
Aku berlari menuju kamar ku, lalu aku menangis, aku membiarkan Hans bersama Jasmine.
**
"Aunty, kenapa Mommy menangis? kenapa tadi Mommy bertengkar dengan Ayah sementara ku"
Ucap Hans.
"Huh? Ayah sementara? kenapa kau memanggil nya Ayah sementara?"
Jasmine bingung.
"Iya, dia bilang, dia akan menjadi Ayah sementara ku, sebelum aku bertemu dengan Ayah asli ku"
Oh Ya ampuuun, Hans dia adalah Ayah asli mu, Ayah kandung mu.
Ucap ku dalam hati.
"Baby, katakan padaku bagaimana kau bisa bertemu dengan Ayah sementara mu itu"
Lalu Hans menceritakan semua yang terjadi padanya dengan gaya bicara nya yang lucu, hingga dia menceritakan ketika Ryan memegang kotoran di kamar mandi, aku pun tertawa terbahak mendengar itu.
Geez, anak yang sangat pintar.
Lalu Aldi pun masuk ke dalam apartemen tanpa mengetuk pintu dengan membawa beberapa makanan.
Dan Hans pun melirik ke arah Aldi.
"Aunty, siapa Uncle itu ? kenapa dia masuk tidak mengetuk pintu? dia tidak sopan Aunty, aku tidak suka padanya"
Aldi terkejut mendengar nya.
"Hey Baby kau tidak boleh berkata seperti itu Okay, dia adalah temanku dan juga Mommy mu, jadi kau juga harus menghormati nya, dan lihat, dia juga sudah baik hati sudah membelikan kita makanan"
"Tapi dia tidak sopan Aunty !!"
Ucap Hans lucu.
Lalu Aldi pun menghampiri Hans.
"Hey boy, kenalkan namaku Aldi, aku adalah sahabat Ayah mu"
Sahut Aldi mencoba untuk lebih dekat pada Hans dengan menyodorkan tangan nya.
Tapi Hans tidak merespon Aldi.
"Apa kau sahabat Ayahku? sekarang dimana Ayahku? katakan padanya, aku ingin mainan yang banyak, aku ingin membeli Woody dan teman-temannya, aku sudah punya Buzz, Ayah sementara ku membeli kan nya waktu itu"
"Yes, aku pasti akan menyampaikan nya pada Ayah mu okay, tapi aku ingin sekarang kita berteman !!"
"Mmmm, baiklah"
Ucap Hans dengan sangat menggemaskan.
"Hans, kau harus menenangkan Mommy mu, ayo, kau pasti tidak mau melihat Mommy mu menangis kan"
Ucap Jasmine.
Hans hanya mengangguk lalu menghampiri Han-na menuju kamar.
"Aku tidak menyangka jika Ryan akan memiliki anak pintar seperti Hans, dia sangat pintar dan lucu"
Ucap Aldi tiba-tiba.
"Aku sangat menyayangi nya, dia sudah seperti anakku sendiri, aku menyaksikan kelahiran nya, hingga tidak terasa dia sudah besar dan pintar"
"Jadiii, kau yang mendampingi Han-na selama ini ?"
"Ya, tidak tau kenapa, aku merasa tersentuh mendengar cerita Han-na saat pertama kali, entah hanya karena Ryan yang melakukannya atau apa, entahlah"
"Kau sangat baik, kau baru saja mengenal Han-na, dan kau sudah bisa sebaik itu"
"Anggap saja, ini adalah sebuah takdir, seperti aku yang di pertemukan dengan jodoh ku nanti, entah dimana dan entah siapa dia, Tuhan pasti memiliki cerita yang terbaik untuk hidup ku"
"Bagaimana jika aku adalah jodoh mu ?"
Ucap Aldi sedikit pelan.
__ADS_1
"Huh? apa? kau bicara apa ?"
"Aah ti tidak, se semoga saja kau bisa cepat bertemu dengan jodoh mu, begitu"
"Oh iya, aku akan mengunjungi Ryan, dia pasti sedang terpukul sekarang"
"Iya, aku tau itu, semoga saja Ryan bisa benar-benar menyesal karena ini, dan tidak menyakiti perasaan Han-na lagi"
"Ya, sebentar lagi aku akan kesana dan membawa makanan untuk nya"
Jasmine pun mengangguk.
"Tapii, apa Ryan tidak akan bebas ? aku sedikit kasihan jika dia di penjara selama beberapa tahun"
"Tidak perlu khawatir, Han-na bilang padaku, dia hanya mengurung Ryan untuk beberapa bulan saja, hanya untuk menghukum Ryan"
"Waah benarkah bisa begitu?"
"Iya tentu saja, Han-na bukan orang biasa di sini Aldi"
"Hmmm i see"
****
Di tempat lain.
Aku duduk lemas, sembari memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Aku di penjara sekarang.
Aku ikhlas jika harus di hukum seperti ini.
Tapi untuk jauh dari Hans, seperti nya aku tidak bisa, aku sekarang sangat terobsesi pada Hans, yang sangat menggemaskan itu.
Aku sangat menyayangi nya, dan setelah aku tau ternyata dia adalah putra ku, aku semakin menggebu untuk bisa terus di samping nya, memeluk nya lagi, menciumi Hans, dan memanjakan nya Aarrhh.
Han-na, akhirnya aku menemukan mu dan anak kita.
Aku sangat merindukanmu Han-na, kembali laaah, aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.
****
Aku melihat Ryan terduduk sembari meletakkan tangan nya di lutut dan menempatkan telapak tangan ke wajah nya.
"Ryan !!"
Ryan pun melihat ke arah ku.
Setelah dia tau bahwa itu aku, dia pun memalingkan wajahnya.
"Aku membawa makanan untuk mu"
"Aku tidak lapar"
Ketus Ryan.
"Setelah kau bebas, aku ingin berbicara banyak dengan mu"
"Untuk apa kau datang kesini?"
"Untuk mengetahui keadaan mu"
"Aku tidak butuh belas kasih dari mu"
"Ya aku tau, kau pasti tidak akan mudah memaafkan ku"
Ryan hanya diam tanpa melihat wajah Aldi.
"You must know, No matter how bad you are, no matter how wrong you are, what you should know, if your best friend will come back with him affection"
(kau harus tahu, seburuk apapun dirimu, sesalah apapun dirimu, yang harus kau tahu, jika sahabatmu akan kembali dengan kasih sayangnya)
Kemudian Ryan melirik Aldi.
"Han-na sedang menangis, dan Hans anak lucu itu, dia sedang menenangkan nya, aku sudah memiliki keponakan sekarang, kalau begitu, aku pergi dulu, habiskan lah makanan mu"
Ucap Aldi tersenyum kemudian pergi.
__ADS_1
Ryan hanya diam dan melihat Aldi yang pergi menjauh dari nya.
Ryan terngiang perkataan Aldi, kemudian Ryan memukul tembok.
"Aarrgghh"
****
Esok pagi.
Aku terbangun dan melihat Hans tertidur pulas dengan kaki yang menindih badan Jasmine.
Aku tersenyum melihat nya, lalu aku pergi menuju dapur.
Aku segera memasak beberapa makanan yang Aldi beri kemarin.
Tiba-tiba, Jasmine menghampiri ku dengan sedikit menguap, lalu duduk di kursi.
"Huuaaaaaacchhh, Han-na, kau memasak untuk Ryan ?"
Ucap Jasmine tiba-tiba.
"Tolong jangan memperburuk mood ku Jasmine"
"Huh? ma maaf, aku hanya kasihan pada Ryan, sejak kemarin dia tidak makan, Aldi sempat kesana, tapi sepertinya Ryan tidak memakan makanan yang Aldi bawa"
"Lalu apa urusan nya dengan ku?"
"Han-na, jangan terlalu keras kepala, Ryan sudah benar-benar menyesal, aku tau dia melakukan kesalahan, tapi beri dia kesempatan"
"Kenapa kau harus memaksa Jasmine, aku sudah bilang berkali-kali, jika aku tidak ingin kehadiran Ryan"
"Han-na dengar, apa kau ingat, saat kau menelpon, kau ingat pada Ryan dan Hans yang tiba-tiba menangis ingin bertemu Ayah nya?"
Han-na hanya diam.
"Saat itu Ryan kecelakaan"
Han-na terkejut langsung menatap Jasmine, namun tidak berkata apapun.
"Dia terluka parah, kaki nya patah, tapi beruntung dia bisa berjalan dengan normal lagi, sebenarnya kaki nya masih harus aku kontrol, tapi dia keras kepala, aku juga tidak tau jika Ryan akan pergi ke Korea, padahal kaki nya masih tidak boleh terlalu banyak bergerak, aku tau dia sangat keras kepala"
"Jadi kau yang memberi tau nya jika aku ada di sini huh?"
"Aah ituuu, yaa, a aku memang memberi tau nya, tapi aku tidak memberi kan alamat jelas padanya, kau tau, Korea itu luas, jadi Ryan tidak akan mudah untuk menemukan mu, tapi lihat lah, takdir membawa Hans pada Ryan dengan sendirinya, itu artinya, kekuatan cinta yang akan mempertemukan semua yang telah hilang"
"Omong kosong !!"
Ketus Han-na.
"Han-na, kau tau, dia sangat bersi keras menanyakan tentang mu padaku, dia sampai berlutut di kaki ku, agar aku memberi tau keberadaan mu"
"Sudahlah, tidak perlu memprovokasi ku untuk merubah pikiran ku"
"Huuuffft, ya sudah, jika Ryan pergi lagi, kau jangan menyesal ya"
"Untuk apa aku menyesal? siapa dia huh?"
"Kau masih tidak ingin mengakui nya?"
"Apa?"
"Kau masih mencintainya kan?"
"Apaaa !!! heuh kau bercanda, kau dengar aku baik-baik, I hate him so much"
"Hmmm, baiklah-baiklah, jangan merengek padaku jika Ryan pergi dan kau menyesal"
Ucap Jasmine pergi menuju kamar mandi.
"Jasmineeee !!"
Han-na kesal.
...****************...
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG....