
***
Malam hari.
Aku tidak bisa tidur, aku kedinginan sekali, dan badan ku menggigil, selimut ku sudah tebal, tapi tetap saja masih dingin,
aku melihat Oliv bangun dan menuju kamar mandi, aku langsung menutupi seluruh tubuh ku agar Oliv tidak melihat ku menggigil, tapi tiba-tiba.
"Ryan, what's wrong with you, apa kau baik-baik saja, apa badan mu sedang mengigil ?"
Lalu Oliv membuka selimut ku
"Hey, kenapa kau kemari, ayo, kau harus tidur lagi, aku hanya kedinginan, itu saja"
"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, karena aku melihat mu menggigil, seperti nya kau demam"
Ucap Oliv sambil memegang kening Ryan.
"Ya ampun, badan mu panas sekali,
tunggu sebentar"
Aku melihat Oliv pergi ke dapur, entah apa yang akan dia lakukan, aku tidak tau, lalu setelah beberapa menit, Oliv kembali dengan membawa nampan berisi air minum dan air dingin dengan wadah yang cukup besar dengan satu handuk kecil di dalam nya, perlahan dia membantu ku duduk lalu memberiku minum.
"Ryan, sebaiknya kau tidur di kasur saja, jangan di sini, sofa ini terlalu keras, apalagi sekarang kau sedang sakit"
"Tidak Oliv, sofa ini cukup nyaman dan empuk, jadi ini tidak masalah"
"Ayolah, aku akan merasa bersalah jika sakit mu lama untuk sembuh hiks..hiks..hiks.. hiks"
"Hey, hey, no, don't cry, oke oke aku akan tidur di atas kasur oke"
Ryan pun berjalan menuju kasur di bantu oleh Olivia.
Setelah sampai, Olivia pun menyelimuti tubuh Ryan, lalu Oliv duduk di tepi ranjang di sebelah Ryan dengan memegang handuk kecil yang basah, perlahan Oliv pun mengompres kening Ryan, Ryan pun hanya diam sesekali tersenyum dan terus memandang Olivia.
''Terimakasih Oliv, tidurlah ini sudah malam, kau harus istirahat"
"Eeeuuhh Ryan, bo bolehkah aku tidur di sampingmu, aku bisa memeluk mu agar kau hangat, eumm tapi ji jika itu boleh, jika tidak aku bisa ti...."
Terpotong oleh Ryan.
"Tidurlah di sini"
"Bolehkah"
"Sure"
"Tapiii, aku sedang demam, aku tidak mau kau tertular"
"Tidak, ini tidak akan apa-apa, aku yakin"
Ucap Oliv sambil tersenyum,
Olivia pun bergegas berbaring di samping Ryan dengan semangat, kali ini dia tidur di lengan Ryan sambil memeluk tubuh Ryan dengan erat, dengan sesekali Oliv membelai pipi Ryan yang sudah memejamkan mata nya terlebih dulu.
"I still love you Ryan"
Bisik Olivia lalu memejamkan mata.
***
Pagi hari
Ryan yang terbangun lebih dulu dari Oliv kini dia sedang bersiap untuk pergi meeting,
__ADS_1
begitu juga Aldi yang sedang memakan roti panggang yang dia buat.
"Kau akan ikut?"
"Tentu saja, aku akan ikut denganmu"
"Tapi bagaimana jika Oliv mencari kita"
"Kenapa kau tidak gunakan otak mu hah"
"Hey apa maksud mu, kau ingin berkelahi denganku pagi-pagi begini hah"
"Sebenarnya aku masih marah padamu karena semalam"
"Hmmmm, kau ikut mencemaskanku seperti Oliv"
Tiba-tiba Aldi menarik tangan Ryan menuju balkon.
"Hey, hey kenapa kau menariku seperti ini"
"Sekarang kita hanya berdua di sini, dan jangan sampai Oliv mendengar semua ini"
"Apa maksud mu?"
"Jangan mengelak lagi Ryan, kau tau, kemarin Oliv menghawatirkan mu, sangat menghawatirkan mu, tapi orang yang dia hawatirkan tenyata sedang bermesraan dengan perempuan lain, apa itu tidak cukup kejam Ryan"
Ucap Aldi penuh penekanan sambil melirik sekilas ke dalam kamar.
"What, bermesraan? mmmm haah, maksudmu Han-na, aku bermesraan dengan Han-na"
"Dengan siapa lagi"
"Jadi kau mengikuti ku?"
"Kau pikir aku mengikuti kegiatan mu yang konyol itu, nooo, jika bukan karena Oliv yang terus kesana kemari karena menghawatirkan mu, aku tidak akan mencari mu bahkan melihat mu ingin mencium Han-na, hah, itu sangat...."
"Kau mengelak lagi hah, aku bahkan mendengar kan semua percakapan mu sebelum Han-na pergi dari situ"
"Apa, kau mendengar kan percakapan ku"
"Kenapa? kau mau mengelak lagi ?"
"Emmm, sudahlah aku harus pergi, sebentar lagi meeting akan di mulai, tolong jangan bahas ini sekarang"
Ryan pergi.
"Aaarrggghhh, dasar, anak yang tidak sopan"
Lalu Aldi pun mengikuti Ryan.
***
Di restauran
"Selamat pagi Mr Ryan"
"Ya, selamat pagi juga Mr Tobby"
"Sebelum nya saya ingin meminta maaf, karena kerja sama kita akan di batalkan hari ini juga, dengan berita yang kurang baik ini saya benar-benar meminta maaf"
"Apaaa??? kenapa anda tidak memberi tau kan ini terlebih dahulu, dan apa masalahnya, kenapa tiba-tiba anda membatalkan nya?"
"Maaf Tuan muda, saya tau anda adalah putra dari pengusaha ternama yang berpengaruh di Indonesia, tapi saya tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan yang tidak berkembang seperti perusahaan anda"
"Maksudnya, tidak berkembang, tapi aku selalu memantau nya dan seperti yang di informasikan, perusahaan berjalan dengan baik, tidak ada kendala sedikit pun"
__ADS_1
"Maaf Tuan tapi beberapa bulan ini ada banyak perusahaan yang mengeluh tentang kinerja perusahaan anda, pengiriman yang di lakukan selalu terhambat dan tidak sesuai dengan keinginan konsumen, maka dari itu, mereka memutus kerja sama dengan perusahaan anda, meskipun mereka harus membayar finalty lebih untuk itu"
"Maaf Mr anda tidak bisa membatalkan kerja sama ini secara sepihak, anda bisa saja mendapatkan finalty karena membatalkan ini"
"Maaf Tuan muda, saya belum menandatangi kerja sama ini, jadi saya tidak akan mendapatkan finalty"
"Tapi tetap saja, anda membatalkan nya secara sepihak"
"Ya itu benar, tapi apa lagi yang harus saya pertahankan dengan kerja sama kita, dengan perusahaan yang tidak berkembang seperti itu, saya tidak ingin perusahaan saya terkena imbas nya, dan saya mungkin lebih tertarik terhadap proposal perusahaan Ayah anda, karena mungkin lebih memuaskan"
Ryan terkejut dan hanya diam.
Apaa, itu artinya Ayah menyabotase, apa Ayah menarik semua saham nya juga dari perusahaan ku, ayah benar-benar membuatku muak.
Jadi Ayah Ryan memiliki beberapa cabang perusahaan yang dia kelola, dan salah satu nya perusahaan yang Ryan pegang, namun tetap saja perusahaan yang Ryan pegang adalah milik Ayah nya, sehingga Ayah Ryan bisa leluasa melakukan apapun kepada perusahaan Ryan, terlebih Ayah Ryan adalah pemilik saham terbesar di perusahaan Ryan, jadi tidak ada yang bisa Ryan lakukan ketika memang Ayah nya menarik semua saham nya.
"Maaf Tuan anda tidak apa-apa ?"
"Ah ya, aku tidak apa-apa, jika begitu, aku permisi dan terimakasih atas waktu anda"
"Iya baiklah, sekali lagi mohon maaf yang sebesar besarnya"
"Ah it's okay, itu bukan masalah besar,
permisi Mr Tobby ,,,"
"silahkan"
***
Di tempat lain
Setelah Ryan keluar ruangan, Ryan memukul tembok cukup keras .
"Shitttt, bagaimana ini bisa terjadi, kenapa Wisnu tidak memberi tau kan ini padaku"
"Hey hey, kenapa lagi? ada apa ? kenapa kebiasaan mu tidak berubah, kau keluar ruangan dengan marah-marah seperti itu dan tiba-tiba memukul tembok itu, ada apa?"
"Hah..hah..hah cepat telepon Wisnu sekarang juga"
"Tapiii aku ingin tau dulu apa yang sebenarnya terjadi Ryan"
"Kau tidak menurutiku? cepat telepon Wisnu sekarang juga, ini menyangkut perusahaan"
Ucap Ryan marah.
"What, okay baiklah"
Aldi menelepon Wisnu.
Ya Wisnu adalah salah satu orang kepercayaan Ryan yang Ryan tugaskan untuk mengurus perusahaan sementara waktu, Ryan mengutus Wisnu untuk memberikan informasi kepada Ryan tentang perusahaan nya selama Ryan di tempat yang tidak diketahui pihak perusahaan termasuk Ayah nya.
"Tidak di angkat"
"Telepon sekali lagi"
Tersambung
Ryan langsung merebut telepon Aldi.
* Dalam telepon *
"Wisnuu, apa ini, kenapa kau tidak memberi tau ku apa apa, ada apa dengan perusahaan? aku tidak mau tau, temui aku sekarang juga"
..."Hahahaha...hahahahaha...hahaha...............
__ADS_1
****
BERSAMBUNG