
Terlihat dua orang di depan hotel keluar dari mobil.
"Bukan kah dia Han-na dan kekasihnya"
Ucap Aldi.
"Dari mana mereka ? "
Ucap Ryan penasaran.
"Sudahlah !! lagi pula itu urusan mereka, ayo kita masuk"
Ucap Aldi.
Ryan dan Aldi pun masuk ke dalam hotel, mengikuti Han-na dan Albert dari belakang.
Sebelum Han-na masuk ke dalam kamar tiba-tiba Albert menahan tangan Han-na laluu Albert mencium bibir Han-na.
Han-na terkejut dengan apa yang Albert lakukan, Han-na pun tidak merespon ciuman tersebut.
Ketika Albert mencium Han-na terlihat Ryan dan Aldi yang tidak jauh dari kamar Han-na terkejut melihat kejadian tersebut.
Kenapa rasa nya jantungku berdebar kencang dan tubuh ku memanas, apa ini?? bahkan aku tidak tau apa yang aku rasakan, wajar saja mereka melakukan itu, karena mereka adalah sepasang kekasih, tapi kenapa aku harus merasakan ini. Rasanya aku ingin marah, aku kecewa ketika Han-na berciuman dengan kekasihnya,
it's okay mungkin ini hanya perasaan ku yang kesal karena mereka melakukan itu di tempat umum.
Aku melihat mereka sekilas, laluu aku melaluinya saja, tapi sepertinya Han-na melihatku dan berusaha untuk melepaskan ciuman itu.
Ucap Ryan dalam hati.
Ketika Han-na melihat Ryan tiba-tiba Han-na melepas ciuman itu.
"Why Han-na ? " Ucap Albert
(Kenapa Hanna ?)
"This is in a public place, I don't want anyone to see us, and it sems they saw us "
(Ini di tempat umum, aku tidak mau jika ada yang melihat kita, dan sepertinya mereka melihat kita )
Albert pun melihat ke arah Ryan dan Aldi yang baru saja menutup pintu kamar nya.
"Wouldn't it be nice if they saw us like this, so they wouldn't try to approach you again"
(Bukan kah bagus jika mereka melihat kita seperti ini, jadi mereka tidak akan mencoba mendekati mu lagi )
Ucap Albert tersenyum sinis .
"Yes but i'm just embarrassed to do that in public"
(Iya tapi aku hanya malu melakukan itu di tempat umum)
"Youuu, why are you always like this, when I want to do something romantic to you"
(Kenapa kau selalu seperti ini, ketika aku ingin melakukan hal yang romantis padamu)
Ucap Albert dengan tatapan marah .
"That's not what I mean, I'm just embarrassed if other people see us like that, that is it "
(Bukan begitu maksud ku, aku hanya malu jika orang lain melihat kita seperti tadi, itu saja )
"Just say you don't want that guy to see us, right?"
(Bilang saja jika kau tidak ingin laki-laki itu melihat kita ,benar kan )
"No Albert that's not it "
(Tidak Albert bukan itu )
"Enoouuuuuggggh !!!! Come in and don't come out until i tell you to "
(Cukuuuuuppp !!!! masuk dan jangan keluar sebelum aku yang menyuruh nya )
"Ne"
(ya)
Albert kembali bersikap kasar lagi, ini bukan hal baru untuk Han-na sehingga Han-na hanya mengangguk dan tidak banyak berbicara setelah itu.
Setelah Han-na masuk, bukan Albert yang dia pikirkan, tetapi Ryan yang tadi melihat nya sedang berciuman bersama Albert.
__ADS_1
"Why do i feel guilty for Ryan, why do i have to think about it now"
( kenapa aku jadi merasa bersalah pada Ryan, kenapa aku harus memikirkan nya saat ini )
****
Di kamar lain
Ryan yang merebahkan tubuhnya di atas kasur,
terlintas bayangan saat Han-na dan kekasihnya berciuman.
"Aaarrrgghhh, kenapa aku harus memikirkan dia"
Ucap Ryan dalam hati kesal sambil mengacak-acak rambut nya.
Tiba-tiba Aldi duduk di pinggir kasur dan berkata.
"Aku tau kau memikirkan kejadian tadi "
Ucap Aldi yang kemudian merebahkan tubuhnya ke kasur.
"Tidak perlu sok tau "
"Sudahlah jangan mengelak, aku ini sahabatmu, aku tau kapan kau bersedih, dan juga kapan kau berbohong"
"Yaa yaa yaa yaa "
Ucap Ryan meledek
"Dasaar kau ini, apa kau tidak mempunyai kalimat lain ketika kau memang ketahuan bersalah"
"Heeeey, apa yang aku lakukan, kenapa kau mengklaim ku bersalah"
"Tentu saja kau bersalah karena kau sudah berbohong padaku"
"Apa, aku tidak berbohong padamu "
" Nye nye nye nye nye "
Ucap Aldi meledek juga.
Begitulah mereka, selalu ada pertangkaran kecil yang menghiasi persahabatan nya.
****
Pagi hari
Tok tok tok.
Tidur Ryan terganggu karena suara ketukan pintu dari luar .
Ryan pun membuka mata nya pelan.
"Siapaaaa, pagi pagi seperti ini mengetuk pintu huuuaaaaahhhh"
Lalu Ryan membuka pintu dan ternyata...
"Han-na !!!"
"Hi Ryan, i'm sorry i bothered you, i made a cake for you"
(Maaf aku sudah menggangu mu, aku membuatkan kue untukmu)
"Hah, you made me a cake, but for what celebration ?"
(Hah, kau membuatkan ku kue, tapi untuk perayaan apa? )
"Eeeummm, this is for my apologies"
( Eeeummm ini untuk permintaan maaf ku )
"What !! your apologies?"
(Apa !! permintaan maaf mu ?)
"Ne, this is about yesterday me and Albert my boyfriend"
(Ini tentang kemarin aku dan Albert kekasihku)
"Hah, but what does this mean ?, why do you have to apologize to me, it's only natural because you did it with your lover"
__ADS_1
(Hah, tapi apa maksudnya ini ? kenapa kau harus minta maaf padaku, itu wajar saja karena kau melakukan nya dengan kekasihmu)
Ucap Ryan dengan heran
"Oh my God, ottokheeee do I have to talk like that, this is so embarrassing, But why isn't Ryan jealous "
(Ya Tuhan, kenapaaaa aku harus berbicara seperti itu, ini sangat memalukan, tapi kenapa Ryan tidak cemburu)
Ucap Han-na dalam hati malu dan memejamkan mata.
"Hey Han-na are you okay "
( Hey Hanna apa kau baik-baik saja)
"Ah ne, I'm okay"
( Ah ya, aku baik-baik saja)
"Ah I mean because I do it in a public place, and I also give this to everyone"
(Maksudku karena aku melakukan nya di tempat umum, dan aku juga memberi ini kepada setiap orang )
Ucap Han-na gugup.
"Oh jadi seperti itu"
"Huh your mean? "
( Hah maksud mu ? )
"Euh no no, i mean thank u so much "
(Euh tidak tidak, maksudku terimakasih banyak )
"Okay yourwelcome, don't forget to share it with your roommates"
( oke sama- sama, jangan lupa untuk membaginya dengan teman sekamar mu)
Ucap Han-na kemudian pergi.
"Yeah of course "
( yeah tentu saja )
Teriak Ryan sambil melihat Han-na dari belakang.
Aku menutup pintu sambil membawa cake yang di berikan oleh Han-na, kemudian aku letakan cake itu karena aku akan ke kamar mandi terlebih dahulu, tapi setelah aku kekamar mandi aku melihat cake itu hampir habis karena di makan oleh Aldi, dasar Aldi, dia selalu saja membuat ku kesal, Oh My Goooood.... aku langsung saja merebut cake itu.
"Heeeeeyyyy apa apaan ini, apa kau akan menghabiskan cake ini, lihatlah cake ini tinggal sedikit lagi"
Ucap Ryan kesal.
"Oh My God !! kau pelit sekali, aku baru saja bangun tidur perut ku sudah tidak tahan lagi menahan kelaparan ini, dan keberuntungan ku adalah aku harus melihat cake itu di meja, jadiii itu bukan salah ku kaaannn, lagi pula cake itu enak sekali, tapi kenapa, tumben sekali kau membeli cake, ulang tahun mu kan bukan sekarang ?"
Ucap Aldi dengan mulut yang masih mengunyah.
" Jika kau lapar itu memang bukan salah mu tapi dengan kau menghabiskan semua cake nya baru itu salah mu, ini bukan sengaja ku beli, tapi Han-na yang memberikan nya padaku "
Ucap Ryan kemudian memakan cake itu.
"Hah Han-naaa ?? tapi kenapa dia tiba-tiba memberikan cake itu padamu "
"Entahlah dia bilang cake itu permintaan maaf nya karena kejadian kemarin"
"Oooh karena ciuman itu, tapi kenapa harus minta maaf, itu kan wajar-wajar saja "
"Dia bilang dia minta maaf karena melakukan itu di tempat umum, lagi pula dia meminta maaf pada semua orang di sini"
"Eeeemmmm, aku mengerti sekarang"
Ucap Aldi
"Apaa?" (Ucap Ryan)
"Berarti diaaa !!!!!" (Aldi )
"Dia apaaaa ?"
****
BERSAMBUNG
__ADS_1