut Hans, menyelimuti Hans, lalu mencium kepala Hans.


Han-na yang melihat itu berkaca-kaca.


Kenapa harus ada sakit terlebih dahulu jika kau akan kembali lagi, jika kau terus saja bersikap seperti ini, pertahanan ego ku pasti runtuh perlahan, aku akan termakan oleh ucapan mu lagi Ryan, aku hanya takut, jika aku coba untuk mempercayai mu kembali, aku akan kecewa untuk yang kedua kalinya, tapi ketika aku akan kembali mempercayai mu lagi, kau malah membuat ku semakin yakin jika aku harus menghapus semua cinta ku padamu.


Ucap Han-na dalam hati.


Ryan beranjak, lalu melihat Han-na yang tergesa-gesa pergi.


"Han-na !!"


Ryan menghampiri Han-na.


"Han-na, ku mohooonnn"


Mengejar Han-na lalu memegang tangan Han-na.


Han-na yang ingin pergi, namun Ryan segera memeluk Han-na dari belakang sembari memejamkan matanya.


Han-na terkejut.


Oh Ya Tuhan, jantungku jangan sampai lepas hari ini.


Ucap Han-na di dalam hati..


"Lepaskan aku, lepaskan Ryan, jika tidak aku akan berteriak"


"Ku mohon Han-na, aku mencintaimu"


Ucap Ryan mempererat pelukannya.


"I love you Han-na"


"Nooo, lepaskan"


Han-na terus berontak, lepas dari pelukan Ryan.


"Jangan berani menyentuh ku lagi mengerti, aku sudah sangat jijik dengan apa yang sudah kau lakukan dulu"


"Han-na, kumohooonn !!"


"Stoooopp, kau tidak pernah tau perjuangan ku seperti apa huh? membesarkan Hans seorang diri selama 4 tahun, menanggung malu, menanggung cibiran, ejekan dari orang lain, kau pikir itu akan mudah terhapus hanya dengan kata maaf"


Han-na mulai menangis.


Ryan pun menetes kan air matanya, lalu memeluk Han-na dengan erat, meskipun Han-na terus memberontak, memukul dada Ryan, bahu Ryan, dan punggung Ryan, tapi Ryan tetap mencoba memeluk Han-na. sambil menangis.


Selang beberapa menit perlahan tangisan Han-na pun berhenti,


"Ku mohon Han-na, I love you, aku tau semua yang terjadi padamu tidak mudah, dan sekarang aku sangat mencintaimu, bahkan kau selalu ada di pikiran ku, aku akan memperbaiki semua nya, ku mohon, aku tidak ingin kehilanganmu lagi, aku tidak ingin kau jauh dari ku lagi"


Ucap Ryan sembari menangis.


Kemudian Han-na memejamkan mata nya, lalu, menarik nafas nya.


"I love you too Ryan, i still love you, sekarang, sampai nanti"


Ryan terkejut senang mendengar itu, lalu perlahan melepaskan pelukannya, menatap lekat Han-na.


"Do you still love me?"


Han-na mengangguk.


Ryan memandang Han-na lekat.


"Look at me Han-na"


Ryan mengangkat dagu Han-na.


"I love you so much"


Ucap Ryan, dan Han-na menjawab...


"I love you more"


Mereka saling menatap satu sama lain, menatap lebih dalam, terlihat ketulusan dari kedua nya.


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2