Love Korean Girl

Love Korean Girl
Olivia yang agresif


__ADS_3

Air mata ku tidak terasa menetes, aku tidak menyangka akan seperti ini, apa yang baru saja Ryan katakan sangat menyakiti hati ku, apa Ryan sudah mencintai orang lain, tapi kenapa dia tidak mengatakan itu padaku sebelumnya, kenapa dia menerima ku kembali jika dia sudah mencintai orang lain, aku tidak bisa menahan air mata ku lagi saat ini, hingga akhirnya aku kembali ke tempat tidur lalu berbaring, aku berbaring sambil menangis tanpa bersuara hingga saat itu Ryan kembali ke kamar, aku pun langsung dengan cepat menghapus air mata ku, dan pura-pura tertidur, kemudian Ryan mendekat ke arah ku, lalu mencium kening ku, entah apa yang Ryan katakan saat itu karena dia sedikit berbisik,


kenapa rasanya sangat sakit Ryan, mendengar kau mencium orang lain.


Ucap Olivia dalam hati .


***


Aku ke resepsionis menanyakan nomor handphone Han-na, akhirnya dia memberikan nya padaku, tidak sesulit yang aku bayangkan ternyata, hehe


Setelah aku masuk ke dalam kamar ku, aku melihat Olivia dan Aldi sedang tertidur, aku tersenyum dan langsung menghampiri Olivia,


Oliv, maafkan aku jika cinta ku mungkin sudah sedikit berkurang saat ini, dengan luka yang dulu pernah terjadi, entahlah semuanya seperti Sulit lagi bagiku untuk memberikan hatiku sepenuhnya untuk mu lagi, huuuuuuhhhh ,


Lalu aku mencium kening Olivia dan mengelus-elus rambutnya yang lembut itu,


tapii dimana aku harus tidur, aku tidak mungkin tidur seranjang dengan Oliv, baiklah aku tidur di sini saja.


Ryan pun duduk bersender pada tempat tidur yang tidak terlalu tinggi,


Oh ya, aku sudah mempunyai nomor handphone Han-na sekarang, aku harus berusaha menjelaskan semuanya pada Han-na sebelum akhirnya menjadi lebih buruk.


* Dalam pesan *


Han-na, i'm Ryan, can we meet, I want to talk something with you.


(Han-na , aku Ryan , bisakah kita bertemu , aku ingin berbicara sesuatu dengan mu)


Tidak ada balasan.


Please, I want to talk to you, if you want, I will wait for you by the beach, later I will send the address, I will still wait for you, and I will not leave until you come.


(Aku mohon, aku ingin berbicara dengan mu, jika kau mau, aku akan menunggu mu di pinggir pantai, nanti aku akan mengirimkan alamat nya, aku akan tetap menunggu mu, dan aku tidak akan pergi sebelum kau datang)

__ADS_1


We meet tomorrow at 3 pm.


(Kita bertemu besok jam 3 sore)


*Message*


Suddenly my phone vibrated, I tried to open it, I thought the message was from Albert, but it turned out to be Ryan, I was surprised because suddenly Ryan sent me a message, out of nowhere he got my cell phone number,


yeah, i didn't reply, what's more, i have to deal with him, it's clear he's hurting my feelings right now, i don't know what tomorrow will be like, hmmmm,


Actually I'm really happy Ryan sent me a message, but when I remember his behavior, he kissed me, then not long after he introduced his girlfriend, it really made me hurt, why am I so stupid, why should I hope, hikk..hikk..hikk..hikk..again I cried then I slammed my cell phone down, then I hid my face into my pillow


(Tiba-tiba ponselku bergetar, aku mencoba membukanya, aku pikir pesan itu dari Albert, tapi ternyata ini dari Ryan, aku terkejut karena tiba-tiba Ryan mengirim ku pesan, entah darimana dia mendapatkan nomor ponselku,


yeah, aku tidak membalasnya, untuk apalagi aku harus berurusan dengan dia, sudah jelas dia menyakiti perasaanku saat ini, entahlah besok akan seperti apa, hmmmm.


Sebenarnya aku sangat senang Ryan mengirim ku pesan tapi saat aku ingat perilakunya, dia mencium ku, lalu tidak lama kemudian dia memperkenalkan kekasihnya, itu sangat membuat ku sakit, kenapa aku begitu bodoh, kenapa aku harus berharap, hikk ,,,hiikk ,hikkk ,,hikk lagi lagi aku menangis kemudian aku membanting ponselku, lalu aku menyembunyikan wajah ku ke bantalku )


***


baiklaaaahhh, mulai besok aku harus sedikit lebih bersabar, Han-na pasti tidak akan datang huuuufffffhhhh,


tapi aku harus tetap datang dan menunggu nya, sudahlah lihat saja besok.


Ryan kemudian mencoba memejamkan matanya hingga akhirnya tertidur.


***


pagi hari .


Ryan terbangun,


Aku terbangun, saat aku hendak ingin beranjak, aku merasa tubuhku berat, perlahan aku membuka mata, whaaaaatt......

__ADS_1


Olivia memeluk tubuhku, aku sangat terkejut, bagaimana bisa aku tidur di atas kasur dengan Olivia, yang padahal semalam aku tidur di bawah, kenapa aku tidak ingat apa-apa?? ooooh ***** !!! aku ingin beranjak tapiii Olivia malah memeluk tubuhku semakin erat, ah ya ampun jantungkuuuuuu.


"Ehm Oliv Wake up, i.. ini sudah siang"


lagi lagi Oliv malah memeluk tubuhku dengan erat, stelah beberapa saat, akhirnya Oliv membuka mata nya, huuuuuhh aku selamat.....


tapiii Oliv malah memandang ku dengan lekat, perlahan wajahnya mendekati wajahku, terus mendekat, akhirnya bibirnya menyentuh bibirku, yeaahh aku pun membalas ciuman nya, tapi semakin lama dia mencium ku dengan gairah, tidak biasanya Oliv seperti ini, bahkan dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya, dia memperdalam ciumannya dengan tiba-tiba dia merubah posisi nya jadi di atas ku, aku terkejut lagi, lalu tangan nya merayap seraya ingin membuka baju ku, perlahan tangan nya merayap ke daerah celanaku, aku terkejut dan aku langsung melepaskan ciuman ku,


"Hah hah hah hah.... apa yang kau lakukan Oliv ?


Ucap Ryan dengan nafas terengah-engah.


"Hah hah hah, came on kita bisa melakukannya"


"Apaaa!!! apa yang kau katakan ?"


"Kau ingin bukti kan Ryan, bukti kesungguhanku, maka aku akan memberikan apapun untukmu, meski harus kehormatanku sekalipun"


"Apaa!!! kenapa kau berbicara seperti itu Oliv, kita tidak seharusnya melakukan itu, untuk apa ? tidak perlu itu untuk bukti cinta mu, masih ada cara lain untuk membuktikan cintamu"


"Hik hik hik hik.. kenapaaaa.. kenapa Ryan ? kau tidak mau melakukan nya dengan ku, apa karena kau sudah mencintai orang lain kan ? jawab aku Ryan!!!"


aku terkejut ketika melihat Olivia menangis dan berkata seperti itu, aku akui, sebenarnya tadi aku ingin melakukan nya dengan Oliv, tapii, aku tidak mungkin melakukan itu, karena ini tidak benar, dan ternyata Oliv hanya ingin menjebak ku, yeah aku tau maksud Oliv setelah dia menangis dan berkata seperti itu,


aku hanya diam,


"Jawab aku Ryan, jawaaab aku, kenapa kau menerimaku kembali, jika kau sudah mencintai orang lain"


aku diam lagi,


lalu Oliv memukul dadaku sambil menangis dengan kencang,


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2