Love Korean Girl

Love Korean Girl
Forehead kiss


__ADS_3

Han-na menangis, air mata nya tidak berhenti ketika dia mendengar kata-kata yang memang sedang dia alami saat ini.


Dan Ryan, Ryan sengaja memilih lagu yang sedikit menyinggung perasaan nya dengan Han-na, dengan sesekali melirik Han-na, Ryan terus bernyanyi, hingga sampai lagu nya selesai, Han-na pun langsung berlari masuk ke kamar dengan menutup mulut nya, sedangkan Ryan yang melihat itu tidak bisa melakukan apa-apa.


Ada apa dengan mu Han-na, apa kau menyukai ku ? jika ya, maafkan aku Han-na, karena aku sudah membuat mu salah paham, tapi aku yakin getaran itu ada, itu berarti aku juga menyukaimu, tapii, aku lebih memilih Olivia, karena aku masih mencintainya meskipun tidak sebesar dulu, tapi dia lebih membutuhkan ku.


Ucap Ryan dalam hati.


Olivia memergoki pandangan Ryan yang sejak saat bernyanyi dia selalu melirik wanita yang di sebelah balkon, yang Oliv tau bahwa dia adalah wanita yang tadi ia temui.


Kenapa Ryan melirik wanita itu terus, bahkan saat dia bernyanyi dia selalu melirik nya, sebenarnya ada hubungan apa antara Ryan dengan nya, ah kenapa aku jadi curiga, kenapa aku menerka sebelum memastikan kebenaran yang pasti.


Ryan, Olivia dan Aldi melanjutkan keseruan nya hingga berjam-jam, hingga tidak terasa malam pun semakin larut, Ryan melihat Olivia yang kedinginan sekarang .


" Oliv, kau kedinginan ?"


"Ah sedikit " Oliv tersenyum


"Ya sudah lebih baik kita masuk saja sekarang, kau istirahatlah, lagi pula Ini sudah malam"


"Iya, tapi kalian juga harus beristirahat, ayo"


Ucap Oliv mengandeng tangan Ryan.


"Iya ayo, ayo Aldi kau juga harus beristirahat "


"Okay baiklah "


Setelah di dalam .


"Hey Ryan, tidak mungkin kita membiarkan Oliv tidur di sofa" Bisik Aldi.


"Tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi "


"Lalu aku ? dimana aku harus tidur ?"


"Kau tidur di lantai, aku tidur di sofa dan biarkan Oliv tidur di atas kasur"


"Apaaa aku tidur di lantai, kau tega memperlakukan ku seperti itu, kau benar-benar sahabat yang sangat buruk, you f**cker friend"


"Ini adalah solusinya, lalu apa kau akan membiarkan ku tidur di lantai hah ? ayolah aku ini bos mu, kau harus menghormati ku "


"Halaahhh, ya tentu, boss yang sangat culas"


"Jangan banyak bicara jika kau tidak ingin aku pecat"


"Heeeyy, apa kau sedang mengancam ku Tuan , kenapa kau tidak menyewa Doble room atau triple room saja, kenapa kau malah memilih hotel dengan kamar yang sempit seperti ini"


"Kenapa kau bertanya, sedangkan kau yang paling tau alasan nya, lagi pula aku tidak pernah tau jika Oliv akan datang ke sini, dan kau juga, seharusnya kau tidur di kamar sebelah bukan di kamarku"


"Iya tap,,,,, " Terpotong


"Hey apa yang sedang kalian bicarakan ? seperti nya seru sekali "


Ucap Olivia yang baru saja keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa, benarkan Ryan "


"I iya tidak ada apa-apa"


Ryan dan Aldi gugup .


"Ya sudah, aku mengantuk, aku mau tidur"


Ucap Olivia sambil berjalan ke arah sofa.


Ryan dan Aldi saling melirik.


"Jangaaaann !!! "


Ucap Ryan dan Aldi secara bersamaan .


"Heeyy, ada apa dengan kalian ?"


"Ah, tidak Oliv, kita hanya tidak mau kau tidur di sofa, biar aku saja yang tidur di sofa okay "


Oliv menghampiri Ryan .


"Hey itu tidak perlu, aku akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir "


"Tidak Oliv, aku dan Aldi sudah sepakat, kau akan tidur di atas kasur, dan aku di sofa"


"Lalu Aldi ? "


"Ah dia, biarkan saja dia tidur di luar"


"Sudah sudah, kalian tidur di atas kasur saja ya, aku tidak apa-apa jika harus tidur di sofa"


"Oliv please, tidur lah di kasur, aku tidak akan mengijinkan mu untuk tidur di sofa , urusan ku kau tidak perlu khawatir, aku bisa tidur dimana saja"


"Hhmmmm, baiklah jika kau memaksa"


"Ya sudah kau tidur okay"


"Okay, euh Ryan"


Ryan menoleh


"Yaa, kenapa Oliv?"


"Good night, and have a nice dream"


Ryan tersenyum mendengar nya,


"Good night too, mimpi indah juga"


Ryan mencoba menyelimuti Oliv, saat Ryan hendak beranjak, tiba-tiba .


" Ryan "


"Yaa, apa kau butuh sesuatu "

__ADS_1


"Ee euuh, your usual forehead kiss please"


(Ee euuh, ciuman kening yang biasa kau lakukan please )


Olivia terlihat malu-malu .


Ryan tersenyum, kemudian dia mencium kening Olivia.


"Thank you honey "


"Sama-sama"


" Let's sleep "


Oliv mengangguk .


Saat aku ingin tidur di sofa, aku terkejut melihat Aldi yang sudah tidur dengan dengkuran nya yang keras itu


dasar licik, bisa bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan, huuuhhh menyebalkan sekali, bagaimana bisa dia membiarkan boss nya tidur di lantai, yang benar saja,


tapiii aku belum mengantuk, aku masih ingin melihat Han-na, aku masih penasaran kenapa dia menangis, aku harus memastikan nya,


lalu aku keluar dengan mengendap- endap , kemudian aku berusaha untuk mengetuk pintu Han-na, laluu dia membukanya, aku terkejut melihat matanya yang merah dan sembab, aku mencoba untuk menyapa nya dengan senyuman yang paling manis.


"Hii, why are you crying"


Tapi Han-na malah menutup pintu kamar nya dengan keras, aku terkejut lalu.


"Han-naaaa, open the door, what's wrong with you, and what's my fault,,


okaayy i know, if it was because of the kiss earlier, I'm sorry, I didn't mean to make you hopeful, but I just got carried away "


( Han-naaa, buka pintu nya, ada apa dengan mu, dan apa salahku, okay aku tau, jika itu karena ciuman tadi, aku minta maaf, aku tidak bermaksud membuat mu berharap, tapii aku hanya terbawa suasana )


Aku berteriak keras tapi pintunya tetap tidak tebuka, aku berpikir, bahwa aku harus menjelaskan semuanya, bagaimana cara nya, aku bahkan tidak pernah punya nomor handphone nya.


Ah bagaimana jika aku meminta kepada resepsionis saja maybe she is Will know, ya itu benar.


Kemudian Ryan pergi menghampiri resepsionis,


Tapi di sisi lain .


"What I just heard is true, did Ryan just get carried away, oh my God why do I have to like him why do I have to admire him, my heart hurts God, why do I have to meet him"


(Apa yang baru saja aku dengar itu benar, apa Ryan hanya terbawa suasana, Ya Tuhan kenapa aku harus menyukai nya, kenapa aku harus mengangguminya, hatiku sakit Tuhan, kenapa aku harus bertemu dengan nya)


Han-na pun menangis lagi.


Di sisi lain yang berbeda,


"Air mata ku tak terasa menetes.......


****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2